Senin, 30 Maret 2015

Be the Light




Original story by Shyqilla Nabiila Daffa (SN.d)
FF ONESHOOT
Main cast : Kim Taehyung (BTS), Kim Nam Joon (BTS), Seo Dana, Krystal Jung (f(x))
Genre : Hurt romance
Rating : Maybe teen

 “Namjoon Oppa, apa kau akan pulang denganku?” Dana.
“Aniya, mungkin hari ini aku tidak akan pulang denganmu. Aku masih ada tambahan jam pelajaran.” Namjoon.
“Oh, oke. Kalau begitu aku akan pulang dahulu.” Pamit Dana.
~Perjalanan pulang~
“Oh, bukankah itu Namjoon Oppa?” Dana sambil meminuman minuman dari sedotan.
“Bukankah tadi ia bilang ada tambahan jam pelajaran? Tapi kenapa dia ada disini.” Dana perlahan-lahan mendekat lalu duduk didekat kursi yang diduduki oleh Namjoon. Dana menutupi sedikit demi sedikit wajahnya agar tidak terlihat oleh Namjoon.
“Annyeong Namjoonngi…” Panggil yeoja sambil mencium pipi Namjoon.
Dana yang melihat itu langsung menyeburkan minumannya *PYUURT* “Aish, pabo!” Gerutu Dana.
Lalu “Neon gwenchana?” Tanya seorang Namja.
“Mwo?? Hah, Jinjja?? Mianhae aku menyemburkan minumanku kepakaianmu.” Dana yang membersihkan baju Namja yang ia sembur.
“Ah gwenchana, aku bisa membersihkannya.”Jawab Namja itu.
“Ah, aniya aku akan membersihkannya. Berikan Jasmu untukku aku akan membersihkannya.” Dana.
“Jinjja gwenchana kau akan membersihkannya?” Tanya Namja itu, Dana berulang kali menganggukkan kepalanya.
Tanpa Dana sadar…
“Danaya? Kenapa kau disini?” Namjoon.
“Oh, Oppa? Aish.” Dana yang langsung berlari meninggalkan Namjoon.
~Keesokan harinya~
“Pabo, hm… tenangkan dirimu Dana. Tenangkan!!!” Teriak Dana sewaktu menuju kesekolah.
“Ah, pertama aku sudah membersihkan Jas ini. Bagaimana aku mengembalikannya? Aish pabo, kemarin aku melihat kartu pelajarnya dan dia omo aku lupa dia satu sekolah denganku. Kalau begitu aku akan menunggu didepan gerbang sekolah sampai dia datang dan aku akan memberikannya.” Dana.
“Yeoja gila, kau berbicara dengan siapa?” Namjoon yang tiba-tiba berada didekatnya. Dana hanya melihatnya lalu berganti melihat jam tangan yang ia pakai.
“Oh, mungkin belum banyak yang datang. Aku harus cepat!” Dana yang meninggalkan Namjoon begitu saja.
“Mwo? Apa maksudnya tadi? Dia menghiraukanku?” Namjoon bingung.
~Didepan gerbang~
“Aish jika aku manusia yang tidak sabar mungkin aku sudah membuangnya sejak tadi.” Gerutu Dana.
Lalu Dana duduk jongkok sambil menundukkan kepalanya.
“Hosh, aku lelah menyukai Namjoon Oppa. Apa dia tidak akan pernah melihatku? Aku selalu bersama dengannya kemanapun itu aku tidak pernah lelah bila bersamanya tapi entah kenapa saat ini aku mulai lelah.” Dana yang berbicara sendirian.
“Oh, bukankah kau yeoja yang kemarin?” Namja itu berdiri tepat didepan Dana.
Dana langsung berdiri “Ini punyamu aku sudah membesihkannya (Dana sambil megusap air matanya), mianhae kemarin aku sudah menyemburmu. Sebenarnya aku tidak sengaja melakukannya.” Dana.
“Ah, gwenchana tidak usah kau pikirkan. Oh, neon gwenchana?” Tanya Namja itu.
“Ne nae gwenchana.” Dana sambil menganggukkan kepalanya berulang kali.
“Ne aku sudah tahu, cukup satu kali atau 2 kali saja kau menganggukkannya.” Namja itu sambil menunjukkan jari telunjuknya ke kening Dana.
“Oh, mianhae.” Dana.
“Kajja, kita akan terlambat.” Ajak Namja itu.
