Original story by Shyqilla Nabiila Daffa (SN.d)
Othercast : Jimin (BTS)
Genre : Frienship, hurt romance
Rating : Maybe teen
Chapter
1
“What’s happen with you?”
“Oppa…” Panggil Min Ah sewaktu ditaman
rumahnya.
“Ne, Min Ah. Wae?” Tanya Oppanya sambil
mendekat.
“Apa kau tau tetangga baru sebelah kita?”
Tanya Min Ah sambil tersenyum.
“Molla, Wae?” Tanya Oppanya lagi.
“Aku sekarang mulai berteman dengan anak
dari tetangga sebelah.” Beritau Min Ah kepada Jimin Oppanya.
“Jinjja? Siapa namanya? Namja atau yeoja?
Nuguseyo?” Tanya Oppanya terus menerus.
“Aish, Oppa. Kau tanya saja sendiri atau
kau cobalah berteman dengannya!” Bilang Min Ah.
“Shiro, cepat beritau Oppa atau nanti kau
tidak akan Oppa belikan ice cream kesukaanmu!!” Ancam Oppanya.
“Ya’… Ne, Namja Jeon Jeongkook. Puas?”
Bilang Min Ah sambil cemberut dan duduk dibangku taman rumahnya.
“Aish, kenapa kau gampang cemberut seperti
ini?” Bilang Oppanya sambil mendekat lalu duduk disamping dongsaengnya itu.
“Hm, tapi Oppa. Kau juga harus melihat
Jungkook juga, jika kau melihatnya kau pasti akan terpesona dengannya.” Bilang
Min Ah.
“Ya’, umurmu itu masih 9 tahun dan Oppamu
ini namja. Dan Oppamu itu masih normal, arra?” Bilang Oppanya sambil memukul
kepala dongsaengnya.
“Aish, Appo Oppa. Tapi yangku katakan itu
benar Oppa, dia sangat tampan.” Bilang Min Ah sambil tersenyum.
“Bukankah kau marah dengan Oppamu ini? Tapi
kenapa kau malah curhat denganku?” Ejek Oppanya.
“Jiminnie Oppa….!!!” Teriak Min Ah “Tapi
Oppa bukannya kau juga punya yeoja yang kau sukai tentunya? Dan lihatlah dirimu
Oppa umurmu juga hanya berbeda 1 tahun dari aku.” Bilang dongsaengnya itu.
“Hm, aniya. Kau dengar dari siapa?” Tanya
Oppanya balik.
“Aniya, aku tidak mendengarnya dari
siapa-siapa. Aku hanya melihat sendiri dari buku yang selama ini kau simpan di
bawah bantal tempat tidurmu.” Bilang Dongsaengnya.
“Ya’.. Ya’, Aish kau ini. Kemari kamu Min
Ah.” Bilang Oppanya dan Min Ah berlari dan terus mengejek Oppanya.
***
*Keesokan
harinya*
“Jiminnie Oppa, kau ikut aku tidak bermain
ke sebelah?” Tanya Min Ah.
Jimin berjalan menuju ke Min Ah “Uhuk,
Uhuk…”
“Oppa kau tidak enak badan?” Tanya Min Ah
sambil meletakkan tangannya di kening Oppanya dengan sedikit menjijitkan
kakinya.
Oppanya menganggukkan kepalanya “Oppa jika
kau sakit kau tidak usah ikut bermain denganku, istirahatlah. Kajja Oppa aku
antarkan kekamar.” Bilang Min Ah.
“Shiro! Kau saja yang tidak usah bermain,
kau dirumah saja temani Oppa.” Perintah Jimin Oppanya.
“Shiro! Aku tetap ingin mau bermain dengan
Jungkook.” Bilang Dongsaengnya.
“Kalau gitu aku juga ingin bermain dengan
kalian. Aku tidak mau sendirian dirumah.” Bilang Oppanya.
“Benar kau tidak apa-apa?” Tanya Min Ah dan
Oppanya mengangguk.
***
“Jungkookkie… Jungkook kau ada dirumah?”
