Original story by Shyqilla Nabiila Daffa (SN.d)
FF ONESHOOT
Main cast : Park Jimin (BTS), Seo Dana, Ryu Soo
Jung(Lovelyz)
Othercast : Park Leen.a , Zico (Block B)
Genre : Frienship, hurt romance
Rating : Maybe teen
Tak, Tak, Tak… Suara sepatu Seo
Dana berhenti seketika melihat selembar kertas yang tertempel di sebuah papan
pengumuman disekolahnya.
“Leen A, coba kesinilah.” Panggil Dana.
“Ne? Wae?” Leen A melihat ke papan pengumuman.
“Ya’ jangan bilang kau ingin mendaftarkan diri ke audisi
ini.” Leen A sambil menunjuk ke sebuah lembar kertas yang tertempel.
“Ne (Sambil mengangguk) aku akan mendaftarkan diri bersamamu
Leen A.” Dana.
“Shiro, kau saja!” Leen A.
“Wae? Kenapa kau tidak mau?” Tanya Dana.
“Ada banyak yang aku takutkan Dana, Pertama audisi ini
bertepatan dengan hari ujian kita, kedua aku takut tidak diperbolehkan dengan
orang tuaku, tiga aku takut kita tidak akan lulus audisi dan hanya percuma saja
disana.” Leen A.
Lalu Dana memegang pundak Leen A sebelah kanan “Percayalah
padaku Leen A kita pasti akan lulus.” Dana optimis.
***
“Bagaimana denganmu? Boleh?” Dana.
“Hm, sebenarya… (Menundukkan kepalanya)” Leen A.
“Wae kau tidak boleh?” Tanya Dana.
“Sebenarnya aku diperbolehkan asal ada teman yang
menemaniku.” Leen A.
“Jinjja? Gumawo, sudah mau menemaniku.” Dana sambil memeluk Leen
A.
“Ne, mulai besok kita tidak usah masuk sekolah dan
mendaftarkan diri kesana.” Bilang Dana.
***
Dana yang menunggu Leen A didepan
gerbang sekolah sambil memainkan kakinya kedepan dan belakang. Lalu Leen A mengambil
ponsel yang berada didalam katung jaket musim dinginnya.
“Ya’ sebenarnya dia kemana?” Gerutu Dana.
Beberapa menit kemudian “Dana….” Panggil Leen A yang
ngos-ngosan sambil membungkukkan badannya.
“Wae? Kenapa kau seperti ini?” Tanya Dana.
“Gwenchana, apa kita terlambat untuk kesana?” Tanya Leen A balik.
Dana menggelengkan kepalanya.
“Kajja!” Ajak Dana.
“Ya’ Agassi, kau ingin kemana? Gerbang masuk kesekolahan ada
disini!” Bilang Ahjussi penjaga sekolah.
“1,2,3… Kajja Dana, kita lari.” Bilang Leen A seketika
mereka ber-2 lari menghindar dari suasana sekolah.
***
*Setelah
mendaftar*
“Besok kau harus datang tepat waktu, Arra? Aku tidak mau
menunggumu lagi seperti tadi.” Seo Dana.
“Jika aku ulangi lagi?” Tanya Leen A.
“Ya aku tinggal.” Jawab Dana singkat.
“Ya’, kau bilang apa tadi?” Ancam Leen A dan mereka tertawa
semua.
~Sementara
itu…~
Seorang namja sedang
melihat-lihat dari balik kaca yang tembus pandang dari dalam, jika dilihat dari
luar tidak akan terlihat.
“Jiminnie kau sedang melihat apa?” Taehyung.
“Ah,, aniya. Tiba-tiba aku tertarik saja dengan yeoja itu
(Sambil menunjuk kearah Dana). Tidak tau kenapa aku ingin bertemu dengannya.”
Jimin.
“Aku harap dia akan lulus audisi nanti.”Tambah Jimin yang langsung
membalikkan badannya.
***
“Eomma, doakan aku berhasil dalam audisi. Jika aku berhasil
nanti aku akan mendekati Jiminnie Oppa dan aku akan membahagiakannya.” Dana.
“Aku doakan kau dan Lin Ah akan lulus dalam audisi BIG HIT
nanti.” Dana Eomma, Dana sangat sibuk dengan ponselnya.
Ting, sebuah pesan masuk di
ponselnya.
