Kamis, 05 Maret 2015

Oppa!! I'm Your Fans



Original story by Shyqilla Nabiila Daffa (SN.d)
FF ONESHOOT
Main cast : Park Jimin (BTS), Seo Dana, Ryu Soo Jung(Lovelyz)
Othercast : Park Leen.a , Zico (Block B)
Genre : Frienship, hurt romance
Rating : Maybe teen




Tak, Tak, Tak… Suara sepatu Seo Dana berhenti seketika melihat selembar kertas yang tertempel di sebuah papan pengumuman disekolahnya.
“Leen A, coba kesinilah.” Panggil Dana.
“Ne? Wae?” Leen A melihat ke papan pengumuman.
“Ya’ jangan bilang kau ingin mendaftarkan diri ke audisi ini.” Leen A sambil menunjuk ke sebuah lembar kertas yang tertempel.
“Ne (Sambil mengangguk) aku akan mendaftarkan diri bersamamu Leen A.” Dana.
“Shiro, kau saja!” Leen A.
“Wae? Kenapa kau tidak mau?” Tanya Dana.
“Ada banyak yang aku takutkan Dana, Pertama audisi ini bertepatan dengan hari ujian kita, kedua aku takut tidak diperbolehkan dengan orang tuaku, tiga aku takut kita tidak akan lulus audisi dan hanya percuma saja disana.” Leen A.
Lalu Dana memegang pundak Leen A sebelah kanan “Percayalah padaku Leen A kita pasti akan lulus.” Dana optimis.
***
“Bagaimana denganmu? Boleh?” Dana.
“Hm, sebenarya… (Menundukkan kepalanya)” Leen A.
“Wae kau tidak boleh?” Tanya Dana.
“Sebenarnya aku diperbolehkan asal ada teman yang menemaniku.” Leen A.
“Jinjja? Gumawo, sudah mau menemaniku.” Dana sambil memeluk Leen A.
“Ne, mulai besok kita tidak usah masuk sekolah dan mendaftarkan diri kesana.” Bilang Dana.
***
Dana yang menunggu Leen A didepan gerbang sekolah sambil memainkan kakinya kedepan dan belakang. Lalu Leen A mengambil ponsel yang berada didalam katung jaket musim dinginnya.
“Ya’ sebenarnya dia kemana?” Gerutu Dana.
Beberapa menit kemudian “Dana….” Panggil Leen A yang ngos-ngosan sambil membungkukkan badannya.
“Wae? Kenapa kau seperti ini?” Tanya Dana.
“Gwenchana, apa kita terlambat untuk kesana?” Tanya Leen A balik. Dana menggelengkan kepalanya.
“Kajja!” Ajak Dana.
“Ya’ Agassi, kau ingin kemana? Gerbang masuk kesekolahan ada disini!” Bilang Ahjussi penjaga sekolah.
“1,2,3… Kajja Dana, kita lari.” Bilang Leen A seketika mereka ber-2 lari menghindar dari suasana sekolah.
***
*Setelah mendaftar*
“Besok kau harus datang tepat waktu, Arra? Aku tidak mau menunggumu lagi seperti tadi.” Seo Dana.
“Jika aku ulangi lagi?” Tanya Leen A.
“Ya aku tinggal.” Jawab Dana singkat.
“Ya’, kau bilang apa tadi?” Ancam Leen A dan mereka tertawa semua.
~Sementara itu…~
Seorang namja sedang melihat-lihat dari balik kaca yang tembus pandang dari dalam, jika dilihat dari luar tidak akan terlihat.
“Jiminnie kau sedang melihat apa?” Taehyung.
“Ah,, aniya. Tiba-tiba aku tertarik saja dengan yeoja itu (Sambil menunjuk kearah Dana). Tidak tau kenapa aku ingin bertemu dengannya.” Jimin.
“Aku harap dia akan lulus audisi nanti.”Tambah Jimin yang langsung membalikkan badannya.
***
“Eomma, doakan aku berhasil dalam audisi. Jika aku berhasil nanti aku akan mendekati Jiminnie Oppa dan aku akan membahagiakannya.” Dana.
“Aku doakan kau dan Lin Ah akan lulus dalam audisi BIG HIT nanti.” Dana Eomma, Dana sangat sibuk dengan ponselnya.