Panggil Min Ah sambil mengetuk-ngetuk pintu rumah Jungkook dan akhirnya
Jungkook keluar dari rumahnya.
“Ne, aku dirumah.” Jawab Jungkook.
“Jungkook, ayo kita bermain.” Ajak Min Ah.
“Ne, baiklah kalau begitu kita main di
taman rumahku saja.” Bilang Jungkook.
Lalu Min Ah menganggukan
kepalanya dan Jimin Oppanya hanya diam terus menerus dan menggosok-gosokkan
kedua tangannya.
*Setelah
sampai di taman rumah Jungkook*
“Min Ah, kemarilah.” Panggil Jungkook.
“Jimin Oppa kajja.” Ajak dongsaengnya.
Setelah Min Ah dan Jimin mendekat ke
Jungkook tiba-tiba Jimin batuk tepat didepan Jungkook.
“Oppa, kalau Oppa batuk jangan didepan
orang lain. Arahkan kearah yang tidak ada orangnya!” Bilang Min Ah.
“Ne mianhae, Jungkook mianhae. Soalnya
batukku tadi secara spontan jadinya aku tidak bisa…” Sebelum Jimin
menyelesaikan perkataannya Jungkook…
“Ne, gwenchana.” Bilang Jungkook seketika
setelah beberapa menit dari kejadian itu tiba-tiba Jungkook merasa tidak enak
badan dan jatuh kebawah.
“Jungkook…. Kau tidak apa-apa?” Tanya Min
Ah sambil mengoyang-goyangkan badan Jungkook.
“Jungkook Eomma, Jungkook Eomma…. Jungkook
pingsan.” Panggil Jimin dan Jungkook Eomma datang lalu membawa Jungkook masuk
kedalam.
***
“Eomma, oppa eodi?” Tanya Min Ah sewaktu di
ruang makan.
“Oppamu sedang tidur. Dia merasa enggak
enak badan, jadi dia butuh istirahat.” Jawab Eommanya.
“Oh, Eomma aku ingin bertanya?” Bilang Min
Ah.
“Kau ingin bertanya apa anakku?” Tanya
Eommanya.
“Eomma, kenapa ada orang yang badannya
merasa tidak enak?” Tanya Min Ah.
“Mungkin dia sedang terkena penyakit atau
sistem imunnya menurun.” Jelas Eommanya.
“Sistem imun? Mwoyo Eomma?” Tanya Min Ah
lagi.
“Sistem kekebalan tubuhnya menurun jadi ibarat
benteng yang sedang menjaganya sedang rusak jadi perlu diperbaiki lagi seperti
Oppamu dengan caranya diberi obat lalu istirahat.” Jelas Eommanya.
“Tapi Eomma ini berbeda, kalau terserang
penyakit itukan penyakitnya baru bereaksi beberapa jam kalau tidak beberapa
hari setelah terkena penyakitnya itukan?” Tanya Min Ah.
“Ne, kamu benar.” Jawab Eommanya.
“Tapi ini setelah terkena penyakit langsung
saja dia jatuh sakit, apakah itu tidak aneh Eomma?” Tanya Min Ah lagi.
“Mungkin saja kekebalan tubuhnya sangat
menurun jadi dia gampang terkena penyakit, makannya kau harus bisa menjaga
tubuhmu agar tidak terkena penyakit. Karna sehat itu sangat mahal dan sulit
untuk dicari soalnya itu tidak dijual.” Jelas Eommanya sambil tertawa dan Min
Ah juga ikut tertawa.
“Tapi kamu tumben bertanya seperti ini?
Memang siapa yang sedang kau tanyakan itu? Oppamu?” Tanya Eommanya.
“Aniya Eomma bukan siapa-siapa.” Jawab Min
Ah sambil tersipu malu. Lalu Eommanya mendekati Min Ah…
“Belajarlah dahulu dan janganlah cepat
dewasa.” Bilang Eommanya sambil mengusap-usap rambut Min Ah.
***
To Be
Continue…







.jpg)
0 komentar:
Posting Komentar