~Saat itu…~
“Oppa sehabis pulang kau janjikan akan makan denganku diluar? Kali ini jangan lupa aku akan menunggumu.” Dana.
“Ne aku tidak akan lupa. Tunggulah aku Dana.” Namjoon.
“Ingat sehabis pulang sekolah, Arra?” Dana.
“Ne, arraseo.” Namjoon.
***
“Ya’ mungkin hari ini adalah hari terbaikku. Bisa makan bersama dengan Namjoon Oppa, yuhuuu.” Dana senang.
“Lihatlah dibawah payung milik café ini, ini merupakan bukti makan malamku dengan Namjoon Oppa.” Dana tersenyum.
“Mwo… Aish hujan!! Aniya berfikirlah yang posiitif Dana.” Bilang Dana sendirian.
Dana menunggu Namjoon, Dana mulai menunggu dari detik, detikpun berubah menjadi menit, menitpun berubah menjadi jam. Dana telah menunggu Namjoon berjam-jam dari yang awalnya café yang ia datangi sepi menjadi ramai hingga hampir tutup dan…
“Danaya mianhae, aku tidak bisa datang soalnya Eommaku menyuruhku untuk makan dirumah saja. Mianhae, lagian diluar turun hujan sangat deras tidak mungkinkan kau masih menungguku disana?.” Isi pesan dari Namjoon.
Lalu Dana tersenyum melihat isi pesan yang masuk dalam ponselnya “Gwenchana Dana, mungkin ini belum saatnya kau makan malam dengan Namjoon Oppa. Karna Eommanya kau tidak bisa makan dengannya, ah Gwenchana.” Dana yang bilang sendirian.
“Bolehkah aku makan denganmu?” Tanya seorang Namja.
“Oh, kau kenapa kau disini?” Dana.
“Aniya aku hanya tejebak hujan dan kebetulan bertemu denganmu. Oh ya, Kim Taehyung imnida.” Taehyung yang memperkenalkan diri.
“Oh, bangapta aku sudah tahu dari kartu pelajar yang tertinggal disaku jasmu. Seo Dana imnida.” Dana yang ganti memperkenalkan diri.
“Hm, kenapa yeoja sepertimu hujan-hujan seperti ini berada disini? Kau bisa sakit.” Taehyung.
“Aku hanya sedang menunggu seseorang.” Dana.
“Oh, menunggu seseorang. Apa dia orangnya?” Taehyung sambil menunjuk Namjoon yang berada di sebuah café tepat didepan café yang didatangi oleh Dana.
“Mwo? Tapi bagaimana?” Dana.
Tanpa berpikir lama Dana langsung beranjak dari tempat duduknya dan menerobos derasnya hujan pada malam itu. Lalu Dana berjalan mendekat sebuah café yang didatangi oleh Namjoon dengan seorang yeoja yang Dana tidak kenal, lalu…
*TING,TING,TING* Ponsel Namjoon berbunyi lalu ia mengangkatnya.
“Yeoboseyo… Danaya, wae?” Namjoon.
“Apakah enak makananya Oppa?” Dana.
“Oh, jelas enak Eommaku yang memasakkannya.” Namjoon.
“Jinjja? Eommamu atau pegawai café?” Dana.
Seketika Namjoon melihat kearah kaca yang berada disampingnya.
“Danaya, bagaimana bisa kau ada di…” Namjoon yang terkejut.
“Benar Oppa aku tidak menunggumu disana.” Dana yang langsung mematikan ponselnya dengan keadaan basah kuyub lalu meninggalkan Namjoon dengan yeoja itu.
Namjoon yang saat itu juga langsung beranjak dari tempat duduknya dan mengejar Dana, tapi seorang namja menahannya dan memukul tepat di wajah Namjoon. Namjoon tidak dapat mengenali wajah namja itu karna derasnya hujan, lalu Namja itu pergi dan mengikuti Dana.
Dana berjalan diantara derasnya hujan yang menutupi air matanya. Dana terus saja berjalan dengan tangan memegang kepala, Dana merasakan sakit hati yang sangat dalam berulang kali Dana berusaha untuk dekat dengan Namjoon dan semua itu gagal. Berulang kali Namjoon menolak ajakan untuk pergi, Dana selalu bersabar. Tapi entah untuk ini Dana telah lelah dengan semuanya.
“Oppa apa semua ini balasanmu? Apa semua ini!!!!!” Teriak Dana ditengah-tengah jalan yang sepi.
