Rabu, 13 Mei 2015

Open Yours Masks Chapter 2 (Ending)



Chapter 2
“My destiny is begins”
Krystal dan Taehyungpun sama-samanya terkejut, Dana dan Jungkook bingung melihat situasi ini.
 “Chakkaman Taehyunga, wajahmu dengan yeoja ini hampir sama. Layaknya seperti seorang Noona dan…” Dana.
“Yasudah, kami pulang dulu. Annyeong!” Pamit Taehyung dengan cepat.
Dengan cepat Krystal menarik tangan Jungkook kedalam rumah.
“Jungko                ok-ah, apa kau tahu yeoja dan namja itu tadi merekalah yang membuat Appa dan Eomma kita mati!!! Appa dan Eomma merekalah yang membuat Appa dan Eomma kita telah tiada, jika saja Appa dan Eomma mereka masih hidup kita tidak usah membunuh anaknya melainkan orangtua mereka. Tetapi Orangtua mereka telah tiada kita bunuh saja mereka berdua.” Krystal.
“Jinjja Noona? Tapi yeoja tadi sangatlah polos.” Jungkook.
*PLAKK* “Apa sekarang kau mulai luluh hanya melihat wajah yeoja itu?” Krystal.
“Mianhae Noona.” Jungkook.
“Kita harus membalas kematian kedua orangtua kita Jungkook-ah.” Krystal.
“Ne Noona, mianhae aku tidak akan melakukannya lagi.” Jungkook.
“Yasudah, kau pergilah tidur.” Krystal. Lalu Jungkook berjalan kekamarnya, tetapi tangan Jungkook ditarik oleh Krystal dan bibir Jungkook hampir menyentuh bibir Krystal.
Jungkookpun hanya terdiam, Krystal menyentuh kedua pipi Jungkook dengan kedua tangannya. Krystal agak sedikit memiringkan kepalanya dan terus menerus melihat bibir Jungkook .
“Noona apa yang ingin kau lakukan padaku?” Jungkook.
Tiba-tiba Krystal mencium bibir Jungkook dan terkejutnya Jungkook, Jungkook hanya mempunyai satu hal yang ada dipikirannya saat ini Krystal Noona adalah Noonaku.  Jungkook tidak ingin tebrawa oleh suasana yang diciptakan oleh Noonanya kemudian Jungkook mendorong Noonanya.
“Mianhae Noona, kau adalah Noonaku. Tidak sepantasnya kau melakukan ini kepadaku.” Jungkook.
“Aku melakukan ini karna seminggu ini aku akan pergi sebentar, untuk mengobati kerinduanku kepada dongsaengku maka aku melakukan ini.” Krystal.
“Oh,…” Jawab Jungkook singkat dan Jungkook langsung berjalan menuju kekamarnya.
~Sementara itu…~
“Taehyunga, kenapa disaat aku melakukan pembicaraan dengan Jungkook tetangga sebelah kita, kau selalu menyelanya? Apa kau bermusuhan dengannya?” Dana yang duduk disamping Taehyung sambil melihat acara di Tv.
“Ani, aku tidak bermusuhan dengannya. Noona aku pikir dia masih orang asing untuk kita berdua.” Taehyung.
“Maka dari itu, salah satu dari kita harus ada yang mengenalkan diri dahulu. Apa selama kau di USA, eomma tidak pernah mengajarimu?” Dana. Taehyung hanya terdiam.
“Taehyunga hari ini tingkahmu saat bertemu dengan Jungkook sangatlah aneh, bahkan kau menganggapnya seperti penjahat begitupun dengan yeoja yang tinggal bersamanya. Sebenarnya kau ini kenapa?” Dana.
“Aniya Noona, gwenchana. Jinjja nae gwenchana, mungkin karna kami belum banyak bertemu.” Taehyung.
“Hm Noona, bukankah besok kita akan pergi kesekolah? Aku lelah.” Taehyung.
Dana mengusap rambut Taehyung “Yasudah kau pergilah tiidur.” Dana sambil tersenyum.
>>>>> 
Jungkookpun mengunci pintu kamarnya dengan rapat-rapat, lalu merebahkan badannya ke tempat tidurnya.
“Noona aku takut, kenapa tingkahmu sangat aneh padaku akhir-akhir ini. Bukankah aku ini namjadongsaengmu? Lantas kenapa kau menciumku?” Batin Jungkook.
Lalu Jungkook memiringkan badannya, terlihat dari kamarnya. Dana sedang masuk kedalam kamar. Danapun menutup tirai jendelanya dan mematikan lampu kamarnya.
“Noona apa aku harus membunuh yeoja sepolos itu? Noona apakah aku terlalu cepat untuk mengakui ini, aku takut membunuhnya entah kenapa aku takut membunuhnya.” Batin Jungkook lagi.
