Original story by Shyqilla Nabiila Daffa (SN.d)
FF ONESHOOT
Main cast : Kim Taehyung (BTS), Kim Nam Joon
(BTS), Seo Dana, Krystal Jung (f(x))
Genre : Hurt romance
Rating : Maybe teen
“Namjoon
Oppa, apa kau akan pulang denganku?” Dana.
“Aniya, mungkin hari ini aku tidak akan
pulang denganmu. Aku masih ada tambahan jam pelajaran.” Namjoon.
“Oh, oke. Kalau begitu aku akan pulang
dahulu.” Pamit Dana.
~Perjalanan pulang~
“Oh, bukankah itu Namjoon Oppa?” Dana
sambil meminuman minuman dari sedotan.
“Bukankah tadi ia bilang ada tambahan jam
pelajaran? Tapi kenapa dia ada disini.” Dana perlahan-lahan mendekat lalu duduk
didekat kursi yang diduduki oleh Namjoon. Dana menutupi sedikit demi sedikit
wajahnya agar tidak terlihat oleh Namjoon.
“Annyeong Namjoonngi…” Panggil yeoja sambil
mencium pipi Namjoon.
Dana yang melihat itu langsung menyeburkan
minumannya *PYUURT* “Aish, pabo!” Gerutu Dana.
Lalu “Neon gwenchana?” Tanya seorang Namja.
“Mwo?? Hah, Jinjja?? Mianhae aku
menyemburkan minumanku kepakaianmu.” Dana yang membersihkan baju Namja yang ia
sembur.
“Ah gwenchana, aku bisa membersihkannya.”Jawab
Namja itu.
“Ah, aniya aku akan membersihkannya.
Berikan Jasmu untukku aku akan membersihkannya.” Dana.
“Jinjja gwenchana kau akan
membersihkannya?” Tanya Namja itu, Dana berulang kali menganggukkan kepalanya.
Tanpa Dana sadar…
“Danaya? Kenapa kau disini?” Namjoon.
“Oh, Oppa? Aish.” Dana yang langsung
berlari meninggalkan Namjoon.
~Keesokan harinya~
“Pabo, hm… tenangkan dirimu Dana.
Tenangkan!!!” Teriak Dana sewaktu menuju kesekolah.
“Ah, pertama aku sudah membersihkan Jas
ini. Bagaimana aku mengembalikannya? Aish pabo, kemarin aku melihat kartu
pelajarnya dan dia omo aku lupa dia satu sekolah denganku. Kalau begitu aku
akan menunggu didepan gerbang sekolah sampai dia datang dan aku akan
memberikannya.” Dana.
“Yeoja gila, kau berbicara dengan siapa?”
Namjoon yang tiba-tiba berada didekatnya. Dana hanya melihatnya lalu berganti
melihat jam tangan yang ia pakai.
“Oh, mungkin belum banyak yang datang. Aku
harus cepat!” Dana yang meninggalkan Namjoon begitu saja.
“Mwo? Apa maksudnya tadi? Dia
menghiraukanku?” Namjoon bingung.
~Didepan gerbang~
“Aish jika aku manusia yang tidak sabar
mungkin aku sudah membuangnya sejak tadi.” Gerutu Dana.
Lalu Dana duduk jongkok
sambil menundukkan kepalanya.
“Hosh, aku lelah menyukai Namjoon Oppa. Apa
dia tidak akan pernah melihatku? Aku selalu bersama dengannya kemanapun itu aku
tidak pernah lelah bila bersamanya tapi entah kenapa saat ini aku mulai lelah.”
Dana yang berbicara sendirian.
“Oh, bukankah kau yeoja yang kemarin?”
Namja itu berdiri tepat didepan Dana.
Dana langsung berdiri “Ini punyamu aku
sudah membesihkannya (Dana sambil megusap air matanya), mianhae kemarin aku
sudah menyemburmu. Sebenarnya aku tidak sengaja melakukannya.” Dana.
“Ah, gwenchana tidak usah kau pikirkan. Oh,
neon gwenchana?” Tanya Namja itu.
“Ne nae gwenchana.” Dana sambil
menganggukkan kepalanya berulang kali.
“Ne aku sudah tahu, cukup satu kali atau 2
kali saja kau menganggukkannya.” Namja itu sambil menunjukkan jari telunjuknya
ke kening Dana.
“Oh, mianhae.” Dana.
“Kajja, kita akan terlambat.” Ajak Namja
itu.
~Saat itu…~
“Oppa sehabis pulang kau janjikan akan
makan denganku diluar? Kali ini jangan lupa aku akan menunggumu.” Dana.