“Aku lelah Oppa, aku lelah!!! Setidaknya kau melihat usahaku untuk mendekatimu. Aku sudah berulang kali mencoba Oppa tapi kau selalu menolaknya.” Dana yang jatuh tesungkur.
“Oppa seandainya kau tahu betapa lelahnya aku saat ini.” Dana yang menangis sesengukan.
“Aku tahu kau lelah saat ini.” Taehyung.
Lalu Dana mendangakkan kepalanya.
“Tenanglah aku juga sama sepertimu.” Lalu Taehyung menjajarkan diri seperti Dana.
“Taehyung? Apa maksudmu?” Dana.
“Apa kau tahu yeoja yang bersama dengan Namjoon saat ini? Dia adalah tunanganku, Krystal Jung ya dia tunanganku saat ini.” Taehyung.
Dana menutupi mulutnya dengan kedua tangannya lalu melepaskannya dengan pelan-pelan “Aku tidak tahu kenapa dia akhir-akhir ini malah seperti ini. Yang aku ketahui saat terakhir kali didalam buku diarynya adalah Kim Namjoon, dia sangat merindukannya.” Taehyung.
“Aku bingung dengan semua ini, tentang sekarang ini aku benar-benar tidak tahu. Aku bingung dengan keadaan ini, aku sangat menyukai Namjoon Oppa. Bahkan aku telah banyak menghabiskan waktuku hanya untuk dekat dengannya dan semuanya sia-sia dan saat ini muncul semua ini. Aku sangat bingung Taehyung, aku hanya ingin Namjoon Oppa melihat diriku berapa besar pengorbananku untuknya.” Dana.
“Kajja kita lakukan itu.” Taehyung.
“Mwo?? Bagaimana maksudmu?” Dana.
~Keesokan Harinya~
“Danaya…” Panggil Namjoon yang langsung mengandeng tangan Dana.
Seketika Dana berhenti melangkahkan kakinya “Oppa aku lelah dengan semua ini, lepaskan genggamanmu!” Perintah Dana lalu Namjoon melepaskannya.
“Danaya, mianhae.” Namjoon.
“Terlambat Oppa, apa kau baru menyadarinya?” Dana yang melanjutkan jalannya.
“Ne, aku menyesal Dana. Aku terlambat menyadarinya.” Namjoon.
“Kenapa tidak dari dulu disaat aku masih menyukaimu?” Dana yang berkata bohong.
“Apa sekarang kau sudah tidak menyukaiku lagi?” Namjoon, Dana tidak menghiraukannya dan langsung meninggalkannya.
~Saat Disekolah~
Dana sedang duduk disebuah kantin sekolah dan sudah mengambil 2 piring untuk dimakan dengan seseorang.
“Gumawo sudah mengambilkannya untukku.” Namjoon. Lalu Dana beranjak dari tempat yang ia duduki.
“Taehyunga…” Panggil Dana. Taehyung tersenyum.
“Oh, aku sudah mengambil makanan. Kajja bogo.” Ajak Taehyung, lalu Dana makan dengan Taehyung.
“Oppa apa kau merasakan semuanya?” Batin Dana.
“Taehyunga coba makan ini, ini sangat enak.” Dana sambil menyuapi Taehyung layaknya seorang pasangan kekasih pada faktanya mereka tidak mempunyai hubungan apa-apa.
“Dana mianhae, aku menyesal telah melakukan semua ini kepadamu. Seharusnya aku tidak menghiraukanmu seperti ini. Dana jinjja mianhae.” Batin Namjoon sambil melihat Dana dan Taehyung.
“Mwo?? Apa ini?” Dana sambil membersihkan wajahnya dari air.
“Krystal, apa maksudmu ini?” Taehyung.
“Seharusnya aku yang mengatakan hal itu kepadamu. Apa maksudmu makan dengan yeoja ini?” Krystal.
“Dan coba jelaskan kenapa kemarin malam kau makan dengan Namjoon, namja itu.” Taehyung sambil menunjuk kearah Namjoon.
“Mwo?? Aku tidak makan dengannya dan aku tidak kenal dengannya.” Krystal.
“Sebaiknya kalian berbicaralah tentang hubungan kalian, aku lelah dengan sikapmu seperti ini.” Taehyung yang langsung menarik tangan Dana untuk pergi.
***
“Dimana ini?” Taehyung.
