Chapter 3
“Oppa,
I will protect you.”
Jam rumah Min Ah telah
menunjukkan tepat jam 12 malam dan Min Ah baru pulang ke rumah. Eomma dan
Oppanya khawatir. Mereka menunggu Min Ah di ruang tamu rumah mereka.
“Dari mana saja kau Min Ah?” Tanya Eommanya
khawatir.
“Aku habis dari rumahnya Jungkook Eomma.”
Jawab Min Ah.
“Kenapa sampai larut malam begini?” Tanya
Eommanya. Lalu Min Ah mendekat dan duduk didepan Eommanya.
“Aku hanya ingin menemaninya.” Jelas Min
Ah.
“Menemani bagaimana maksudmu Min Ah?
Beritahu Eomma yang sebenarnya.” Perintah Eommanya.
“Jungkook terkena AIDS/HIV Eomma, jadi aku
melarang Min Ah untuk berteman dengan Jungkook.” Bilang Oppanya yang berada didekat
Eommanya.
“Tapi Eomma apa salahnya aku berteman dengan
Jungkook, dia teman sejak aku kecil biarpun dia terkena penyakit apapun itu aku
akan tetap berteman dengannya dan menemaninya setiap hari untuk terus
menyemangatinya agar tidak patah semangat untuk hidup Eomma. Dan begitu saja
Oppa melarangku untuk berteman dengannya? Itu sulit Eomma.” Jelas Min Ah sambil
menanggis sesenggukan.
“Jimin yang dikatakan dongsaengmu itu
benar, Eomma meyekolahkanmu itu agar kau mengerti dan menyayangi serta
menghormati satu sama lain. Apa kau tidak diajari oleh gurumu sewaktu kau duduk
di SMP? AIDS/HIV itu tidak menular jika kau dan Jungkook tidak mempunyai luka
serta lukamu dan Jungkook tidak saling berdekatan selama itu tidak terjadi,
penyakit HIV Jungkook tidak menular kedirimu Jiminnie. Kalau kau hanya sekedar
bergandengan, memeluknya itu tidak akan menular. Tetaplah berteman dengan
Jungkook, kaukan berteman dengannya sejak yeojadongsaengmu berumur 9 tahun bukankah
itu lama? Tetaplah berteman dengan Jungkook dan hindarilah penyakitnya bukan
orangnya. Ingat itu!!” Jelas Eommanya.
“Ne Eomma, mianhae.” Bilang Jimin.
“Minta maaflah ke Jungkook Oppa, kau
menyakiti hatinya. Kau teman yang jahat.” Bilang Min Ah sambil berjalan menuju
kekamarnya.
***
*Keesokan harinya*
“Oppa tunggulah disini! Aku ingin memanggil
Jungkook dulu.” Bilang Min Ah sebelum Min Ah mngetuk pintu rumah Jungkook
teryata Jungkook sudah membuka pintu rumahnya.
“Annyeong Jungkookkie, kajja kita pergi
kesekolah bersama.” Ajak Min Ah.
“Apa kalian tidak takut denganku?”Tanya
Jungkook.
“Ya’, kau ini berbicara apa?” Bilang Min Ah
sambil memukul kepala Jungkook.
“Appo…” Bilang Jungkook.
“Oh, mianhae. Neon gwenchana?” Tanya Min Ah
dan Jungkook menganggukkan kepalanya.
“Hm, mianhae.” Bilang Jimin.
“Oppa, aku tidak mendengarnya.” Bilang Min
Ah.
“Jeon Jungkook, aku mengaku bersalah
setelah kejadian kemarin. Seharusnya aku tidak mengatakan hal seperti itu dan
seharusnya aku tidak menghindar darimu. Seharusnya aku hanya menghindari
penyakitmu saja. Mulai sekarang aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi dan
tolong maafkanlah aku Jungkook.” Jelas Jimin.
“Oh, ne aku maafkan. Sebenarnya aku merasa
kesal dengan semua ini, tapi ini merupakan takdirku dan harus aku jalani.
Gwenchana aku memang pantas menerimanya.” Bilang Jungkook.
“Aniya, kau tidak pantas menerimanya
Jungkook.” Bilang Jimin.
