Original story by Shyqilla Nabiila Daffa (SN.d)
FF ONESHOOT
Main cast : Park Jimin (BTS), Kim Taehyung (BTS), Seo
Dana, Victoria (f(x))
Genre : Horor Romance
Rating : Maybe teen
Ya
aku Seo Dana, itulah namaku. Entah aku harus memulai darimana, inilah kisah
cintaku dengan seorang manusia.
Hampir setiap malam aku selalu
melihatinya dari dahan pohon yang berada didepan rumahnya. Bahkan aku saja
tidak mengetahui namanya, dia sangat tampan, polos dan juga manis. Terlihat
dari balik jendela kamarnya hampir setiap malam dia belajar dan itu ia lakukan
setiap hari.
Ketika suatu malam saat dia
belajar lalu menatap keluar jendela kamarnya dengan cepat aku menghilang begitu
saja dikeheningan malam, karna aku tidak mau dia mengetahuiku.
“Taehyungie…” Panggil Eommanya.
“Ne Eomma.” Taehyung menjawab dari kamarnya
“Malam ini Eomma akan pergi, mungkin selama 1 bulan soalnya
dikantor Eomma sedang ada proyek besar. Kau tak apakan Eomma tinggal
sendirian?” Eommanya.
“Ne Eomma, nae gwenchana. Aku akan memanggil temanku jika aku
takut.” Taehyung.
“Eomma sudah menyiapkan makan malam untukmu, kalau begitu
Eomma akan pergi dulu.” Eommanya.
Taehyung tetap saja mengerjakan
tugas dan belajar terus tanpa henti, akhirnya perutpun telah mengeluarkan
isyarat. Taehyung keluar dari persembunyiannya dan pergi menuju ke ruang makan.
Setelah sampai ruang makan Taehyung
melihat seorang yeoja yang sedang duduk dikursi meja makannya, Taehyung melihat
yeoja misterius itu sengan menundukkan kepalanya lalu Taehyung memberanikan
diri untuk mendekatinya.
“Chuk… chukkiyo, neon nuguseyo?” Taehyung sambil gemetar.
Seketika lampu diruang makan itu hidup,
mati dan hidup. Taehyung tidak dapat melihat apapun akhirnya Taehyung jatuh
tersungkur. Taehyung tidak dapat melakukan apapun karna takut, lampu menyala.
Dengan cepat Taehyung membawa makanan yang telah disiapkan oleh Eommanya dan
berlari dengan kencang menuju kamarnya.
Taehyung kembali duduk untuk
mengerjakan kembali tugas-tugas sekolahnya, seketika jendela kamar Taehyung
terbuka begitu saja. Angin mulai berhembus begitu kencang menuju kamar Taehyung,
lembaran-lembaran kertas tugas Taehyung mulai berhamburan dan lampu kamar Taehyung
mulai hidup, mati, hidup, mati dan begitu seterusnya. Bulu kuduk Taehyung mulai
berdiri, Taehyung mulai merinding. Sampai…
“Ya’ sebenarnya kau ini siapa? Tolong jangan ganggu aku!
Jika aku mempunyai salah denganmu tolong maafkanlah aku.” Taehyung yang
bergemetar ketakutan setengah mati.
Setelah Taehyung berkata seperti
itu, anehnya semua kembali seperti semula. Tidak ada lembaran-lembaran kertas
yang berhamburan dimana-mana, lalu Taehyung melihat sebuah kertas didepannya
dan…
“Irreummeun mwoeyo?”
Sebuah tulisan dengan menggunakan tinta merah menanyakan nama Taehyung.
“Kim Taehyung imnida, kau sudah tahu namaku jadi kau jangan
ganggu aku lagi.” Taehyung.
Seketika sebuah tangan memeluk Taehyung
dari belakang, jantung Taehyung mulai berdetak sangat kencang. Sebuah kata
terdengar oleh telinga Taehyung.
“Gumawo, Bangapta.” Suara itu terdengar jelas ditelinga Taehyung,
akhirnya Taehyung pingsan.
~Keesokan harinya~
“Taehyung… Taehyunga bangunlah!” Jimin. Taehyung masih belum
terbangun dari pingsannya.
Lalu Jimin mengambil segelas air
lalu menyiramkannya ke Taehyung, terbangunlah Taehyung.
“Ya’ Hyung, kau menginaplah dirumahku. Jebal!!!” Pinta Taehyung
yang setelah bangun dari pingsannya..
“Ne, bahkan kau mengirimkan pesan singkat berulang kali. Ne,
ne aku akan menginap dirumahmu.” Jimin.
“Mwoya?? Pesan singkat? Bahkan kemarin malam aku tidak sama
sekali memegang ponselku.” Taehyung.
“Taehyunga apa kau bodoh? Apa ada ponsel yang mengirim pesan
singkat sendiri?” Jimin.
“Hyung, aku rasa rumahku mulai ada yang aneh. Apa kau
percaya dengan hantu?” Taehyung yang memegang erat tangan Jimin.