“Ini tempat yang indah bagiku.” Dana.
“Bagaimana maksudmu?” Taehyung.
“Soalnya dulu saat aku masih kecil Eommaku pernah bilang kepadaku jika suatu hal itu telah kau jaga, kau rawat, kau sayangi bahkan kau cintai suatu saat sesuatu itu akan memberikan hal yang terbaik bahkan terindah untukmu.” Dana.
“Suatu hal? Apa itu?” Taehyung.
“Hm, apa saja itu yang dikatakan Eommaku saat aku bertanya sama sepertimu.” Dana.
“Jadi aku sangat menyukai tempat ini pernah disaat hatiku sakit karna Namjoon Oppa, tempat bersandarku selalu disini.” Tambah Dana.
“Lalu apa saja yang kau lakukan disini?” Taehyung.
“Taehyung akukan sudah bilang, disini tempatku bersandar. Jadi aku menyandarkan badanku dipohon lalu memejamkan mata disini selama 10 menit, 20 menit. Bahkan aku pernah menghidupkan ponselku untuk menghitung berapa lama aku disini dan rekor saat ini selama 1 jam karna aku tertidur.” Dana tertawa.
“Haha kau ini suatu saat aku akan memecahkan rekormu itu.” Taehyung juga ikut tertawa.
“Jadi jika kau mencariku dan tidak menemukannya dimana-mana maka satu-satunya kesempatan terakhirmu untuk mencariku adalah disini.” Bilang Dana.
“Oke Dana, aku akan mencarimu kesini langsung jika aku tidak dapat menemukanmu dimana-mana.” Taehyung.
“Oh mianhae gara-gara Krystal rambut serta wajahmu menjadi kotor.” Taehyung sambil membersihkan air yang berada di rambut serta wajah Dana.
“Ah gwenchana menurutku rencana kita berhasil, mereka memang benar-benar cemburu.” Dana yang duduk disamping Taehyung.
“Hm, Taehyunga jika semua ini berhasil selanjutnya kau akan melakukan apa?” Tambah Dana.
Taehyung berhenti memberihkan dan berganti melihat kearah Dana “Jika akhirnya semua ini berhasil mungkin aku akan segera menikah dengan Krystal.” Taehyung.
“Jinjja? Aku juga menginginkan itu ingin segera menikah, oh jangan lupa undang aku.” Dana sambil tertawa.
Dana dan Taehyung telah berhari-hari selalu bersama dengan menjalankan rencananya, mereka selalu saja bersama sampai Krystal dan Namjoon menganggap bahwa mereka berdua memang benar-benar mempunyai sebuah hubungan.
Hari-hari telah dilewati Dana dan Taehyung bersama hingga telah menjadi minggu lalu berganti ke bulan.
“Taehyunga apa kau masih menyukai Krystal?” Dana yang mengerjakan tugas di balkon kamar Taehyung.
“Ne, dia tunanganku. Wae? Kau tidak lagi dengan Namjoon?” Taehyung yang sedikit terkejut.
“Aniya, apa kau gila. Masih.” Dana.
“Berapa?” Taehyung.
“Maksudmu?” Dana yang berhenti mengerjakan tugas.
“Maksudku seberapa besar kau menyukai Namjoon?” Taehyung.
“Molla.” Dana menyandarkan badannya dan mendangakkan kepalanya.
“Taehyunga apa kau tahu aku ingin suatu saat Namjoon Oppa menjadi sebuah cahayaku untuk menerangi jalan gelap yang sedang aku lalui. Aku harap dia menjadi penerangku yang hanya boleh aku miliki.” Dana.
Lalu Dana memejamkan matanya untuk menikmati suasana pada sore hari itu.
“Aku juga mengharapkan Krystal sama seperti itu.” Taehyung.”
“Hah, suasana sore ini sangat tenang.” Dana sambil memejamkan matanya, ditambah dengan sinar matahari yang menyinari wajah Dana pada sore hari itu membuat Dana tertidur.
“Jinjja?” Lalu Taehyung beranjak dari tempat duduknya dan langsung duduk didekat Dana lalu juga ikut memejamkan matanya.
+++
“Apa kau menyukai Taehyung?”
“Ne aku menyukainya.”
“Siapa yang kau sukai?”
“Kim Taehyung.”
“Siapa?”
“Kim Taehyung, ya aku menyukainya.”
“Kim Taehyung.”
