Kamis, 05 Maret 2015

I Will Still Love You (Chapter 1)


Original story by Shyqilla Nabiila Daffa (SN.d)
Main cast : Jungkook (BTS), Taehyung (BTS), Kim Min Ah
Othercast : Jimin (BTS)
Chapter : 1-5
Genre : Frienship, hurt romance
Rating : Maybe teen

Chapter 1
“What’s happen with you?”

“Oppa…” Panggil Min Ah sewaktu ditaman rumahnya.
“Ne, Min Ah. Wae?” Tanya Oppanya sambil mendekat.
“Apa kau tau tetangga baru sebelah kita?” Tanya Min Ah sambil tersenyum.
“Molla, Wae?” Tanya Oppanya lagi.
“Aku sekarang mulai berteman dengan anak dari tetangga sebelah.” Beritau Min Ah kepada Jimin Oppanya.
“Jinjja? Siapa namanya? Namja atau yeoja? Nuguseyo?” Tanya Oppanya terus menerus.
“Aish, Oppa. Kau tanya saja sendiri atau kau cobalah berteman dengannya!” Bilang Min Ah.
“Shiro, cepat beritau Oppa atau nanti kau tidak akan Oppa belikan ice cream kesukaanmu!!” Ancam Oppanya.
“Ya’… Ne, Namja Jeon Jeongkook. Puas?” Bilang Min Ah sambil cemberut dan duduk dibangku taman rumahnya.
“Aish, kenapa kau gampang cemberut seperti ini?” Bilang Oppanya sambil mendekat lalu duduk disamping dongsaengnya itu.
“Hm, tapi Oppa. Kau juga harus melihat Jungkook juga, jika kau melihatnya kau pasti akan terpesona dengannya.” Bilang Min Ah.
“Ya’, umurmu itu masih 9 tahun dan Oppamu ini namja. Dan Oppamu itu masih normal, arra?” Bilang Oppanya sambil memukul kepala dongsaengnya.
“Aish, Appo Oppa. Tapi yangku katakan itu benar Oppa, dia sangat tampan.” Bilang Min Ah sambil tersenyum.
“Bukankah kau marah dengan Oppamu ini? Tapi kenapa kau malah curhat denganku?” Ejek Oppanya.
“Jiminnie Oppa….!!!” Teriak Min Ah “Tapi Oppa bukannya kau juga punya yeoja yang kau sukai tentunya? Dan lihatlah dirimu Oppa umurmu juga hanya berbeda 1 tahun dari aku.” Bilang dongsaengnya itu.
“Hm, aniya. Kau dengar dari siapa?” Tanya Oppanya balik.
“Aniya, aku tidak mendengarnya dari siapa-siapa. Aku hanya melihat sendiri dari buku yang selama ini kau simpan di bawah bantal tempat tidurmu.” Bilang Dongsaengnya.
“Ya’.. Ya’, Aish kau ini. Kemari kamu Min Ah.” Bilang Oppanya dan Min Ah berlari dan terus mengejek Oppanya.
***
*Keesokan harinya*
“Jiminnie Oppa, kau ikut aku tidak bermain ke sebelah?” Tanya Min Ah.
Jimin berjalan menuju ke Min Ah “Uhuk, Uhuk…”
“Oppa kau tidak enak badan?” Tanya Min Ah sambil meletakkan tangannya di kening Oppanya dengan sedikit menjijitkan kakinya.
Oppanya menganggukkan kepalanya “Oppa jika kau sakit kau tidak usah ikut bermain denganku, istirahatlah. Kajja Oppa aku antarkan kekamar.” Bilang Min Ah.
“Shiro! Kau saja yang tidak usah bermain, kau dirumah saja temani Oppa.” Perintah Jimin Oppanya.
“Shiro! Aku tetap ingin mau bermain dengan Jungkook.” Bilang Dongsaengnya.
“Kalau gitu aku juga ingin bermain dengan kalian. Aku tidak mau sendirian dirumah.” Bilang Oppanya.
“Benar kau tidak apa-apa?” Tanya Min Ah dan Oppanya mengangguk.
