Chapter
2
“My destiny is begins”
Krystal dan Taehyungpun
sama-samanya terkejut, Dana dan Jungkook bingung melihat situasi ini.
“Chakkaman Taehyunga, wajahmu dengan yeoja ini
hampir sama. Layaknya seperti seorang Noona dan…” Dana.
“Yasudah, kami pulang dulu. Annyeong!” Pamit
Taehyung dengan cepat.
Dengan cepat Krystal
menarik tangan Jungkook kedalam rumah.
“Jungko ok-ah,
apa kau tahu yeoja dan namja itu tadi merekalah yang membuat Appa dan Eomma
kita mati!!! Appa dan Eomma merekalah yang membuat Appa dan Eomma kita telah
tiada, jika saja Appa dan Eomma mereka masih hidup kita tidak usah membunuh
anaknya melainkan orangtua mereka. Tetapi Orangtua mereka telah tiada kita
bunuh saja mereka berdua.” Krystal.
“Jinjja Noona? Tapi yeoja tadi sangatlah polos.” Jungkook.
*PLAKK* “Apa sekarang kau mulai luluh hanya melihat wajah
yeoja itu?” Krystal.
“Mianhae Noona.” Jungkook.
“Kita harus membalas kematian kedua orangtua kita
Jungkook-ah.” Krystal.
“Ne Noona, mianhae aku tidak akan melakukannya lagi.”
Jungkook.
“Yasudah, kau pergilah tidur.” Krystal. Lalu Jungkook
berjalan kekamarnya, tetapi tangan Jungkook ditarik oleh Krystal dan bibir Jungkook
hampir menyentuh bibir Krystal.
Jungkookpun hanya terdiam,
Krystal menyentuh kedua pipi Jungkook dengan kedua tangannya. Krystal agak
sedikit memiringkan kepalanya dan terus menerus melihat bibir Jungkook .
“Noona apa yang ingin kau lakukan padaku?” Jungkook.
Tiba-tiba Krystal mencium bibir
Jungkook dan terkejutnya Jungkook, Jungkook hanya mempunyai satu hal yang ada
dipikirannya saat ini Krystal Noona adalah Noonaku. Jungkook tidak ingin tebrawa oleh suasana yang
diciptakan oleh Noonanya kemudian Jungkook mendorong Noonanya.
“Mianhae Noona, kau adalah Noonaku. Tidak sepantasnya kau
melakukan ini kepadaku.” Jungkook.
“Aku melakukan ini karna seminggu ini aku akan pergi
sebentar, untuk mengobati kerinduanku kepada dongsaengku maka aku melakukan
ini.” Krystal.
“Oh,…” Jawab Jungkook singkat dan Jungkook langsung berjalan
menuju kekamarnya.
~Sementara itu…~
“Taehyunga, kenapa disaat aku melakukan pembicaraan dengan
Jungkook tetangga sebelah kita, kau selalu menyelanya? Apa kau bermusuhan
dengannya?” Dana yang duduk disamping Taehyung sambil melihat acara di Tv.
“Ani, aku tidak bermusuhan dengannya. Noona aku pikir dia
masih orang asing untuk kita berdua.” Taehyung.
“Maka dari itu, salah satu dari kita harus ada yang
mengenalkan diri dahulu. Apa selama kau di USA, eomma tidak pernah
mengajarimu?” Dana. Taehyung hanya terdiam.
“Taehyunga hari ini tingkahmu saat bertemu dengan Jungkook
sangatlah aneh, bahkan kau menganggapnya seperti penjahat begitupun dengan
yeoja yang tinggal bersamanya. Sebenarnya kau ini kenapa?” Dana.
“Aniya Noona, gwenchana. Jinjja nae gwenchana, mungkin karna
kami belum banyak bertemu.” Taehyung.
“Hm Noona, bukankah besok kita akan pergi kesekolah? Aku
lelah.” Taehyung.
Dana mengusap rambut Taehyung “Yasudah kau pergilah tiidur.”
Dana sambil tersenyum.
>>>>>
Jungkookpun mengunci pintu
kamarnya dengan rapat-rapat, lalu merebahkan badannya ke tempat tidurnya.
“Noona
aku takut, kenapa tingkahmu sangat aneh padaku akhir-akhir ini. Bukankah aku
ini namjadongsaengmu? Lantas kenapa kau menciumku?” Batin Jungkook.