>>>>> 
Didalam ruang yang gelap, Taehyung menyelinap masuk kedalam kamar Noonanya. Taehyung tidur disamping Noonanya. Didalam keadaan yang sangat gelap Taehyung meraba wajah Noonanya lalu sampailah dipipi Noonanya. Seketika Taehyung mendekatkan bibirnya menuju bibir Noonanya tapi lampu kamar Danapun menyala.
“Taehyunga? Wae kau tidur disini?” Dana masih setengah sadar.
“Hm, mian Noona aku membangunkanmu. Bolehkah malam ini aku tidur disini?” Taehyung.
“Oh, kau takut? Kajja kau tidurlah disampingku.” Dana.
Taehyungpun tidur disamping Noonanya dan menghadap kearah Noonanya, lalu Dana memakaikan selimut diseluruh badan dongsaengnya itu begitu juga dengannya. Dana berulang kali menepuk-nepuk pundak Taehyung agar Taehyung nyaman dan segera tidur. Tetapi tetap saja Taehyung tidak bisa tertidur malah Danalah yang tertidur dahulu.
“Noona mianhae, saat ini aku tidak bisa mengatakan yang sebenarnya kepadamu. Noona jinjja mianhae jika suatu saat hal yang aku sembunyikan darimu ini kau mengetahuinya, tolong tetaplah anggap aku menjadi doongsaengmu. Saranghae uri Noonaku.” Batin Taehyung sambil mencium kening Noonanya.
~Keesokan harinya~
“Taehyunga, palliwa kita nanti terlamabat.” Dana yang menunggu dari tadi didepan gerbang rumahnya.
“Ne Noona.” Taehyung berlari kearah Noonanya.
Dana dan Taehyung berjalan menuju kesekolah dengan berjalan kaki, tetapi saat perjalanan menuju kesekolah Jungkook keluar dari gerbang rumahnya.
“Jungkookkie…” Panggil Dana yang langsung berlari kearahnya. Jungkook menoleh kearah Dana dan tersenyum.
“Kau berangkat kesekolah? Dimana sekolahmu?” Dana ramah.
“Ne, aku ingin berangkat kesekolah. Aku sekolah di SOPA.” Jungkook.
Taehyung menarik tangan Dana “Noona kenapa kau berlari?” Sela Taehyung.
“Oh maafkanlah Noonamu Taehyunga.” Dana tersenyum.
“Jinjja daebak, kita bertiga satu sekolah. Kajja kita setiap hari berangkat bersama.” Ajak Dana.
“Gwenchana?” Jungkook yang memperlihatkan senyum evilnya.
“Ne jinjja gwenchana.” Dana.
~Saat dikantin sekolah~
“Noona kau ingin duduk dimana?” Taehyung.
Dana menarik tangan Taehyung “Kita duduk disini saja bersama Jungkookie.” Dana yang duduk didekat Jungkook. Taehyungpun terkejut.
“Noona sebaiknya kau duduklah disini.” Taehyung, Danapun mengikuti perintah Dongsaengnya itu.
“Hm, aku lupa irreummeun mwoeyo?” Jungkook.
“Nae?” Dana, Jungkook menganggukkan kepalanya.
“Seo Dana imnida dan ini namjadongsaengku Kim Taehyung.” Dana.
“Mwo?? Seo Dana?” Jungkook, seketika kepala Jungkookpun tiba-tiba terasa sakit.
Jungkookpun memegang kepalanya dengan kedua tangannya.
“Jungkook-ah, neon gwenchana?” Dana memegang tangan Jungkook.
~Malam harinya~
“Jungkook-ah… Apa kau ada dirumah? Neon gwenchana?” Dana yang mengketuk-ketuk pintu rumah Jungkook tetapi tiada respon. Lalu Dana memcoba memutar kenok pintu dan terbukalah pintu rumah Jungkook, Dana masuk kedalam rumah Jungkook dengan pelan-pelan.
Dana mencoba berjalan dengan santai didalam rumah Jungkook tetapi sepertinya tidak ada siapa-siapa disana.
“Noona kenapa kau datang kemari?” Tanya Jungkook sambil menyembunyikan sesuatu dibalik tubuhnya.
“Omo, kau membuatku terkejut saja.” Dana.
>>>>>
“Noona… Tolong ajarkan tentang bab ini.” Panggil Taehyung.
“Noona…” Panggil Taehyung berulang kali tetapi tidak ada respon.
Taehyung berlari menyari Noonanya kesegala ruangan dirumahnya tetapi tidak ada, seketika Taehyung teringat dan langsung berlari sekuat tenaga demi Noona satu-satunya yang ia miliki.
“Jungkook-ah apa kau masih sakit?” Dana yang berjalan kearah Jungkook.
Seketika Taehyung mendobrak pintu rumah Jungkook.
“Chakkaman Noona…!!!” Teriak Taehyung yang langsung berlari kearah Noonanya dan memegang erat-erat tangan Noonanya itu.
“Taehyunga, kau ini kenapa?” Dana bingung.
