Original story by Shyqilla Nabiila Daffa (SN.d)
FF ONESHOOT
Main cast :Kim Nam Joon (Rapmonster BTS), Seo Dana,
Kim Taehyung (BTS)
Genre : Frienship, hurt romance
Rating : Maybe teen
“Eomma sementara ini kita mau tinggal dimana?” Dana sambil
menarik tas kopernya.
“Sementara ini kau akan tinggal dirumah teman Eomma.” Dana
Eomma.
“Mwo? Bukankah itu merepotkan Eomma.” Dana.
“Aniya, dia malah menawari Eomma sendiri untuk tinggal
disana.” Dana Eomma.
“Shiro!! Kita cari tempat peginnapan saja Eomma.” Dana, lalu
Eommanya berhenti.
“Dana seharusnya kau itu bersyukur telah diberikan tempat
tinggal, masih untung teman Eomma ini menawari dan gratis jika tidak? Kalau kau
mau marah, marahlah saja kepada Appamu yang sudah menjual rumah kita karna
untuk membayar utang main judinya.” Jelas Eommanya, Dana hanya terdiam saja.
“Ne Eomma mianhae.” Dana.
“Ne gwenchana, tetapi sewaktu disana kau bisakan menahan
kebiasaanmu itu?” Dana Eomma.
“Ne Eomma aku akan menahannya agar tidak terjadi.” Dana.
“Nah kita sudah sampai.” Dana Eomma.
~Masuk kedalam rumah~
“Jinjja ini anakmu? Wah yeobo.” Teman Dana Eomma.
“Gamsahamnida Ahjumma.” Dana sambil tersenyum.
“Namamu siapa?” Teman Dana Eomma.
“Seo Dana Imnida.” Dana.
“Dan aku Park Nam Ya, teman ibumu.” Teman Dana Eomma.
“Oh, ya akan aku kenalkan dengan anakku. Kim Nam Joon,
kemarilah…” Panggil Eommanya. Dan Nam Joonpun menuruni anak tangga dirumahnya.
“Kenalkan ini anakku Kim Nam Joon.” Lalu Nam Joon
mengayunkan tangannya ke Dana sebagai tanda perkenalan. Setelah Dana juga
mengayunkan tangannya untuk berjabat tangan Nam Joon tersenyum dan terlihat
dipipinya ada sebuah lesung pipi yang membuat dia terlihat manis.
Seketika Dana bersin “Hsin, Hsin… Ah Mianhae.” Dana.
“Apa kau baik-baik saja?” Nam Joon.
“Ah, Ne. Hsin, Hsin…” Berulang kali Dana bersin.
“Apa anakmu baik-baik saja?” Tanya Nam Ya ibu Nam Joon
kepada ibu Dana.
“Oh, dia hanya bersin kalau melihat seorang namja yang
mempunyai lesung pipi. Dia tidak apa-apa kok.” Jelas Dana Eommanya. Lalu Nam
Joonpun tersenyum lagi.
“Hsin, Hsin… Bisakah kau Hsin.. Berhenti tersenyum Hsin…”
Dana sambil mengusap-usap hidungnya.
~Saat Makan malam~
“Danaya…” Panggil Nam Joon Eomma.
“Ne Ahjumma.” Dana sambil menoleh ke arahnya.
“Besok aku dan ibumu akan pergi keluar negri untuk mengurus
sesuatu disana selama 2 bulan, jadi kau dan Nam Joon hati-hati dirumah. Dan kau
Nam Joon jagalah Dana, Arra?” Nam Joon Eomma.
“Ne Eomma.” Nam Joon.
“Mwo?? Eomma kenapa Eomma tidak memberiku tahuku sebelumnya?
Bukankah itu snagat lama?” Dana.
“Nam Joon Eomma mengatakannya baru saja, sebelum makan mala
mini.” Dana Eomma, seketika Dana hanya terdiam saja.