“Ne aku tidak akan lupa. Tunggulah aku
Dana.” Namjoon.
“Ingat sehabis pulang sekolah, Arra?” Dana.
“Ne, arraseo.” Namjoon.
***
“Ya’ mungkin hari ini adalah hari
terbaikku. Bisa makan bersama dengan Namjoon Oppa, yuhuuu.” Dana senang.
“Lihatlah dibawah payung milik café ini,
ini merupakan bukti makan malamku dengan Namjoon Oppa.” Dana tersenyum.
“Mwo… Aish hujan!! Aniya berfikirlah yang
posiitif Dana.” Bilang Dana sendirian.
Dana menunggu Namjoon,
Dana mulai menunggu dari detik, detikpun berubah menjadi menit, menitpun
berubah menjadi jam. Dana telah menunggu Namjoon berjam-jam dari yang awalnya
café yang ia datangi sepi menjadi ramai hingga hampir tutup dan…
“Danaya mianhae, aku tidak bisa datang
soalnya Eommaku menyuruhku untuk makan dirumah saja. Mianhae, lagian diluar
turun hujan sangat deras tidak mungkinkan kau masih menungguku disana?.” Isi
pesan dari Namjoon.
Lalu Dana tersenyum melihat isi pesan yang
masuk dalam ponselnya “Gwenchana Dana, mungkin ini belum saatnya kau makan
malam dengan Namjoon Oppa. Karna Eommanya kau tidak bisa makan dengannya, ah
Gwenchana.” Dana yang bilang sendirian.
“Bolehkah aku makan denganmu?” Tanya
seorang Namja.
“Oh, kau kenapa kau disini?” Dana.
“Aniya aku hanya tejebak hujan dan
kebetulan bertemu denganmu. Oh ya, Kim Taehyung imnida.” Taehyung yang
memperkenalkan diri.
“Oh, bangapta aku sudah tahu dari kartu
pelajar yang tertinggal disaku jasmu. Seo Dana imnida.” Dana yang ganti
memperkenalkan diri.
“Hm, kenapa yeoja sepertimu hujan-hujan
seperti ini berada disini? Kau bisa sakit.” Taehyung.
“Aku hanya sedang menunggu seseorang.”
Dana.
“Oh, menunggu seseorang. Apa dia orangnya?”
Taehyung sambil menunjuk Namjoon yang berada di sebuah café tepat didepan café
yang didatangi oleh Dana.
“Mwo? Tapi bagaimana?” Dana.
Tanpa berpikir lama Dana
langsung beranjak dari tempat duduknya dan menerobos derasnya hujan pada malam
itu. Lalu Dana berjalan mendekat sebuah café yang didatangi oleh Namjoon dengan
seorang yeoja yang Dana tidak kenal, lalu…
*TING,TING,TING* Ponsel
Namjoon berbunyi lalu ia mengangkatnya.
“Yeoboseyo… Danaya, wae?” Namjoon.
“Apakah enak makananya Oppa?” Dana.
“Oh, jelas enak Eommaku yang
memasakkannya.” Namjoon.
“Jinjja? Eommamu atau pegawai café?” Dana.
Seketika Namjoon melihat
kearah kaca yang berada disampingnya.
“Danaya, bagaimana bisa kau ada di…”
Namjoon yang terkejut.
“Benar Oppa aku tidak menunggumu disana.”
Dana yang langsung mematikan ponselnya dengan keadaan basah kuyub lalu
meninggalkan Namjoon dengan yeoja itu.
Namjoon yang saat itu
juga langsung beranjak dari tempat duduknya dan mengejar Dana, tapi seorang
namja menahannya dan memukul tepat di wajah Namjoon. Namjoon tidak dapat
mengenali wajah namja itu karna derasnya hujan, lalu Namja itu pergi dan
mengikuti Dana.
Dana berjalan diantara
derasnya hujan yang menutupi air matanya. Dana terus saja berjalan dengan
tangan memegang kepala, Dana merasakan sakit hati yang sangat dalam berulang
kali Dana berusaha untuk dekat dengan Namjoon dan semua itu gagal. Berulang
kali Namjoon menolak ajakan untuk pergi, Dana selalu bersabar. Tapi entah untuk
ini Dana telah lelah dengan semuanya.
“Oppa apa semua ini balasanmu? Apa semua
ini!!!!!” Teriak Dana ditengah-tengah jalan yang sepi.