Ting, sebuah pesan masuk di ponselnya.
“Eomma ada pesan dari Leen A, katanya dia ingin tidur dirumah kita agar besok dia tidak terlambat ke audisi.” Dana.
“Jadi aku akan menjemputnya.” Tambah Dana.

*Sewaktu perjalanan ke rumah Lin Ah*
“Aish aku lupa membawa jaket.” Dana.
“Aniya!!!!....” Jerit seseorang entah darimana itu, Dana segera mencarinya.
Lalu Dana mendekati suara jeritan itu teryata ada seorang namja yang tergeletak tak berdaya disana.
“Mwo?” Dana menutupi mulutnya.
“Perutmu mengeluarkan darah.” Dana kebingungan. Segera Dana mendirikannya dan membawanya kerumah sakit.
*Beberapa menit setelah dibawa kerumah sakit*
“Neon gwenchana?” Dana khawatir.
“Ne, nae gwenchana.” Jawab namja yang Dana tidak kenal.
“Siapa namamu?” Dana.
“Zico imnida.” Zico.
“Oh, bangapta Dana Imnida. Tapi bagaimana bisa kau tadi tergeletak disana dan berlumuran darah? Hajiman bukannya kau satu sekolah denganku? Ne ini seragam yang sama dengan sekolahku.” Dana.
“Aku tadi hanya berkelahi.” Zico.
PLAK “Neon paboya? Kau bisa mati tadi.” Dana.
“Tapi itu tidak jadi karna kau, gumawo.” Zico
Ting, Ting, Ting suara ponsel Dana berdering segera Dana mengangkatnya.
“Oh, siapa namamu tadi? Oh ya Zico kau bisakan pulang sendiri soalnya aku harus pergi sekarang?” Dana dan Zico menganggukan kepalanya.
***
“Mianhae tadi aku terlambat menjemputmu.” Dana yang berada dikamarnya.
“Wae?” Leen A.
“Soalnya tadi ada masalah, yasudah tidak usah kau pikirkan.” Dana.
“Oh ya kau sudah berlatih?” Leen A.
“Ne.” Sambil menganggukan kepalanya.
***
*Keesokan harinya saat audisi*
“APA KAU GILA? KAU SOK JAGOAN?” Suara namja yang tidak jauh dari Dana dan Leen A.
“Dana kau mendengarkan itu?” Leen A, Dan amenganggukan kepalannya lalu Dana menarik tangan Leen A dan mencari ke sumber suara itu. Dana dan Leen A menyembunyikan diri dibalik tembok yang sangat dekat dengan peristiwa itu.
“Dana… Neon Paboya?” Leen A.
“Wae?” Dana.
“Kita bisa terlambat!” Leen A.
“Aniya kita tidak akan terlambat, lihat bukannya itu seragam yang sama seperti kita?” Dana dan Leen A menganggukan kepalanya. Lalu Dana segera berlari dan mendekat.
“Dana neon jinjja paboya!!!” Teriak Leen A dari balik tembok sambil ketakutan.
“Ya’ Leen A namja-namja itu telah pergi, kajja kita bawa Zico kerumah sakit.” Dana lalu Leen A membantu Dana.
***
“Kajja Dana kita tinggal saja Zico dirumah sakit dan kita akan kembali lagi setelah mengikuti audisi.” Leen A, lalu mereka berlari menuju ke tempat audisi.
Setelah mereka ber-2 berlari dengan semangat akan cita-cita mereka ber-2, tetapi setelah sampai teryata pintu tepat audisi telah ditutup dan tidak boleh masuk.
“Ya’ bukak pintunya!!” Lin Ah yang menggedor-gedor pintu audisi. Tetapi para staff tidak menghiraukannya.
“Ya’ tolong bukalah.”Dana yang menendang-nendang pintu audisi, tetapi tetap saja tidak dihiraukan.
~Saat itu juga…~
“Hyung, kenapa mereka ber-2 seperti itu?” Jimin.
“Mereka telah terlambat, kata PDnim audisi tidak dilakukan perulangan kembali hanya untuk hari ini saja dan bulan depan tinggal menunggu siapa yang lulus lalu menjadi trainee.” Suga.
“Padahal mereka sangat antusias mengikuti audisi ini.” Taehyung menyela. Jimin hanya memandangi mereka ber-2 dari balik kaca.
