Kamis, 05 Maret 2015

I Will Still Love You (Chapter 3)



Chapter 3
“Oppa, I will protect you.”
Jam rumah Min Ah telah menunjukkan tepat jam 12 malam dan Min Ah baru pulang ke rumah. Eomma dan Oppanya khawatir. Mereka menunggu Min Ah di ruang tamu rumah mereka.
“Dari mana saja kau Min Ah?” Tanya Eommanya khawatir.
“Aku habis dari rumahnya Jungkook Eomma.” Jawab Min Ah.
“Kenapa sampai larut malam begini?” Tanya Eommanya. Lalu Min Ah mendekat dan duduk didepan Eommanya.
“Aku hanya ingin menemaninya.” Jelas Min Ah.
“Menemani bagaimana maksudmu Min Ah? Beritahu Eomma yang sebenarnya.” Perintah Eommanya.
“Jungkook terkena AIDS/HIV Eomma, jadi aku melarang Min Ah untuk berteman dengan Jungkook.” Bilang Oppanya yang berada didekat Eommanya.
“Tapi Eomma apa salahnya aku berteman dengan Jungkook, dia teman sejak aku kecil biarpun dia terkena penyakit apapun itu aku akan tetap berteman dengannya dan menemaninya setiap hari untuk terus menyemangatinya agar tidak patah semangat untuk hidup Eomma. Dan begitu saja Oppa melarangku untuk berteman dengannya? Itu sulit Eomma.” Jelas Min Ah sambil menanggis sesenggukan.
“Jimin yang dikatakan dongsaengmu itu benar, Eomma meyekolahkanmu itu agar kau mengerti dan menyayangi serta menghormati satu sama lain. Apa kau tidak diajari oleh gurumu sewaktu kau duduk di SMP? AIDS/HIV itu tidak menular jika kau dan Jungkook tidak mempunyai luka serta lukamu dan Jungkook tidak saling berdekatan selama itu tidak terjadi, penyakit HIV Jungkook tidak menular kedirimu Jiminnie. Kalau kau hanya sekedar bergandengan, memeluknya itu tidak akan menular. Tetaplah berteman dengan Jungkook, kaukan berteman dengannya sejak yeojadongsaengmu berumur 9 tahun bukankah itu lama? Tetaplah berteman dengan Jungkook dan hindarilah penyakitnya bukan orangnya. Ingat itu!!” Jelas Eommanya.
“Ne Eomma, mianhae.” Bilang Jimin.
“Minta maaflah ke Jungkook Oppa, kau menyakiti hatinya. Kau teman yang jahat.” Bilang Min Ah sambil berjalan menuju kekamarnya.
***
*Keesokan harinya*
“Oppa tunggulah disini! Aku ingin memanggil Jungkook dulu.” Bilang Min Ah sebelum Min Ah mngetuk pintu rumah Jungkook teryata Jungkook sudah membuka pintu rumahnya.
“Annyeong Jungkookkie, kajja kita pergi kesekolah bersama.” Ajak Min Ah.
“Apa kalian tidak takut denganku?”Tanya Jungkook.
“Ya’, kau ini berbicara apa?” Bilang Min Ah sambil memukul kepala Jungkook.
“Appo…” Bilang Jungkook.
“Oh, mianhae. Neon gwenchana?” Tanya Min Ah dan Jungkook menganggukkan kepalanya.
“Hm, mianhae.” Bilang Jimin.
“Oppa, aku tidak mendengarnya.” Bilang Min Ah.
“Jeon Jungkook, aku mengaku bersalah setelah kejadian kemarin. Seharusnya aku tidak mengatakan hal seperti itu dan seharusnya aku tidak menghindar darimu. Seharusnya aku hanya menghindari penyakitmu saja. Mulai sekarang aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi dan tolong maafkanlah aku Jungkook.” Jelas Jimin.
“Oh, ne aku maafkan. Sebenarnya aku merasa kesal dengan semua ini, tapi ini merupakan takdirku dan harus aku jalani. Gwenchana aku memang pantas menerimanya.” Bilang Jungkook.
“Aniya, kau tidak pantas menerimanya Jungkook.” Bilang Jimin.
