Minggu, 20 Desember 2015

Love is Hurt

Original story by Shyqilla Nabiila Daffa (SN.d)
FF ONESHOOT
Main cast : Junhoe (Ikon)  a.k.a Park Myu Li, Wonhoe (MONSTA X) a.k.a Jung Sa Ka, Seo Dana, Krystal Jung (f(x)) a.k.a Hyo So Ta
Genre : Frienship, Hurt romance
Rating : Maybe teen
(INSPIRED BY SND STORY)
Hai namaku Seo Dana, umurku 15 tahun dan sekarang aku duduk dikelas 1 SMA. Hah masa SMA adalah masa yang sangat melelahkan, kelas 1 SMA merupakan masa beradaptasi dari itulah takdirku mulai berjalan.
Akupun diterima di kelas 1 Science 6, kesan awal aku masuk dikelas itu sangatlah buruk bahkan aku mulai berpikir bahwa kelas itu adalah kelas kutukan. Tetapi aku berusaha beradaptasi seperti banyak orang lainnya karena selama 3 tahun kelas tidak akan berubah-ubah.
Kegiatan mengajarpun sudah mulai aktif, tetapi setiap kelas kami mengadakan ujian harian hanya kelas 1 Science 6lah yang paling jelek. Kelaskulah yang selalu mendapat cemoohan dari sana sini termasuk guru-gurupun juga membenci kelasku.
Akupun juga merasa tertekan disana, teman-temanpun hah aku merasa tidak nyaman dengan mereka. Akupun seperti ingin menyendiri jika bertemu dengan mereka. Tetapi semakin lama aku mulai nyaman entah sejak kapan aku mulai nyaman mempunyai kelas seperti ini.
Hari-haripun telah aku lewati berawal dari tertekan menjadi nyaman, tetapi suatu ketika perasaanku tertarik kepada sesuatu. Hal ini aneh entak sejak kapan perasaanku ini timbul, setiap hari aku selalu memikirkan hal ini. Lalu aku menyimpulkan bahwa aku menyukai seseorang.
~4 Bulan kemudian~
Setelah kami bersama, kamipun seperti keluarga besar. Suatu hari kemudian sekolah mengadakan kegiatan bersih kelas. Lalu kelas 1 Science 6pun sangat berantusias dengan hal itu dan seakan tidak ingin kalah.
“Oke kelas kita sudah bersih sekarang.” Hyo So Ta.
“Ne kelas kita telah bersih.” Dana.
Hyo So Ta dia adalah teman dekatku, ia adalah temanku sejak aku duduk dikelas 1 SMP dan sekarang kami bertemu lagi lalu menjadi sahabat yang sangat dekat bahkan dia adalah sahabat pertamaku yang mengetahui bahwa aku menyukai seseorang bahkan orang lain saja tidak mengetahuinya.
Tiba-tiba Sunbae kamipun datang dan langsung mengambil mading yang berada dikelas kami, akhirnya kelas kamipun menjadi kotor lagi disaat penilaian kelaspun dimulai. Kamipun merasa kecewa akan hal ini, kami sudah bekerja keras sampai waktu istirahat kamipun tersita untuk hal ini tetapi apa akhirnya yang kami dapat?
“Dasar pecundang!” So Ta.
“Apa mereka sengaja agar kelas kita menjadi kotor saat penilaian?” Dana.
“Sudahlah, tidak usah dipikirkan. Kajja kita bekerja lagi untuk membuat mading yang lebih bagus.” Park Myu Li.
Park Myu Li dia adalah namja chinguku tepatnya dia adalah sahabatku yang kedua, hah dia sangat tolol, konyol dan idiot tapi disisi lain dia adalah sahabat yang membuatku nyaman. Kami bersahabat sewaktu kami masuk di kelas 1 Science 6 ini.
“Tapi kelas kita sudah kotor saat penilaian!” So Ta.
“Bukankah penilaian kebersihan kelas itu dilakukan secara berkala? Jadi tenanglah kita bisa melakukan bersih-bersih lagi untuk penilaian yang akan datang.” Sela Jung Sa Ka.
Dan Jung Sa Ka dia adalah namja chinguku yang terakhir, dia adalah tukang nasihat. Sewaktu kami ber-4 kumpul kami selalu diberi nasihat oleh dia, ia bagaikan Appa di dalam persahabatan kami. Lalu kami bersahabat juga sewaktu masuk di kelas 1 Science 6 ini.