“Sebenarnya aku ingin berkenalan dengan yeoja yang menendang-nendang pintu itu.”Jimin.
Seketika pada hari itu cuaca mulai menjadi redup dan mulai gelap, awanpun mulai berkumpul menjadi abu-abu. Dana masih tetap saja duduk di sebuah ayunan taman yang tidak jauh dari audisi mereka.
“Kajja, kita pulang.” Ajak Lin Ah.
“Shiro, aku masih ingin disini.” Dana sambil memegangi tali ayunan itu.
“Apa yang akan kau lakukan lagi?” Lin Ah.
Dret, Dret… Lalu Dana mengambil ponselnya yang ada di kantungnya, terlihat ada nontification dari tweet BTS.
“Chukkae dengan para audisi yang sudah lulus
dan Fighting untuk para audisi yang saat ini
masih belum lulus, tetaplah terus meraih cita-cita kalian- JM” (Isi Tweet BTS)
Dana setelah membaca Tweet itu menjatuhkan air mata “Mianhae, Leen A memang aku yang salah. Aku memang bodoh kenapa aku tidak mendengarkan perkataanmu tadi, aku sangat ingin mengikuti audisi ini dan suatu saat nanti aku ingin dekat dengan Jimin Oppa. Aku sangat ingin hal itu.” Dana.
“Dana aku tidak habis pikir dengan semua yang kau lakukan saat ini? Kau temanku yang sangat baik, kau bilang ingin mengikuti audisi ini tapi kau sempatkan juga menyelamatkan orang yang tidak kau kenal. Kau rela tidak mengikuti ujian, kau juga rela menjadi anak nakal yang harus setiap hari tidak masuk karna audisi ini dan sekarang kau menghilangkan kesempatan ini begitu saja?” Batin Leen A.
Tiba-tiba Dana berdiri dan berjalan meninggalkan Leen A.
“Ya’ Seo Dana kau ingin kemana?” Lenn A. Tapi Dana tak menghiraukannya.
Tiba-tiba Dana mendekat ke sebuah kaca yang tembus pandang Dana yakin jika kaca itu tidak dapat dilihat darinya dari luar pasti dapat dilihat oleh orang lain dari dalam, maka Dana mengambil sebuah lipglows di dalam tasnya lalu ia memutar bagian bawahnya.
Sontak Jimin kaget teryata yeoja yang ingin dia kenal berada di balik kaca itu, lalu Jimin mendekat kearah kaca dan berdiri tepat Dana juga berdiri. Lalu Dana mulai menuliskan sebuah kalimat dikaca tersebut dengan lipglowsnya.
“Jiminnie Oppa, aku merupakan salah satu fansmu. Saat ini aku mungkin belum dapat bertemu denganmu karna ada sesuatu yang menghalangi. Tapi percayalah suatu saat nanti aku akan bertemu denganmu - DN.”
(Sebuah tulisan yang ia tulis di sebuah kaca gedung BIG HIT)
***
*1 tahun kemudian*
“Lovelyz? Nama yang bagus.” Dana.
“Seharusnya kitakan yang ada disitu saat ini?” Leen A, duduk berdua didepan rumah Dana. Dana mengangguk.
“Dana aku dengar saat ini BIG HIT sedanag membutuhkan hair style dan lainnya untuk BTS, apa kau ingin mendaftarkan diri juga?” Leen A.
“Mwo?? Jinjja?? Eodi?? Kapan?? Kajja kita mendaftar. Aku tidak mau kita melewatkan hal ini lagi.” Dana.
Akhirnya mereka berdua menjadi perias untuk BTS.
“Neon? Bukannya yang menendang-nendang pintu itu?” Jimin.
“Ne, wae?” Dana yang mulai berkeringat dingin.
“Aniya, kau lucu saja saat itu. Dan teryata kau sekarang menjadi hair styleku.” Jimin dan Dana tersenyum , Leen A yang melihat peristiwa itu tersenyum dan merasa bahagia.
“Oh Ne, siapa namamu? Apa aku harus memanggilmu Noona?” Jimin.
“Seo Dana Imnida. Aniya Oppa aku bahkan lebih muda darimu” Jawab Dana sambil tersenyum malu tiba-tiba….