“Taehyung cepat lepaskan tanganmu dariku, kau ini berbicara
apa? Apa kau ini ngelantur? Aku tidak percaya dengan hal semacam itu. Sudah cepatlah
mandi kita akan terlambat kesekolah.” Jimin.
Mungkin aku akan hampir mati
tertawa, bagaimana bisa dia menyebutku hantu. Haha, aku mulai menyukainya
bahkan disaat dia ketakutan dia sangat lucu. Disaat itu juga aku mulai
mengikuti dia kemanapun dia pergi.
~Di kelas~
“Hyung, kemarin aku hampir mati konyol. Serasa aku mulai
diikuti oleh arwah yang penasaran.” Taehyung.
“Ya’ Taehyung jika kau mengatakan hal-hal seperti itu lagi,
aku akan membatalkan niatku untuk menginap dirumahmu.” Ancam Taehyung.
“Mwo?? Apa kau gila Hyung? Aku tahu kau pintar, tampan, dan
juga tidak penakut sepertiku, tapi apa kau akan membiarkan dongsaengmu ini mati
konyol Hyung?” Taehyung.
“Haha, aniya aku akan menginap dirumahmu.” Jimin yang
tersenyum licik.
Taehyung melihat kearah pojok
kelasnya, seketika Taehyung membulatkan kedua kelopak matanya.
“Hyung!!!! Dia mengikutiku sampai kesini, aku tidak mau
hidup seperti ini.” Taehyung menjerit.
“Taehyunga, kau ini kenapa? Kau membuatku malu!” Jimin.
“Hyung,cepat kau lihatlah dipojok sana. Lihatlah!!!” Taehyung
histeris sambil menunjuk kearah pojok kelas.
“Taehyunga, coba lihatlah tidak ada apa-apa disana.” Jimin.
“Mwo? Tadi ada seperti yeoja dipojok sana dengan wajah
tertutup oleh semua rambutnya.” Taehyung ketakutan sambil terus menunjuk kearah
pojok kelasnya.
*CUP* “HYA….. Hyung apa kau tidak dengar tadi ada seperti
yang menciumku.” Taehyung yang histeris lagi.
“Taehyunga coba tenangkanlah dirimu! Aku mulai malu jadi
Hyungmu.” Taehyung.
~Malam harinya~
“Taehyunga bisa tidak kau tidur agak kesana? Ini sempit
karna kau terus saja menempel kediriku.” Jimin.
“Ah, mian Hyung. Aku takut setelah semua teror itu.” Taehyung.
“Sudahlah cepatlah tidur Taehyunga, bukankah kau besok mengajakku
untuk membuat sarapan?” Jimin.
“Oh, ne aku lupa Hyung.” Taehyung.
“Taehyunga, matikan lampunya!” Jimin.
Beberapa menit kemudian…
“Hyung apa kau sudah tidur?” Taehyung sambil mengoyang-goyangkan
badan Jimin tetapi Jimin tidak menghiraukannya.
Taehyung terpaksa untuk tidur dan
memejamkan matanya dengan terpaksa tetapi itu sangat sulit akhirnya Taehyung
tertidur sampai ketika ditengah malam Taehyung terbangun dari tidurnya.
Taehyung melihat sosok yeoja yang
sedang duduk dikursi miliknya, seluruh tubuhnya terkena cahaya bulan. Yeoja itu
sedang melihat bulan yang menyinari seluruh tubuhnya sambil menekukan kakinya
serta kepalanya ia sadarkan kekedua kakinya.
Taehyung hanya melongo melihat
semua itu, siapa dia? Kenapa dia berada disitu? Apa yang sedang ia lakukan
disitu? Semua pertanyaan itu sekarang sedang berada dipikiran Taehyung. Lalu
yeoja itu menoleh dan tersenyum kepada Taehyung.
“Ya’ neon nuguseyo?” Taehyung yang bertanya sambil gemetar.
Lalu yeoja itu menghilang begitu
saja.
“Ya’ kau dimana? Kau belum menjawab pertanyaanku?” Taehyung.
Tiba-tiba yeoja itu berada disampingnya lalu…
“Seo Dana imnida. Annyeong!” Jawab yeoja itu. Seketika Taehyung
ingin menjerit dan ingin membangunkan Jimin tapi seluruh tubuhnya tidak ingin
melakukan itu.
Lalu aku berada dibelakang tubuh Taehyung
dan menutupi mulut Taehyung dengan tanganku lalu aku juga menutupi matanya
dengan tanganku. Taehyung akhirnya tertidur kembali.
~Keesokan harinya~
“Hyung!!!!!” Taehyung berteriak histeris. Jimin sontak
terkejut dan terbangun dari tidur lelapnya.
“Taehyunga, tidak bisakah kau membangunkanku dengan pelan.” Jimin.
“Hyung, kemarin malam aku bertemu dengan seorang yeoja yang
sangat cantik. Namanya Seo Dana dia duduk dikursi sana sambil melihat cahaya
bulan, lalu dia mendekatiku dan menutup mulutku serta mataku entah setelah itu
apa yag terjadi aku tidak tahu.” Taehyung.
“Taehyunga kau ini berbicara apa lagi? Sudah aku ingin
kekamar mandi.” Jimin.