~Seminggu kemudian~
“Hah aku lelah banyak tugas sewaktu SMA ini beda dengan SMP!” So Ta.
“Ne kau benar, banyak tugas aku sangat lelah ditambah lagi dengan proyek kelas kita yang belum selesai.” Dana.
“Hya’ aku lelah!” Danapun yang mulai berkaca-kaca.
“Bukan hanya kau saja yang lelah kita semua juga lelah dengan semua ini!” So Ta.
Sunshiniempun datang “Hm, kalian sedang membuat mading kelas?” Sunshiniem.
“Oh ya maaf sebelumnya sehubung dengan kegiatan bersih kelas, sekolah kita juga ada kegiatan penghijauan setiap kelas jadi setiap kelas harus mempunyai taman di didepan maupun belakang kelas mereka.” Sunshiniem.
***
“Shitt, ini benar benar membuatku kesal!” So Ta.
“Hah aku lelah! Sekarang sudah ada proyek lagi! Bahkan mading kita belum selesai!” Dana.
“Sekarang kita bagi saja, ada proyek mading dan proyek penghijauan kelas. Jadi biar kita tidak kerja 2 kali, kita bagi menjadi 2 kelompok ada kelompok mading dan kelompok penghijauan.” Myu Li.
Akhirnya pembagian kelompokpun telah selesai, aku menjadi satu kelompok dengan Myu Li dan So Ta menjadi satu kelompok dengan Sa Ka.
Selama hampir 1 bulan kelompok mading bekerjakeras sama halnya dengan kelompok penghijauan kelas juga bekerja untuk taman kelas. Pada akhirnya mading kelaspun telah selasai dan kerjakeras kamipun tidak sia-sia selama ini.
Sebagian dari kelompok madingpun berinisiatif untuk membantu kelompok penghijauan kelas termasuk aku dan Myu Li.
***
“Danaya mianhae…” So Ta.
“Mwo? Mianhae? Wae?” Dana.
“Sepertinya Myu Li mengetahui percakapanku denganmu yang berada di pesan singkat diponselku.” So Ta.
“Mwo? Bagaimana bisa seperti itu?” Dana.
“Sewaktu tadi aku kerumah Myu Li, dia dengan iseng membuka buka ponselku.” So Ta.
“Seharusnya jika kau tahu kalau itu penting, kau seharusnya memberi sandi pada ponselmu! Seperti ini siapa yang arus disalahkan! Kau ini bagaimana?” Dana.
“Mianhae Danaya.. Au sudah memberi pola pada ponselku!” So Ta.
“Apa kau tahu lebih aman kau memberi sandi berupa huruf atau angka.” Dana.
 “Kau tahu! Kau adalah temanku yang pertama mengetahui kalau aku menyukai dia dan kau juga tahu kalau Myu Li tidak dapat dipercaya dan kau juga tahu kalau orang yang aku sukai itu dekat dengannya!”  Tambah Dana.
So Tapun hanya terdiam.
“Danaya kami datang” Myu Li. Yang langsung duduk dengan Sa Ka.
“Oh ternyata ini rumahmu Dana.” Sa Ka.
Akupun hanya terdiam, aku hanya takut jika suatu saat nanti Myu Li memberitahu yang sebenarnya.
“Myu Li kenapa kau membuka ponselku tadi? Apa kau membuka pesan singkatku dengan Dana?” So Ta.
“Ne aku membukanya.” Myu Li.
“Wae?!” Dana.
“Karena aku hanya ingin tahu saja!” Myu Li.
“Hya’ kalian berisik sekali, sebenarnya kalian ber-3 ini sedan membicarakan apa sih?” Sa Ka.
“Hm, tadi sewaktu kau mandi aku membuka ponsel So Ta dan melihat percakapan singkat antara So Ta dan Dana bahwa…” Myu Li.
“Aniya! Bisa tidak kau ini diam! Kenapa kau selalu mengatakan hal tidak penting seperti ini?” So Ta.
Akupun hanya terdiam saja yang melihat So Ta marah kepada Myu Li.
 “Oh jadi maksudnya kau… OMG! Jadi kau menyuruh kita pulang lewat Jalan Pakty itu karna itu! OMG ya ampun kalian sama-sama…” Myu Li.
“Hya’ sekarang kalian bermain rahasia dibelakangku? Ne? Cepat katakana apa isi percakapan itu!” Sa Ka.