~Seminggu kemudian.~
“Akhirnya selesai juga membersikan rumah ini. Biarpun bukan
rumahku aku akan tetap menjaganya agar bersih.” Dana, selesai membersihkan lalu
berjalan kearah Tv.
“Haish, Eomma dan Nam Ya Ahjumma sudah pergi. Jadi aku akan
tinggal dirumah ini dengan Nam Joon seorang. Haish membosankan.” Gerutu Dana
saat melihat acara Tv.
“Aish kenapa berisik sekali dihalam belakang rumah?” Lalu
Dana beranjak dan melihat kebelakang rumah Nam Joon.
“Mwo?? Apa-apaan ini?? Ya’ hancur semua, Ya’ berantakan
semuanya, Ya’ kotor lagi.” Teriak Dana, lalu Dana keluar dan mencari Nam Joon.
“Ya’ Nam Joonya neon eodiseyo?” Panggil Dana, Nam Joon tidak
bisa mendengarkannya karena suara music yang begitu kencang.
“Ya’ yeoja culun kau mau mencari siapa?” Tanya seorang yeoja
yang memakai bikini.
“Mwo?? Kenapa kau memakai pakaian seperti itu?” Dana.
“Memangnya salah?” Jawab yeoja yang memakai bikini itu.
Seketika dada Dana mulai sesak dan hampir sulit bernafas
tetapi dia tahan “Aku ingin mencari Kim Nam Joon, apa kau tahu?” Dana sambil
menapuk-napuk dadanya.
“Dia ada disana.” Jawab yeoja itu sambil menunjuk kearah Nam
Joon. Lalu Dana berjalan perlahan-lahan kearah Nam Joon.
Setelah sampai didekat Nam Joon,
seketika Dana memegang tangan Nam Joon dan terjatuh kebawah. Terkejutnya Nam
Joon.
“Ya’ Dana, neon gwenchana?” Nam Joon, Dana hanya
mendengarkan samar-samar saja.
Lalu dengan cepat Nam Joon mengangkat Dana dan membawanya
kedalam.
~Saat makan malam~
Dana duduk berhadapan dengan Nam
Joon dengan ekspresi yang sangat marah, sampai-sampai sendok yang ia pegang
akan bengkok. Sampai piring yang ia pegang akan pecah begitu saja.
“Ya’ jangan melihatku seperti itu.” Nam Joon.
“Wae? Apa maksudmu tadi?” Dana.
“Ne, Mianhae. Maafkanlah aku yang telah berbuat seperti itu
tadi.” Nam Joon.
“Apa sebegitu mudahnya kau tinggal mengucapkan kata-kata
maaf?” Dana.
Lalu Nam Joon berhenti mengambil makanan pada malam itu
“Sebenarnya apa masalahmu? Baru seminggu saja kau sudah seperti ini, sekarang
kau mau memaafkan aku atau tidak?” Nam Joon, lalu Nam Joon pergi begitu saja.
***
“Padahalkan aku cuman ingin mengobrol saja, habisnya tidak
ada topic pembicaraan.” Gerutu Dana pada malam hari itu sambil membawa beberapa
cemilan untuk persediaan makanannya.
“Ah aku akan duduk dulu disini. Aku lelah dengan semua ini.”
Dana, lalu Dana melihat-lihat keadaan sekitar tetapi ada seorang yang sedang
menundukkan wajahnya. Lalu karna Dana ingin tahu akhirnya Dana mendekatinya.
“Mwo? Kenapa kau menangis?” Dana yang langsung duduk
disamping seorang yang tidak ia kenal.
Lalu seorang itu menoleh kearah “Omo, Omo.. Kau namja? Wae
kau menangis?” Dana sok akrab.
“Siapa kau? Aku tidak mengenalmu.” Taehyung.
“Ah, Seo Dana Imnida. Panggil saja aku Dana. Ini pakailah
sapu tanganku, tidak usah dikembalikan juga tidak apa-apa. Pakailah.” Dana.
“Oh, Gumawo.” Taehyung.