Jimin pergi meninggalkan Taehyung
lalu sebelum kekamar mandi ada sebuah ruangan dengan pintu yang terbuka, Jimin
dengan santai berjalan melewatinya tetapi setelah melewatinya Jimin merasa
kalau diruangan itu disaat dia berjalan ada yang mengikuti gayanya berjalan.
Jimin kembali keruangan itu
tetapi tidak ada siapa-siapa, Jimin masuk kedalam ruangan itu dan pintu
tertutup dengan sangat kencang. Seketika bulu kuduk Jimin mulai berdiri dan Jimin
merasa aneh. Ruangan itu sangatlah gelap bahkan cahayapun tidak dapat masuk
didalamnya itu semua membuat Jimin berulang
kali menggedor-ngedor pintu tetapi tidak ada orang yang mendengarnya lalu Jimin
juga berulang kali memanggil-manggil nama Taehyung, akhirnya Taehyung datang
dan membukakan pintunya.
Jimin dan Taehyung kembali
kekamar untuk berganti baju lalu bersiap untuk membuat sarapan, tapi setelah Jimin
dan Taehyung kembali Jimin melihat kalau Taehyung sedang berganti baju dikamar.
Lalu Jimin menoleh kebelakang tidak ada orang yang bersamanya. Lantas siapa
tadi yang pergi menolongnya?
“Taehyunga tadi apa kau pergi mencariku?” Jimin.
“Aniya, wae aku mencarimu?” Taehyung balik.
“Lantas tadi siapa yang pergi menolongku terkunci
diruangan?” Jimin.
“Mwo? Kau terkunci? Aku berani bersumpah aku tidak
menguncimu Hyung.” Taehyung.
“Ne, ne arra.” Jimin.
“Hyung apa kau berusaha untuk menakutiku?” Taehyung.
“Aniya, memang tadi aku terkunci begitu saja dan kau tadi
menolongku untuk membukakan pintu.” Jelas Jimin.
“Hyung!!!” Taehyung berlari mendekat Jimin.
“AISH, sebenarnya kau ini namja atau yeoja sih? Kajja kita
kedapur.” Jimin.
Jimin dan Taehyung berjalan
menuju kedapur tetapi sebelum menuju kedapur, Jimin tidak salah melihat sosok
yeoja yang misterius yang sedang duduk melihat tv. Lalu Jimin ingin tahu dengan
berani Jimin mendekatinya, Taehyung hanya bersembunyi dibalik tubuh Jimin.
“Chukkiyo, neon nuguseyo?” Jimin yang dengan berani memegang
pundak yeoja itu. Yeoja itu beranjak dari tempat duduknya dan…
“Chakkaman, jangan menghilang! Apa kau benar Seo Dana?”
Jimin.
Lalu Yeoja itu membalikkan badannya,
Jimin dan Taehyung seketika menutup kedua matanya karna takut.
“Gwenchana, bukalah matamu. Aku tidak seburuk seperti yang
kalian pikirkan.” Dana. Jimin dan Taehyung membuka kedua matanya dengan pelan.
“Jinjja neon? Kau tidak seperti hantu.” Taehyung yang
berbicara dari balik tubuh Jimin.
“Apa kau benar hantu?” Jimin.
“Aniya, aku tidak hantu. Aku hanyalah vampire.” Dana.
“Mwo? Mwo? Kau vampire?? Hyung, eotheohkae??” Taehyung histeris ketakutan.
“Aniya, aku bukanlah vampire
yang seperti kalian pikirkan.” Dana.
“Tapi kenapa kau selalu
menganggu kami?” Jimin.
“Mian, jika kalian ketakutan
setengah mati. Sebenarnya aku hanya ingin berteman dengan kalian karna aku
tidak mempunyai teman sama sekali. Aku bingung ingin berteman dengan kalian itu
dengan cara apa.” Jelas Dana.
“Tapi wae? Kenapa harus aku
ataupun kami?” Taehyung.
“Molla, aku hanya
menginginkan saja. Apa kau tidak mau?” Dana. Seketika mata Dana mulai memerah.
“Hm, aku… aku mau kok.”
Taehyung yang menjawab dengan gemetar. Mata Dana mulai kembali menjadi coklat.
“Gumawo. Apa aku boleh
tinggal disini?” Dana.
“Mwo? Tinggal disini??”
Taehyung.
“Ne, kau boleh tinggal
disini.” Jimin. Taehyung terus saja mendorong-dorong badan Jimin karna Taehyung
tidak ingin kehadiran Dana dirumahnya.
“Gumawo, oh siapa namamu?”
Dana.
“Park Jimin imnida, tapi apa
kenapa kau ingin tinggal disini? Apa keluargamu nanti tidak akan mencarimu?”
Jimin.
“Aniya, aku tidak mempunyai
lagi. Mereka telah mati semua karna pembunuh vampire, sekarang hanya akulah
satu-satunya penerus keluargaku. Makannya aku jarang menampakkan diriku karna
aku takut dibunuh oleh pembunuh vampire.” Jelas Dana.