“Aniya bukan apa-apa, apa itu sangat penting bagimu?” Dana.
“Hm, tidak terlalu.” Sa Ka.
~Keesokan harinya~
Bel pulang sekolahpun telah berbunyi kamipun telah bersiap-siap untuk kembali mengerjakan proyek kelas kami. Aku, Myu Li, So Ta dan Sa Ka lalu ditambah teman lainnya pergi ke Busan untuk membeli bunga hias.
Akupun mulai gelisah, aku bingung, takut dan ingin marah semua perasaa itu tercampur jadi satu lalu membuat diam. Sa Kapun mulai bingung dengan tingkah anehku ini. Kamipun telah selesai membeli bunga, sewaktu pulang hujan deras mengguyur kami dan kamipun berpisah dimana Saka dan So Ta bersama sedangkan aku bersama dengan teman yeojaku yang lain.
Akhirnya aku kembali kerumah Myu Li untuk berteduh, akupun mempunyai pikiran mungkin mereka sudah sampai disana. Lalu beberapa menit kemudian aku telah sampai disana tetapi So Ta, Sa Ka dan Myu Li belum juga datang lalu aku berinisiatif untuk pergi kesekolah mungkin mereka pergi kesana untuk menaruh bunga yang telah kita beli tadi. Tapi setelah aku pergi ke sekolah, sepi tak ada seorangpun yang berada dikelas kami.
Akupun kembali kerumah Myu Li lagi tetapi tetap saja ketiga sahabatku itu tak juga datang, akupun putus asa. Aku khawatir bagaimana jika terjadi sesuatu aku merasa bersalah dengan semua ini akhirnya akupun duduk jongkok didepan rumah Myu Li menunggu mereka datang.
Yeoja chinguku berulang kali mengatakan “Danaya berteduhlah hujan sangat deras!” Tetapi aku tidak menghiraukannya. Lalu ia juga megatakan “Danaya apa kau lapar aku ingin memakan sesuatu?” Tetapi aku menolaknya dan aku menyuruhnya balik untuk makan dan tidak usah menghiraukanku.
Detik, menit telah aku lalui sampai akhirnya Myu Li datang dan memberi tahu kalau motor yang dinaiki Sa Ka dan So Ta bocor. Akupun degan cepat mengikuti Myu Li dari belakang dan sampailah.
“Myu Li dimana Sa Ka dan So Ta?” Dana.
“Kajja, Tarrawa.” Myu Li.
Berhentilah didepan toko ramyeon, akupun berjalan mendahului Myu Li lalu langkahku terhenti seketika melihat Sa Ka dan So Ta duduk berdua bersampingan sedang memakan ramyeon berdua. Merekapun terkejut lalu aku langsung duduk didepan toko ramyeon itu.
Diantara kesal dan marah, aku telah memikirkan hal negatif tentang mereka bertiga bagaimana jika mereka ber-3 terjadi sesuatu lalu aku sudah basah kuyub seperti ini dan ini yang aku lihat?
“Danaya kajja kita makan ramyeon!” So Ta.
“Aniya, kau makanlah saja! Aku susdah kenyang!” Dana.
“Palliwa! Kajja bogo.” So Ta.
Sa Kapun datang dan menghampiri kami berdua.
“Ada apa? Kenapa kau tidak mau makan?” Sa Ka.
“Aniya! Gwenchana kau makanlah saja!” Dana.
“Kajja bogo, jika kau tidak makan . Kami juga tidak makan!” Sa Ka.
Dengan terpaksa aku mengikuti kemauan mereka berdua.
***
“Danaya kau goncengan saja dengan Sa Ka!” So Ta.
“Mwoya? Aniya kau saja So Ta setelah ini aku ingin cepat-cepat pulang.” Dana.
“Aniya! Bukankah kita masih akan kerumahnya Myu Li? Jadi kau goncengan dulu saja dengan Sa Ka.” So Ta.
Akhirnya akupun pergi kerumah Myu Li dengan Sa Ka sedangkan So Ta dengan yeoja chinguku yang lainnya, aku sudah tahu jalan pikir bocah itu. Dasar licik kau So Ta!
~Saat diperjalanan~
Montor yang kunaiki dengan Sa Kapun lama kelamaan kecepatan menjadi lambat sedangkan So Ta sudah melewati kami terlebih dahulu. Suasanapun menjadi hening tak ada satupun yang memulai percakapan disepanjang perjalanan kami berdua hanya terdiam ditambah cuaca yang mendung seperti ini, hah aku benci suasana seperti ini.
