Sabtu, 01 Agustus 2015

My Flower Boys (Chapter 4)

Chapter 4
“Can I Back Again?”
Hari liburan sekolahpun mulai tiba aku, Dana dan Jungkook memutuskan untuk pergi ke pulau Jeju. Aku ingin menghabiskan setengah dari liburan sekolahku dengan mereka ber-2, iya benar sahabat-sahabatku.
Sejak kejadian 1 bulan yang lalu sikap Dana mulai sangat berbeda kepada Jungkook, jika Jungkook bertanya kepadanya Dana tidak menghiraukannya. Jika Jungkook mendekatiku dan Dana, Dana akan memilih pergi begitu saja meninggalkanku dengan Jungkook. Seakan-akan Dana menghindar dari Jungkook.
Sejak kejadian 1 bulan itu juga hubungan kami be-3pun hampir mulai renggang, biasanya kami berkumpul bersama ber-3 sekarang hanya ber-2.  Jika Dana dan Aku sudah berkumpul lalu Jungkook datang Dana akan memilih untuk pergi begitu saja jika Aku dan Jungkookpun sudah berkumpul dan Dana datang, Dana memutuskan untuk pulang begitu saja padahal Dana sudah berada ditempat yang kami datangi.
Danapun hanya menganggap akulah sahabatnya saat ini tidak seperti dahulu aku dan Jungkook sahabatnya. Sepertinya Dana sangat membenci Jungkook sejak kejadian 1 bulan yang lalu.
“Jungkook-ah…” Panggilku saat kami berada dibandara yang disampingku telah ada Dana.
“Oh, Hyung.” Jungkook membalas lambaianku.
“Kajja!” Taehyung.
~Sesampainya di pulau Jeju~
Kamipun melanjutkan perjalanan kami dengan menaiki sebuah bus untuk sampai ke penginapan kami. Saking lelahnya diperjalanan kamipun duduk bersamaan dan tidur saling menyandarkan diri, Dana menyadar kepalanya dipundakku akupun menyadarkan kepalaku kekepala Dana dan Jungkook menyandarkan kepalanya dipundak Dana. Kamipun layaknya seperti anak kecil yang tidur bersamaan.
Akupun terbangun dari tidurku, aku melihat kedua sahabatku tertidur sangat nyenyak. Jika aku melihat mereka berdua mereka layaknya seperti dongsaengku, mereka layaknya anak kecil yang tidak mempunyai keluh kesal sama sekali. Tapi jika aku melihat mereka berdua telah bangun sebenarnya ada begitu banyak yang mereka simpan.
Seketika Dana terbangun dari tidurnya begitu juga dengan Jungkook.
“Taehyung-ah apa kita sudah sampai?” Dana sambil mengusap salah satu matanya.
“Ne, Hyung apa kita sudah sampai?” Sela Jungkook sambil menguap.
“Hm, ne kita sudah sampai. Kajja.” Jawabku.
~Di penginapan~
“Taehyung-ah, bisakah kita hari ini bersepeda? Aku ingin bersepeda di jalan dekat pantai.” Dana.
“Hm, aku sih bisa saja. Jungkook-ah apa kau mau bersepeda hari ini?” Taehyung.
“Ne hyung, joha.” Jungkook.
Merekapun telah meminjam sepeda yang telah disiapkan disana. Tetapi Dana memilih untuk membonceng dengan Taehyung.
“Kajja!!!” Teriak Dana senang.
Taehyung dan Jungkook mengayuh sepeda mereka masing-masing, sedangkan Dana hanya berpegangan erat ke Taehyung sambil mengayunkan kedua kakinya sesekali.
“Hya’ Dana-ya jangan lakukan itu!” Taehyung, Danapun langsung terdiam. Jungkookpun tertawa.
“Hm, bagaimana jika kita adu cepat sampai ke pantai?” Dana.
“Kajja!” Jungkook.
“Hanna, dul….” Sebelum Dana menyelesaikan.
“Hyung, Annyeong!” Jungkook.