“Apa kau lapar?” Dana, Taehyung menganggukan kepalanya dan
Dana tersenyum, lalu Dana mengambil sebuah cemilan yang baru ia beli tadi.
“Ini makanlah.” Dana.
“Oh, Gumawo. Kenapa kau sangat baik kepadaku? Kenal denganmu
saja aku tidak.” Taehyung.
“Ah, kata Eommaku kita harus baik, saling menolong dan
membantu kepada semua orang. Jika kita nanti dalam kesulitan suatu saat nanti
kita juga akan bibantu balik.” Dana.
“Dan kenapa kau malam-malam seperti ini menangis disini?
Kaukan namja seharusnya kau tidak menagis.” Tambah Dana.
“Aku baru saja putus dengan yeojaku, aku tidak tahu kenapa.
Aku melihatnya sedang berjalan dengan namja lain saat aku mengajaknya jalan
juga.” Taehyung.
“Dan sewaktu aku menanyakannya, dia malah menyakal dan
menggali semua kesalahanku. Lalu memintaku putus dengannya, padahal aku sangat
menyukainya.” Tambah Taehyung.
Lalu Dana memukul kepala Taehyung “Apa kau bodoh, jelas saja
yeoja itu tidak mau mengakuinya karna dia merasa bersalah. Dasar pabo.” Dana.
“Aish, Appo. Ne aku memang namja yang bodoh.” Taehyung. Lalu
Dana beranjak dan ingin pulang.
“Yasudah kau renungkanlah atau tidak kau lupakanlah semua
kejadian ini, apa kau lupa yeoja di korea ini dan didunia inikan tidak hanya
dia saja.” Dana lalu berjalan meninggalkan Taehyung.
“God,
siapa yeoja tadi. Apa tadi seorang malaikat yang kau kirimkan kepadaku? God,
jika iya aku mulai menyukainya.” Batin Taehyung.
~Keesokan harinya~
“Ya’ aku lelah, berjalan sampai kesekolah. Aish, kenapa sih
Eomma harus memindahkanku kesekolah yang sama seperti Nam Joon. Jarak dari
rumah inikan tambah jauh.” Gerutu Dana yang berjalan kaki.
“Dan menuju ke halte bus saja juga jauh, apalagi kalau
setiap hari aku naik bus uangku akan habis. Ya’ apa ini??” Dana.
“Hm, mianhae. Telah mengotori bajumu.” Nam Joon yang menaiki
montornya.
“Aish, Jinjja!! Jinjja…” Dana.
“Apa kau mau kesekolah denganku?” Nam Joon. Dana hanya
terdiam saja.
“A..aa.. Aku…” Dana.
“Ya, waktunya habis. Yasudah dulu.” Nam Joon mengegas
montornya.
“Ya’ namja gila!!!” Teriak Dana. Lalu ada seorang yang
menaiki sepeda yang memiliki tempat duduk 2 yang berhenti tepat disampingnya.
“Apa kau mau pergi kesekolah denganku?” Taehyung.
“Neon?? Bagaimana bisa kau tahu…” Dana kebingungan.
“Yaps, perkenalkan namaku Kim Taehyung. Dan aku tinggal
tepat didepan rumah namja itu.” Taehyung.
“Didepan rumah Nam Joon?” Dana, dan Taehyung menganggukan
kepalanya sambil tersenyum.
“Yasudah kau naiklah kita pergi bersama-sama.” Lalu Taehyung
menarik tangan Dana serta memakaikan helm sepeda ke Dana.
~Sewaktu disekolah~
“Dimana ruang kelasmu?” Taehyung yang terus mengikuti Dana.
“Hm, kita sampai. Kata Nam Joon Eomma kelasku sama seperti Nam
Joon, disini.” Dana. Lalu Dana masuk kedalam kelas bersama Taehyung.
“Jinjja?? Ini kelasmu Dana?” Taehyung, Dana menganggukkan
kepalanya.