“Aku lelah Oppa, aku lelah!!! Setidaknya
kau melihat usahaku untuk mendekatimu. Aku sudah berulang kali mencoba Oppa
tapi kau selalu menolaknya.” Dana yang jatuh tesungkur.
“Oppa seandainya kau tahu betapa lelahnya
aku saat ini.” Dana yang menangis sesengukan.
“Aku tahu kau lelah saat ini.” Taehyung.
Lalu Dana mendangakkan
kepalanya.
“Tenanglah aku juga sama sepertimu.” Lalu Taehyung
menjajarkan diri seperti Dana.
“Taehyung? Apa maksudmu?” Dana.
“Apa kau tahu yeoja yang bersama dengan
Namjoon saat ini? Dia adalah tunanganku, Krystal Jung ya dia tunanganku saat
ini.” Taehyung.
Dana menutupi mulutnya dengan kedua tangannya
lalu melepaskannya dengan pelan-pelan “Aku tidak tahu kenapa dia akhir-akhir
ini malah seperti ini. Yang aku ketahui saat terakhir kali didalam buku
diarynya adalah Kim Namjoon, dia sangat merindukannya.” Taehyung.
“Aku bingung dengan semua ini, tentang
sekarang ini aku benar-benar tidak tahu. Aku bingung dengan keadaan ini, aku
sangat menyukai Namjoon Oppa. Bahkan aku telah banyak menghabiskan waktuku
hanya untuk dekat dengannya dan semuanya sia-sia dan saat ini muncul semua ini.
Aku sangat bingung Taehyung, aku hanya ingin Namjoon Oppa melihat diriku berapa
besar pengorbananku untuknya.” Dana.
“Kajja kita lakukan itu.” Taehyung.
“Mwo?? Bagaimana maksudmu?” Dana.
~Keesokan Harinya~
“Danaya…” Panggil Namjoon yang langsung
mengandeng tangan Dana.
Seketika Dana berhenti melangkahkan kakinya
“Oppa aku lelah dengan semua ini, lepaskan genggamanmu!” Perintah Dana lalu
Namjoon melepaskannya.
“Danaya, mianhae.” Namjoon.
“Terlambat Oppa, apa kau baru
menyadarinya?” Dana yang melanjutkan jalannya.
“Ne, aku menyesal Dana. Aku terlambat
menyadarinya.” Namjoon.
“Kenapa tidak dari dulu disaat aku masih
menyukaimu?” Dana yang berkata bohong.
“Apa sekarang kau sudah tidak menyukaiku
lagi?” Namjoon, Dana tidak menghiraukannya dan langsung meninggalkannya.
~Saat Disekolah~
Dana sedang duduk
disebuah kantin sekolah dan sudah mengambil 2 piring untuk dimakan dengan
seseorang.
“Gumawo sudah mengambilkannya untukku.”
Namjoon. Lalu Dana beranjak dari tempat yang ia duduki.
“Taehyunga…” Panggil Dana. Taehyung
tersenyum.
“Oh, aku sudah mengambil makanan. Kajja
bogo.” Ajak Taehyung, lalu Dana makan dengan Taehyung.
“Oppa apa kau merasakan semuanya?” Batin
Dana.
“Taehyunga coba makan ini, ini sangat
enak.” Dana sambil menyuapi Taehyung layaknya seorang pasangan kekasih pada faktanya
mereka tidak mempunyai hubungan apa-apa.
“Dana mianhae, aku menyesal telah melakukan
semua ini kepadamu. Seharusnya aku tidak menghiraukanmu seperti ini. Dana
jinjja mianhae.” Batin Namjoon sambil melihat Dana dan Taehyung.
“Mwo?? Apa ini?” Dana sambil membersihkan
wajahnya dari air.
“Krystal, apa maksudmu ini?” Taehyung.
“Seharusnya aku yang mengatakan hal itu
kepadamu. Apa maksudmu makan dengan yeoja ini?” Krystal.
“Dan coba jelaskan kenapa kemarin malam kau
makan dengan Namjoon, namja itu.” Taehyung sambil menunjuk kearah Namjoon.
“Mwo?? Aku tidak makan dengannya dan aku
tidak kenal dengannya.” Krystal.
“Sebaiknya kalian berbicaralah tentang
hubungan kalian, aku lelah dengan sikapmu seperti ini.” Taehyung yang langsung
menarik tangan Dana untuk pergi.
***
“Dimana ini?” Taehyung.
“Ini tempat yang indah bagiku.” Dana.
“Bagaimana maksudmu?” Taehyung.