“Noona aku tidak mau kehilanganmu. Aku takut.” Taehyung.
“Mwo? Kau ini sebenarnya berbicara apa?” Dana yang masih bingung.
“Noona kumohon jangan dekat dengannya lagi.” Taehyung.
“Jinjja? Apa dia sudah mengetahui yang sebenarnya kalau aku dan Noonaku akan membunuh mereka berdua? Lantas jika namja itu sudah mengetahuinya kenapa ia tidak langsung berterus terang saja kepada Noonanya?” Batin Jungkok yang masih menyembunyikan sesuatu dibalik badannya.
“Taehyunga apa kau ini ngelantur?” Dana.
“Jungkook-ah, yeoja tempo hari yang lalu apa itu Noonamu?” Dana.
“Ne, dia Noonaku. Wae?” Jungkook.
“Lantas dia pergi kemana? Bukankah kau sakit? Seharusnya dia pulang untuk merawatmu.” Dana, lalu Dana berjalan lagi kearah Jungkook. Jungkookpun menyembunyikan sebuah pisau dibalik bajunya agar Dana tidak mengetahuinya.
“Kajja, kalau begitu kau menginaplah dirumah kami. Aku dan Taehyung akan merawatmu.” Dana.
“Shiro!! Gwenchana aku sudah sembuh.” Jungkook.
“Oh, kau mempunyai kalung yang sama denganku?” Dana.
“Noona palli kita pulang, sudah larut malam.” Taehyung menarik tangan Dana agar mereka berdua bisa cepat pulang.
~Keesokan harinya~
“Taehyunga apa Jungkookie tidak masuk sekolah?” Dana dan Taehyung berhenti didepan rumah Jungkook.
“Molla Noona, kita tidak usah memikirkannya. Kajja kita pergi kesekolah saja.” Taehyung.
“Hm, sebaiknya kita melihatnya dahulu.” Dana yang langsung masuk kedalam rumah Jungkook.
“Noona, chakkaman….” Taehyung.
Dana dan Taehyung berjalan menuju kesebuah kamar, Dana memutar kenok pintu itu. Danapun terkejut melihat Jungkook yang tertidur dilantai kamarnya sendiri, dengan cepat  Dana menyuruh Taehyung untuk membawanya kerumahnya.
Sebelum pulang Danapun berinisiatif membawa baju untuk Jungkook, Danapun membuka lemari baju Jungkook dan disana terdapat foto Appa dan Eommanya banyak sekali.
“Mwo? Bukankah ini foto Appa dan Eomma wae Jungkook menyimpannya?” Dana, Dana berusaha mencari lagi ditempat lainnya dan teryata ada sebuah data kelahiran milik Jungkook.
Danapun dibuat terkejut lagi dengan data kelahiran Jungkook, data kelahiran milik Jungkookpunpun sama seperti milik Taehyung dengan nama Appa dan Eomma Dana. Danapun semakin bingun dengan cepat Dana langsung memasukkan semua barang kedalam ranselnya.
~Sampainya dirumah~
“Yeoboseyo, Halmoeonni…” Jawab Dana riang saat berbicara diponsel.
“Apa kau baik-baik saja disana?” Halmoeonni Dana.
“Ne, nae gwenchana Halmoeonni.” Dana.
“Hm, Halmoeonni aku ingin melihat foto Taehyung sewaktu dia masih kecil.” Tambah Dana.
“Mwo? Nugu Taehyunga?” Halmoeonni Dana.
“Halmoeonni bukankah dia namjadongsaengku? Apa kau lupa Halmoeonni?” Dana.
“Ani, aku tidak lupa. Nama dongsaengmu bukan Taehyung tetapi Jeon Jungkook, itu nama dongsaengmu. Masak halmoeonni yang selama ini tinggal dengan kedua orangtuamu di USA lupa dengan nama dongsaengmu.” Jelas Halmoeonni Dana.
Dana hanya terdiam “Aku akan mengirimkan foto dongsaengmu sewaktu masih kecil.” Halmoeonni Dana.
Lalu pesan gambarpun masuk kedalam ponsel Dana. Danapun mengakhiri percakapan lewat ponsel dengan Halmoeonninya, dibukalah pesan gambar dari Halmoeonninya itu. Danapun menyamakan foto Taehyung dan Jungkook merekapun sama-sama mempunyai wajah yang hampir sama.
“Lantas Taehyunga kau ini siapa?” Dana yang terus menerus menatap kedua foto itu.
>>>>>
Dana menghampiri Jungkook yang masih tertidur karna sakit yang dideritanya.
“Jungkook-ah apa kau ini benar dongsaengku?” Dana yang mengusap-usap kening Jungkook.
“Tetapi jika kau dongsaengku kenapa sekarang Taehyungalah yang menjadi dongsaengku sebenarnya apa yang terjadi saat ini?” Dana.
Jungkookpun tiba-tiba tersadar dari tidurnya.