“Ini juga kelasku, jika kau mau kita bisa berangkat dan
pulang bersama setiap hari.” Tawar Taehyung.
“Apa itu tidak merepotkanmu?” Dana.
“Aniya, dimana tempat dudukmu? Wah, pasti disini
dibelakangku.” Taehyung.
Nam Joon yang mendengar hal itu
merasa tidak suka dan hanya cemberut lalu memsang muka bosan.
“Oh, Nam Joon kau berada disampingku?” Dana.
“Ne.” Nam Joon sambil tersenyum yang melihatkan lesung
pipinya.
“Hsin,, Hsin… Kenapa kau Hsin,, Hsin.. lakukan itu? Hsin..”
Dana.
“Kenapa kau Dana?” Taehyung menghampiri Dana.
“Apa kau baik, baik saja?” Taehyung.
“Hsin,, Ne. Nae Hsinn gwenchana.” Dana.
“Cobalah kau menutup lubang hidungmu dengan satu jarimu, itu
akan menghilangkan bersinnya.” Taehyung. Lalu Dana mengikuti apa yang dikatakan
Taehyung.
“Oh, bersinnya hilang. Gumawo.” Dana. Taehyung tersenyum.
~1 bulan kemudian~
Hujanpun turun begitu deras, Dana
yang menunggu diidepan rumah khawatir karna Nam Joon belum juga pulang. Dan
beberapa menit kemudian Nam Joon pulang dengan menaiki montornya yang basah
kuyub.
“Neon gwenchana?” Dana.
“Minggirlah dari hadapanku.” Nam Joon yang terus saja
berjalan. Semua itu terlihat jelas dari jendela kamar Taehyung. Taehyung terus
saja melihat.
“Biarkan aku membawa tasmu.” Lalu Dana memegang tas Nam Joon.
“Shiro!! Sebenarnya kau ingin apa?” Nam Joon. Sambil
melepaskan tangan Dana yang begitu kencang dan terjatuhlah Dana. Taehyung yang
melihat itu sebenarnya mau menolongnya tapi dia menahannya.
Lalu Nam Joonpun masuk kedalam
rumah. Malam harinya Nam Joonpun demam tinggi dan Dana mengkompresnya agar
demam turun.
“Apa kau tidak mempunyai obat penurun demam?” Dana, Nam Joon
hanya terdiam.
Lalu Dana keluar dari rumah,
diluar hujan sangat lebat. Dana tidak membawa payung maupun Jas hujan. Karna
hanya ingin membeli obat untuk Nam Joon. Dan setelah pulang membawa obat dengan
basah kuyub Dana terkejut ada seorang yeoja yang menemani Nam Joon dikamarnya.
“Oh, kau Dana? Gumawo sudah menjaga Nam Joon. Perkenalkan
aku yeojanya Jung Min A.” Perkenalan Min A kepada Dana sambil tersenyum.
Lalu Dana hanya terdiam dan
berjalan mendekat sambil memberikan obat kepada Nam Joon tanpa mengeluarkan
sepatah kata apapun.
~Keesokan harinya~
Nam Joon berjalan mencari Dana
dan teryata Dana berada didapur sedang memasak sebuah makanan.
“Biar Nam Joon cepat sembuh akan aku buatkan bubur
untuknya.” Dana.
Nam Joon sembunyi dibalik tembok dan sambil melihatnya “Aku
tidak tahu, apa dia pura-pura bodoh atau memang benar-benar bodoh sudah 1 bulan
aku selalu menyia-nyiakannya, memarahinya, membuat dia selalu bersin tetapi dia
malah merawatku dan tidak membenciku sama sekali.” Batin Nam Joon.
“Ahirnya sudah jadi. Aku akan membangunkan Nam Joon, mungkin
dia sudah sembuh.” Dana, lalu Dana berjalan kekamar Nam Joon tapi sebelum
sampai kekamar Nam Joon. Bel rumah berbunyi.