“Soalnya dulu saat aku masih kecil Eommaku
pernah bilang kepadaku jika suatu hal itu telah kau jaga, kau rawat, kau
sayangi bahkan kau cintai suatu saat sesuatu itu akan memberikan hal yang
terbaik bahkan terindah untukmu.” Dana.
“Suatu hal? Apa itu?” Taehyung.
“Hm, apa saja itu yang dikatakan Eommaku
saat aku bertanya sama sepertimu.” Dana.
“Jadi aku sangat menyukai tempat ini pernah
disaat hatiku sakit karna Namjoon Oppa, tempat bersandarku selalu disini.”
Tambah Dana.
“Lalu apa saja yang kau lakukan disini?”
Taehyung.
“Taehyung akukan sudah bilang, disini
tempatku bersandar. Jadi aku menyandarkan badanku dipohon lalu memejamkan mata
disini selama 10 menit, 20 menit. Bahkan aku pernah menghidupkan ponselku untuk
menghitung berapa lama aku disini dan rekor saat ini selama 1 jam karna aku
tertidur.” Dana tertawa.
“Haha kau ini suatu saat aku akan
memecahkan rekormu itu.” Taehyung juga ikut tertawa.
“Jadi jika kau mencariku dan tidak
menemukannya dimana-mana maka satu-satunya kesempatan terakhirmu untuk
mencariku adalah disini.” Bilang Dana.
“Oke Dana, aku akan mencarimu kesini
langsung jika aku tidak dapat menemukanmu dimana-mana.” Taehyung.
“Oh mianhae gara-gara Krystal rambut serta
wajahmu menjadi kotor.” Taehyung sambil membersihkan air yang berada di rambut
serta wajah Dana.
“Ah gwenchana menurutku rencana kita
berhasil, mereka memang benar-benar cemburu.” Dana yang duduk disamping
Taehyung.
“Hm, Taehyunga jika semua ini berhasil
selanjutnya kau akan melakukan apa?” Tambah Dana.
Taehyung berhenti memberihkan dan berganti
melihat kearah Dana “Jika akhirnya semua ini berhasil mungkin aku akan segera
menikah dengan Krystal.” Taehyung.
“Jinjja? Aku juga menginginkan itu ingin
segera menikah, oh jangan lupa undang aku.” Dana sambil tertawa.
Dana dan Taehyung telah
berhari-hari selalu bersama dengan menjalankan rencananya, mereka selalu saja
bersama sampai Krystal dan Namjoon menganggap bahwa mereka berdua memang
benar-benar mempunyai sebuah hubungan.
Hari-hari telah dilewati
Dana dan Taehyung bersama hingga telah menjadi minggu lalu berganti ke bulan.
“Taehyunga apa kau masih menyukai Krystal?”
Dana yang mengerjakan tugas di balkon kamar Taehyung.
“Ne, dia tunanganku. Wae? Kau tidak lagi
dengan Namjoon?” Taehyung yang sedikit terkejut.
“Aniya, apa kau gila. Masih.” Dana.
“Berapa?” Taehyung.
“Maksudmu?” Dana yang berhenti mengerjakan
tugas.
“Maksudku seberapa besar kau menyukai
Namjoon?” Taehyung.
“Molla.” Dana menyandarkan badannya dan
mendangakkan kepalanya.
“Taehyunga apa kau tahu aku ingin suatu
saat Namjoon Oppa menjadi sebuah cahayaku untuk menerangi jalan gelap yang
sedang aku lalui. Aku harap dia menjadi penerangku yang hanya boleh aku
miliki.” Dana.
Lalu Dana memejamkan
matanya untuk menikmati suasana pada sore hari itu.
“Aku juga mengharapkan Krystal sama seperti
itu.” Taehyung.”
“Hah, suasana sore ini sangat tenang.” Dana
sambil memejamkan matanya, ditambah dengan sinar matahari yang menyinari wajah
Dana pada sore hari itu membuat Dana tertidur.
“Jinjja?” Lalu Taehyung beranjak dari
tempat duduknya dan langsung duduk didekat Dana lalu juga ikut memejamkan
matanya.
+++
“Apa
kau menyukai Taehyung?”
“Ne
aku menyukainya.”
“Siapa
yang kau sukai?”
“Kim
Taehyung.”
“Siapa?”
“Kim
Taehyung, ya aku menyukainya.”
“Kim
Taehyung.”
+++
“Ya’ Dana neon gwenchana? Kenapa kau
mengigau namaku terus menerus?” Taehyung sambil mengusap-usap kepala Dana.