“Oh, aku turut berduka atas
kematian keluargamu. Hm, kajja kita membuat sarapan.” Ajak Jimin.
“Kau tidak memakan daging
manusia dan meminum darah manusiakan?” Taehyung yang berusaha memberanikan
diri.
Dana tertawa “Haha, aniya aku
tidak seperti itu. Aku dilahirkan dari keluarga vampire tidak seperti itu.”
Dana.
Dana
duduk di meja makan lalu Jimin serta Taehyung memasak didadapur, Dana hanya
melihat jari jemari mereka berdua mulai beraksi didapur. Dana tersenyum lalu…
“Taehyunga, sepertinya
dimasakanmu kurang garam.” Dana. Lalu Dana mengayunkan tangannya menuju tempat
garam dan tempat garam itu melayang lalu berhenti didepan Taehyung.
“Apa itu kau yang melakukannya?”
Taehyung. Dana hanya tersenyum.
~2 minggu kemudian~
Dana
mulai semakin akrab dengan Jimin dan Taehyung. Taehyung yang awalnya takut
serta merinding didekat Dana sekarang hampir mulai tidak merasakannya lagi.
“Danaya, nanti malam akan ada
kerja kelompok. Aku mohon kau jangan menakuti teman-temanku, arra?” Taehyung.
“Aish, neon pabo? Apa aku ini
seperti hantu? Aku sebenarnya hanya manusia tapi dilahirkan dari keturunan
vampire, arra?” Dana.
~Malam harinya~
Semua
kelompok belajar Taehyung telah berkumpul dirumahnya termasuk dengan Jimin,
Dana hanya duduk disamping Jimin dan terdiam. Tidak ada satupun orang yang
mengajaknya bicara sampai…
“Danaya apa kau tau namja
itu?” Jimin yang berbisik ditelinga Dana.
“Hah? Namja itu? Wae?” Dana.
“Aku sangat membencinya, dia
telah mnusukku dari belakang dan membuatku sakit.” Jimin.
“Membuatmu sakit bagaimana?
Coba jelaskan kepadaku?” Dana berbicara perlahan-lahan.
“Dia telah merebut yeojaku dan
membuat hubunganku hancur. Semua itu dia lakukan hanya untuk mendapatkan
yeojaku.” Jelas Jimin.
“Jinjja?? Sagat licik! Apa
kau mau dia juga merasakan sakit yang kau rasakan?” Dana. Jimin menganggukan
kepalanya.
Tiba-tiba
Dana membuat seperti gerakan meremas dikedua tangannya dan seketika itu namja
yang membuat hubungan Jimin hancur dengan yeojanya merasakan kesakitan yang
sangat luar biasa.
“Tolong!!! Sakit, Appo.
Kenapa tubuhku menjadi seperti ini?” Rintih namja itu. Semua orang yang berada
dirumah Taehyungpun terkejut dan berusaha menolongnya kecuali Dana dan Jimin
yang hanya duduk melihat kejadian itu.
“Daebak!!! Bagaimana bisa kau
melakukan itu?” Jimin.
“Hebatkan? Aku punya kekuatan
untuk mengendalikan darah. Jadi aku bisa mengendalikan tubuhnya karna didalam
tubuh manusia ada darah jadi aku bisa melakukan semua itu. Bahkan aku bisa
membuat darah manusia berenti begitu saja dan akhirnya manusia itu kehilangan
nyawa dengan sia-sia.” Jelas Dana.
“Jinjja? Wah, kau Daebak.”
Jimin tertawa dan langsung memeluk Dana.
“Apa kau tidak takut
denganku, bahkan aku juga bisa menghentikan darahmu saat ini juga jika aku
mau.” Dana.
“Ah, aniya. Kitakan berteman
kenapa aku harus takut denganmu?” Jimin
Tiba-tiba…
“Taehyung Oppa, kumohon
jadilah namjaku!” Pinta Victoria sambil merangkul tangan Taehyung dengan erat.
Seketika
Dana menghentikan perbuatannya dan menoleh kearah Taehyung dan Victoria.
“Kenapa denganku ini? Aku
sudah tidak merasa sakit lagi.” Bilang Namja yang dibeci oleh Jimin.
“Ya’ apa kau cuman
mengada-ada? Itu sangat tidak lucu!” Victoria.
“Tapi aku tadi merasakan
sakit sungguhan.” Bilang namja itu.
“Oppa tidak usah didengarkan,
bagaimana Oppa apa kau mau?” Tanya Victoria lagi.
“Ya’ Taehyunga, trima…
trima…” Semua teman kelompok belajarnya megatakan hal itu secara bersamaan.
“Tapi, aku tidak….” Taehyung.
“Cium, cium…. Cium. Ya kajja
Taehyunga… ayo cium Victoria.” Semua teman kelompok belajarnya juga mengatakan
hal itu. Akhirnya tanpa aba-aba Victoria mencium Taehyung begitu saja dan itu
membuat Dana terkejut.
Tiba-tiba
gelas yang berada di atas meja untuk mereka belajar bersama semua pecah, semua
sontak terkejut dengan kejadian itu. Lampu mulai hidup, mati, hidup dan mati,
lalu lampu menyala Dana sudah tidak ada didekat Jimin lagi.