“Eomma ada pesan dari Leen A, katanya dia ingin tidur
dirumah kita agar besok dia tidak terlambat ke audisi.” Dana.
“Jadi aku akan menjemputnya.” Tambah Dana.
*Sewaktu
perjalanan ke rumah Lin Ah*
“Aish aku lupa membawa jaket.” Dana.
“Aniya!!!!....” Jerit seseorang entah darimana itu, Dana
segera mencarinya.
Lalu Dana mendekati suara jeritan
itu teryata ada seorang namja yang tergeletak tak berdaya disana.
“Mwo?” Dana menutupi mulutnya.
“Perutmu mengeluarkan darah.” Dana kebingungan. Segera Dana
mendirikannya dan membawanya kerumah sakit.
*Beberapa
menit setelah dibawa kerumah sakit*
“Neon gwenchana?” Dana khawatir.
“Ne, nae gwenchana.” Jawab namja yang Dana tidak kenal.
“Siapa namamu?” Dana.
“Zico imnida.” Zico.
“Oh, bangapta Dana Imnida. Tapi bagaimana bisa kau tadi
tergeletak disana dan berlumuran darah? Hajiman bukannya kau satu sekolah
denganku? Ne ini seragam yang sama dengan sekolahku.” Dana.
“Aku tadi hanya berkelahi.” Zico.
PLAK “Neon paboya? Kau bisa mati tadi.” Dana.
“Tapi itu tidak jadi karna kau, gumawo.” Zico
Ting, Ting, Ting suara ponsel
Dana berdering segera Dana mengangkatnya.
“Oh, siapa namamu tadi? Oh ya Zico kau bisakan pulang
sendiri soalnya aku harus pergi sekarang?” Dana dan Zico menganggukan
kepalanya.
***
“Mianhae tadi aku terlambat menjemputmu.” Dana yang berada
dikamarnya.
“Wae?” Leen A.
“Soalnya tadi ada masalah, yasudah tidak usah kau pikirkan.”
Dana.
“Oh ya kau sudah berlatih?” Leen A.
“Ne.” Sambil menganggukan kepalanya.
***
*Keesokan
harinya saat audisi*
“APA KAU GILA? KAU SOK JAGOAN?” Suara namja yang tidak jauh
dari Dana dan Leen A.
“Dana kau mendengarkan itu?” Leen A, Dan amenganggukan
kepalannya lalu Dana menarik tangan Leen A dan mencari ke sumber suara itu.
Dana dan Leen A menyembunyikan diri dibalik tembok yang sangat dekat dengan
peristiwa itu.
“Dana… Neon Paboya?” Leen A.
“Wae?” Dana.
“Kita bisa terlambat!” Leen A.
“Aniya kita tidak akan terlambat, lihat bukannya itu seragam
yang sama seperti kita?” Dana dan Leen A menganggukan kepalanya. Lalu Dana
segera berlari dan mendekat.
“Dana neon jinjja paboya!!!” Teriak Leen A dari balik tembok
sambil ketakutan.
“Ya’ Leen A namja-namja itu telah pergi, kajja kita bawa
Zico kerumah sakit.” Dana lalu Leen A membantu Dana.
***
“Kajja Dana kita tinggal saja Zico dirumah sakit dan kita
akan kembali lagi setelah mengikuti audisi.” Leen A, lalu mereka berlari menuju
ke tempat audisi.
Setelah mereka ber-2 berlari
dengan semangat akan cita-cita mereka ber-2, tetapi setelah sampai teryata pintu
tepat audisi telah ditutup dan tidak boleh masuk.
“Ya’ bukak pintunya!!” Lin Ah yang menggedor-gedor pintu
audisi. Tetapi para staff tidak menghiraukannya.
“Ya’ tolong bukalah.”Dana yang menendang-nendang pintu
audisi, tetapi tetap saja tidak dihiraukan.
~Saat
itu juga…~
“Hyung, kenapa mereka ber-2 seperti itu?” Jimin.
“Mereka telah terlambat, kata PDnim audisi tidak dilakukan
perulangan kembali hanya untuk hari ini saja dan bulan depan tinggal menunggu
siapa yang lulus lalu menjadi trainee.” Suga.
“Padahal mereka sangat antusias mengikuti audisi ini.”
Taehyung menyela. Jimin hanya memandangi mereka ber-2 dari balik kaca.