Lalu Jungkook memiringkan
badannya, terlihat dari kamarnya. Dana sedang masuk kedalam kamar. Danapun menutup
tirai jendelanya dan mematikan lampu kamarnya.
“Noona
apa aku harus membunuh yeoja sepolos itu? Noona apakah aku terlalu cepat untuk
mengakui ini, aku takut membunuhnya entah kenapa aku takut membunuhnya.” Batin
Jungkook lagi.
>>>>>
Didalam ruang yang gelap,
Taehyung menyelinap masuk kedalam kamar Noonanya. Taehyung tidur disamping
Noonanya. Didalam keadaan yang sangat gelap Taehyung meraba wajah Noonanya lalu
sampailah dipipi Noonanya. Seketika Taehyung mendekatkan bibirnya menuju bibir
Noonanya tapi lampu kamar Danapun menyala.
“Taehyunga? Wae kau tidur disini?” Dana masih setengah
sadar.
“Hm, mian Noona aku membangunkanmu. Bolehkah malam ini aku
tidur disini?” Taehyung.
“Oh, kau takut? Kajja kau tidurlah disampingku.” Dana.
Taehyungpun tidur disamping
Noonanya dan menghadap kearah Noonanya, lalu Dana memakaikan selimut diseluruh
badan dongsaengnya itu begitu juga dengannya. Dana berulang kali menepuk-nepuk
pundak Taehyung agar Taehyung nyaman dan segera tidur. Tetapi tetap saja
Taehyung tidak bisa tertidur malah Danalah yang tertidur dahulu.
“Noona mianhae, saat
ini aku tidak bisa mengatakan yang sebenarnya kepadamu. Noona jinjja mianhae jika
suatu saat hal yang aku sembunyikan darimu ini kau mengetahuinya, tolong
tetaplah anggap aku menjadi doongsaengmu. Saranghae uri Noonaku.” Batin
Taehyung sambil mencium kening Noonanya.
~Keesokan harinya~
“Taehyunga, palliwa kita nanti terlamabat.” Dana yang
menunggu dari tadi didepan gerbang rumahnya.
“Ne Noona.” Taehyung berlari kearah Noonanya.
Dana dan Taehyung berjalan menuju
kesekolah dengan berjalan kaki, tetapi saat perjalanan menuju kesekolah
Jungkook keluar dari gerbang rumahnya.
“Jungkookkie…” Panggil Dana yang langsung berlari kearahnya.
Jungkook menoleh kearah Dana dan tersenyum.
“Kau berangkat kesekolah? Dimana sekolahmu?” Dana ramah.
“Ne, aku ingin berangkat kesekolah. Aku sekolah di SOPA.”
Jungkook.
Taehyung menarik tangan Dana “Noona kenapa kau berlari?”
Sela Taehyung.
“Oh maafkanlah Noonamu Taehyunga.” Dana tersenyum.
“Jinjja daebak, kita bertiga satu sekolah. Kajja kita setiap
hari berangkat bersama.” Ajak Dana.
“Gwenchana?” Jungkook yang memperlihatkan senyum evilnya.
“Ne jinjja gwenchana.” Dana.
~Saat dikantin sekolah~
“Noona kau ingin duduk dimana?” Taehyung.
Dana menarik tangan Taehyung “Kita duduk disini saja bersama
Jungkookie.” Dana yang duduk didekat Jungkook. Taehyungpun terkejut.
“Noona sebaiknya kau duduklah disini.” Taehyung, Danapun
mengikuti perintah Dongsaengnya itu.
“Hm, aku lupa irreummeun
mwoeyo?” Jungkook.
“Nae?” Dana, Jungkook menganggukkan kepalanya.
“Seo Dana imnida dan ini namjadongsaengku Kim Taehyung.”
Dana.
“Mwo?? Seo Dana?” Jungkook, seketika kepala Jungkookpun
tiba-tiba terasa sakit.
Jungkookpun memegang kepalanya
dengan kedua tangannya.
“Jungkook-ah, neon gwenchana?” Dana memegang tangan
Jungkook.
~Malam harinya~
“Jungkook-ah… Apa kau ada dirumah? Neon gwenchana?” Dana
yang mengketuk-ketuk pintu rumah Jungkook tetapi tiada respon. Lalu Dana
memcoba memutar kenok pintu dan terbukalah pintu rumah Jungkook, Dana masuk
kedalam rumah Jungkook dengan pelan-pelan.