“Ya’ Jiminie dimana yeoja
yang ada didekatmu tadi?” Tanya teman namjanya.
“Mwo? Danaya?.” Jimin bingung.
Akhirnya
semua tugas telah selesai dan semuanya telah pulang. Dana melihat Victoria dari
balik jendela kamar Taehyung. Lalu Victoria tidak salah juga melihat kamar
Taehyung dari luar rumah tapi Dana sudah tidak ada lagi.
“Danaya… Neon Eodiseo?”
Panggil Jimin dari jendela kamar Taehyung.
Tiba-tiba
tubuh Jimin melayang keluar dari kamar Taehyung lalu berhenti diatas atap rumah
Taehyung.
“Hah, aigo… omo,omo.
Jantungku.” Jimin yang terus saja melihat kebawah rumah Taehyung dari atas
atap.
“Oppa wae neon mencariku?”
Dana, sontak Jimin langsung menoleh kearah Dana.
“Oppa?? Bukannya kau lebih
tua dariku?” Jimin yang masih menepuk-nepuk dadanya.
Dana tertawa “Sebenarnya aku
lebih muda daripada Taehyung.” Dana.
“Mwo? Jinjja neon?” Jimin.
“Tapi kenapa kau mencariku
Oppa? Seharusnya Taehyung Oppalah yang mencariku.” Dana.
“Hm, bukankah kita bertiga
berteman. Aku hanya tidak mau saja temanku terlukai, aku tahu sebenarnya
tujuanmu kerumah ini bukanlah untuk berteman melainkan kau sebenarnya menyukai
Taehyung.” Jimin.
“Akhirnya salah satu dari
kalian sudah mengetahuinya.” Dana berjalan mendekat kearah Jimin.
“Ya’ ya’ ya’ kau bisa jatuh.”
Jimin. Dana duduk sangat dekat dengan Jimin bahkan tidak ada batas diri.
“Oppa apa kau bisa
merasakannya cahaya bulan itu? Disaat cahaya bulan itu menyinari tubuhku dan
aku selalu melihatinya terasa bulan itu memberikanku kekuatan untuk menjalani
ini semua.” Dana.
“Hm, aku terkadang juga
merasakannya. Disaat aku telah mengakhiri hubunganku dengan yeojaku disaat itu
juga aku mendengarkan lagu lewat headsheet lalu aku menatap bulan pada malam
hari itu dan semua rasa sakitku perlahan-lahan mulai hilang.” Jimin.
“Oppa bisakah aku memelukmu?
Banyak orang bilang berpelukan dengan seseorang selama 15-20 menit akan membuat
strees kita hilang dan membuat kita nyaman.” Dana.
“Memelukku? Hm, bolehlah
kalau itu bisa membuatmu tersenyum kembali.” Jimin, lalu Jimin melapangkan
kedua tangannya kearah Dana. Dana langsung saja memeluk Jimin pada malam hari
itu.
~Saat itu…~
Jimin
dan Taehyung telah tidur lelap, Dana berdiri melihati mereka berdua.
Setiap
hari aku selalu menghabiskan waktu bersama mereka berdua, bahkan aku tidak
menyangka bisa berteman dengan manusia. Padalah diantara bangsa mereka telah
membunuh semua keluargaku, mereka adalah makhluk yang sangat bodoh melakukan
sesuatu hal yang awalnya tidak pernah difikirkan terlebih dahulu. Apa mereka
tidak merasakan bagaimana kehilangannya diriku, aku merasa kehilangan dengan
kematian semua keluargaku, tapi disamping itu aku juga berfikir diantara
manusia seperti mereka ada yang baik seperti mereka berdua.
Lalu
Dana menyelinap tidur diantara Jimin dan Taehyung, Dana tidur menghadap
Taehyung.
“Oppa kau tahu sebenarnya aku
menyukaimu? Oppa kau sangat manis dan begitu polos, saranghae.” Lalu Dana mencium
Taehyung tepat dibibir Taehyung.
Pagi
harinya Taehyung terbangun, Taehyung melihat Dana tidur disampingnya. Taehyung melihati
Dana lalu mengusap-usap rambutnya. Taehyung beranjak dari tempat tidurnya,
jimin disaat itu masih tidur terlelap sama dengan Dana. Akhirnya Taehyung
menyelimuti mereka berdua.
“Kalian berdua adalah
malaikatku. Bahkan kalian sangat cocok jika bersama.” Taehyung berjalan keluar
kamar.
Beberapa
menit kemudian Dana dan Jimin sama-sama terbangun. Dana menghadap ke Jimin
sambil mengusap-usap matanya begitu juga dengan Jimin.
“Hya’ Oppa apa yang kau
lakukan denganku? Kenapa kita berdua tertutup selimut seperti ini?” Dana.
“Mwo? Apa maksudmu?” Jimin.
“Lihatlah!!” Dana memukul
kepala Jimin.
“Aish, Appo. Yasudah kalau
begitu kita berdua mencoba saling melihat milik kita masing-masing.” Jimin.