“Hya’ bocah!! Kau curang awas saja kau bila sudah sampai sana!” Taehyung, Danapun tertawa.
Beberapa menit kemudian setelah mereka balapan sampai ke pantai sekilas Dana melihat seorang yeoja yang mengayuh begitu cepat meliwati Taehyung dan dirinya.
“Irene?” Batin Dana.
“Jika memang dia Irene apa yang dia lakukan disini? Aniya! Tidak mungkin dia berada disini. Dana tenangkanlah pikiranmu.” Batin Dana lagi.
~Sesampainya dipantai~
Danapun menggelar sebuah karpet yang ia bawa dari penginapan dan mengeluarkan makanan serta minuman yang ia bawa juga.
Jungkook merebahkan tubuhnya langsung di sebuah karpet yang telah Dana siapkan, Jungkookpun juga memejamkan matanya.
“Taehyung-ah…” Panggil Dana pelan.
“Hm, wae?” Jawab Taehyung keras.
Danapun mengayunkan jari telunjuknya dimulutnya sendiri, mengisyaratkan agar Taehyung tidak berbicara keras-keras. Lalu Taehyung mendekat dirinya ke Dana.
“Wae Dana-ya?” Taehyung.
“Hm, saat tadi bersepeda apa kau tahu yeoja yang mengayuh sangat cepat sepedanya lalu mengekor dibelakang Jungkook terus?” Dana.
“Ne, aku tahu. Wae?” Taehyung.
“Aku rasa itu…” Dana.
“Irene?” Taehyung. Dana menganggukan kepalanya.
“Jika dilihat dari bentuk tubuhnya, benar juga yeoja tadi seperti Irene. Tapi kenapa Irene harus berada disini? Bukannya Jungkook sudah bertanya kepada Irene kalau Irene tidak berlibur disini.” Taehyung.
“Benar juga apa yang kau katakan Taehyung-ah, tapi…” Dana.
“Sudahlah tidak usah kau pikirkan, mungkin kau salah liat.” Taehyung.
>>>>>
Malam haripun telah tiba, kami memutuskan untuk pergi keluar lagi untuk menikmati semua keramaian yang berada di pulai Jeju. Sebenarnya itulah tujuan kami kenapa kami berada dipulau Jeju saat ini, kami ingin melakukan hal bersama-sama.
Sejak kejadian itu, Dana mulai berbeda kepadaku. Aku merasa tidak enak bila mengingat hal itu, tapi setelah tadi kami datang dan melakukan balapan sepeda aku merasa mulai akrab kembali dengan Dana.
Hm, aku juga tidak mengerti kenapa Dana melakukan hal itu kepadaku? Bukankah kita ber-3 bersahabat? Kenapa hanya kepadaku? Dan kenapa tidak ia lakukan kepada Taehung hyung saja? Itulah pertanyaan yang selalu menghantui setiap saat.
Tapi saat aku memejamkan mata tadi, aku sedikit mendengar percakapan Dana dan Taehyung hyung. Sepertinya mereka mengatakan Irene, tapi Irene sudah bilang kepadaku kalau dia tidak berlibur disini. Tapi apa benar yang dikatakan Dana kalau tadi orang yang mengekor dibelakangku adalah Irene?
>>>>>
“Pertama-tama, ayo kita liat pentasan drama itu. Bukannya itu sangat bagus?” Dana.
“Oh, yang itu?” Taehyung sambil menunjuk kearah kesebuah pentasan Drama yang sudah banyak penontonnya. Dana mengangguk.
“Kajja! Joha.” Sela Jungkook.
“Hm, Chakkaman. Aku dan Taehyung akan membeli makanan dan minuman untuk kita makan saat pementasan mulai. Jungkook-ah kau carilah tempat duduk untuk kami ber-2, arra?” Dana.
Jungkookpun melakukan apa yang dikatakan oleh Dana sedangkan Dana dan Taehyung membeli makanan serta minuman untuk mereka ber-3.