Dana masih dalam keadaan setengah sadar
yang tidur dipundak Taehyung “Mwo?? Hah?? Apa yang kau bilang?” Dana sambil
megusap kedua matanya.
“Kau tadi mengigau namaku.” Taehyung.
“Mwo? Jinjja? Aniya mungkin kau salah
dengar.” Dana sambil melihat kearah Taehyung.
“Aniya aku tidak mungkin salah
mendengarnya, kau saja berulang kali menyebutnya. Memang kau bermimpi apa?”
Taehyung bingung.
Tiba-tiba…
“Mwo? Kenapa jantungku berdetak begitu
cepat, aniya kenapa bertambah semakin kencang. Aku harus bisa menahannya.”
Batin Dana yang tangan kanannya berada didadanya.
“Ya’ Dana kenapa denganmu?” Taehyung.
“Ah, aniya tidak apa-apa. Hm, lagian aku
juga lupa tadi aku bermimpi apa.” Dana.
“Yasudahlah jangan dipikirkan.” Taehyung.
“Oh Taehyunga aku akan pulang, lagian hari
sudah malam pasti Eommaku sudah mencariku.” Dana.
“Aku akan mengantarmu.” Taehyung.
~Diperjalanan~
“Sebenarnya tadi kita bukannya mengerjakan
tugas malah tidur.” Dana.
“Itu gara-gara kau, jadi aku ikut
tertidur.” Taehyung.
“Aish, mianhae aku terbawa suasana. Itu
juga salahmu sendiri kenapa kau juga ikut tertidur, tapi bukannya kau duduk
didepanku tadi tapi saat aku bangun kau kok berada disampingku?” Dana.
“Aku…” Taehyung.
“Danaya, aku ingin berbicara denganmu.”
Namjoon yang tiba-tiba datang.
“Mwo? Namjoon Oppa, ne katakanlah.” Dana.
“Bisakah kau menjauh atau pergi pulang, aku
hanya ingin berbicara dengan Dana.” Namjoon.
“Oh, ne aku akan pulang. Dana sampai disini
aku mengantarmu pulang, aku balik dulu.” Pamit Taehyung.
“Danaya aku sangat menyesal baru melihatmu
saat ini, mungkin aku terlambat mengakui semua ini kepadamu. Mungkin ini adalah
balasan atas semua perbuatanku kepadamu, tapi Dana aku menyukaimu aku baru
menyadarinya. Begitu besar pengorbananmu untuk mendekatiku dan begitu banyak
waktumu yang terbuang hanya untuk mendekatiku. Dana mianhae karna aku terlambat
mengatakan ini.” Namjoon.
“Oppa sebenarnya semua ini belum
terlambat.” Dana.
~Sementara itu~
Taehyung telah sampai
didepan rumahnya dan ingin membuka gerbang rumahnya.
“Taehyunga…” Panggil Krystal.
“Oh Krystal, wae?” Taehyung.
“Mianhae, karna aku telah melakukan semua
ini dibelakangmu. Memang ini salah tapi aku harus melakukannya karna Namjoon
adalah mantan namjaku jadi aku hanya memperbaiki hubunganku dengannya saja
Taehyung dan tidak lebih. Aku tahu semua ini telah terlambat karna mungkin kau sudah
memutuskan pertunangan kita.” Krystal.
“Aniya, sebenarnya ini belum terlambat.”
Taehyung.
***
“Belum terlambat? Bagaimana maksudmu Dana?”
Namjoon.
“Mianhae Oppa sebelumnya, sebenarnya aku
tidak mempunyai hubungan apapun dengan Taehyung. Aku melakukan semua ini dengan
Taehyung karna aku dan Taehyung merasakan hal yang sama, apa kau tahu Krystal
yeoja yang bersamamu itu dia adalah tunangannya. Bukankah dia mersakan sakit
hati jika tungangannya pergi dengan namja lain? Dan bukankah juga sama sakitnya
orang yang aku sukai dan begitu banyak waktu yang aku sia-siakan untuknya dia
malah pergi dengan yeoja lain?” Dana.
“Oppa apa kau juga bisa merasakan apa yang
aku rasakan saat itu? Oppa lihatlah begitu banyak pengorbananku untukmu dan
cobalah lihatlah aku yang selalu ada untukumu Oppa. Aku telah lelah sama
seperti yang dirasakan Taehyung, aku bingung Oppa dengan semua ini aku lelah
dengan semua ini.” Tambah Dana sambil mengusap air mata yang jatuh membasahi
pipinya.