“1, 2, 3!!!” Jimin dan Dana
menghitung bersamaan. Dana tertawa…
“Oppa kita berdua seperti
orang bodoh.” Dana. Lalu Dana mendekat ke Jimin.
“Oppa apa kau tahu sewaktu
Taehyung terbangun dari tidurnya di mengusap-usap rambutku.” Dana malu.
“Jinjja??” Jimin, Dana
menganggukkan kepalanya sambil tersenyum malu.
“Oppa kajja kita bermain,
bukankah didekat rumah Taehyung Oppa ada tempat bermain?” Dana. Lalu tanpa
berfikir lama Dana langsung menarik tangan Jimin.
~Sesampainya ditempat bermain~
Dana
berlari layaknya seorang anak kecil, disana ada sebuah air mancur. Dana berlari
sambil tersenyum disekitar air mancur itu, Jimin melihat Dana berlarian
seketika Jimin mulai tersipu oleh Dana. Jimin terus saja melihati Dana.
“Hyung kau melihati apa?”
Taehyung yang sedikit mendorong tubuh Jimin.
“Ah, aniya. Aku tidak
melihati apa-apa.” Jimin yang menundukkan kepalanya sambil tersenyum.
“Oh…” Taehyung.
“Danaya…” Panggil Taehyung.
Lalu Dana berlari menuju Taehyung.
“Ne Oppa…” Dana.
“Mwo? Oppa??” Taehyung.
“Apa aku tidak boleh
memanggilmu Oppa?” Dana.
“Aniya, Aniya. Gwenchana kau
memanggilku Oppa.” Taehyung yang merangkul Dana sambil mengusap-usap rambut
Dana. Dana tersenyum.
***
“Jiminnie Oppa kenapa kau
memanggilku?” Dana.
“Hm, aku ingin mengataan
sesuatu kepadamu.” Jimin.
“Mwoyo Oppa?” Dana.
“Aku menyukaimu.” Jimin.
“Oppa apa kau ngelantur?”
Dana yang memegang kening Jimin.
“Aniya, aku mengatakan hal
yang sebenarnya.” Jimin.
“Tapi Oppa, bukannya kau
sudah mengetahui kalau aku menyukai Taehyung Oppa? Dimana pikiranmu sekarang?”
Dana.
“Mian Oppa, tujuanku kemari
bukanlah untuk bertemu denganmu bahkan menyukaimu.” Dana yang langsung saja
menghilang begitu saja.
Taehyung datang “Hyung Dana
eodiseyo?” Taehyung.
“Molla, kau cari saja
sendiri.” Jimin yang langsung meninggalkan Taehyung.
“Hya’ Hyung, kenapa
denganmu?” Taehyung yang berteriak dari kejauhan.
~Malam harinya~
Kelompok
belajar merekapun kembali datang lagi dirumah Taehyung dan itu sebenarnya
membuat Dana sangat jengkel. Apalagi Dana bertemu dengan Victoria. Dana tidak
lagi duduk didekat Jimin melainkan duduk disamping Taehyung.
Pada
malam hari itu minumanpun datang untuk menghilangkan haus karna lelah berfikir
mengerjakan tugas sekolah.
“Danaya ini untukmu.”
Victoria.
“Kenapa kau mengambilkan
minuman untukku? Aku bisa mengambilkannya sendiri.” Dana dingin.
“Jika kau tidak mau aku akan
meminumnya.” Jimin yang tiba-tiba datang dan meminum minuman untuk Dana.
“Oppa, hajiaman!!!” Teriak
Victoria.
Tiba-tiba
gelas yang dipegang Jiminpun jatuh kebawah, Jimin merasakan sakit tepat
dijantungnya.
“Danaya apa yang kau
lakukan?” Taehyung.
“Mwo? Nae?” Dana bingung.
“Bukankah kau yang memberikan
minuman untuk Jimin?” Taehyung.
“Mwoya? (Semua barang yang berada didekat Dana
mulai jatuh dan berserakan dimana-mana)
Aku tidak melakukannya. Victoria Eonni yang membuat minuman itu!” Dana
membela diri.
Semua
teman Taehyungpun terkejut dan mulai takut dengan kejadian malam itu.
“Aniya, sekarang kau keluar
dari sini! Jangan lagi kembali kesini lagi, lihatlah apa yang kau perbuat
kepada Jimin!! Danaya kau bukanlah malaikat kau sangatlah berbahaya, kau adalah
monster.” Taehyung yang berbicara dengan nada yang tinggi.
Angin
malam yang sangat dingin itupun muai masuk dari semua jendela rumah Taehyung,
angin berhembus begitu kencang. Semua orang dirumah Taehyungpun mulai
ketakutan.
Jimin
begitu saja tubuhnya mulai sanat dingin seperti es, wajahnya berubah menjadi
putih pucat seperti orang mati.
“Ne, baiklah Oppa jika itu
maumu.” Dana menghilang begitu saja. Anginpun mulai berhenti berhembus.