“Hm, Danaya sebenarnya isi percakapan yang berada diponsel So Ta apa sih?” Sa Ka.
“Memangnya kenapa? Sejak kemaren kau merasa ingin tahu saja.” Dana.
“Aniya, tak apa-apa. Tapi disini kalian ber-3 menyembunyikan sesuatu dariku.” Sa Ka.
“Aniya, kami ber-3 tidak menyembunyikan sesuatu darimu. Aku hanya curhat tentang seseorang yang aku sukai saja kepada So Ta, So Ta malah menjadi pedengarku.” Dana.
Sa Kapun hanya terdiam dan terus fokus kedepan.
~Keesokan harinya~
“Hah aku lelah setiap hari kita harus bersih-bersih kelas saja!” So Ta sambil mengelap kaca jendela kelas.
“Ne.” Dana yang sambil duduk karna lelah.
Sa Kapun datang dan berdiri tidak jauh dari So Ta, entah berawal dari mana percakapan ke-3 sahabat itu dimulai lalu…
“Hm, aku ingin mempunyai seorang yeoja yang tinggi lebih dari aku, mempunyai hidung mancung. Agar bisa memperbaiki keturunanku.” Sa Ka.
“Apa kau ini ngelindur? Kau ini sedang berbicara apa?” Dana.
“Lebih baik kau membantu kami daripada ngoceh tidak berguna seperti itu!” So Ta.
“Chakkaman Sa Ka bilang, dia ingin mempunyai yeoja yang tinggi lebih darinya, mempunyai hidung mancung. Agar bisa memperbaiki keturunanya. Lalu tempo hari yang lalu Myu Li bilang Sa Ka mengajaknya pulang lewat jalan Pakty saja. Bukankah itu semua menuju kearah So Ta, apa Sa Ka selama ini menyukai So Ta?” Batin Dana.
“Danaya kau ini kenapa?” So Ta.
“Aniya, hah aku ingin masuk kekelas saja disini panas!”  Dana.
~Seminggu kemudian~
“So Ta jalan menuju rumahmu sangat mengerikan! Gelap! Huh horror!” Dana.
“Hah itu biasa daripada jalan menuju ruma Don Ma. Huh itu malah horror disana tak ada lampu satupun dan disana katanya juga angker.” Myu Li.
“Jinjja?” Dana.
“Ne. Apa kau tidak percaya?” Myu Li.
“Aniya.” Dana.
“Kalau begitu kapan-kapan kita kesana.” Sa Ka yang menyela pembicara.
“Kau ini sukanya menyela saja!” So Ta.
“Myu Li tolong antarkanku fotocopy ini, aku belum dapat tugas ini.” Dana.
“Kajja kita berangkat!” Myu Li.
***
~Diperjalanan~
“Danaya sebelumnya, hm mianhae. Selama ini aku salah presepsi aku kira So Talah yang menyukai Sa Ka tetapi selama ini kaulah yang menyukai Sa Ka. Mianhae Danaya!” Myu Li.
“Mwo? Mwoya? Kau ini berbicara apa Myu Li?” Dana.
“Aku berbicara yang sebenarnya disini! Aku sudah terlanjur bilang kepada Sa Ka kalau So Ta juga menyukainya padahal yang sebenarnya So Ta tidak menyukainya dan disisi lain Sa Ka sudah nyaman menpunyai chingu seperti So Ta jadi ia juga menyukai So Ta.” Myu Li.
“Apa So Ta juga sudah megetahui kalau  Sa Ka menyukainya?” Dana.
“So Ta sudah mengetahuinya Dana.” Myu Li.
“Kalau So Ta sudah mengetahuinya seharusnya So Ta memberitahuku agar aku tidak menyukai Sa Ka!” Dana.
“Mungkin dia menjaga perasaanmu Danaya.” Myu Li
“Tapi dia seharusnya  juga memikirkan perasaanku, seperti ini aku terlanjur menyukai Sa Ka. Seharusnya So Ta memberitahuku lalu aku tidak akan pernah menyukai Sa Ka sampai saat ini!” Dana.
***
“Eotthokae? Apa kau sudah fotocopy?” So Ta.
“Fotocopy tutup malam ini.” Myu Li.