“Sebenarnya aku ingin berkenalan dengan yeoja yang
menendang-nendang pintu itu.”Jimin.
Seketika pada hari itu cuaca
mulai menjadi redup dan mulai gelap, awanpun mulai berkumpul menjadi abu-abu.
Dana masih tetap saja duduk di sebuah ayunan taman yang tidak jauh dari audisi mereka.
“Kajja, kita pulang.” Ajak Lin Ah.
“Shiro, aku masih ingin disini.” Dana sambil memegangi tali ayunan
itu.
“Apa yang akan kau lakukan lagi?” Lin Ah.
Dret, Dret… Lalu Dana mengambil ponselnya yang ada di kantungnya,
terlihat ada nontification dari tweet BTS.
“Chukkae dengan para audisi
yang sudah lulus
dan Fighting untuk para
audisi yang saat ini
masih belum lulus, tetaplah
terus meraih cita-cita kalian- JM” (Isi Tweet BTS)
Dana setelah membaca Tweet itu menjatuhkan air mata
“Mianhae, Leen A memang aku yang salah. Aku memang bodoh kenapa aku tidak
mendengarkan perkataanmu tadi, aku sangat ingin mengikuti audisi ini dan suatu
saat nanti aku ingin dekat dengan Jimin Oppa. Aku sangat ingin hal itu.” Dana.
“Dana aku tidak habis pikir
dengan semua yang kau lakukan saat ini? Kau temanku yang sangat baik, kau
bilang ingin mengikuti audisi ini tapi kau sempatkan juga menyelamatkan orang
yang tidak kau kenal. Kau rela tidak mengikuti ujian, kau juga rela menjadi
anak nakal yang harus setiap hari tidak masuk karna audisi ini dan sekarang kau
menghilangkan kesempatan ini begitu saja?” Batin Leen A.
Tiba-tiba Dana berdiri dan berjalan meninggalkan Leen A.
“Ya’ Seo Dana kau ingin kemana?” Lenn A. Tapi Dana tak
menghiraukannya.
Tiba-tiba Dana mendekat ke sebuah
kaca yang tembus pandang Dana yakin jika kaca itu tidak dapat dilihat darinya
dari luar pasti dapat dilihat oleh orang lain dari dalam, maka Dana mengambil
sebuah lipglows di dalam tasnya lalu ia memutar bagian bawahnya.
Sontak Jimin kaget teryata yeoja
yang ingin dia kenal berada di balik kaca itu, lalu Jimin mendekat kearah kaca
dan berdiri tepat Dana juga berdiri. Lalu Dana mulai menuliskan sebuah kalimat
dikaca tersebut dengan lipglowsnya.
“Jiminnie
Oppa, aku merupakan salah satu fansmu. Saat ini aku mungkin belum dapat bertemu
denganmu karna ada sesuatu yang menghalangi. Tapi percayalah suatu saat nanti
aku akan bertemu denganmu - DN.”
(Sebuah tulisan yang
ia tulis di sebuah kaca gedung BIG HIT)
***
*1
tahun kemudian*
“Lovelyz? Nama yang bagus.” Dana.
“Seharusnya kitakan yang ada disitu saat ini?” Leen A, duduk
berdua didepan rumah Dana. Dana mengangguk.
“Dana aku dengar saat ini BIG HIT sedanag membutuhkan hair
style dan lainnya untuk BTS, apa kau ingin mendaftarkan diri juga?” Leen A.
“Mwo?? Jinjja?? Eodi?? Kapan?? Kajja kita mendaftar. Aku
tidak mau kita melewatkan hal ini lagi.” Dana.
Akhirnya mereka berdua menjadi
perias untuk BTS.
“Neon? Bukannya yang menendang-nendang pintu itu?” Jimin.
“Aniya, kau lucu saja saat itu. Dan teryata kau sekarang
menjadi hair styleku.” Jimin dan Dana tersenyum , Leen A yang melihat peristiwa
itu tersenyum dan merasa bahagia.
“Oh Ne, siapa namamu? Apa aku harus memanggilmu Noona?”
Jimin.
“Seo Dana Imnida. Aniya Oppa aku bahkan lebih muda darimu” Jawab
Dana sambil tersenyum malu tiba-tiba….
“Oppa…” Panggil yeoja yang lalu mencium pipi Jimin.