***
“Belum terlambat bagaimana maksudmu Taehyung?”
Krystal bingung.
“Sebenarnya aku tidak mempunyai hubungan
apapun dengan Dana yeoja yang kau siram tempo hari lalu, aku melakukan ini
dengan Dana karna kami merasakan hal yang sama. Sama-sama tersakiti oleh orang
yang sangat kita sayangi. Jadi kau bisa merasakan apa yang aku rasakan saat itu
juga Krystal.” Taehyung.
“Jika ini belum terlambat, bisakah kau
tidak memutuskan pertunangan kita? Aku ingin menikah denganmu.” Krystal.
***
“Danaya mianhae, karna aku selalu menolak
ajakanmu dengan berbagai alasanku. Tapi kau juga harus tahu Krystal Jung adalah
mantan yeojaku dan dia ingin menikah, aku dengannya hanya memperbaiki hubungan
satu sama lainnya.” Jelas Namjoon.
“Dan harus menghorbankan janji seorang yang
telah membuat janji kepdanya terlebih dahulu? Aku kecewa denganmu Oppa.” Dana.
***
“Tapi…” Taehyung.
“Tapi Dananya?” Batin Taehyung.
“Kumohon Taehyung, aku benar-benar mengakui
kesalahanku kumohon berikan aku kesempatan satu kali lagi. Aku tidak akan
pernah mengulanginya.” Krystal. Taehyung menganggukkan kepalanya satu kali lalu
masuk kedalam rumahnya.
***
“Dana, jebal… Berikan aku kesempatan untuk
kali ini saja, kau maukan menjadi yeojaku? Aku berjanji aku tidak akan
mengulanginya lagi.” Namjoon.
“Aku masih belum tahu Oppa jawaban dari
pertayaan itu.” Dana yang meninggalkan Namjoon begitu saja.
“Karna aku sekarang sudah menyukai orang
lain Oppa. Kim Taehyung…” Batin Dana.
~Seminggu Kemudian~
“Danaya, ada sebuah undangan untukmu.”
Panggil Eommanya.
“Ne eomma.” Dana.
“Eodi?” Tambah Dana.
Lalu Dana mengambil
sebuah undangan yang dikirim untuknya dan tertulis…
“Mwo?? Kim Taehyung dan Krystal Jung.
Eomma!!!” Dana.
“Wae?” Eommanya.
“Eomma, apa aku salah membacanya ini benar
Kim Taehyung dan Krystal Jung?” Dana.
“Ne benar Dana, Ya’ ya’ kenapa kau
menangis?” Eommanya.
“Aku hanya bahagia mereka bisa menikah.”
Lalu Dana jatuh tersungkur.
“Tidak mungkin kau bahagia, aku mengenalmu
sudah lama anakku. Apa kau juga ingin menikah seperti mereka? Nanti Dana ada
waktuya.” Eommanya.
“Aniya Eomma, aku menyukai Taehyung.” Dana
sambil menunjuk nama Taehyung diundangan.
“Anakku jika memang Taehyung jodohmu pasti
dia tidak akan menikah besok pada hari pernikahannya atau tidak dia akan
membatalkan pernikahannya. Jika memang itu tidak terjadi tolong lepaskan dia
untuk orang lain, percayalah kepada Eommamu ini.” Eommanya.
“Dan jika kau ingin menikah, nanti Dana itu
semua ada waktunya. Minimal setelah kau lulus SMA atau lulus Kuliah kau boleh
menikah, agar pendidikanmu tidak terganggu.” Tambah Eommanya, lalu Dana
langsung berdiri dan masuk kedalam kamarnya.
“Apa ini pesan video? Tapi dari siapa?”
Lalu Dana membuka pesan video sambil menangis.
“Annyeong Danaya, teman yeoja nomer satuku
yang paling baik. Apa undangannya sudah datang? Pasti sudah aku mohon fotolah
dirimu dengan undangan itu karna aku ingin melihatnya. Oh ya gumawo Danaya
karna kau aku bisa menikah dengan Krystal dan memperbaiki hubungan kami, aku
sangat beruntung mempunyai teman sepertimu dan tidak lama lagi aku akan menikah
dengan Krystal, kumohon kau datanglah aku ingin kau datang dan tampil cantik
dengan Namjoon. Oh aku hampir lupa jika kau ingin bermain pada minggu ini aku
rasa aku tidak bisa karna aku akan sibuk dengan semua yang berhubungan dengan
pernikahanku esok. Yasudah Dana sekali lagi gumawo sudah mau membantuku.