“Oh, apa kau sudah sadar? Coba kau bangunlah.” Dana sambil membangunkan Jungkook.
“Aku ingin bertanya sesuatu kepadamu.” Dana.
“Oh, kau ingin bertanya apa?” Jungkook.
“Mian sebelumnya karna aku sudah lancang membuka lemari bajumu tetapi itu kulakukan sebenarnya aku ingin membawakan baju ganti untukmu, tapi aku mengatakan hal ini bukan untuk ini. Tetapi apa foto Ahjussi dan Ahjumma di lemarimu itu Appa dan Eommamu?” Dana yang menatap Jungkook.
“Ne dia Appa dan Eommaku yang sekarangg telah tiada.” Jungkook.
Danapun terkejut “Lantas dari kedua foto ini mana foto sewaktu kau masih kecil.” Dana sambil melihatkan foto Taehyung dan Jungkook sewaktu masih kecil.
Jungkookpun menunjuk kearah foto bocah namja yang dikirim oleh Halmoeonninya yaitu Jeon Jungkook. Mata Dana mulai berkaca-kaca.
“Apa kau mengatakan hal yang sebenarnya?” Dana, Jungkook menganggukan kepalanya.
“Selama ini kau kemana saja namjadongsaengku? Aku Noonamu Seo Dana, apa kau lupa?” Dana.
“Mwo?? Noona kau ini berbicara apa? Noonaku adalah Krystal Noona yang sekarang sedang pergi, kau bukanlah Noonaku.” Jungkook mendorong Dana.
“Noona… Noona neon gwenchana?” Taehyung.
“Ya’ kau apakan Noonaku?” Taehyung.
“Apa aku ini benar Noonamu?” Dana.
“Noona kau berbicara apa?” Taehyung.
“Tehyunga apa kau menyembunyikan sesuatu dari Noonamu?” Dana.
“Ani, Aniya.” Taehyung, Danapun hanya terdiam.
“Hm, mianhae Noona aku sudah mendorongmu. Sebaiknya aku pulang saja kerumahku.” Jungkook.
~Seminggu kemudian~
“Jungkookkie Noonamu pulang…” Krystal yang langsung masuk kedalam kamar Jungkook dan tidur merangkul Jungkook.
“Noona apa kau baik-baik saja?” Jungkook yang memegang tangan Krystal.
Tiba-tiba Krystal mendudukkan badannya dan melepas semua pakaian kecuali pakaian dalamnya, Krystal meletakkan kedua tangannya diantara badan Jungkook.
Jungkookpun mulai takut “Noona, apa yang kau lakukan cepat pakai…” Jungkook, dengan cepat Krystal mecium Jungkook dengan arogannya.
Jungkook yang merupakan Namja yang masih labil tidak bisa melakukan hal apa-apa.
~Keesokan harinya~
“Jungkook-ah…” Dana yang membuka pintu kamar Jungkook yang disamping Dana ada Taehyung untuk menemaninya.
“Omo, omo jinjja… Taehyunga kau jangan melihatnya.” Dana langsung menutup kedua mata Taehyung dengan tangannya.
Kedua mata Taehyung masih dalam keadaan tertutup oleh tangan Noonanya.
“Noona apa mereka berdua sedang melakukan sesuatu?” Taehyung yang dengan pelan-pelan melepaskan tangan Dana dari kedua matanya.
“Ne, Taehyunga…” Dana.
“Apa mereka melakukan ini juga?” Tehyung dengan tiba-tiba mencium Dana dan memeluk Dana dengan erat.
Beberapa menit kemudian Jungkookpun terbangun dan terkejut. Taehyungpun masih mencium Dana, Dana melihat Jungkook yang telah terbangun lantas Dana mendorong Taehyung dan berlari tetapi Dana berhenti didepan kamar yang tidak lain adalah kamar Krystal.
Danapun memasukinya, Dana melihat disekeliling bahkan semua dinding kamar Krystal terdapat foto Dana dan Jungkook banyak tertempel disana. Banyak goresan tinta merah membentuk sebuah silang di foto Dana dan Jungkook. Foto merekapun juga banyak yang telah disobek-sobek bahkan ada juga yang terbakar.
Dana bingung teryata Jungkook adalah dongsaeng yang selama ini hilang.
*JLEEBB* Sebuah pisaupun menanjap dibahu Dana, ditariklah lagi sebuah pisau itu yang menanjap dibahu Dana. Danapun terjatuh dan masih dalam keadaan sadar.
“Ya’ kenapa kau lakukan ini kepada kami berdua kenapa???” Jungkook, dengan Krystal yang berjalan mengelilingi Dana.
“Bagaimana maksudmu?” Dana yang mulai tidak berdaya.
“Apa kau tidak tahu, selama ini kami berdua menderita aku dan Taehyunga telah menderita selama bertahun-tahun lamanya gara-gara kedua orangtuamu.” Krystal.
Jungkookpun terkejut dengan perkataan Krystal barusan.