~Setelah mereka membeli makanan dan minuman~
Dana dan Taehyung membawa makanan serta minuman dengan senda gurau. Danapun mencari Jungkook di keramaian penonton pentas drama pada malam hari itu, akhirnya Dana menemukan Jungkook yang sedang duduk ditempat duduk untuk penonton dan Jungkookpun telah mencarikan kursi untuknya dan Taehyung.
Danapun dan Taehyung berjalan menuju Jungkook. Danapun telah sampai ketempat Jungkook, Danapun berdiri tepat didepan Jungkook duduk. Tapi…
“Kenapa kau disini?” Dana.
“Mwo? Naega? Akukan berliburan denganmu dan Taehyung hyung.” Jungkook , lalu Jungkook melihat pandangan Dana tetapi tidak melihatnya namun melihat seorang yang berada dibelakangnya. Jungkookpun membalikkan badannya dan terkejutnya Jungkook.
“Irene? Wae? Kenapa kau disini? Bahkan aku tidak tahu kalau kau berada disini.” Jungkook.
“Kau juga Arin, kenapa kau juga berada disini?” Taehyung.
“Irene!! Bisa tidak kau tidak menganggu kami, sudah cukup dengan kejadiaan saat itu. Saat ini aku hanya ingin menghabiskan liburanku bersama mereka ber-2 apa itu salah bagimu? Huh?” Dana.
“Bukankah sudah cukup kau bertemu setiap hari dengan Jungkook? Sampai kegiatan yang biasanya kami lakukan bersama selama 3 - 5 kali setiap minggu, sekarang kami tidak melakukannya sama sekali.” Dana.
“Aku hanya ingin memastikan keadaan Jungkook saja Dana-ya.” Irene.
Lalu Dana yang membawa minuman langsung menyiramkannya tepat diwajah Irene “Aku tidak mau melihat kau Irene.” Dana lalu pergi begitu saja.
Jungkookpun menyusul Dana lalu Taehyungpun juga.
~Keesokan harinya~
Danapun berada dibalkon yang dimana balkon kamar mereka pemandangannya langsung menuju kepantai, Dana berusaha untuk menenagkan pikirannya. Danapun duduk disebuah kursi sambil memejamkan matanya dan menghirup udara pagi di Pulau Jeju itu.
“Dana-ya…” Panggil Jungkook yang tiba-tiba sudah duduk disampingnya.
“Hya’ Jungkook-ah, kau mengagetkanku saja.” Dana.
“Dana-ya, sebenarnya kenapa denganmu? Tolong ceritalah kepadaku aku juga ingin tahu masalahmu.” Jungkook.
“Apa kau benar-benar ingin mengetahui masalahku?” Dana.
Taehyungpun mendengarkan percakapan mereka ber-2 dari pintu geser dibalkon kamar mereka.
“Ne.” Jungkook sambil menganggukan kepalanya.
“Aku sedang patah hati Jungkook-ah.” Dana sambil menyandarkan tubuhnya lalu menoleh kearah Jungkook.
“Lantas kalau kau patah hati kenapa kau sampai menghindariku seperti ini, seharusnya kau juga menghindari Taehyung hyung.” Jungkook.
“Aku patah hati itu karna kau Jungkook-ah.” Dana yang lalu mengalihkan pandangannya menuju ke pantai.
“Naega? Wa… Wa.. Wae? Waeyo?” Jungkook yang tiba-tiba terkejut.
Danapun terdiam selama beberapa menit dan Jungkook terus saja melihat kearah Dana yang menunggu sebuah jawaban dari Dana.
“Saranghae Jungkook-ah.” Dana yang tersenyum sambil melihat terus kearah pantai.
“Kau menyukaiku Dana-ya?” Jungkook.
“Hah, sepertinya aku ingin keluar bermain saat ini. Taehyung-ah!!!” Panggil Dana.
>>>>>
“Wae? Wae? Waeyo? Kenapa harus naik kapal seperti itu? Kalian ber-2kan sudah tahu aku memang menyukai pantai tetapi aku tidak mau masuk kedalamnya.” Dana.