+++
“Ya’ Dana neon gwenchana? Kenapa kau mengigau namaku terus menerus?” Taehyung sambil mengusap-usap kepala Dana.
Dana masih dalam keadaan setengah sadar yang tidur dipundak Taehyung “Mwo?? Hah?? Apa yang kau bilang?” Dana sambil megusap kedua matanya.
“Kau tadi mengigau namaku.” Taehyung.
“Mwo? Jinjja? Aniya mungkin kau salah dengar.” Dana sambil melihat kearah Taehyung.
“Aniya aku tidak mungkin salah mendengarnya, kau saja berulang kali menyebutnya. Memang kau bermimpi apa?” Taehyung bingung.
Tiba-tiba…
“Mwo? Kenapa jantungku berdetak begitu cepat, aniya kenapa bertambah semakin kencang. Aku harus bisa menahannya.” Batin Dana yang tangan kanannya berada didadanya.
“Ya’ Dana kenapa denganmu?” Taehyung.
“Ah, aniya tidak apa-apa. Hm, lagian aku juga lupa tadi aku bermimpi apa.” Dana.
“Yasudahlah jangan dipikirkan.” Taehyung.
“Oh Taehyunga aku akan pulang, lagian hari sudah malam pasti Eommaku sudah mencariku.” Dana.
“Aku akan mengantarmu.” Taehyung.
~Diperjalanan~
“Sebenarnya tadi kita bukannya mengerjakan tugas malah tidur.” Dana.
“Itu gara-gara kau, jadi aku ikut tertidur.” Taehyung.
“Aish, mianhae aku terbawa suasana. Itu juga salahmu sendiri kenapa kau juga ikut tertidur, tapi bukannya kau duduk didepanku tadi tapi saat aku bangun kau kok berada disampingku?” Dana.
“Aku…” Taehyung.
“Danaya, aku ingin berbicara denganmu.” Namjoon yang tiba-tiba datang.
“Mwo? Namjoon Oppa, ne katakanlah.” Dana.
“Bisakah kau menjauh atau pergi pulang, aku hanya ingin berbicara dengan Dana.” Namjoon.
“Oh, ne aku akan pulang. Dana sampai disini aku mengantarmu pulang, aku balik dulu.” Pamit Taehyung.
“Danaya aku sangat menyesal baru melihatmu saat ini, mungkin aku terlambat mengakui semua ini kepadamu. Mungkin ini adalah balasan atas semua perbuatanku kepadamu, tapi Dana aku menyukaimu aku baru menyadarinya. Begitu besar pengorbananmu untuk mendekatiku dan begitu banyak waktumu yang terbuang hanya untuk mendekatiku. Dana mianhae karna aku terlambat mengatakan ini.” Namjoon.
“Oppa sebenarnya semua ini belum terlambat.” Dana.
~Sementara itu~
Taehyung telah sampai didepan rumahnya dan ingin membuka gerbang rumahnya.
“Taehyunga…” Panggil Krystal.
“Oh Krystal, wae?” Taehyung.
“Mianhae, karna aku telah melakukan semua ini dibelakangmu. Memang ini salah tapi aku harus melakukannya karna Namjoon adalah mantan namjaku jadi aku hanya memperbaiki hubunganku dengannya saja Taehyung dan tidak lebih. Aku tahu semua ini telah terlambat karna mungkin kau sudah memutuskan pertunangan kita.” Krystal.
“Aniya, sebenarnya ini belum terlambat.” Taehyung.
***
“Belum terlambat? Bagaimana maksudmu Dana?” Namjoon.
“Mianhae Oppa sebelumnya, sebenarnya aku tidak mempunyai hubungan apapun dengan Taehyung. Aku melakukan semua ini dengan Taehyung karna aku dan Taehyung merasakan hal yang sama, apa kau tahu Krystal yeoja yang bersamamu itu dia adalah tunangannya. Bukankah dia mersakan sakit hati jika tungangannya pergi dengan namja lain? Dan bukankah juga sama sakitnya orang yang aku sukai dan begitu banyak waktu yang aku sia-siakan untuknya dia malah pergi dengan yeoja lain?” Dana.
“Oppa apa kau juga bisa merasakan apa yang aku rasakan saat itu? Oppa lihatlah begitu banyak pengorbananku untukmu dan cobalah lihatlah aku yang selalu ada untukumu Oppa. Aku telah lelah sama seperti yang dirasakan Taehyung, aku bingung Oppa dengan semua ini aku lelah dengan semua ini.” Tambah Dana sambil mengusap air mata yang jatuh membasahi pipinya.