“Oppa…” Panggil yeoja yang lalu mencium pipi Jimin.
“Ya’… Ya’ Mwo?? Apa ini?” Batin Dana yang berhenti merapikan rambut Jimin. Leen A yang melihat itu segera mengandeng Dana menjauh dari Jimin.


“Leen A, apa penglihatanku tadi kabur? Apa itu benar-benar terjadi?” Dana yang menahan amarahnya.
“Dana kumohon tahanlah amarahmu, kumohon kau harus kuat.” Leen A.
“Leen A, aku harus tahan bagaimana lagi. Aku kecewa dengan Jimin Oppa, di fansign 2 minggu yang lalu dia bilang dia tidak mempunyai yeoja dan sekarang apa?” Dana langsung meninggalkan Leen A dan menabrak Taehyung.
“Mianhae…” Dana melanjutkan jalannya.
“Oh, Taehyunga. Wae?” Leen A.
“Aku mendengarkan semuanya.” Taehyung.
“Mwo? Aigoo, apa kau ingin bilang semuanya kepada Jimin?” Leen A.
“Aniya, aku akan menjaganya.” Lalu Taehyung kembali sebuah ruangan riasnya.
***
“Dana, besok BTS akan melakukan fansign. Tolong ikutlah. Aku ingin bertemu dengan Jungkook.” Leen A.
“Ya’ bukannya kita setiap hari bertemu dengan mereka?” Dana.
“Tidak dengan Jungkook.” Leen A.
~Saat itu juga…~
 “Oppa,, nanti saat kau fansign dengan fansmu jangan melihat matanya, jangan berjabat tangan dengannya, jangan mengabil foto dengannya. Arra?” Soo Jung yeojanya.
“Apakah harus sebegitu banyaknya?” Jimin, Soo Jung menganggukan kepalanya.
“Ya’!!!” Dana.
“Wae? Kenapa kau membentakku?” Soo Jung.
“Aniya, aku hanya membentak Jimin jangan banyak bergerak.” Dana.
*Saat Fansign*
Para perias BTS diberi kelonggaran untuk beristirahat dan Leen A memanfaatkannya untuk menghandiri fansign BTS.
“Kajja Dana ayo kita kedepan. Aku ingin bertemu dengan Jungkook.” Dengan setengah hati Dana mengikuti ajakan teman semata wayangnya itu.
Setelah Leen A meminta tanda tangan ke beberapa member sampailah ke Jimin dan Dana tepat berada didepan Jimin.
“Oppa, aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu.” Dana.
“Neon?? Bukannya kau hair styleku?” Jimin sambil tersenyum.
“Ne. Aku kecewa denganmu Oppa, aku begitu menyanyangimu. Tetapi kenapa kau tidak? 1 tahun yang lalu aku rela tidak mengikuti ujian sekolah karna hanya ingin mengikuti audisi ini dan ingin bertemu kau dan itu gagal, setelah itu aku berusaha bangkit dari semua masalah itu dan mendaftar sebagai hair stylemu. Tapi kenapa kau membohongi semua fansmu Oppa? 2 minggu yang lalu kau pernah bilang saat fansign kau tidak mempunyai seorang yang kau cintai tetapi apa sekarang setelah aku melihatmu kau telah berpacaran dengan Ryu Soo Jung, (Seketika semua ARMY melihat kearah Dana dan Jimin) aku sangat sakit hati Oppa.” Dana sambil mengusap air matanya yang jatuh membasahi pipinya.Dan langsung keluar dari jejeran para ARMY dan duduk ditempat duduk yang sudah disiapkan.
Jimin sontak kaget dengan peryataan hair stylenya yang bahkan teryata fansnya sendiri, Jimin hanya bisa terdiam serta melihat kearah Dana dan memikirkan kesalahannya.
***
*600 hari setelah kejadian itu*
Dana masih saja merasakan sakit hati yang mendalam tentang semua ini. Dana menangis sesengukkan di taman yang masih sama saat pertama kali ia menginjakkan kaki di Audisi BIG HIT.
Dret,Dret…
“Mianhae Dana hair stlyeku aniya
fansku nomer satu, aku telah mengecewakanmu. T.T- JM”
(Isi Tweet dari BTS)
“Oppa wae? Oppa!!!” Jerit Dana.