“Ne, aku telah membuat sebuah kalung untuk
kita ber-3 dengan tulisan “Forever Sweet Friends” ini merupakan
tanda persahabatan kita, Arra?” Tanya Min Ah dan semuanya menganggukan
kepalanya lalu menggunakan kalung itu secara bersamaan.
“Ne, kajja kita berangkat.” Bilang Jimin.
***
“Changiya kau sekolah disini? Bukannya
kau….” Bilang Hyo Na.
“Aniya, sekarang aku pindah disini dan
jangan tanya kenapa aku pindah kesekolah ini.” Jelas Taehyung.
“Gwenchana, kau pindah disini pasti kaukan
akan membuat kita saling bertemu.” Bilang Hyo Na.
Min Ah dan Jungkook masuk kekelas dan
tiba-tiba Taehyung yang melihat Min Ah datang cepat-cepat berdiri dan menuju ke
Min Ah. Seketika kelas mulai hening melihat kedatangan Min Ah dan Jungkook
sampai pelajaran terakhir hanya Taehyung yang berisik dihari itu.
“Min Ahnie….”Panggil Taehyung.
“Taehyung, kau sekolah disini? Bukannya
kau?” Bilang Min Ah sambil melihat kearah Hyo Na.
“Oh, jadi agar kalian tetap bisa bertemu?
Ne Arraseo.” Bilang Min Ah lagi lalu Min Ah serta Jungkook duduk ditempat
mereka sendiri-sendiri.
“Sebenarnya
aku pindah sekolah disini bukan karna itu Min Ah tapi karnamu.” Batin Taehyung.
*Sewaktu
pulang sekolah di ruang kelas*
“Min Ah, apa kau tidak takut berteman
dengan Jungkook? Apa kau tidak takut tertular penyakitnya?” Tanya Hyo Na.
“Mwo? Apa yang kau katakan?” Tanya Min Ah
yang langsung berdiri kearah Hyo Na.
“Hyo Na, apa yang kau katakan? Perkataanmu
itu sangat menyakitkan. Kumohon tariklah kembali perkataanmu dan cepatlah
meminta maaf aku tidak mau kau menjadi seperti itu.” Perintah Taehyung.
“Ne, minahae Jungkook. Aku menarik semua
perkataanku yang telah menyakitimu.” Bilang Hyo Na.
Tiba-tiba ada seorang murid yang
melemparkan telur tepat kearah Jungkook.
“Mwo? Siapa yang melakukan ini? Nuguseyo?”
Tanya Min Ah dengan nada yang agak meninggi sambil membersihkan wajah Jungkook
dari telur. Dan lagi-lagi telur dilemparkan lagi.
“Teman-teman apa kalian mau tertular oleh
penyakitnya Jungkook? Kalau kalian tidak ingin tertular suruhlah dia untuk
mengundurkan diri dan keluar dari sekolah ini.” Bilang seorang murid dikelas
itu.
“Ya’, tarik kembali perkataanmu.” Bilang
Min Ah yang tidak mau kalah.
Seketika telur melesat dari suatu arah
entah dari mana lagi dan terkena tepat diwajah Min Ah dan itu terus menerus
sampai Min Ah dan Jungkook berlumuran diseluruh tubuh mereka. Akhirya semua itu
berhenti ketika beberapa guru datang untuk menenangkan kejadian itu.
“Min
Ah kenapa kau terus-menerus selalu membelaku? Aku hanya teman yang tidak
berguna untukmu. Aku tidak ada untungnya bagimu.” Batin Jungkook
sambil melihati Min Ah yang masih membersihkan telur yang berada di kepala dan
baju Jungkook padahal diseluruh tubuh Min Ah terdapat banyak pecahan telur.
***
“Jungkook kesinilah, akan aku bersihkan
rambutmu.” Bilang Min Ah yang mengambil handuk basah sewaktu di halaman
sekolahannya.
“Min Ah…” Panggil Jungkook yang duduk
dihalaman sekolahnya.
“Ne. Tundukkanlah kepalamu.” Jawab Min Ah
yang meneteskan air matanya.
“Kenapa kau selalu memperhatikanku?” Tanya
Jungkook.