“Kajja!! Palliwa.” Bilang Jungkook yang menarik lengan Dana.
“Shireo!!!” Dana.
“Dana-ya kita akan ketinggalan!! Palliwa!!” Taehyung yang juga menarik lengan Dana.
“Andhwae!!! Aniya!!! Shireooo!!!!” Teriak Dana sangat kencang.
Taehyungpun berdiri dan terus menyilangkan kedua tangannya didepan dadanya sambil memanyunkan bibirnya sedangkan Jungkook duduk Jongkok disamping Taehyung hanya menunggu Dana menyiapkan diri untuk naik kekapal.
“Ne, kajja aku sudah menyiapkan diriku.” Dana. Taehyung dan Jungkookpun tersenyum bahagia.
Danapun berjalan diatas kayu yang dimana itulah jalan menuju kekapal yang kan mereka ber-3 naiki. Danapun melangkakan satu kaki kanannya.
“Apa ini aman? Jika aku berjalan diatasnya apa kayu ini akan kuat?” Dana terus saja bertanya.
“Hya’ lihatlah orang sebanyak itu berjalan diatasnya.” Bentak Taehyung yang mulai kesal.
“Geurae, aku akan berjalan.” Bilang Dana.
Tiba-tiba seorang yeoja membalikkan tubuh Dana dan memegang kedua lengan Dana dengan sangat erat.
“Dana-ya!! Wae? Wae? Kenapa kau membuat hubunganku dengan Taehyung serumit ini? Huh?” Arin.
Danapun terkejut, Arinpun terus saja menggoncang-goncangkan tubuh Dana.
“Apa kau tidak tahu, aku sangat terpukul dengan semua ini!!!” Bentak Arin. Lalu akhirnya…
*BYURR* Danapun terjatuh kedalam laut, Danapun yang mendapati bahwa dirinya berada di air lautpun panik. Danapun berusaha berenang dan menggerakkan kakinya tetapi Dana merasa ada sesuatu yang memegangi kakinya, berulang kali Dana melambai-lambaikan tangannya untuk meminta tolong.
Danapun juga berusaha berteriak untuk meminta tolong tetapi air laut terus saja masuk kedalam mulutnya. Dana sangat merasa takut, Danapun serasa sudah diambang kematian didalam kehidupannya.
~5 hari kemudian pada malam harinya…~
Akupun duduk sambil menaikkan kedua lututku keatas dan memegangnya erat-erat. Angin malam saat ini lumayan sangat kencang  dan udara disini juga lumayan dingin. Selembar plester penurun panaspun telah tertempel didahiku untuk menurunkan suhu panas didalam tubuhku.
Aku juga masih teringat kejadian tadi pagi, aku serasa berada dipucuk semua kehidupanku. Hah, akupun menyandarkan kepalaku dikedua lututku. Aku juga tidak tahu kenapa kedua yeoja itu melakukan hal ini kepadaku. Tiba-tiba saat itu air mataku tiba-tiba mengalir, entah bagaimana aku merasa takut. Aku tidak ingin mati dahulu karna aku masih menyukai seseorang.
>>>>>
“Hyung eothokkae?” Tanya Jungkook ke Taehyung.
“Molla Jungkook-ah.” Taehyung yang terus saja melihat kearah Dana.
“Hyung apa kita akan terus melihat Dana dari belakang pintu balkon ini?” Jungkook. Tetapi Taehyung hanya terdiam saja.
Jungkookpun dengan berani menggeser pintu balkon itu dan berjalan mendekat kearah Dana.
“Jungkook-ah…” Dana.
“Apa aku boleh duduk?” Jungkook.
“Hah, kau tahu siapa saja boleh duduk disini.” Dana. Jungkookpun duduk disamping Dana.
Jungkook melihat kearah Dana terus lalu…
“Wae? Kenapa kau melihati aku terus?” Dana.