“Apa kau hanya bisa meminta maaf lewat akun twittermu? Kenapa kau tidak meminta maaf secara langsung.” Dana sambil mengusap air matanya.
“Oppa… Bahkan aku telah berjanji kepada Eommaku suatu saat nanti aku akan membahagiakanmu. Dan aku berbohong kepadanya.” Dana.
“Kenapa kalian selalu jatuh seperti ini? Kenapa kalian tidak bisa menahannya?” Dana berbicara kepada air matanya.
“Sebaikanya sejak awal aku tidak melakukan semua hal ini, aku sudah sangat lelah dengan hal ini. God tolong bantulah aku.” Tambah Dana. Tiba-tiba dari belakang ada seseorang menutupi matanya.
“Dana…” Panggil seseorang itu lalu perlahan-lahan melepaskannya.
 “Mwo?? Basah..?” Zico.
“Zico…” Dana mulai memalingkan wajahnya dan mengusap air matanya.
“Mianhae, gara-gara aku kau melewatkan hal itu. Jinjja minahae.” Zico.
“Zico, aku saat ini membutuhkan waktu untuk sendiri. Sekarang Jimin mempunyai yeoja bahkan disaat aku sangat menyukainya.” Dana.
“Gara-gara kau Zico… Semua ini gara-gara kau, aku seperti ini semua karnamu.” Tambah Dana.
“Jinjja Dana, Jinnja mianhae. Kalau perlu hukum saja aku, aku banyak berhutang budi padamu kau sudah menyelamatkan nyawaku 2 kali.” Zico.
“Percuma aku menghukummu itu semua tidak akan bisa mengubah Jimin menjadi milikku.” Dana. Lalu Dana berjalan meninggalkan Zico tapi Zico tetap mengikutinya.
Tiba-tiba Jimin keluar dari gedung dan melihat Dana sedang menuju kearahnya, tetapi ada orang yang aneh mendekatinya dari arah samping dan berlari lalu menusukkan sebuah pisau tepat diperut Dana dan itu teryata Sasaeng Fans Jimin.
“Dana….!!!” Teriak Jimin. Segera Jimin dan Zico berlari menuju ke Dana.
Teryata Dana masih bisa terselamatkan dan akhirnya Dana bisa balik pulang.
“Aish, aku lupa. Aku tidak bisa membedakan kamarku dan kamar BTS.” Dana. Tiba-Tiba Taehyung menarik tangan Dana dan menuntunnya ke kamar BTS. Lalu NJDARR….
Dana melihat Jimin yang sedang duduk bersama Ryu Soo Jung, betapa sakitnya hati Dana yang masih saja tidak bisa menerima semua itu.
“Apa maksudmu ini?” Dana.
“Aku hanya mengajakmu untuk merayakan kepulanganmu.” Taehyung.
“Apakah merayakan kepulangan, harus seprti ini? Apakah harus dengan banyak orang?” Dana.
“Aku….(Menundukkan kepalanya.)” Taehyung.
“Aniya, mianhae. Aku hanya tidak suka dengan semua ini.” Dana. Dana langsung meninggalkan kamar BTS.
Saat setelah Dana meninggalkan kamar BTS, jimin memulai dengan sebuah pembicaraan yang serius kepada Ryu Soo Jung.
“Ryu sebenarnya aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu.” Jimin.
“Wae? Kenapa semua menjadi terdiam seperti ini? Ya katakanlah.”Soo Jung.
“Aku sudah tidak tahan padamu Ryu, aku baru merasakan sejak Dana mengatakan itu kepadaku. Sejak aku menjalin hubungan denganmu aku merasa bahwa ini bukan diriku sendiri, kau menyuruhku jangan melihat mata fansku, berjabat tangan dengannya, mengambil foto dengan fansku. Aku pikir itu adalah hal yang sangat salah, tanpa fans aku ini tidak ada apa-apanya Ryu. Jadi tolong mengertilah aku, lebih baik kita mengakhiri hubungan kita secara baik-baik.” Jimin.
“Mwo? Aniya, Shiro!!! Aku tidak mau putus denganmu Jimin.” Soo Jung.
“Mianhae Ryu, ini merupakan jalan yang baik untuk aku dan dirimu.” Jimin. Lalu Jimin meninggalkan Ryu Soo Jung dan mencari Dana.