Muachh, saranghae Dana. Sebagai tanda pertemanan kita.” Kedua tangan Taehyung sambil membentuk sebuah
bentuk hati diatas kepalanya untuk Dana. Akhir pesan video Taehyung.
Setelah Dana melihat
semua itu Dana tidak bisa lagi menahan semua rasa sakit hatinya, hati yang dulu
semua ia serahkan untuk Namjoon sekarang ia mengambilnya dan ia serahkan kepada
Taehyung tapi semua telah terlambat sebentar lagi Taehyung akan menikah dengan
Taehyung. Betapa stressnya Dana dengan semua masalah yang selalu menimpa kepadanya.
~Dihari Pernikahan~
“Dana, neon eodi? Kenapa kau tidak
mengangkatnya?” Taehyung yang khawatir pada saat itu.
“Aku juga menyuruhmu untuk mengirim foto,
kau juga tidak mengirimnya. Sebenarnya kau ini dimana? Dan bagaiaman keadaanmu
sekarang?” Tambah Taehyung.
“Taehyunga waktumu tinggal 5 menit.” Bilang
staff pernikahan.
“Ne.” Taehyung. Lalu Taehyung mencoba
kembali untuk menelphone Dana tapi tidak juga ada jawaban.
Lalu Taehyung mencoba
menelphone Namjoon.
“Yeoboseyo Namjoon, apa Dana sekarang
bersamamu?” Taehyung.
“Aniya, dia tidak bersamaku sekarang. Dia
tidak ada disini dipernikahanmu, aku juga sudah mencarinya tapi tidak ada.”
Namjoon.
“Lalu dia pergi kemana?” Taehyung.
“Molla aku tidak tahu, aku akan mencarinya
kembali. Setelah bertemu aku akan memberitaumu.” Namjoon, lalu Taehyung
mengakhiri telponnya.
Lalu Taehyung pergi ke
staff pernikahan.
“Apa tamu yang bernama Seo Dana sudah
datang?”Taehyung.
“Aniya, dia belum datang.” Staff.
“Tolong berikan aku waktu beberapa menit
lagi, tolong ulur waktu pernikahan ini aku ingin melihat seseorang sebentar.”
Taehyung.
“Tapi waktumu, Krystal sudah…” Staff.
“Kumohon dia sangat penting bagiku.”
Taehyung.
Lalu Staff dipernikahan itu mengabulkan
permintaan Taehyung.
~Sementara itu…~
Sinar matahari pada hari
itu menyinari wajah Dana dari sela-sela daun pepohonan. Dana yang penuh dengan
keluh kesal menyadarkan badannya kesebuah pohon hanya untuk menghilangkan semua
beban yang berada dipikirannya. Dana meletakkan undangan Taehyung diatas
pahanya dan terus saja memeganginya dengan kedua tangannya.
Dana begitu menikmati
suasana ditempat itu, Dana berulang kali menghirup udara segar di tempat itu
karna disana udara sangat sejuk. Dana juga berulang kali mendengar ponselnya
berbunyi yang terletak dekat dengannya tetapi Dana tetap saja memejamkan
matanya dan tidak menghiraukannya.
Tapi saat memejamkan
mata, air mata Dana begitu saja tetap mengalir jatuh tepat diatas undangan
Taehyung seorang yang Dana sukai. Dana masih saja memegang undangan itu dengan
erat sampai sebuah bayangan indah menghalangi sinar matahari dari wajahnya.
Lalu Dana membuka kedua
matanya dengan pelan, tangan kanan Dana menutupi sinar yang menyinari matanya
sambil melihat sebuah bayangan yang menghalangi sinar matahari itu.
“Apa kau tidak silau Dana?” Tanya seorang
Namja itu sambil tersenyum kearah Dana.
“Taehyung???” Dana terkejut sontak Dana
membulatkan kedua matanya.
“Ya kau benar ini aku.” Taehyung yang
berdiri tepat didepan Dana.
“Hm, aniya. Kenapa kau disini?” Dana.
“Seharusnya aku yang bertanya seperti itu,
kenapa kau disini? Dan tidak datang dengan Namjoon dihari pernikahanku?”
Taehyung yang menjajar diri sama seperti Dana.
“Tidak ada apa-apa, aku melihatnya dari
sini saja. Semoga kau bahagia dengannya, Chukkae sebentar lagi kau akan menjadi
Appa.” Dana tersenyum sambil mengusap air matanya.
“Sudah kau pergilah kembali ke acara
pernikahanmu, tidak apa Taehyunga aku disini saja.” Dana.