***
“Jungkookkie… Jungkook kau ada dirumah?” Panggil Min Ah sambil mengetuk-ngetuk pintu rumah Jungkook dan akhirnya Jungkook keluar dari rumahnya.
“Ne, aku dirumah.” Jawab Jungkook.
“Jungkook, ayo kita bermain.” Ajak Min Ah.
“Ne, baiklah kalau begitu kita main di taman rumahku saja.” Bilang Jungkook.
                Lalu Min Ah menganggukan kepalanya dan Jimin Oppanya hanya diam terus menerus dan menggosok-gosokkan kedua tangannya.
*Setelah sampai di taman rumah Jungkook*
“Min Ah, kemarilah.” Panggil Jungkook.
“Jimin Oppa kajja.” Ajak dongsaengnya.
Setelah Min Ah dan Jimin mendekat ke Jungkook tiba-tiba Jimin batuk tepat didepan Jungkook.
“Oppa, kalau Oppa batuk jangan didepan orang lain. Arahkan kearah yang tidak ada orangnya!” Bilang Min Ah.
“Ne mianhae, Jungkook mianhae. Soalnya batukku tadi secara spontan jadinya aku tidak bisa…” Sebelum Jimin menyelesaikan perkataannya Jungkook…
“Ne, gwenchana.” Bilang Jungkook seketika setelah beberapa menit dari kejadian itu tiba-tiba Jungkook merasa tidak enak badan dan jatuh kebawah.
“Jungkook…. Kau tidak apa-apa?” Tanya Min Ah sambil mengoyang-goyangkan badan Jungkook.
“Jungkook Eomma, Jungkook Eomma…. Jungkook pingsan.” Panggil Jimin dan Jungkook Eomma datang lalu membawa Jungkook masuk kedalam.
***
“Eomma, oppa eodi?” Tanya Min Ah sewaktu di ruang makan.
“Oppamu sedang tidur. Dia merasa enggak enak badan, jadi dia butuh istirahat.” Jawab Eommanya.
“Oh, Eomma aku ingin bertanya?” Bilang Min Ah.
“Kau ingin bertanya apa anakku?” Tanya Eommanya.
“Eomma, kenapa ada orang yang badannya merasa tidak enak?” Tanya Min Ah.
“Mungkin dia sedang terkena penyakit atau sistem imunnya menurun.” Jelas Eommanya.
“Sistem imun? Mwoyo Eomma?” Tanya Min Ah lagi.
“Sistem kekebalan tubuhnya menurun jadi ibarat benteng yang sedang menjaganya sedang rusak jadi perlu diperbaiki lagi seperti Oppamu dengan caranya diberi obat lalu istirahat.” Jelas Eommanya.
“Tapi Eomma ini berbeda, kalau terserang penyakit itukan penyakitnya baru bereaksi beberapa jam kalau tidak beberapa hari setelah terkena penyakitnya itukan?” Tanya Min Ah.
“Ne, kamu benar.” Jawab Eommanya.
“Tapi ini setelah terkena penyakit langsung saja dia jatuh sakit, apakah itu tidak aneh Eomma?” Tanya Min Ah lagi.
“Mungkin saja kekebalan tubuhnya sangat menurun jadi dia gampang terkena penyakit, makannya kau harus bisa menjaga tubuhmu agar tidak terkena penyakit. Karna sehat itu sangat mahal dan sulit untuk dicari soalnya itu tidak dijual.” Jelas Eommanya sambil tertawa dan Min Ah juga ikut tertawa.
“Tapi kamu tumben bertanya seperti ini? Memang siapa yang sedang kau tanyakan itu? Oppamu?” Tanya Eommanya.
“Aniya Eomma bukan siapa-siapa.” Jawab Min Ah sambil tersipu malu. Lalu Eommanya mendekati Min Ah…
“Belajarlah dahulu dan janganlah cepat dewasa.” Bilang Eommanya sambil mengusap-usap rambut Min Ah.
***


To Be Continue…
Categories:

0 komentar:

Posting Komentar