***
Sudah
seminggu sejak kepergian Dana, Dana menepati janjinya dia bahkan tidak pernah
sekalipun datang kerumah Taehyung lagi sejak kejadian itu. Taehyung Eommapun belum
juga pulang dari proyek pekerjaannya. Jimin sekarang hidup dengan rasa sakit
yang dideritanya, Taehyung yang saat itu merawatnya. Karna Jimin sudah tidak
mempunyai siapa-siapa lagi, Jimin hidup dari harta kekayaan yang dimiliki oleh
kedua orangtuanya. Taehyung merasa kasihan dengan Jimin.
Taehyung
bahkan sudah menganggap Jimin adalah Hyung kandungnya, tapi sebenarnya mereka
tidak sedikitpun terikat apapun. Pada malam itu Jimin terus saja memangil Dana
tanpa henti, didalam rintihan sakit yang dideritanya dia terus saja memanggil
nama itu terus.
“Hyung sudahlah dia tidak
akan datang. Dia yeoja yang sangat berbahaya bagimu.” Taehyung.
“Aniya Taehyunga, sebenarnya
dia yeoja yang sangat baik.” Jimin.
“Hyung lihatlah dirimu,
sekarang kau sakit tolog pikirkanlah dirimu sendiri Hyung.” Taehyung.
Dibibir
yang berwarna begitu pucatnya Jimin terus saja memanggil nama Dana.
~Sementara itu…~
Victoria
berjalan sendiri di gegelapan malam hari. Untuk menghilangkan rasa takutnya
Victoria mengambil sebuah headsheet dari dalam tasnya. Sampai saat Victoria
mencaari headsheetnya ada seseorang yang memakai sebuah jubah sampai menutupi
seluruh wajahnya yang berjalan sengaja menubruknya dari belakang dan membuat
Victoria terjatuh. Tetapi seseorang itu tetap saja berjalan.
“Hya’ neon.. kau yang
menabrakku. Chakkaman!!!” Teriak Victoria sambil berdiri. Lalu seseorang itupun
berhenti, Victoria langsung saja berjalan menuju kearah seseorang itu untuk
meluapkan emosinya.
“Hya’ neon!! Sangat tidak
sopan menabrak orang begitu saja, apa kau tidak diajari sopan santun oleh
keuargamu?” Victoria.
“Keluarga?? (Seseorang itupun
tertawa) Bahkan kelargaku sudah tiada karna Eommamu…” Jawab seseorang itu.
“Apa kau yeoja? Eomma? Apa
maksudmu? Hya’ kau menghadaplah kemari!” Teriak Victoria.
Lalu seseorang itu
membalikkan badannya“Bukankah Eommamu seorang pembunuh vampire? Apa kau tahu
vampire yang dibunuh itu adalah keluargaku. Apa kau tahu betapa kehilangan
diriku atas kematian semua keluargaku?” Dana.
“Tapi bukankah semua itu
impas keluargamu mati dan Eommaku juga telah tiada?” Victoria.
“Mwo??” Dana. Seketika jubah
yang dikenakan Danapun terlepas karna kencangnya angin, rambut Danapun mulai
terbang karna hembusan angin yang sangat kencang disekitarnya. Mata Danapun
mulai sangat memerah, taring Danapun mulai keluar. Dana pun mulai geram dan…
***
“Hyung sudahlah, coba kau
minum sebentar ini.” Taehyung memberikan air putih.
Keadaan
Jiminpun mulai semakin memburuk, mungin kehidupan Jimin akan hilang pada malam
malam itu juga. Jimin hanya melihat Jendela kamar Taehyung terus menerus dari
tempat tidur Taehyung.
Tiba-tiba
jendela kamar Taehyung terbuka dan menghantam dinding sangat kencang. Taehyung
dan Jiminpun sontak. Danapun masuk dari Jendela kamar Taehyung lalu
menghantamkan Victoria kelantai kamar Taehyung sampai membuat Victoria merintih
kesakitan.
Taehyung
yang berusaha ingin membantu Victoria, Dana tahan dan menghantamkan Taehyung ke
dinding kamarnya dan membuat Taehyung tidak bisa bergerak seperti ada lem yang
melekat dibadan Taehyung yang membuat dia terus menempel kedinding.
Lalu
Dana berjalan menuju ke Jimin.
“Hya’ makhluk aneh, apa yang
akan kau lakukan kepada Hyungku?” Taehyung.
“Enyalah kau dan cepat
lepaskan aku!!!” Teriak Taehyung.
Tetapi Dana tidak
menghiraukannya “Jimin Oppa apa kau masih bisa melihku? Apa kau masih bisa
mendengarku?” Dana.
Seketika
saat itu juga Jimin telah menutup matanya dan menghembuskan nafas terakhirnya.
“Hyung…..!!!! Aniya, Aniya….
Makhluk gila!!!” Taehyung.
Akhirnya
Dana mendekatkan wajahnya menuju leher Jimin, lalu Dana menggigit leher Jimin
dan meminum sedikit Darah Jimin. Alu Dana mengusap bibinya dan mendekat ke
Taehyung, masih terlihat dibibir Dana ada Darah Jimin disana.
“Dasar kau!!! Sebenarnya kau
ini makhuk macam apa?” Taehyung.