“Oh, siapa pagi-pagi seperti ini bertamu?” Dana. Lalu Dana
menuju ke pintu depan dan…
“Taehyung….?? Kenapa pagi-pagi seperti ini kau kesini?”
Dana.
“Hm, aku ingin bermain saja kesini. Mumpung hari liburkan?”
Taehyung. Lalu mereka berdua masuk dan terlihat Nam Joon sudah duduk dimeja
makan.
“Oh, Nam Joon kau sudah duduk disitu. Yasudah jadi aku tidak
jadi ke kamarmu.” Dana.
“Ya’, kau siapa memperbolehkan seseorang masuk begitu saja
ke dalam rumah. Kaukan bukan pemilik rumah seharusnya kau izin dahulu
kepadaku.” Nam Joon.
“Ah, sudahlah Nam Joon aku yang sebenarnya memaksa ingin
masuk.” Taehyung.
“Dana bolehkah aku ikut makan ini.” Tambah Taehyung. Dana menganggukan
kepalanya dan mereka semua memakan bubur dipagi hari itu.
“Daebak, bisakah kau mengajariku. Bubur ini sangat enak.”
Taehyung.
“Jinjja? Apa benar enak? Ne, aku akan mengajarimu.” Dana
sambil tersenyum.
“Hm, bubur ini lumayan.” Sela Nam Joon.
“Mwo?? Oh, gumawo. Saran dan kritik seperti apapun akan aku
terima.” Dana sambil tersenyum manis ke Nam Joon. Dan itu membuat Nam Joonm
tersipu dan…
“Oh, kenapa bubur ini jadi sangat enak?” Nam Joon.
“Mwo?? Apa kau mau lagi aku akan mengambilkannya.” Dana, Nam
Joon memakannya dengan lahap karna tersipu malu dengan Dana.
~Minggu terakhir~
“Taehyunga…” Panggil Dana sewaktu duduk disamping Taehyung
ditaman rumah Nam Joon.
“Ne.” Taehyung menoleh kearah Dana.
“Aku menyukai seseorang.” Dana.
“Jinjja?? Nuguyo?” Taehyung.
“Kim Nam Joon.” Dana sambil menyandarkan kepalanya kepundak
Taehyung.
“Oh, apa kau berani menyatakan isi hatimu ke Nam Joon.”
Taehyung.
“Molla.” Dana sambil tersenyum,Nam Joon yang melihat berdua
seperti itu malah tidak menghiraukannya.
~2 bulan kemudian~
“Danaya…” Panggil Eommanya.
“Mwo?? Eomma benarkah kau itu?” Lalu Dana memeluk Eommanya
dan duduk diruang keluarga.
“Dana, Eommamu telah membeli rumah diseoul sana.” Bilang Nam
Joon Eomma.
“Mwo??” Dana terkejut.
“Ne, kan kau pernah bilang bukankah disini akan merepotkan Nam
Joon Eomma dan Nam Joon bila lama-lama disini? Dan kau juga bilang menyewa
tempat penginapan saja dan sekarang aku telah membeli sebuah rumah.” Dana
Eomma.
“Tapi Eomma…” Dana.
“Yasudah Eomma dan Nam Joon Eomma capek, kau cepatlah kemasi
barang-barangmu mulai besok kita pindah kesana.” Eommanya.
“Mwo Eomma?? Beso?? Apa kau tidak salah?” Dana terkejut.
“Iya, cepatlah kau pindah dari sini. Selama ini kaukan
selalu merepotkan aku.” Nam Joon.
~Malam harinya~
Dana duduk di sebuah taman tepat
pertama kali dia bertemu Taehyung. Seketika air mata Dana mengalir begitu saja
tanpa henti, kebetulan Taehyung pada malam hari itu juga melihat seseorang
sedang menangis seperti dirinya dulu. Lalu Taehyung mendekatinya.
“Dana, apa kau baik-baik saja?” Taehyung, Dana
menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Taehyung, besok aku akan pindah ke seoul. Jadi besok aku
sudah tidak bisa bertemu denganmu dan Nam Joon.” Dana.