“Noona kenapa ada fotoku dikamarmu? Dan kenapa sebanyak ini?” Jungkook.
Datanglah Taehyung.
“Noona, chakkaman…” Tariak Taehyung.
“Taehyunga cepat pegang Jungkook!!!” Perintah Krystal, dengan cepat Taehyung memegang Jungkook dengan erat.
“Noona sebenarnya apa yang terjadi? Aku dongsaengmu kenapa kau menyuruh Taehyung untuk memegangku?” Taehyung.
“Sebenarnya kau ini bukanlah dongsaengku melainkan dibelakangmulah, dia namja dongsaegku yang sebenarnya.” Krystal.
“Mwo? Noona apa kau sudah pikun!!!” Jungkook yang meronta-ronta untuk melepaskan diri.
“Taehyunga apa benar kau dongsaeng Krystal Noona?” Jungkook yang masih meronta-ronta.
“Ne, aku namja dongsaengnya.” Taehyung.
“Lalu kenapa kau melakukan ini kepada kami?” Dana. Krystalpun berjalan cepat kearah Dana dan menamparnya dengan sangat kencang.
*PLAKK* Jungkookpun memejamkan kedua matanya tidak ingin melihat Noonanya dianiaya oleh Ktystal, Danapun semakin tidak berdaya. Mulut Danapun telah mengeluarkan darah sebab tusukan yang dilakukan oleh Krystal.
“Lihatlah Jungkook-ah Noonamu sangatlah payah, bagaimana jika dibandingkan dengan diriku?” Krystal.
“Persetan dengan kau Krystal, kau bukanlah Noonaku!!!” Teriak Jungkook.
“Tenang saja Jungkook, setelah Noonamu ini selesai selanjutnya adalah kau.” Krystal.
“Danaya, anak orang kaya yang kehidupannya selalu tercukupi apa kau ingin tahu kenapa aku dan Taehyung telah melakukan ini semua kepada kalian?” Tambah Krystal yang menjajarkan dirinya sama seperti Dana. Lalu Dana menyemburkan sedikit darah kewajah Dana yang berada dimulutnya.
“Ya’ (Dana mengusap darah yang ada diwajahnya)”Krystal, Danapun dengan beberapa sisa tenaganya mendorong Krystal sangat kencang dan terjatuhlah Krystal.
                Danapun berlari menuju pintu depan rumah Krystal tetapi telah terkunci, dengan cepat Dana berlari menuju tangga rumah Krystal untuk menuju atap rumah Krystal. Tubuh Danapun mulai semakin berat untuk berlari, Krystalpun berlari dibelakangnya dan Danapun tidak ingin mati karna dibunuh oleh seseorang.
                Danapun masih berusaha untuk berlari dan sampailah diatas atap rumah Krystal, Danapun berlari dengan sempoyongan. Dana melihat kearah samping kanan dan kiri teryata jalan buntu, Danapun membalikkan badannya. Teryata Krystalpun sudah berada disana dengan membawa sebuah pisau yang sangat tajam untuk mengakhiri hidup Dana.
“Ya’ sekarang kau ingin kemana? Sudahlah tidak lama lagi kau akan lenyap dari dunia ini begitu juga dengan Jungkook.” Krystal.
~Sementara itu…~
Taehyungpun melepaskan pegangan eratnya terhadap Jungkook.
“Percuma aku melakukan semua ini.” Taehyung. Jungkookpun terkejut.
“Mwo? Kau melepaskanku?” Jungkook.
“Aku menyukai Noonamu, aku tidak mau melakukan semua ini.” Dengan cepat Taehyung berlari menuju keatas atap milik Noonanya itu.
>>>>>
Seluruh tubuh Danapun berlumuran darah. Bibir Danapun mulai memucat, sepertinya Dana mulai kehabisan darah.
“Apa kau punya kata-kata terakhir untuk dongsaengmu sebelum kau mati?” Krystal.
“Ya’ yeoja gila, seharusnya kau tidak melakukan semua ini. Ini adalah masalah kedua orangtua kita, toh kedua orangtua kita juga sama-sama telah tiada. Kita semua impas tidak ada yang tersisa, kedua orangtua kita telah meninggalkan kita bersamaan sewaktu kita kecil.” Dana.
“Sudah kau diamlah!! Persetan dengan semua ini.” Krytal. Krystalpun berjalan dengan cepat kearah Dana untuk menanjapkan sebuah pisau kearah Dana berulang-ulang kali.
Air mata Danapun mulai mengalir sedikit demi sedikit, Dana merasa takut. Akhirnya Dana memejamkan kedua matanya “Appa Eomma tolong aku, aku tidak mau mati dengan cara seperti ini. Appa Eomma tolong aku” Batin Dana.
*BRAKK* Sebuah potongan kayu agak besar mengantam Krystal disekitar belakang kepalanya. Seketika Krystalpun jatuh kebawah dan tak sadarkan diri.