“Ya’…
Ya’ Mwo?? Apa ini?” Batin Dana yang berhenti merapikan rambut Jimin. Leen A
yang melihat itu segera mengandeng Dana menjauh dari Jimin.
“Leen A, apa penglihatanku tadi kabur? Apa itu benar-benar
terjadi?” Dana yang menahan amarahnya.
“Dana kumohon tahanlah amarahmu, kumohon kau harus kuat.”
Leen A.
“Leen A, aku harus tahan bagaimana lagi. Aku kecewa dengan
Jimin Oppa, di fansign 2 minggu yang lalu dia bilang dia tidak mempunyai yeoja
dan sekarang apa?” Dana langsung meninggalkan Leen A dan menabrak Taehyung.
“Mianhae…” Dana melanjutkan jalannya.
“Oh, Taehyunga. Wae?” Leen A.
“Aku mendengarkan semuanya.” Taehyung.
“Mwo? Aigoo, apa kau ingin bilang semuanya kepada Jimin?”
Leen A.
“Aniya, aku akan menjaganya.” Lalu Taehyung kembali sebuah
ruangan riasnya.
***
“Dana, besok BTS akan melakukan fansign. Tolong ikutlah. Aku
ingin bertemu dengan Jungkook.” Leen A.
“Ya’ bukannya kita setiap hari bertemu dengan mereka?” Dana.
“Tidak dengan Jungkook.” Leen A.
~Saat
itu juga…~
“Oppa,, nanti saat
kau fansign dengan fansmu jangan melihat matanya, jangan berjabat tangan
dengannya, jangan mengabil foto dengannya. Arra?” Soo Jung yeojanya.
“Apakah harus sebegitu banyaknya?” Jimin, Soo Jung menganggukan
kepalanya.
“Ya’!!!” Dana.
“Wae? Kenapa kau membentakku?” Soo Jung.
“Aniya, aku hanya membentak Jimin jangan banyak bergerak.”
Dana.
*Saat
Fansign*
Para perias BTS diberi
kelonggaran untuk beristirahat dan Leen A memanfaatkannya untuk menghandiri
fansign BTS.
“Kajja Dana ayo kita kedepan. Aku ingin bertemu dengan
Jungkook.” Dengan setengah hati Dana mengikuti ajakan teman semata wayangnya
itu.
Setelah Leen A meminta tanda
tangan ke beberapa member sampailah ke Jimin dan Dana tepat berada didepan
Jimin.
“Oppa, aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu.” Dana.
“Neon?? Bukannya kau hair styleku?” Jimin sambil tersenyum.
“Ne. Aku kecewa denganmu Oppa, aku begitu menyanyangimu.
Tetapi kenapa kau tidak? 1 tahun yang lalu aku rela tidak mengikuti ujian
sekolah karna hanya ingin mengikuti audisi ini dan ingin bertemu kau dan itu
gagal, setelah itu aku berusaha bangkit dari semua masalah itu dan mendaftar
sebagai hair stylemu. Tapi kenapa kau membohongi semua fansmu Oppa? 2 minggu
yang lalu kau pernah bilang saat fansign kau tidak mempunyai seorang yang kau
cintai tetapi apa sekarang setelah aku melihatmu kau telah berpacaran dengan
Ryu Soo Jung, (Seketika semua ARMY melihat kearah Dana dan Jimin) aku sangat
sakit hati Oppa.” Dana sambil mengusap air matanya yang jatuh membasahi
pipinya.Dan langsung keluar dari jejeran para ARMY dan duduk ditempat duduk
yang sudah disiapkan.
Jimin sontak kaget dengan
peryataan hair stylenya yang bahkan teryata fansnya sendiri, Jimin hanya bisa
terdiam serta melihat kearah Dana dan memikirkan kesalahannya.
***
*600
hari setelah kejadian itu*
Dana masih saja merasakan sakit
hati yang mendalam tentang semua ini. Dana menangis sesengukkan di taman yang
masih sama saat pertama kali ia menginjakkan kaki di Audisi BIG HIT.
Dret,Dret…
“Mianhae
Dana hair stlyeku aniya
fansku
nomer satu, aku telah mengecewakanmu. T.T- JM”
(Isi Tweet dari BTS)
“Oppa wae? Oppa!!!” Jerit Dana.