“Mwo?? Tapi bagaimana bisa??” Taehyung bingung.
“Eommaku sudah membeli rumah disana, Taehyung bagaimana ini
aku sudah terlanjur nyaman dirumah itu, nyaman berteman denganmu dan aku telah
nyaman bila didekat Nam Joon. Jadi aku tidak bisa meninggalkannya.” Dana.
“Tenangkanlah dirimu Dana, lalu sekarang apa yang kau ingin
lakukan?” Taehyung.
“Molla…” Dana sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dan
mengusap air matanya.
“Dana sebenarnya aku menyukaimu saat pertama kali kau
bertemu denganku disini, tapi aku terus saja memendamnya karna kau mengatakan
padaku kalau menyukai Nam Joon. Jadi sebenarnya aku tidak mau mengatakan hal
ini, aku tahu sebenarnya Nam Joon adalah namja yang baik hanya luarnya saja dia
seperti itu jadi lebih baik aku memendam perasaanku demi kebahagianmu Dana.”
Taehyung.
Seketika Dana berhenti mengusap air mata yang jatuh dari
matanya dan menoleh ke Taehyung.
“Taehyung, mianhae karna aku tidak menyadarinya.” Dana.
“Ne gwenchana.” Taehyung sambil menundukkan kepalanya. Lalu
Dana memeluk Taehyung sambil berkata…
“Gumawo Taehyung telah menyukaiku selama ini, dan maafkanlah
aku karna aku tidak menyadarinya. Kau adalah teman namjaku yang sangat baik,
aku sanagat beruntung mempunyai teman sepertimu. Maafkanlah aku juga karna kau
telah memendam perasaanmu dan membuatmu sakit hati, kalau begitu aku akan tetap
menyukai Nam Joon dan tidak akan menyia-nyiakan perjuanganmu selama ini
Taehyung.” Dana sambil melepaskan pelukannya.
~Sementara itu…~
“Kenapa
denganku ini? Seketika Dana akan pindah dari rumah ini aku merasa kehilangan
sesuatu. Apa ada yang salah?” Batin Nam Joon
Lalu Nam Joon mencoba untuk
mengatur pernafasannya dan berdiam diri.
“Kenapa
denganku ini? Perasaanku masih tetap saja.” Gerutu Nam Joon.
~Keesokan harinya~
“Eomma akan ergi dahulu, jika kau masih ingin bermain
disini. Bermainlah.” Eommanya.
“Tapi sore nanti kau pulanglah, aku sudah menuliskan alamat
rumahnya.” Tambah Eommanya dan Dana hanya menundukkan kepalanya sambil
mengemasi barangnya.
Setelah megemasi barangnya Dana
pergi ke rumah Taehyung untuk pamit pulang.
“Taehyung jika suatu saat nanti aku masih tetap saja tidak
bisa mendapatkan hati Nam Joon, tolong maafkanlah aku.” Dana, Taehyung mencoba
menahan air matanya.
“Dan tolong juga maafkanlah aku karna tidak bisa mendapatkan
hati Nam Joon, pengorbananmu menjadi sia-sia saja.” Tambah Dana. Lalu Dana
membalikkan badannya dan berjalan untuk kembali ke rumah Nam Joon untuk
mengambil barangnya.
“Dana….” Panggil Taehyung. Lalu Dana membalikkan badannya.
“Dana kau adalah teman yeojaku yang sangat cantik, pintar
dan baik. Aku tidak akan melupakanmu. Kapan-kapan kau datanglah kerumahku.”
Tahyung sambil mengusap air matanya dan melambaikan tangannya. Dan Dana tersenyum lalu Dana melanjutkan
jalannya.
***
*TOK,TOK,TOK…* “Apa aku boleh masuk?” Dana.
“Masuklah.” Nam Joon.