                Danapun mulai membuka kedua matanya, Dana menghembuskan nafasnya berulang kali karna terkejut. Lalu Dana menoleh kearah Taehyung dengan tatapan takut.
“Apa kau juga ingin membunuhku?” Dana.
“Tenang Noona, aku tidak melakukan hal seperti Noonaku lakukan kepadamu. Tenanglah Noona, ingatlah aku Dongsaengmu.” Taehyung yang menatap Dana untuk meyakinkannya.
                Taehyungpun perlahan-lahan mulai mendekat kearah Dana, lalu memeluknya.
“Taehyunga, aku takut. Aku tidak mau mati karna dibunuh, aku hanya melihat kejadian seperti ini hanya di Tv dan sekarang teradi kepada diriku sendiri aku takut Taehyunga. Tolong jagalah aku dongsaengku.” Dana yang juga memeluk Taehyung dengan erat.
“Ne, Noona aku akan menjagamu.” Taehyung.
“Taehyunga, Noonaku tak sadarkan diri.” Jungkook yang berlari kearah Taehyung dan Dana.
>>>>> 
                Dihari itupun merupakan hari terakhir aku melihat yeoja yang akan mengakhiri semua kehidupanku. Akupun mendagakkan kepalaku melihat awan yang begitu indah dipagi hari, akupun tersenyum karna dimanjakan oleh suasana saat ini. Aku juga menyandarkan badanku kekursi lalu aku mengalihkan semua penglihatanku ke sebuah objek lainnya.
                Diapun mulai tersenyum setelah aku melihatnya…
“Taehyunga…” Panggilku. Taehyungpun mulai berjalan mendekatiku dan duduk disampingku.
“Noona jinjja mianhae.” Taehyung.
“Wae? Kau meminta maaf untuk apa?” Dana.
“Atas semua masalah ini, mianhae aku sudah menutupi semua rencana Krystal Noona yang akan membunuhmu dengan Jungkook. Jika kau ingin marah denganku, sebenarnya aku pantas mendapatkannya dan kau pantas tidak menganggapku sebagai namjadongsaengmu lagi. Aku sudah menyiapakan semua jika kau Noona akhirnya akan membenciku.” Taehyung.
Danapun tersenyum “Aniya, Taehyunga. Kau masih tetap menjadi namjadongsaengku sama seperti yang dulu. Sekarang aku tahu kenapa selama ini kau selalu memerintahku untuk selalu didekatmu.” Dana sambil mengusap-usap rambut Taehyung.
“Noona…” Panggil seorang Namja yang tidak jauh dari Dana dan Taehyung. Danapun menoleh kearahnya.
“Jeon Jungkook…” Dana. Dengan cepat Jungkook berlari kearah Dana dan memeluknya.
“Noona aku merindukanmu, mianhae…” Jungkook.
“Jungkook sudahah lupakan semua masalah itu, naeneun gwenchana.” Dana.
“Hm, sebaiknya aku pergi dari sini. Aku tidak mau merusak kebahagiaan kalian berdua.” Taehyung yang beranjak dari tempat duduk.
“Taehyunga…” Dana menggeleng-gelengkan kepalanya. “Aniya, tetaplah bersamaku disini.” Dana.
                Seketika Taehyungpun tersenyum lebar kepada Dana dan Jungkook pada hari itu.
“Kau adalah seorang yeoja polos yang pernah aku temui bahkan kau sangat baik dan mau merawatku dari kecil hingga aku tumbuh menjadi seorang namja yang dewasa. Sebenarnya makhluk apa aku ini tega-teganya ingin membunuhmu dan mengakhiri semua cerita tentang kehidupanmu bahkan hantu saja tidak berani mendekatimu apalagi menyentuhmu.”
                                         Kim Taehyung.
The End.

Kamis, 07 Mei 2015

Open Yours Marks (Chapter 1)



Original story by Shyqilla Nabiila Daffa (SN.d)
Title : Open Yours Masks
Main cast : Kim Taehyung (BTS), Jeon Jungkook (BTS), Seo Dana, Krystal Jung f(x)
Genre : Sad and Hurt Romance
Chapter : 1-2
Rating : Maybe teen
Chapter 1
“The first time I meet you…”
Langit yang berwarna abu-abupun mewarnai hari pemakaman Appa dan Eommaku, seorang bocah namja yang umurnya masih sangat muda itupun berlari sangat kencang menuju pemakaman kedua orang tuanya. Bocah namja itupun berlari sangat kencang agar dia juga bisa bertemu dengan Noonanya, karna sejak ia dilahirkan di USA. Namja yang bernama Jeon Jungkook itupun belum pernah sama sekali bertemu dengan Noonanya.
Dengan langkah yang sangat lebar Jungkook berlari sekuat tenaganya, hanya Noonalah yang saat ini dia punyai. Dengan sekuat tenaga Jungkook berlari dan memanggil nama Noonanya lalu*BRAKK* seorang yeoja sedikit dewasa mendorongnya, akhirnya Jungkook terjatuh dan kepala Jungkook terbentur oleh batu.