***
“Belum terlambat bagaimana maksudmu Taehyung?” Krystal bingung.
“Sebenarnya aku tidak mempunyai hubungan apapun dengan Dana yeoja yang kau siram tempo hari lalu, aku melakukan ini dengan Dana karna kami merasakan hal yang sama. Sama-sama tersakiti oleh orang yang sangat kita sayangi. Jadi kau bisa merasakan apa yang aku rasakan saat itu juga Krystal.” Taehyung.
“Jika ini belum terlambat, bisakah kau tidak memutuskan pertunangan kita? Aku ingin menikah denganmu.” Krystal.
***
“Danaya mianhae, karna aku selalu menolak ajakanmu dengan berbagai alasanku. Tapi kau juga harus tahu Krystal Jung adalah mantan yeojaku dan dia ingin menikah, aku dengannya hanya memperbaiki hubungan satu sama lainnya.” Jelas Namjoon.
“Dan harus menghorbankan janji seorang yang telah membuat janji kepdanya terlebih dahulu? Aku kecewa denganmu Oppa.” Dana.
***
“Tapi…” Taehyung.
“Tapi Dananya?” Batin Taehyung.
“Kumohon Taehyung, aku benar-benar mengakui kesalahanku kumohon berikan aku kesempatan satu kali lagi. Aku tidak akan pernah mengulanginya.” Krystal. Taehyung menganggukkan kepalanya satu kali lalu masuk kedalam rumahnya.
***
“Dana, jebal… Berikan aku kesempatan untuk kali ini saja, kau maukan menjadi yeojaku? Aku berjanji aku tidak akan mengulanginya lagi.” Namjoon.
“Aku masih belum tahu Oppa jawaban dari pertayaan itu.” Dana yang meninggalkan Namjoon begitu saja.
“Karna aku sekarang sudah menyukai orang lain Oppa. Kim Taehyung…” Batin Dana.
~Seminggu Kemudian~
“Danaya, ada sebuah undangan untukmu.” Panggil Eommanya.
“Ne eomma.” Dana.
“Eodi?” Tambah Dana.
Lalu Dana mengambil sebuah undangan yang dikirim untuknya dan tertulis…
“Mwo?? Kim Taehyung dan Krystal Jung. Eomma!!!” Dana.
“Wae?” Eommanya.
“Eomma, apa aku salah membacanya ini benar Kim Taehyung dan Krystal Jung?” Dana.
“Ne benar Dana, Ya’ ya’ kenapa kau menangis?” Eommanya.
“Aku hanya bahagia mereka bisa menikah.” Lalu Dana jatuh tersungkur.
“Tidak mungkin kau bahagia, aku mengenalmu sudah lama anakku. Apa kau juga ingin menikah seperti mereka? Nanti Dana ada waktuya.” Eommanya.
“Aniya Eomma, aku menyukai Taehyung.” Dana sambil menunjuk nama Taehyung diundangan.
“Anakku jika memang Taehyung jodohmu pasti dia tidak akan menikah besok pada hari pernikahannya atau tidak dia akan membatalkan pernikahannya. Jika memang itu tidak terjadi tolong lepaskan dia untuk orang lain, percayalah kepada Eommamu ini.” Eommanya.
“Dan jika kau ingin menikah, nanti Dana itu semua ada waktunya. Minimal setelah kau lulus SMA atau lulus Kuliah kau boleh menikah, agar pendidikanmu tidak terganggu.” Tambah Eommanya, lalu Dana langsung berdiri dan masuk kedalam kamarnya.
“Apa ini pesan video? Tapi dari siapa?” Lalu Dana membuka pesan video sambil menangis.
Annyeong Danaya, teman yeoja nomer satuku yang paling baik. Apa undangannya sudah datang? Pasti sudah aku mohon fotolah dirimu dengan undangan itu karna aku ingin melihatnya. Oh ya gumawo Danaya karna kau aku bisa menikah dengan Krystal dan memperbaiki hubungan kami, aku sangat beruntung mempunyai teman sepertimu dan tidak lama lagi aku akan menikah dengan Krystal, kumohon kau datanglah aku ingin kau datang dan tampil cantik dengan Namjoon. Oh aku hampir lupa jika kau ingin bermain pada minggu ini aku rasa aku tidak bisa karna aku akan sibuk dengan semua yang berhubungan dengan pernikahanku esok. Yasudah Dana sekali lagi gumawo sudah mau membantuku. Muachh, saranghae Dana. Sebagai tanda pertemanan kita.”  Kedua tangan Taehyung sambil membentuk sebuah bentuk hati diatas kepalanya untuk Dana. Akhir pesan video Taehyung.