“Apa kau tahu dia menderita
karna apa? Dia menderita karna dia yeoja yang telah membunuh semua keluargaku.
Apa kau tahu sebenarnya Eommanya adalah pembunuh vampire, dia yang menuangkan
racun didalam minumanku dan ingin membunuhku! Tetapi Jimin Oppalah yang
tiba-tiba datang dan langsung meminum minuman yang dibuat oleh yeoja itu.”
Jelas Dana.
“Apa kau mau merasakan darah
terakhir yang dimiliki oleh Jimin?” Dana.
Tangan
Dana langsung menyentuh kedua pipi Taehyung, Dana mendekatkan bibirnya ke bibir
Taehyung yang berwarna merah tomat agar Taehyung merasakan darah Jimin yang
terakhir kalinya.
“Apa kau sudah merasakannya?”
Dana.
“Oppa apa kau tahu sebenarnya
aku menyukaimu, setiap malam aku selalu melihat dari balik jedela kamarmu.
Setiap malam aku duduk diatas dahan pohon yang berada didepan rumahmu, aku
sangat menyukaimu Oppa. Mian…” Dana yang memeluk Taehyung.
Dana mengambil beberapa
langkah kebelakang “Oppa selamat tinggal, saranghae…” Tambah Dana.
Seketika
Dana berjalan kearah Victoria yang dari tadi meritih kesakitan dan Dana membuat
gerakan meremas di tangan kanannya dan pada malam itu juga Taehyung melihat
kematian Victoria.
Dana
pergi lewat jendela kamar Taehyung, seperti angin yang berhembus dimalam hari.
Bahkan tidak ada suarapun, setelah beberapa menit kepergian Dana. Taehyungpun
jatuh tersungkur, Taehyung merasa tidak percaya dengan semua kejadian ini. Kedua
temannya telah tiada dengan waktu yang bersamaan Taehyung hanya bisa
menangisinya, berulang kali dia memukul-mukul lantai kamarnya karna menangisi
kepergian teman-temannya.
Tiba-tiba
Jimin terbangun, Jimin sekarang bukanlah Jimin yang dulu mata Jimin seketika
berubah menjadi merah. Jimin beranjak dari tempat tidur. Jimin lalu bejalan
kearah Taehyung dan memegang pundaknya.
“Taehyunga, sudahlah jangan
menangisiku aku sudah kembali lagi…” Jimin.
Lalu Jimin mendangakkan
kepala “Hyung apa ini benar kau?” Taehyung.
“Ne, ini benar aku.” Jimin.
“Tetapi kenapa matamu berubah
seperti itu? Apa kau sekarang sama seperti Dana?” Taehyung.
“Ne sekarang aku sama seperti
Dana dan bukan seperti dirimu lagi.” Jimin.
“Tapi Hyung apa kau akan
meninggalkanku?” Taehyung.
“Aniya, aku akan tetap
menemanimu selamanya sampai kau menemukan yeojamu. Dan kumohon jangan pernah
kau membenci Dana, dia hanya ingn menolongku karna racun yang dituangkan Victoria
diminuman Dana yang telah aku minum sendiri.” Jelas Jimin. Begitu juga dengan
Jimin menghilang begitu saja.
***
Dana
duduk didedekat air mancur yang telah datangi oleh Jimin dan Taehyung tempo
hari yang lalu, Dana menangisi seorang telah menyukainya. Dana hanya berfikir
itulah jalan satu-satunya membuat Jimin hidup kembali merubahnya menjadi
makhluk sepertinya.
Dana
terus saja menangis, Dana merasa kecewa kenapa dulu dia tidak menerimanya saja.
Padahal ada aseorang namja yang telah menyukainya tetapi ia menyia-nyiakannya
begitu saja malah ia mencari seorang Namja yang tidak pernah menyukainya.
“Kenapa kau menangis?” Tanya
seorang namja yang memegang pundak Dana dari samping.
“Aku telah menyia-nyiakan
seseorang yang menyukaiku.” Dana.
“Apa kau menyesalinya?” Tanya
seorang namja itu.
“Apa kau bodoh? Jelas saja
kau menyesalinya!!” Dana yang langsung membalikan badannya.
“Oh, Jimin Oppa kau sembuh?”
Langsung Dana memeluk Jimin dengan erat.
“Gumawo kau sudah
menyelamatkan aku.” Jimin sambil mengusap-usap rambut Dana.
“Sekarang apa kau mau
menerimaku?” Jimin.
“Ne Oppa aku mau menerimamu.”
Dana yang masih terus saja memeluk Jimin sangat erat.
Bahkan
aku sendiri juga bingung kenapa aku harus menyukai seorang namja yang tidak
dari bangsaku sendiri melainkan dai bangsa manusia, tapi itulah namanya cinta.
Kadang menyakitkan, menyenangkan, membuat kita bingung atapun gelisah bahkan
tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata apa makna arti sebuah kata cinta. Itulah
cerita kisah cintaku dengan manusia dan akhirnya aku bersama dengan seorang
vampire dan bukanlah dengan manusia.
The End.







.png)
.jpg)