Saat malam itu hujanpun menemani Dana yang sangat kesepian, Dana berdiri sendiri ditaman tanpa ada tempat berteduh baginya seakan-akan Dana sudah tidak diperlukan lagi didunia ini. Sehingga membuat Dana untuk mengakhiri hidupnya pada malam itu juga.
“Oppa, aku sudah lelah dengan semua ini. Aku capek menunggumu. Mianhae Oppa.” Dana mulai mengayunkan tangannya dengan membawa sebuah pisau dan mendekatkannya dengan tangan satunya sebelum Dana menyayatkannya. Tiba-tiba Jimin memeluknya dari belakang.
“Aniya, Kumohon. Jinjja mianhae, tolong jangan lakukan itu Dana.” Jimin.
“Lepaskan aku Oppa, biarkanlah aku pergi.” Dana,  lalu Jimin melepaskan pelukannya.
Dana membalikkan badannya “Biarkanlah aku pergi Oppa, aku tidak lagi penting dihidupmu. Kau akan menjadi saksinya sekarang juga.” Dana.
“Aniya, kumohon. Jangan lakukan itu, mending kau bunuh saja aku.” Jimin lalu jatuh kebawah dengan keadaan sujud didepan Dana dengan keadaan basah kuyup sama seperti Dana.
“Dana, Jinjja mianhae. Aku memang namja yang bodoh, aku begitu banyak membohongi dan menyakiti begitu banyak hati fansku sendiri. Aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi.” Jimin.
Seketika pisau yang digemgam oleh Dana jatuh begitu saja bersamaan dengan derasnya hujan dimalam itu. Lalu Dana menjajarkan dirinya dengan Jimin dan mengangkat badan Jimin.
“Oppa mianhae telah membuatmu seperti ini, seharusnya aku yang meminta maaf bukanlah kau. Aku seharusnya tidak pantas seperti ini, seharusnya aku tidak meminta hal yang bahkan nantinya aku tidak seharusnya aku miliki.” Dana.
“Oppa aku hanyalah fans tidak seharusnya nanti aku akan memilikimu, hanya orang yang sempurnalah yang bisa memilikimu. Aku memang fans yang keterlaluan, seharusnya kau membenciku Oppa.” Tambah Dana.
“Aniya, aniya (Sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dan menatap Dana) kau adalah Dana fans nomer satuku. Aku tidak akan membencimu.” Jimin yang langsung memeluk Dana di antara derasnya hujan.
“Tolong jangan tinggalkan aku sendirian disini, aku membutuhkanmu Dana. Aku sangat takut jika kau meninggalkanku.” Jimin.
“Sekarang aku telah sadar, bahwa sebenarnya kaulah yang berarti dalam hidupku. Kau bagiku sekarang bukanlah fans tetapi bagiku kau adalah yeoja yang sangat berarti.” Tambah Jimin.
“Kumohon tetaplah disampingku Dana.” Jimin.
*Setelah meresmikan hubungan mereka*
“Oppa, apa kau tidak merasa kehilangan fansmu?” Dana.
“Aniya, suatu saat nanti mereka akan kembali menjadi fansku lagi.” Jimin yang duduk bersama Dana ditaman.
“Jinjja?”Dana, Jimin menganggukkan kepalaya.
“Kaukan yeojaku, hair styleku bahkan fansku. Kenapa aku harus takut kehilangan fansku, biarpun aku kehilangan berapa puluhan, ratusan bahkan ribuan fans bila kau tetap berada disampingku itu sudah lebih dari cukup Dana.” Jimin. Lalu Jimin menggenggam tangan Dana dan Dana menyandarkan kepalanya dipundak Jimin sambil tersenyum.
“Oppa aku tahu, aku merupakan fansmu yang ke puluhan, ratusan bahkan ribuan diantara fansmu yang sangat beruntung bisa bertemu denganmu. Tapi bukankah aku ini sangat beruntung bisa begitu dekat seperti ini denganmu? Oppa terimakasih sudah mengabulkan semua mimpiku yaitu bisa memilikimu. Saranghaeyo Jimin Oppa.” 
Seo Dana.

The End.

Thanks to Park Leen. a that give my Korean name Seo Dana :)
Categories:

0 komentar:

Posting Komentar