“Danaya tolong kau setel lagu Day6 – Congratulation.” Sa Ka.
“Males!” Dana. Sa Kapun langsung terdiam.
“So Ta jam berapa sekarang?” Dana.
“Jam 08.30pm, memang kenapa?” So Ta.
“Aku ingin pulang sekarang!” Dana.
“Danaya kenapa kau cepat-cepat pulang?” So Ta.
“Sa Ka antarlah Dana pulang!” Tambah So Ta.
“Aniya aku bisa pulang sendiri!” Dana.
Akupun membereskan barang-barangku dan segera berpamitan pulang, setelah itu aku pulang dengan menaiki montor. Kecepatan montorku ku pertambah dan terus ku tambah lagi aku bingung dengan semua alur cerita ini jadi selama ini Sa Ka menyukai temanku sendiri.
Air mataku menetes disaat aku mengendarai montor, kenapa aku harus menangis disaat seperti ini? Kenapa aku harus mengeluarkan air mata untuk namja seperti dia? Bukankah ini percuma saja?
Setelah sampai rumah aku mengunci diriku didalam kamar, aku masih mengingat semua perkataan Myu Li bahwa Sa Ka sebenarnya menyukai So Ta. Air mataku mulai menetes lagi, serasa aku ingin menjerit dan mengatakan kepada dunia kenapa semua ini terjadi kepadaku?
Mataku seakan-akan rabun tidak bisa melihat, akupun masih menangis aku memutuskan menelphone yeoja chinguku yang lain. Ya Eun Ri Ah dia cukup dekat denganku.
“Yeoboseyo, Eun Ri jadi selama ini semua yang aku fikirkan teryata itu benar.” Dana.
“Mwo? Benar bagaimana maksudmu?” Eun Ri.
“Selama ini Sa Ka menyukai So Ta, aku sudah mempunyai fikiran kalau Sa Ka sebenarnya menyukai So Ta dari sewaktu Myu Li salah bilang kalau Sa Ka ingin pulang lewat jalan Pakty saja, kau tahu kalau jalan Pakty itu jalan menuju rumah So Ta. Lalu Sa Ka juga pernah bilang kalau dia ingin mempunyai yeoja yang tinggi lebih dari dia, mempunyai hidung mancung. Agar bisa memperbaiki keturunannya, bukankah itu sagat menuju ke So Ta. Dan dia juga pernah bertanya kepadaku apakah So Ta masih menyukai Sunbae kita itu.” Dana.
“Mwoya? Aniya, pasti kau bercanda tidak mungkin Sa Ka menyukai So Ta!” Eun Ri.
“Aku berbicara yang sebenarnya Eun Ri-ya, aku harus bagaimana sekarang? Kenapa semua ini malah seperti ini? Aku lelah Eun Ri kenapa Sa Ka harus menyukai So Ta temanku sendiri?” Dana.
“Hm, bagaiamana ini Dana? Aku juga tidak tahu harus bagaimana, aku juga bingung dan aku masih tidak percaya dengan semua ini. Aku tidak bisa memberi saran kepadamu Dana.” Eun Ri.
“Tapi sebaiknya kau tetaplah tabah dan menerima semua ini, lalu esok mulailah hari dari awal anggaplah semua ini tidak pernah terjadi.” Tambah Eun Ri.
~Keesokan harinya~
Akupun bergegas untuk pergi kesekolah. Hah, seakan aku tidak ingin hari ini terjadi. Aku ingin terus tertidur lelap dan tidak ingin bertemu dengan Sa Ka, semua moodku mulai down dan aku hanya ingin sendiri.
“Danaya!” Panggil So Ta. Akupun hanya terdiam, semua ini membuatku malas dan tidak ingin berinteraksi dengan seseorang bahkan siapapun itu.
“Danaya sebenarnya ada apa? Katakan padaku.” So Ta.
“So Ta apa kau sudah tau kalau Sa Ka sebenarnya menyukaimu?” Dana.
“Sa Ka menyukaiku? Naneun?” So Ta.
“Ne.” Dana.
“Andwae, itu tidak mungkin. Danaya aku dengan Sa Ka hanyalah berteman saja!” So Ta.
“Tapi dia menyukaimu! Harus bagaimana lagi?” Dana.
“Tapi juga aku hanya ingin berteman dengannya, aku tidak suka padanya. SHIREO! Aku tetap tidak mau!
So Ta.