“Ne, aku telah membuat sebuah kalung untuk kita ber-3 dengan tulisan “Forever Sweet Friends” ini merupakan tanda persahabatan kita, Arra?” Tanya Min Ah dan semuanya menganggukan kepalanya lalu menggunakan kalung itu secara bersamaan.
“Ne, kajja kita berangkat.” Bilang Jimin.
***
“Changiya kau sekolah disini? Bukannya kau….” Bilang Hyo Na.
“Aniya, sekarang aku pindah disini dan jangan tanya kenapa aku pindah kesekolah ini.” Jelas Taehyung.
“Gwenchana, kau pindah disini pasti kaukan akan membuat kita saling bertemu.” Bilang Hyo Na.
Min Ah dan Jungkook masuk kekelas dan tiba-tiba Taehyung yang melihat Min Ah datang cepat-cepat berdiri dan menuju ke Min Ah. Seketika kelas mulai hening melihat kedatangan Min Ah dan Jungkook sampai pelajaran terakhir hanya Taehyung yang berisik dihari itu.
“Min Ahnie….”Panggil Taehyung.
“Taehyung, kau sekolah disini? Bukannya kau?” Bilang Min Ah sambil melihat kearah Hyo Na.
“Oh, jadi agar kalian tetap bisa bertemu? Ne Arraseo.” Bilang Min Ah lagi lalu Min Ah serta Jungkook duduk ditempat mereka sendiri-sendiri.
“Sebenarnya aku pindah sekolah disini bukan karna itu Min Ah tapi karnamu.” Batin Taehyung.
*Sewaktu pulang sekolah di ruang kelas*
“Min Ah, apa kau tidak takut berteman dengan Jungkook? Apa kau tidak takut tertular penyakitnya?” Tanya Hyo Na.
“Mwo? Apa yang kau katakan?” Tanya Min Ah yang langsung berdiri kearah Hyo Na.
“Hyo Na, apa yang kau katakan? Perkataanmu itu sangat menyakitkan. Kumohon tariklah kembali perkataanmu dan cepatlah meminta maaf aku tidak mau kau menjadi seperti itu.” Perintah Taehyung.
“Ne, minahae Jungkook. Aku menarik semua perkataanku yang telah menyakitimu.” Bilang Hyo Na.
Tiba-tiba ada seorang murid yang melemparkan telur tepat kearah Jungkook.
“Mwo? Siapa yang melakukan ini? Nuguseyo?” Tanya Min Ah dengan nada yang agak meninggi sambil membersihkan wajah Jungkook dari telur. Dan lagi-lagi telur dilemparkan lagi.
“Teman-teman apa kalian mau tertular oleh penyakitnya Jungkook? Kalau kalian tidak ingin tertular suruhlah dia untuk mengundurkan diri dan keluar dari sekolah ini.” Bilang seorang murid dikelas itu.
“Ya’, tarik kembali perkataanmu.” Bilang Min Ah yang tidak mau kalah.
Seketika telur melesat dari suatu arah entah dari mana lagi dan terkena tepat diwajah Min Ah dan itu terus menerus sampai Min Ah dan Jungkook berlumuran diseluruh tubuh mereka. Akhirya semua itu berhenti ketika beberapa guru datang untuk menenangkan kejadian itu.
“Min Ah kenapa kau terus-menerus selalu membelaku? Aku hanya teman yang tidak berguna untukmu. Aku tidak ada untungnya bagimu.” Batin Jungkook sambil melihati Min Ah yang masih membersihkan telur yang berada di kepala dan baju Jungkook padahal diseluruh tubuh Min Ah terdapat banyak pecahan telur.
***
“Jungkook kesinilah, akan aku bersihkan rambutmu.” Bilang Min Ah yang mengambil handuk basah sewaktu di halaman sekolahannya.
“Min Ah…” Panggil Jungkook yang duduk dihalaman sekolahnya.
“Ne. Tundukkanlah kepalamu.” Jawab Min Ah yang meneteskan air matanya.
“Kenapa kau selalu memperhatikanku?” Tanya Jungkook.