Setelah Dana melihat semua itu Dana tidak bisa lagi menahan semua rasa sakit hatinya, hati yang dulu semua ia serahkan untuk Namjoon sekarang ia mengambilnya dan ia serahkan kepada Taehyung tapi semua telah terlambat sebentar lagi Taehyung akan menikah dengan Taehyung. Betapa stressnya Dana dengan semua masalah yang selalu menimpa kepadanya.
~Dihari Pernikahan~
“Dana, neon eodi? Kenapa kau tidak mengangkatnya?” Taehyung yang khawatir pada saat itu.
“Aku juga menyuruhmu untuk mengirim foto, kau juga tidak mengirimnya. Sebenarnya kau ini dimana? Dan bagaiaman keadaanmu sekarang?” Tambah Taehyung.
“Taehyunga waktumu tinggal 5 menit.” Bilang staff pernikahan.
“Ne.” Taehyung. Lalu Taehyung mencoba kembali untuk menelphone Dana tapi tidak juga ada jawaban.
Lalu Taehyung mencoba menelphone Namjoon.
“Yeoboseyo Namjoon, apa Dana sekarang bersamamu?” Taehyung.
“Aniya, dia tidak bersamaku sekarang. Dia tidak ada disini dipernikahanmu, aku juga sudah mencarinya tapi tidak ada.” Namjoon.
“Lalu dia pergi kemana?” Taehyung.
“Molla aku tidak tahu, aku akan mencarinya kembali. Setelah bertemu aku akan memberitaumu.” Namjoon, lalu Taehyung mengakhiri telponnya.
Lalu Taehyung pergi ke staff pernikahan.
“Apa tamu yang bernama Seo Dana sudah datang?”Taehyung.
“Aniya, dia belum datang.” Staff.
“Tolong berikan aku waktu beberapa menit lagi, tolong ulur waktu pernikahan ini aku ingin melihat seseorang sebentar.” Taehyung.
“Tapi waktumu, Krystal sudah…” Staff.
“Kumohon dia sangat penting bagiku.” Taehyung.
Lalu Staff dipernikahan itu mengabulkan permintaan Taehyung.
~Sementara itu…~
Sinar matahari pada hari itu menyinari wajah Dana dari sela-sela daun pepohonan. Dana yang penuh dengan keluh kesal menyadarkan badannya kesebuah pohon hanya untuk menghilangkan semua beban yang berada dipikirannya. Dana meletakkan undangan Taehyung diatas pahanya dan terus saja memeganginya dengan kedua tangannya.
Dana begitu menikmati suasana ditempat itu, Dana berulang kali menghirup udara segar di tempat itu karna disana udara sangat sejuk. Dana juga berulang kali mendengar ponselnya berbunyi yang terletak dekat dengannya tetapi Dana tetap saja memejamkan matanya dan tidak menghiraukannya.
Tapi saat memejamkan mata, air mata Dana begitu saja tetap mengalir jatuh tepat diatas undangan Taehyung seorang yang Dana sukai. Dana masih saja memegang undangan itu dengan erat sampai sebuah bayangan indah menghalangi sinar matahari dari wajahnya.
Lalu Dana membuka kedua matanya dengan pelan, tangan kanan Dana menutupi sinar yang menyinari matanya sambil melihat sebuah bayangan yang menghalangi sinar matahari itu.
“Apa kau tidak silau Dana?” Tanya seorang Namja itu sambil tersenyum kearah Dana.
“Taehyung???” Dana terkejut sontak Dana membulatkan kedua matanya.
“Ya kau benar ini aku.” Taehyung yang berdiri tepat didepan Dana.
“Hm, aniya. Kenapa kau disini?” Dana.
“Seharusnya aku yang bertanya seperti itu, kenapa kau disini? Dan tidak datang dengan Namjoon dihari pernikahanku?” Taehyung yang menjajar diri sama seperti Dana.
“Tidak ada apa-apa, aku melihatnya dari sini saja. Semoga kau bahagia dengannya, Chukkae sebentar lagi kau akan menjadi Appa.” Dana tersenyum sambil mengusap air matanya.