Myu Li datang “Danaya, sudahlah kau lupakanlah semua rasa sukamu kepada Sa Ka karena Sa Ka bilang kepadaku kalau Sa Ka ingin kau melupakan rasa sukanya padanya.” Myu Li.
“Mwoya? Kapan dia mengatakan hal itu? Dan kenapa kau membahas tentang itu?” So Ta.
“Kemarin, karna aku hanya ingin tahu saja jadi aku memberikan topic itu kepada Sa Ka.” Myu Li.
*PLAKK* “Sebenarnya kau ini bodoh atau bagaimana? Bagaimana jika dia menghindar dariku? Belum ada 1 semenster dia menghindar dariku. Sebenarnya kau ini punya otak atau tidak? Hah!” Dana.
“Ahh! Appo! Hya’ DASAR PERUSAK PERSAHABATAN!” Myu Li yang langsung meninggalkanku dengan So Ta.
“Mwo? Naega? Hya’ coba kau pikir siapa yang menjadi perusak persahabatan disini? Jika kau tidak memberitahunya dari awal dia tidak akan seperti itu!” Dana.
~Malam harinya~
“Appa, bisa aku mengatakan sesuatu?” Dana yang sambil duduk.
“Kau ingin mengatakan apa?” Appa.
“Hm, Appa kau tau Sa Ka teman sekelasku yang biasanya main kesini dengan So Ta dan Myu Li?” Dana.
“Oh, ne. Wae?” Appa.
“Naega johaeyo. Aku menyukainya tapi dia menyukai temanku sendiri So Ta, aku harus bagaimana lagi? Myu Li sudah mengataiku kalau aku menjadi perusak persahabatan, padahal seharusnya dia yang menjadi perusak persahabatan bukanlah aku Appa. Jika dia tidak memberitahu Sa Ka kalau aku menyukainya Sa Ka tidak seperti ini. Sekarang saja Sa Ka mulai menjauh dariku bahkan kami tidak pernah bebicara sekarang Appa. Eotthokae?” Jelas Dana.
“Lalu Appa aku benar- benar menyukainya tapi apa? Dia tidak memikirkan perasaanku kepadanya, dia tidak menghargai perasaanku sama sekali dan dia hanya memikirkan perasaanya ke So Ta hanya itu saja yang ia pikirkan. So Ta, So Ta dan So Ta. Itu yang membuatku hah aku bingun saat ini Appa, aku lelah aku capek.” Tambah Dana.
“Sebaiknya kau lupakanlah saja rasa sukamu kepada Sa Ka dan kau tetaplah berteman baik dengan So Ta. Karena tidak gampang mencari dan mempunyai seorang teman, Appa dulu juga seperti itu dulu sewaktu Appa SMA Appa mempunyai yeojachingu lalu tidak lama kemudian Appa begitu saja ditinggal olehnya karena ada seorang namja yang lebih tampan daripada Appa lalu apa yang terjadi hukum karma selalu tetap berlaku akhirnya dia disia-siakan oleh namjanya itu.” Appa.
“Gwenchana, hukum karma selalu berlaku dimana saja dan kapanpun itu anakku. Kajja, fighting anak Appa tidak seperti ini. Kau tahu anakku kenapa kau harus menunggu Sa Ka jika kau bisa berkenalan dengan namja lain? Asal kau tahu waktumu itu terbuang sia-sia saja karna hanya untuk menunggu Sa Ka, seharusnya kau berkenalan dengan namja lain tetapi waktumu habis hanya untuk menunggu Sa Ka.” Tambah Appa.
***
Yah, seperti ini aku menjalani kehidupanku. Benar Sa Ka lambat laun dia tidak pernah berbicara denganku dan lambat laun juga dia menghindar dariku, bagiku dia adalah orang asing yang berada dikelasku seperti juga dia menganggapku orang asing yang berada didekatnya. Bahkan sewaktu pembagian nilai fisika dia tidak langsung bertanya kepadaku berapa nilai yang aku peroleh tetapi dia malah bertanya kepada teman sebangkuku padahal disitu sangat jelas aku berada dekat dengannya. Bagimana itu tidak disebut dengan menghindar dariku?