“Hm, aniya. Tidak ada apa-apa, kau sedang melihat apa?” Jungkook.
“Hm, aku hanya melihat kearah air yang berada di pantai itu.” Dana.
“Hm, memangnya ada apa dengan  itu?” Jungkook.
“Apa kau tidak merasa takut dengannya? Aku tahu dipandangan banyak orang pantai adalah tempat yang sangat indah, romantis dan menyenangkan tapi semua orang hanya melihat dari sisi baiknya saja. Bahkan semua orang jarang membahas tetantang sisi buruk pantai, bukankah kau dan Taehyung tahu kalau aku sangatlah takut dengan hal itu?” Jelas Dana.
“Hm, ne arraseo aku dan Hyung tahu kenapa kau sangat takut dengan hal itu.” Jungkook.
“Bukan maksudku aku tidak menyukai pantai tempat yang kalian berdua sukai sebenarnya aku menyukainya tetapi aku hanya takut dengan air yang berada disana itu.” Dana.
“Ne, arraseo. Hm, apa panasmu sudah turun.” Jungkook yang sambil memegang kening lalu pipi Dana.
“Aku rasa aku sudah agak mendingan dari yang tadi, Hm dimana Taehyung?” Dana.
“Kau memanggilku?” Taehyung.
“Taehyung-ah, kenapa kau tidak bergabung disini? Palliwa!” Dana.
Tahyungpun berjalan mendekati Dana dan Jungkook.
“Apa kau tidak marah denganku?” Taehyung.
“Wae? Kenapa aku harus marah denganmu?” Dana
“Hm, semua kejadian tadi adalah kelakuan dari mantan yeojaku. Seharusnya kau marah denganku.” Taehyung.
Lalu Danapun menarik tangan Taehyung kebawah agar Taehyung bisa duduk didepannya.
“Taehyung-ah gwenchana, aku tidak apa-apa kok. Lupakanlah masalah yang tadi toh kejadian tadi sudah terlewatkan.” Dana sambil memegang tangan Taehyung dengan kedua tangannya agar bisa meyakinkannya.
“Dana aku merasa tidak enak kepadamu.” Taehyung. Danapun tersenyum tepat didepan Taehyung.
“Dana-ya, Hyung. Hm bisakah besok aku menemui Irene sebentar aku ingin mengatakan sesuatu kepadanya. Hm , aku tahu besok merupakankan jadwal kita pergi ke tempat taman bunga tapi jika Dana dan Hyung tidak mengizinkannya aku tidak akan pergi.” Jungkook.
“Kau boleh pergi, kita pergi ketaman bunga setelah kau bertemu dengannya.” Dana.
“Hm, Aku dan Taehyung akan mengantarmu bila perlu.” Tambah Dana.
“Jinjja Dana?” Jungkook. Dana menganggukkan kepalanya.
“Gumawo Dana-ya.” Jungkook yang sambil memeluk Dana. Taehyunpun mengusap-usap rambut Jungkook.
~Keesokan harinya~
Akupun bangun lebih awal dari biasanya, entah kenapa hari ini sangatlah berbeda dengan hari-hari biasanya. Akupun menarik kesamping kedua gorden yang berada dipintu balkon secara bersamaan, sinar matahari sedikit demi sedikit mulai menembus melalui kaca yang berada dibalkon.
Dengan sangat senang akupun membuka pintu balkon dan menghirup udara pagi yang segar. Akupun terus menghirup sambil memejamkan mataku, hah hari ini memang sangatlah berbeda.
Aku merasa ingin berteriak dan mengatakan kepada dunia bahwa kami ber-3 adalah sahabat yang sangat luar biasa. God aku bersyukur kau telah melahirkanku dan memberikan teman seperti mereka ber-2, aku tidak akan pernah lagi membuat mereka kecewa. Aku benar-benar menyayangi mereka ber-2.
Dana-ya, Taehyung hyung aku sangat menyayangi bahkan mencintai kalian berdua, aku tahu sekarang apa yang harus aku lakukan

To Be Continue…