“Sudah kau pergilah kembali ke acara pernikahanmu, tidak apa Taehyunga aku disini saja.” Dana.
“Lihatlah dirimu sangat tampan dengan pakai jas seperti ini, cepat pergilah Krystal pasti sudah menunggumu.” Tambah Dana yang memegang pipi Taehyung.
Lalu Taehyung tersenyum lebar yang melihatkan gigi susunya “Lihatlah dirimu aku suka kau saat kau tersenyum Taehyung kau sangat manis.” Dana, lalu Taehyung mengulangi senyumannya untuk membuat Dana tersenyum juga.
~Sementara dipernikahan…~
“Dimana Taehyung? Kenapa dia tidak datang-datang juga?” Krystal.
“Dimana Taehyung? Apa dia kabur?” Namjoon lalu semua yang hadir dipernikahan itu menjadi ricuh.
“Mohon maaf terjadi keterlambatan karna mobil yang mengantar Taehyung kesini mengalami masalah.” Staff mencoba mengulur waktu.
***
“Shiro!! Kaukan temanku, kajja kita pergi bersama. Lihatlah bukankah sia-sia kau sudah make up seperti tapi kau tidak datang.” Taehyung.
“Taehyunga sudahlah kau pergilah, GHA!!” Dana menangis.
“Dana sebenarnya kau ini kenapa? Apa yang salah? Coba ceritakanlah.”  Taehyung sambil mgusap air mata Dana.
“Taehyung aku menyukaimu.” Dana.
“Mwo? Kau menyukaiku?” Taehyung, lalu Taehyung langsung beranjak dan mengambil ponsel dari sakunya.
“Taehyung aku memang yeoja yang sangat bodoh dan mengatakan hal yang tidak masuk akal bagimu, mianhae memang ini yang aku rasakan saat ini.” Dana yang juga berdiri lalu membersihkan bajunya.
“Yeoboseyo…” Taehyung.
“Mianhae Taehyung. Jika kau ingin…” Dana, Taehyung menutup mulut Dana dengan jari telunjuknya. Dana terkejut lalu…
“Tolong batalkan pernikahanku dengan Krystal Jung sekarang juga!!” Taehyung.
“Mwo? Dibatalkan? Bagaimana maksudmu?” Staff.
“Pokoknya tolong batalkan semua acara dipernikahanku dengan Krystal. Aku tidak jadi menikah dengannya.” Taehyung.
“Taehyunga… Taehyunga, apa yang kau katakan tadi? Apa kau gila? Cepat telphone balik! Palliwa!!!” Dana.
“Shiro!!! Aku juga menyukaimu.” Taehyung yang langsung memeluk Dana.
“Dana sebenarnya aku menyukaimu, disaat kau tidur dibalkon kamarku aku memang sengaja juga tidur disampingmu. Entah kenapa disetiap aku melihatmu aku ingin selalu menjagamu, disaat aku menyuruhmu untuk mengirim foto aku sudah menunggumu beberapa jam untuk itu dan aku sangat mengkhawatirkanmu karna saat itu juga kau tidak mengirimkan fotomu Dana. Saat kau bertanya apa selanjutnya setelah rencana ini berhasil sebenarnya aku tidak ingin menikah dengan Krystal melainkan ingin menikah denganmu tetapi kau juga memjawab bahwa kau masih menyukai Namjoon, jadi aku menutupi semuanya.” Taehyung.
Dana sontak terkejut “Kenapa kau tidak mengatakan hal yang sebenarnya saja Taehyung?” Dana.
“Karna aku takut kalau kau akan marah, lalu menjauh dariku.” Taehyung.
“Aniya Taehyung aku akan tetap menyukaimu.” Dana.
“Danaya sekarang akulah cahayamu, aku akan menerangi jalan gelapmu itu.” Taehyung yang memeluk Dana sambil tersenyum.
Akhirnya Taehyung tidak jadi menikah dengan Krystal melainkan menjalin hubungankan dengan Dana. Dan pada akhirnya Krystal tidak jadi menikah dengan Taehyung melainkan menikah dengan Namjoon ya mantan Namjanya dahulu.
I give it to you
Jogeum eosaekhaesseotjiman ijen da jugo sipeo yeah
I give it to you
Ttaeron ulgo useojuneun naegen neoppuniran geol for you
                                 
Kim Taehyung

The End
Categories:

0 komentar:

Posting Komentar