“Aigoo, lagi-lagi mimpi buruk itu lagi.” Jungkook yang terbangun dari tidurnya.
>>>>>
Ku terbangun dari tidurku yang sangat nyenyak lalu kududukkan tubuhku yang masih loyo. Kuusap kedua mataku yang masih belum terbuka sambil menunggu nyawaku kembali satu persatu. Aku beranjak dari tempat tidurku, kubukalah jendela kamarku.
Kuhirup udara di pagi hari yang memang sangat segar sambilku pejamkan kedua mataku karna saking terbawanya suasana yang sangat tenang. Lalu kubuka kembali kedua mataku sampai hanya terfokus ke satu arah.
“Noona!!!” Seorang namja yang berada di taman rumahku melambaikan tangannya menuju kearahku, lantas aku membalas lambaiannya dengan senyum manisku.
Ya dia Taehyung namja dongsaengku, aku juga tidak tahu kenapa dia sampai sekarang polah tingkahnya masih seperti anak kecil. Bahkan sewaktu dia masih SMP, Taehyung pernah menulis sebuah puisi dan surat cinta untukku.
“Noona turunlah, aku membuatkanmu sebuah sarapan. Kajja, bogo.” Taehyung yang berteriak dari bawah..
Tanpa berpikir lama aku langsung berjalan keluar dari kamarku dan menuju ke Taehyung, dengan beraninya dulu Taehyung memberikan puisi dan surat cinta itu kepadaku bahkan satu sekolahanpun tahu kalau aku adalah Noonanya tapi Taehyung tetap memberikannya kepadaku.
Akupun duduk dikursi yang sudah Taehyung siapkan untukku.
“Taehyunga, hari ini kau membuat apa?” Dana.
“Hm, aku membuat… Sudahlah Noona kau makanlah aku yakin kau pasti menyukainya.” Taehyung yang duduk didekatku.
Akupun memakannya sedikit demi sedikit, setelah Taehyung memberikan puisi serta surat cinta yang ia buatkan untukku. Dengan cepat aku membukanya dan aku membacanya dengan perlahan-lahan, akupun terseyum melihat isi puisi dan surat cinta yang dibuat oleh dongsaengku sendiri untukku.
Lalu saat itu aku mengambil sebuah bolpoin dari dalam ranselku dan aku nilai puisi serta surat cinta yang Taehyung buat untukku karna dihampir setiap kata yang Taehyung tulis huruf dari kata itu selalu kurang dan kurang.
 “Taehyung-ah, lihatlah kau menulisnya kurang huruf h begitupun dengan ini. Seharusnya kau tingkatkanlah belajarmu, kajja kita pulang.” Akupun yang menjadi Noonanya berusaha untuk meyakinkannya dengan mengusap-usap kepalanya serta merangkul lehernya dan berjalan pulang layaknya Noona dan Dongsaeng yang sebenarnya.
>>>>>
…Back Again…
Akupun hampir mati tertawa jika aku mengingat kejadian itu terus menerus.
“Noona kenapa kau tersenyum?” Taehyung.
“Apa ada yang salah dengan makanannya?” Tambah Taehyung.
Aku menggelengkan kepalaku “Aniya, Taehyunga makananmu bahkan sangat enak. Aku hanya teringat sewaktu kau masih SMP kau pernah…” Dana.
“Aniya Noona, sudah berhentilah berbicara. Aku malu!!” Taehyung yang langsung memakan makanan yang ia buat.
Lantas aku tertawa sambil melihatinya, Taehyungpun masih memasang wajah marahnya. Akupun juga pernah berfikir “Apa kau benar dongsaengku?” “Kenapa umurmu dan umurku hanya berselisih 1 tahun saja?” “Kenapa kau berani-beraniya membuat puisi dan surat cinta untuk Noonamu sendiri?” “Eomma kenapa sebelum kematianmu dan juga Appa tidak pernah menceritakan apapun tentang namja Dongsaengku?” “Apa kau benar-benar namja dongsaengku?”. Semua pertanyaan itu selau menghantuiku setiap saat.
~Sementara itu…~
“Noona kapan kita akan melihat mereka berdua tertawa untuk terakhir kalinya?” Seorang Namja yang diam-diam melihat Dana dan Taehyung dari balik tirai jendela rumahnya.
“Taehyunga kau bersabarlah, mungkin tidak lama lagi kita berdua akan melihat mereka tertawa untuk terakhir kalinya.” Krystal.
“Aku ingin cepat mereka berdua lenyap dari dunia ini Noona, karna mereka Appa dan Eomma kita meninggalkan kita.” Jungkook.
“Noona tapi kenapa kita harus membunuh mereka berdua? Bahkan aku melihat wajah mereka saja tidak pernah. Apa aku harus membunuhnya?” Tambah Jungkook.