“Karna kau temanku yang sangat baik.” Jawab
Min Ah semua orang yang 1 kelas dengan mereka ber-2 melihat mereka dari jendela
kelas atas mereka.
“Apa itu benar?” Tanya Jungkook lagi.
“Lihatlah dirimu.” Bilang Min Ah sambil
mendagakkan kepala Jungkook tepat diwajahnya.
“Kenapa orang sepertimu itu harus
dihindari? Kalau dilihat dari wajahmu saat ini dan ditambah kau juga tampan
eharusnya sekarang kau sudah mendapatkan banyak teman.” Bilang Min Ah sambil
membersihkan wajah Jungkook.
“Min Ah apa kau baik-baik saja? Kumohon jangan
menangis Min Ah.” Bilang Jungkook. Seketika Min Ah berhenti membersihkan wajah
Jungkook lalu menangis sebisa mungkin.
“Jungkook kenapa kau harus terkena penyakit
ini? Aku tidak tahan dengan semua ini. Kau adalah temanku aku tidak mau kau
nantinya harus pergi meninggalkanku dan Jimin Oppa.” Bilang Min Ah.
“Min Ah, sudahlah nae gwenchana. Arra!”
Bilang Jungkook.
“Aniya Jungkook, aku mengerti semua yang
kau rasakan saat ini. Ini membuatmu tertekan dan aku tidak mau melihat temanku
seperti ini.” Bilang Min Ah.
“Tapi tetap saja aku tidak apa-apa Min Ah.”
Bilang Jungkook yang menepuk-nepuk punggung Min Ah dengan pelan.
Lalu tiba-tiba Min Ah
bertingkah seperti menangis bercampur dengan tertawa sambil melihat kearah
Jungkook “Haha, Jungkook apa kau harus menutupi semua rasa sakitmu ini? Aku
sudah lama mengenalmu Jungkook. Aku bahkan lebih menyanyangimu dari siapapun.
Kau tahu itu.” Bilang Min Ah yang seketika menangis lagi sambil sesenggukan.
Lalu semua teman mereka
yang melihat Min Ah menangis dari jendela kelas atas mereka seketika merasa
bersalah dengan yang mereka lakukan.
Jimin Oppa Min Ah datang
lalu menggendong Min Ah dipunggungnya. Lalu Min Ah, Jungkook dan Jimin pulang
bersama-sama.
“Oppa, sekarang aku benar-benar melihat
orang yang aku sukai sejak lama tertekan. Dan aku tidak tahan untuk
melihatnya.” Bilang Min Ah yang berbicara dipundak Jimin dengan pelan-pelan.
“Aku tahu itu sangat menyakitkan,
habiskanlah sisa hidup Jungkook untuk bermain denganmu. Nanti malam kau
bermainlah kerumah Jungkook dan nyatakanlah perasaanmu yang kau rasakan saat
ini sebelum terlambat.” Bilang Jimin Oppanya yang juga pelan-pelan.
***
“Aku tidak habis tahu yag kalian pikirkan!!
Kenapa kalian semua melakukan hal ini kepada mereka ber-2?” Tanya Taehyung
kesemua orang yang ada dikelas pada sore itu.
“Tapi….
“Tapi apa? Cobalah kalian pikirkan
seandainya kalian sekarang diposisinya Jungkook, apa sangat enak setiap bertemu
orang dan orang itu menghindar? Apa enak mempunyai penyakit yang nantinya akan
merenggut hidupnya? Apakah itu sangat mudah untuk dijalaninya? Apa kalian tidak
memikirkan semua itu?” Tanya Taehyung dengan suara yang sangat tinggi dan semua
orang takut padanya.
“Seharusnya kalian tidak menghindari
Jungkook, seharusnya kalian malah mendekatinya dan memberikan semangat hidup
untuknya dan tidak seperti ini. Aku tahu sejak awal anak-anak yang bersekolah
disini memang kampungan, kecuali mereka ber-2.” Bilang Taehyung.
“Dan aku juga Taehyungie?” Tanya Hyo Na.
“Ne kau juga Hyo Na.” Bilang Taehyung yang
langsung pergi meninggalkan kelas.
***
To Be
Continue…







.jpg)
0 komentar:
Posting Komentar