Lalu apa yang sedang kau perbuat? Canggung? Kenapa kau harus canggung? Buat saja semua ini tidak pernah terjadi. Lalu apa yang kau fikirkan? Sekarang So Ta juga mulai tidak berbicara denganmu itu yang kau fikirkan? Sekarang kau pikir saja Sa Ka, semua ini berawal karena kau bersikap kikuk seperti itu. Hah aku benci kepadamu! Kenapa kau harus menyukai temanku sendiri dan itu So Ta, TEMAN SEKELASKU! Dan kau tahu juga bahwa KAU, AKU, SO TA dan MYU LI adalah teman sekelas. Lalu kau tidak menghargai perasaanku sama sekali dan kau juga tidak pernah memikirkan perasaanku! Yang kau pikirkan hanyalah perasaanmu saja ke So Ta, bagaimana pada akhirnya perasaanmu? Dibalas atau tidak dengan So Ta. Kau memang benar-benar namja yang egois Sa Ka, kau hanya memikirkan perasaanmu sendiri tanpa pernah sekalipun melihat usaha orang lain yang sekarang mencoba menyukaimu.
“Eomma! Kenapa dadaku sangat sesak?” Dana.
“EOMMA!” Panggilku sangat keras.
Pada hari itupun aku tidak mengikuti pelajaran entah kenapa dadaku tiba-tiba sesak, 2 hari aku tidak mengikuti pelajaran. Akupun meletakkan bantalku didekat dinding lalu aku mennyandarkan tubuhku dibantal, akupun mencoba menutup mataku. Aku ingin menghilangkan semua beban masalahku yang sampai membuatku sakit seperti ini.
Detik, menit, jampun telah terlewati aku mencoba memikirkan hal yang membuat air mataku mengalir karnanya. Aku juga mengingat suatu kejadian yang membuatku sakit hati, semua kejadian yang membuat sakit seperti ini terus saja aku pikir agar aku membencinya dan melupakan rasa sukaku padanya.
Aku mulai berpikir kenapa aku harus menyukai seseorang yang telah membuatku sakit seperti ini? Kenapa aku harus menunggu seorang namja yang tidak pernah menghargai perasaanku dan hanya memikirkan perasaannya saja? Seharusnya aku tidak menyukai orang seperti itu karna dia telah menyia-nyiakanku! Akupun berusaha untuk melupakan semua perasaanku ini dan aku tidak mau terpuruk seperti ini.
~Keesokan harinya~
Dengan seiring berjalannya waktu akupun mulai dekat dengan Sa Ka kembali sebagai seorang sahabat sampai sekarang, kamipun menjalani persahabatan seperti dahulu tidak ada rasa suka. Entah jika Sa Ka masih menyukai So Ta, aku tidak memikirkannya. Aku hanya memikirkan aku ingin kita seperti dulu.
Bahkan rasa sukaku sekarang sebagai bahan lelucon begitu juga rasa suka Sa Ka kepada So Ta semuanya menjadi bahan lelucon dan membuat kami semua tertawa walaupun itu membuat kami sedikit canggung.
Perlahan-lahan aku mulai menghilangkan perasaanku kepada Sa Ka dan mecoba untuk menjadi sahabatnya seperti dahulu. Hari, Minggu bahkan  Bulan telah aku lewati rasa sukaku sedikit demi sedikit mulai pudar jika aku mendengar  kata- kata Sa Ka dengan So Ta seakan- akan telingaku mulai terbiasa dengan hal itu. Walaupun aku sedikit cemburu tetapi aku berusaha untuk menhilangkan perasaanku kepada Sa Ka.
Asal kau tahu Sa Ka, aku hanya ingin tahu bagaimana perasaanku dibalas apa tidak olehmu. Aku hanya butuh jawaban, IYA atau TIDAK? Apa kata-kata itu sangat sulit kau ucapkan? Jika iya bagaimana jika tidak bagaiamana, jika tidak baiklah aku akan mundur lalu benar-benar berhenti menyukaimu dan aku berjanji akan menghilangkan rasa sukaku kepadamu. Tetapi ini tidak, kau malah menggantungku bahkan tidak melihat perjuanganku untuk menyukaimu seperti apa?
Sekarang aku mulai menghilangkan rasa sukaku kepadamu, aku lelah menyukaimu. Aku hanyalah seorang yeoja yang tidak pantas bagimu, jika aku tidak bisa menjadi seorang yang penting bagimu tetapi kita masih bisa bukan menjadi sahabat seperti dulu?

“Setidaknya aku sudah merasakan meyukaimu itu seperti apa?”
                                                                     Seo Dana.


The End.