“Apa kau hanya bisa meminta maaf lewat akun twittermu? Kenapa
kau tidak meminta maaf secara langsung.” Dana sambil mengusap air matanya.
“Oppa… Bahkan aku telah berjanji kepada Eommaku suatu saat
nanti aku akan membahagiakanmu. Dan aku berbohong kepadanya.” Dana.
“Kenapa kalian selalu jatuh seperti ini? Kenapa kalian tidak
bisa menahannya?” Dana berbicara kepada air matanya.
“Sebaikanya sejak awal aku tidak melakukan semua hal ini,
aku sudah sangat lelah dengan hal ini. God tolong bantulah aku.” Tambah Dana.
Tiba-tiba dari belakang ada seseorang menutupi matanya.
“Dana…” Panggil seseorang itu lalu perlahan-lahan
melepaskannya.
“Mwo?? Basah..?” Zico.
“Zico…” Dana mulai memalingkan wajahnya dan mengusap air
matanya.
“Mianhae, gara-gara aku kau melewatkan hal itu. Jinjja
minahae.” Zico.
“Zico, aku saat ini membutuhkan waktu untuk sendiri.
Sekarang Jimin mempunyai yeoja bahkan disaat aku sangat menyukainya.” Dana.
“Gara-gara kau Zico… Semua ini gara-gara kau, aku seperti
ini semua karnamu.” Tambah Dana.
“Jinjja Dana, Jinnja mianhae. Kalau perlu hukum saja aku,
aku banyak berhutang budi padamu kau sudah menyelamatkan nyawaku 2 kali.” Zico.
“Percuma aku menghukummu itu semua tidak akan bisa mengubah
Jimin menjadi milikku.” Dana. Lalu Dana berjalan meninggalkan Zico tapi Zico
tetap mengikutinya.
Tiba-tiba Jimin keluar dari
gedung dan melihat Dana sedang menuju kearahnya, tetapi ada orang yang aneh
mendekatinya dari arah samping dan berlari lalu menusukkan sebuah pisau tepat
diperut Dana dan itu teryata Sasaeng Fans Jimin.
“Dana….!!!” Teriak Jimin. Segera Jimin dan Zico berlari
menuju ke Dana.
Teryata Dana masih bisa
terselamatkan dan akhirnya Dana bisa balik pulang.
“Aish, aku lupa. Aku tidak bisa membedakan kamarku dan kamar
BTS.” Dana. Tiba-Tiba Taehyung menarik tangan Dana dan menuntunnya ke kamar
BTS. Lalu NJDARR….
Dana melihat Jimin yang sedang
duduk bersama Ryu Soo Jung, betapa sakitnya hati Dana yang masih saja tidak
bisa menerima semua itu.
“Apa maksudmu ini?” Dana.
“Aku hanya mengajakmu untuk merayakan kepulanganmu.”
Taehyung.
“Apakah merayakan kepulangan, harus seprti ini? Apakah harus
dengan banyak orang?” Dana.
“Aku….(Menundukkan kepalanya.)” Taehyung.
“Aniya, mianhae. Aku hanya tidak suka dengan semua ini.”
Dana. Dana langsung meninggalkan kamar BTS.
Saat setelah Dana meninggalkan
kamar BTS, jimin memulai dengan sebuah pembicaraan yang serius kepada Ryu Soo
Jung.
“Ryu sebenarnya aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu.”
Jimin.
“Wae? Kenapa semua menjadi terdiam seperti ini? Ya
katakanlah.”Soo Jung.
“Aku sudah tidak tahan padamu Ryu, aku baru merasakan sejak
Dana mengatakan itu kepadaku. Sejak aku menjalin hubungan denganmu aku merasa
bahwa ini bukan diriku sendiri, kau menyuruhku jangan melihat mata fansku,
berjabat tangan dengannya, mengambil foto dengan fansku. Aku pikir itu adalah
hal yang sangat salah, tanpa fans aku ini tidak ada apa-apanya Ryu. Jadi tolong
mengertilah aku, lebih baik kita mengakhiri hubungan kita secara baik-baik.”
Jimin.
“Mwo? Aniya, Shiro!!! Aku tidak mau putus denganmu Jimin.”
Soo Jung.
“Mianhae Ryu, ini merupakan jalan yang baik untuk aku dan
dirimu.” Jimin. Lalu Jimin meninggalkan Ryu Soo Jung dan mencari Dana.