“Ne kau harus membunuhnya, pokoknya kita harus membunuh mereka berdua.” Krystal.
“Yasudah tolong kau pergi beliah kebutuhan.” Perintah Krystal.
“Ne, noona.” Jungkook.
Danapun masih memakan masakan yang dibuat oleh Namjadongsaengnya sedikit demi sedikit.
“Noona…” Panggil Taehyung, Danapun menoleh kearahnya.
“Kajja kita pergi kepasar, bukankah bulan ini kita belum membeli kebutuhan?” Taehyung.
“Jinjja? Bukankah kita sudah membelinya tempo hari yang lalu?” Dana sambil mengingat kembali.
“Noona apa kau sudah pikun? Kita sama sekali belum pergi, bahkan aku yang selalu membuatkanmu masakan setiap harinya saja sudah kehabisan bahan untuk memasak.” Taehyung geram.
“Jinjja? Kajja kita pergi kepasar.” Dana beranjak dari tempat duduknya dan menarik tangan dongsengnya itu.
~Sesampainya dipasar~
“Noona nanti kau ingin makan apa?” Tawar Taehyung yang berjalan menghadap kearah Dana.
“Hm,, mungkin ramen telur kukus itu cukup enak.” Dana.
“Oke, kita beli bahannya.” Taehyung.
~Sementara itu…~
“Ahjumma berapa harga telur ini?” Jungkook.
“Ya’ Ahjumma ini sangat mahal, bisakah agak turun?” Tambah Jungkook.
“Yasudahlah, mumpung kau bocah yang manis. Aku turunkan harga ini.” Ahjumma penjual.
“Jinjja Ahjumma? Gamsahamnida.” Jungkook sambil tersenyum.
Dana dan Taehyungpun telah selesai membeli kebutuhan dan bahan untuk membuat ramen, akhirnya Dana dan Taehyungpun berjalan untuk pulang tapi…
“Aish pabo!!! (Taehyung memukul keningnya).” Taehyung.
“Wae Taehyunga?” Dana.
“Noona mian, kau tunggulah sebentar disini aku lupa membeli sesuatu.” Taehyung.
“Oh, gwenchana. Cepat pergilah aku akan menunggumu disini.” Dana.
Setelah menunggu lama, Danapun lelah. Danapun memutuskan untuk mencari tempat duduk agar Dana bisa merebahkan tubuhnya sebentar. Karna saking lelahnya Dana berjalan dengan sangat cepat agar juga cepat mendapatkan tempat duduk. Tanpa disengaja Danapun menabrak orang yang sedang berjalan kearahnya dan terjatuhlah mereka berdua.
“Ah, jinjja?” Dana sambil memegang bahunya dan langsung beranjak berdiri.
“Mian sudah menabrakmu.” Dana berulang kali membungkukkan badannya.
“Gwenchana.” Jungkook sambil membereskan barang yang terjatuh dan telur yang pecah.
“Hah, mianhae (Dana langsung mendekat kearah Jungkook) Aku akan mengganti semua telurmu yang pecah.” Dana juga ikut membereskan barang yang terjatuh.
Taehyungpun datang dan terkejutnya dia setelah melihat Jungkook yang berada disamping Noonanya. Dengan cepat Taehyungpun berlari kearah Noonanya dan memegang bahu Noonanya dengan erat.
“Noona neon gwenchana? Sudahlah Noona kau berdirilah dan pegang ini biar aku yang membereskan barang namja ini.” Taehyung.
“Tehyunga, kita juga harus mengganti telur milik namja itu.” Dana.
“Gamsahamnida.” Jawab Jungkook singkat.
“Setelah mengganti telur yang pecah…”
“Aku baru menyadarinya, teryata wajah kalian berdua hampir sama.” Dana.
“Jinjja? Aniya Noona lihatlah lebih tampan aku.” Taehyung, Jungkook hanya tersenyum evil.
“Cihh…” Dana sambil memutar kedua bola matanya.
“Irreummeun mwoeyo?” Tanya Dana pertama kali saat perjalanan pulang.
“Jeon Jungkook imnida.” Jungkook.
“Noona sebaiknya kau berada disampingku sini.” Taehyung yang menyela pembicaraan.
“Taehyunga sebenarnya kau ini kenapa? Menganggu saja.” Dana.
“Oh, jadi itu namamu. Lantas rumahmu ada dimana? Apa aku boleh tahu.” Dana yang berbicara disamping Taehyung yang berusaha untuk melihat wajah Jungkook.
“Oh, kita sudah sampai.” Jawab Jungkook.
“Apa ini benar rumahmu?” Dana. Jungkook mengangguk.
“Jadi kau bertetangga denganku, tapi aku tidak pernah meihat kau keluar rumah.” Dana bingung.
Seorang yeoja membuka pintu rumah Jungkook.
“Oh Noona ini aku sudah membeli semua yang kita butuhkan.” Jungkook.
To Be Continue…