“Nam Joon, selamat tinggal. Mungkin aku tidak akan
merepotkanmu lagi dan jagalah dirimu, dan aku kesini ingin memberikanmu ini.
Tolong jangan dibuka sampai aku keluar dari rumahmu. Yasudah, selamat tinggal Nam
Joon. Senang mempunyai teman sepertimu.” Lalu Dana berjalan meninggalkan Nam
Joon.
Setelah Dana keluar dari rumahnya
Nam Joon…
“Mwo?? Apa ini?” Nam Joon terus saja melihat benda yang
diberikan Dana kepadanya.
“Kotak music? Tapi ini seperti perekam suara.” Lalu Nam Joon
menekan sebuah tombol untuk menyalakan benda yang diberikan Dana kepadanya.
“Nam Joon gumawo selama ini kau telah menerimaku dan Eommaku
dirumahmu. Meskipun aku telah banyak merepotkanmu selama ini. Nam Joon
sebenarnya aku tidak mau pindah dari rumahmu karna aku sudah terlalu nyaman
disini dan begitu nyaman bila dekat denganmu. Entah mulai kapan aku mulai menyukaimu
sebenarnya aku ingin menyatakan perasaanku kepadamu tetapi sejak ada seorang
yeoja yang bersamu itu, jadi aku menahan semua peasaanku dan memilih untuk
memendamnya saja. Biarpun kau selalu meyia-nyiakanku, memarahiku membuat aku
bersin tetapi aku tidak merasa benci kepadamu itu malah membuatku semakin dekan
denganmu Nam Joon. Gumawo Nam Joon aku sangat beruntung bisa berkenalan
denganmu. Selamat tinggal Nam Joon mungkin suatu saat nanti aku bisa bertemu
lagi denganmu. Saranghae Nam Joon.”
Akhir dari rekaman yang dibuat
Dana untuk Nam Joon, seketika Nam Joon merasa bersalah dengan semua
perbuatannya keapada Dana. Lalu Nam Joon beranjak dari tempat tidurnya dan
berlari mencari Dana.
***
“Danaya…!!!!” Panggil Nam Joon, lalu Dana membalikkan
badannya.
Lalu Nam Joon mengatur nafasnya “Kenapa kau lakukan semua
ini?” Nam Joon.
“Kenapa kau tidak menyatakannya saja didepanku? Kenapa kau
baru menyatakannya sekarang? Apa kau mau membuatku merasa bersalah dan
kehilanganmu?” Nam Joon.
“Dan apa itu, beruntung bisa berkenalan denganku? Suatu saat
nanti bisa bertemu denganmu lagi? Apa itu ucapan selamat tinggal yang baik?” Nam
Joon.
“Sebenarnya apa yang kau katakan?” Dana.
“Aku juga menyukaimu Dana.” Nam Joon. Seketika Dana
membulatkan matanya menandakan tidak percaya akan yang didegarnya.
“Aku benar-benar menyukaimu Dana, maafkanlah aku yang selalu
melakukan hal yang tidak baik kepadamu. Aku melakukan itu karna aku merasakan
kesepian selama ini, jadi dengan adanya kau ada seseorang teman yang membuat
kesepian yang aku derita selama ini hilang.” Nam Joon. Lalu Nam Joon memeluk
Dana dengan tiba-tiba.
“Jadi kumohon jangan tinggalkan aku Dana, kumohon jangan
hilangankan perasaanmu kepadaku. Karna aku sekarang telah menyukaimu,
maafkanlah aku telah membuatmu seperti ini. Aku janji tidak akan melakukan hal
ini kepadamu lagi.” Nam Joon.
“Lalu bagaimana dengan yeojamu itu.” Dana.
“Sebenarnya dia bukan yeojaku, dia hanyalah orang yang
selalu mengaku-ngaku menjadi yeojaku.” Nam Joon.
“Nam
Joon aku sangat beruntung bisa mengenalmu.”
Seo Dana.
The
End.







.jpg)
0 komentar:
Posting Komentar