Saat malam itu hujanpun menemani
Dana yang sangat kesepian, Dana berdiri sendiri ditaman tanpa ada tempat
berteduh baginya seakan-akan Dana sudah tidak diperlukan lagi didunia ini.
Sehingga membuat Dana untuk mengakhiri hidupnya pada malam itu juga.
“Oppa, aku sudah lelah dengan semua ini. Aku capek
menunggumu. Mianhae Oppa.” Dana mulai mengayunkan tangannya dengan membawa
sebuah pisau dan mendekatkannya dengan tangan satunya sebelum Dana
menyayatkannya. Tiba-tiba Jimin memeluknya dari belakang.
“Aniya, Kumohon. Jinjja mianhae, tolong jangan lakukan itu
Dana.” Jimin.
“Lepaskan aku Oppa, biarkanlah aku pergi.” Dana, lalu Jimin melepaskan pelukannya.
Dana membalikkan badannya “Biarkanlah aku pergi Oppa, aku
tidak lagi penting dihidupmu. Kau akan menjadi saksinya sekarang juga.” Dana.
“Aniya, kumohon. Jangan lakukan itu, mending kau bunuh saja
aku.” Jimin lalu jatuh kebawah dengan keadaan sujud didepan Dana dengan keadaan
basah kuyup sama seperti Dana.
“Dana, Jinjja mianhae. Aku memang namja yang bodoh, aku
begitu banyak membohongi dan menyakiti begitu banyak hati fansku sendiri. Aku
berjanji tidak akan mengulanginya lagi.” Jimin.
Seketika pisau yang digemgam oleh
Dana jatuh begitu saja bersamaan dengan derasnya hujan dimalam itu. Lalu Dana
menjajarkan dirinya dengan Jimin dan mengangkat badan Jimin.
“Oppa mianhae telah membuatmu seperti ini, seharusnya aku
yang meminta maaf bukanlah kau. Aku seharusnya tidak pantas seperti ini,
seharusnya aku tidak meminta hal yang bahkan nantinya aku tidak seharusnya aku
miliki.” Dana.
“Oppa aku hanyalah fans tidak seharusnya nanti aku akan
memilikimu, hanya orang yang sempurnalah yang bisa memilikimu. Aku memang fans
yang keterlaluan, seharusnya kau membenciku Oppa.” Tambah Dana.
“Aniya, aniya (Sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dan
menatap Dana) kau adalah Dana fans nomer satuku. Aku tidak akan membencimu.”
Jimin yang langsung memeluk Dana di antara derasnya hujan.
“Tolong jangan tinggalkan aku sendirian disini, aku
membutuhkanmu Dana. Aku sangat takut jika kau meninggalkanku.” Jimin.
“Sekarang aku telah sadar, bahwa sebenarnya kaulah yang
berarti dalam hidupku. Kau bagiku sekarang bukanlah fans tetapi bagiku kau adalah
yeoja yang sangat berarti.” Tambah Jimin.
*Setelah meresmikan hubungan mereka*
“Oppa, apa kau tidak merasa kehilangan fansmu?” Dana.
“Aniya, suatu saat nanti mereka akan kembali menjadi fansku
lagi.” Jimin yang duduk bersama Dana ditaman.
“Jinjja?”Dana, Jimin menganggukkan kepalaya.
“Kaukan yeojaku, hair styleku bahkan fansku. Kenapa aku
harus takut kehilangan fansku, biarpun aku kehilangan berapa puluhan, ratusan
bahkan ribuan fans bila kau tetap berada disampingku itu sudah lebih dari cukup
Dana.” Jimin. Lalu Jimin menggenggam tangan Dana dan Dana menyandarkan
kepalanya dipundak Jimin sambil tersenyum.
“Oppa aku tahu, aku merupakan
fansmu yang ke puluhan, ratusan bahkan ribuan diantara fansmu yang sangat
beruntung bisa bertemu denganmu. Tapi bukankah aku ini sangat beruntung bisa
begitu dekat seperti ini denganmu? Oppa terimakasih sudah mengabulkan semua
mimpiku yaitu bisa memilikimu. Saranghaeyo Jimin Oppa.”
Seo Dana.
The
End.
Thanks
to Park Leen. a that give my Korean name Seo Dana :)







.jpg)
0 komentar:
Posting Komentar