“Karna kau temanku yang sangat baik.” Jawab Min Ah semua orang yang 1 kelas dengan mereka ber-2 melihat mereka dari jendela kelas atas mereka.
“Apa itu benar?” Tanya Jungkook lagi.
“Lihatlah dirimu.” Bilang Min Ah sambil mendagakkan kepala Jungkook tepat diwajahnya.
“Kenapa orang sepertimu itu harus dihindari? Kalau dilihat dari wajahmu saat ini dan ditambah kau juga tampan eharusnya sekarang kau sudah mendapatkan banyak teman.” Bilang Min Ah sambil membersihkan wajah Jungkook.
“Min Ah apa kau baik-baik saja? Kumohon jangan menangis Min Ah.” Bilang Jungkook. Seketika Min Ah berhenti membersihkan wajah Jungkook lalu menangis sebisa mungkin.
“Jungkook kenapa kau harus terkena penyakit ini? Aku tidak tahan dengan semua ini. Kau adalah temanku aku tidak mau kau nantinya harus pergi meninggalkanku dan Jimin Oppa.” Bilang Min Ah.
“Min Ah, sudahlah nae gwenchana. Arra!” Bilang Jungkook.
“Aniya Jungkook, aku mengerti semua yang kau rasakan saat ini. Ini membuatmu tertekan dan aku tidak mau melihat temanku seperti ini.” Bilang Min Ah.
“Tapi tetap saja aku tidak apa-apa Min Ah.” Bilang Jungkook yang menepuk-nepuk punggung Min Ah dengan pelan.
Lalu tiba-tiba Min Ah bertingkah seperti menangis bercampur dengan tertawa sambil melihat kearah Jungkook “Haha, Jungkook apa kau harus menutupi semua rasa sakitmu ini? Aku sudah lama mengenalmu Jungkook. Aku bahkan lebih menyanyangimu dari siapapun. Kau tahu itu.” Bilang Min Ah yang seketika menangis lagi sambil sesenggukan.
Lalu semua teman mereka yang melihat Min Ah menangis dari jendela kelas atas mereka seketika merasa bersalah dengan yang mereka lakukan.
Jimin Oppa Min Ah datang lalu menggendong Min Ah dipunggungnya. Lalu Min Ah, Jungkook dan Jimin pulang bersama-sama.
“Oppa, sekarang aku benar-benar melihat orang yang aku sukai sejak lama tertekan. Dan aku tidak tahan untuk melihatnya.” Bilang Min Ah yang berbicara dipundak Jimin dengan pelan-pelan.
“Aku tahu itu sangat menyakitkan, habiskanlah sisa hidup Jungkook untuk bermain denganmu. Nanti malam kau bermainlah kerumah Jungkook dan nyatakanlah perasaanmu yang kau rasakan saat ini sebelum terlambat.” Bilang Jimin Oppanya yang juga pelan-pelan.
***
“Aku tidak habis tahu yag kalian pikirkan!! Kenapa kalian semua melakukan hal ini kepada mereka ber-2?” Tanya Taehyung kesemua orang yang ada dikelas pada sore itu.
“Tapi….
“Tapi apa? Cobalah kalian pikirkan seandainya kalian sekarang diposisinya Jungkook, apa sangat enak setiap bertemu orang dan orang itu menghindar? Apa enak mempunyai penyakit yang nantinya akan merenggut hidupnya? Apakah itu sangat mudah untuk dijalaninya? Apa kalian tidak memikirkan semua itu?” Tanya Taehyung dengan suara yang sangat tinggi dan semua orang takut padanya.
“Seharusnya kalian tidak menghindari Jungkook, seharusnya kalian malah mendekatinya dan memberikan semangat hidup untuknya dan tidak seperti ini. Aku tahu sejak awal anak-anak yang bersekolah disini memang kampungan, kecuali mereka ber-2.” Bilang Taehyung.
“Dan aku juga Taehyungie?” Tanya Hyo Na.
“Ne kau juga Hyo Na.” Bilang Taehyung yang langsung pergi meninggalkan kelas.
***

To Be Continue…
Categories:

0 komentar:

Posting Komentar