“Lihatlah dirimu sangat tampan dengan pakai
jas seperti ini, cepat pergilah Krystal pasti sudah menunggumu.” Tambah Dana
yang memegang pipi Taehyung.
Lalu Taehyung tersenyum lebar yang
melihatkan gigi susunya “Lihatlah dirimu aku suka kau saat kau tersenyum
Taehyung kau sangat manis.” Dana, lalu Taehyung mengulangi senyumannya untuk
membuat Dana tersenyum juga.
~Sementara dipernikahan…~
“Dimana Taehyung? Kenapa dia tidak
datang-datang juga?” Krystal.
“Dimana Taehyung? Apa dia kabur?” Namjoon
lalu semua yang hadir dipernikahan itu menjadi ricuh.
“Mohon maaf terjadi keterlambatan karna
mobil yang mengantar Taehyung kesini mengalami masalah.” Staff mencoba mengulur
waktu.
***
“Shiro!! Kaukan temanku, kajja kita pergi
bersama. Lihatlah bukankah sia-sia kau sudah make up seperti tapi kau tidak
datang.” Taehyung.
“Taehyunga sudahlah kau pergilah, GHA!!”
Dana menangis.
“Dana sebenarnya kau ini kenapa? Apa yang
salah? Coba ceritakanlah.” Taehyung
sambil mgusap air mata Dana.
“Taehyung aku menyukaimu.” Dana.
“Mwo? Kau menyukaiku?” Taehyung, lalu
Taehyung langsung beranjak dan mengambil ponsel dari sakunya.
“Taehyung aku memang yeoja yang sangat
bodoh dan mengatakan hal yang tidak masuk akal bagimu, mianhae memang ini yang
aku rasakan saat ini.” Dana yang juga berdiri lalu membersihkan bajunya.
“Yeoboseyo…” Taehyung.
“Mianhae Taehyung. Jika kau ingin…” Dana, Taehyung
menutup mulut Dana dengan jari telunjuknya. Dana terkejut lalu…
“Tolong batalkan pernikahanku dengan
Krystal Jung sekarang juga!!” Taehyung.
“Mwo? Dibatalkan? Bagaimana maksudmu?”
Staff.
“Pokoknya tolong batalkan semua acara dipernikahanku
dengan Krystal. Aku tidak jadi menikah dengannya.” Taehyung.
“Taehyunga… Taehyunga, apa yang kau katakan
tadi? Apa kau gila? Cepat telphone balik! Palliwa!!!” Dana.
“Shiro!!! Aku juga menyukaimu.” Taehyung
yang langsung memeluk Dana.
“Dana sebenarnya aku menyukaimu, disaat kau
tidur dibalkon kamarku aku memang sengaja juga tidur disampingmu. Entah kenapa
disetiap aku melihatmu aku ingin selalu menjagamu, disaat aku menyuruhmu untuk
mengirim foto aku sudah menunggumu beberapa jam untuk itu dan aku sangat
mengkhawatirkanmu karna saat itu juga kau tidak mengirimkan fotomu Dana. Saat
kau bertanya apa selanjutnya setelah rencana ini berhasil sebenarnya aku tidak
ingin menikah dengan Krystal melainkan ingin menikah denganmu tetapi kau juga
memjawab bahwa kau masih menyukai Namjoon, jadi aku menutupi semuanya.”
Taehyung.
Dana sontak terkejut “Kenapa kau tidak
mengatakan hal yang sebenarnya saja Taehyung?” Dana.
“Karna aku takut kalau kau akan marah, lalu
menjauh dariku.” Taehyung.
“Aniya Taehyung aku akan tetap menyukaimu.”
Dana.
“Danaya sekarang akulah cahayamu, aku akan
menerangi jalan gelapmu itu.” Taehyung yang memeluk Dana sambil tersenyum.
Akhirnya Taehyung tidak
jadi menikah dengan Krystal melainkan menjalin hubungankan dengan Dana. Dan
pada akhirnya Krystal tidak jadi menikah dengan Taehyung melainkan menikah
dengan Namjoon ya mantan Namjanya dahulu.
I give it to you
Jogeum eosaekhaesseotjiman ijen da jugo sipeo yeah
I give it to you
Ttaeron ulgo useojuneun naegen neoppuniran geol for you
Jogeum eosaekhaesseotjiman ijen da jugo sipeo yeah
I give it to you
Ttaeron ulgo useojuneun naegen neoppuniran geol for you
Kim Taehyung
The
End







.jpg)
0 komentar:
Posting Komentar