Dana mencoba berjalan dengan
santai didalam rumah Jungkook tetapi sepertinya tidak ada siapa-siapa disana.
“Noona kenapa kau datang kemari?” Tanya Jungkook sambil
menyembunyikan sesuatu dibalik tubuhnya.
“Omo, kau membuatku terkejut saja.” Dana.
>>>>>
“Noona… Tolong ajarkan tentang bab ini.” Panggil Taehyung.
“Noona…” Panggil Taehyung berulang kali tetapi tidak ada
respon.
Taehyung berlari menyari Noonanya
kesegala ruangan dirumahnya tetapi tidak ada, seketika Taehyung teringat dan
langsung berlari sekuat tenaga demi Noona satu-satunya yang ia miliki.
“Jungkook-ah apa kau masih sakit?” Dana yang berjalan kearah
Jungkook.
Seketika Taehyung mendobrak pintu
rumah Jungkook.
“Chakkaman Noona…!!!” Teriak Taehyung yang langsung berlari
kearah Noonanya dan memegang erat-erat tangan Noonanya itu.
“Taehyunga, kau ini kenapa?” Dana bingung.
“Noona aku tidak mau kehilanganmu. Aku takut.” Taehyung.
“Mwo? Kau ini sebenarnya berbicara apa?” Dana yang masih
bingung.
“Noona kumohon jangan dekat dengannya lagi.” Taehyung.
“Jinjja?
Apa dia sudah mengetahui yang sebenarnya kalau aku dan Noonaku akan membunuh
mereka berdua? Lantas jika namja itu sudah mengetahuinya kenapa ia tidak
langsung berterus terang saja kepada Noonanya?” Batin Jungkok yang masih
menyembunyikan sesuatu dibalik badannya.
“Taehyunga apa kau ini ngelantur?” Dana.
“Jungkook-ah, yeoja tempo hari yang lalu apa itu Noonamu?”
Dana.
“Ne, dia Noonaku. Wae?” Jungkook.
“Lantas dia pergi kemana? Bukankah kau sakit? Seharusnya dia
pulang untuk merawatmu.” Dana, lalu Dana berjalan lagi kearah Jungkook.
Jungkookpun menyembunyikan sebuah pisau dibalik bajunya agar Dana tidak
mengetahuinya.
“Kajja, kalau begitu kau menginaplah dirumah kami. Aku dan
Taehyung akan merawatmu.” Dana.
“Shiro!! Gwenchana aku sudah sembuh.” Jungkook.
“Oh, kau mempunyai kalung yang sama denganku?” Dana.
“Noona palli kita pulang, sudah larut malam.” Taehyung
menarik tangan Dana agar mereka berdua bisa cepat pulang.
~Keesokan harinya~
“Taehyunga apa Jungkookie tidak masuk sekolah?” Dana dan
Taehyung berhenti didepan rumah Jungkook.
“Molla Noona, kita tidak usah memikirkannya. Kajja kita pergi
kesekolah saja.” Taehyung.
“Hm, sebaiknya kita melihatnya dahulu.” Dana yang langsung
masuk kedalam rumah Jungkook.
“Noona, chakkaman….” Taehyung.
Dana dan Taehyung berjalan menuju
kesebuah kamar, Dana memutar kenok pintu itu. Danapun terkejut melihat Jungkook
yang tertidur dilantai kamarnya sendiri, dengan cepat Dana menyuruh Taehyung untuk membawanya
kerumahnya.
Sebelum pulang Danapun
berinisiatif membawa baju untuk Jungkook, Danapun membuka lemari baju Jungkook
dan disana terdapat foto Appa dan Eommanya banyak sekali.
“Mwo? Bukankah ini foto Appa dan Eomma wae Jungkook
menyimpannya?” Dana, Dana berusaha mencari lagi ditempat lainnya dan teryata
ada sebuah data kelahiran milik Jungkook.
Danapun dibuat terkejut lagi dengan
data kelahiran Jungkook, data kelahiran milik Jungkookpunpun sama seperti milik
Taehyung dengan nama Appa dan Eomma Dana. Danapun semakin bingun dengan cepat
Dana langsung memasukkan semua barang kedalam ranselnya.
~Sampainya dirumah~
“Yeoboseyo, Halmoeonni…” Jawab Dana riang saat berbicara
diponsel.
“Apa kau baik-baik saja disana?” Halmoeonni Dana.
“Ne, nae gwenchana Halmoeonni.” Dana.
“Hm, Halmoeonni aku ingin melihat foto Taehyung sewaktu dia
masih kecil.” Tambah Dana.
“Mwo? Nugu Taehyunga?” Halmoeonni Dana.
“Halmoeonni bukankah dia namjadongsaengku? Apa kau lupa
Halmoeonni?” Dana.
“Ani, aku tidak lupa. Nama dongsaengmu bukan Taehyung tetapi
Jeon Jungkook, itu nama dongsaengmu. Masak halmoeonni yang selama ini tinggal
dengan kedua orangtuamu di USA lupa dengan nama dongsaengmu.” Jelas Halmoeonni
Dana.
Dana hanya terdiam “Aku akan mengirimkan foto dongsaengmu
sewaktu masih kecil.” Halmoeonni Dana.
Lalu pesan gambarpun masuk
kedalam ponsel Dana. Danapun mengakhiri percakapan lewat ponsel dengan
Halmoeonninya, dibukalah pesan gambar dari Halmoeonninya itu. Danapun
menyamakan foto Taehyung dan Jungkook merekapun sama-sama mempunyai wajah yang
hampir sama.
“Lantas Taehyunga kau ini siapa?” Dana yang terus menerus
menatap kedua foto itu.
>>>>>
Dana menghampiri Jungkook yang
masih tertidur karna sakit yang dideritanya.
“Jungkook-ah apa kau ini benar dongsaengku?” Dana yang
mengusap-usap kening Jungkook.
“Tetapi jika kau dongsaengku kenapa sekarang Taehyungalah
yang menjadi dongsaengku sebenarnya apa yang terjadi saat ini?” Dana.
Jungkookpun tiba-tiba tersadar
dari tidurnya.
“Oh, apa kau sudah sadar? Coba kau bangunlah.” Dana sambil
membangunkan Jungkook.
“Aku ingin bertanya sesuatu kepadamu.” Dana.
“Oh, kau ingin bertanya apa?” Jungkook.
“Mian sebelumnya karna aku sudah lancang membuka lemari
bajumu tetapi itu kulakukan sebenarnya aku ingin membawakan baju ganti untukmu,
tapi aku mengatakan hal ini bukan untuk ini. Tetapi apa foto Ahjussi dan
Ahjumma di lemarimu itu Appa dan Eommamu?” Dana yang menatap Jungkook.
“Ne dia Appa dan Eommaku yang sekarangg telah tiada.”
Jungkook.
Danapun terkejut “Lantas dari kedua foto ini mana foto
sewaktu kau masih kecil.” Dana sambil melihatkan foto Taehyung dan Jungkook
sewaktu masih kecil.
Jungkookpun menunjuk kearah foto
bocah namja yang dikirim oleh Halmoeonninya yaitu Jeon Jungkook. Mata Dana
mulai berkaca-kaca.
“Apa kau mengatakan hal yang sebenarnya?” Dana, Jungkook
menganggukan kepalanya.
“Selama ini kau kemana saja namjadongsaengku? Aku Noonamu
Seo Dana, apa kau lupa?” Dana.
“Mwo?? Noona kau ini berbicara apa? Noonaku adalah Krystal
Noona yang sekarang sedang pergi, kau bukanlah Noonaku.” Jungkook mendorong
Dana.
“Noona… Noona neon gwenchana?” Taehyung.
“Ya’ kau apakan Noonaku?” Taehyung.
“Apa aku ini benar Noonamu?” Dana.
“Noona kau berbicara apa?” Taehyung.
“Tehyunga apa kau menyembunyikan sesuatu dari Noonamu?”
Dana.
“Ani, Aniya.” Taehyung, Danapun hanya terdiam.
“Hm, mianhae Noona aku sudah mendorongmu. Sebaiknya aku
pulang saja kerumahku.” Jungkook.
~Seminggu kemudian~
“Jungkookkie Noonamu pulang…” Krystal yang langsung masuk
kedalam kamar Jungkook dan tidur merangkul Jungkook.
“Noona apa kau baik-baik saja?” Jungkook yang memegang
tangan Krystal.
Tiba-tiba Krystal mendudukkan
badannya dan melepas semua pakaian kecuali pakaian dalamnya, Krystal meletakkan
kedua tangannya diantara badan Jungkook.
Jungkookpun mulai takut “Noona, apa yang kau lakukan cepat
pakai…” Jungkook, dengan cepat Krystal mecium Jungkook dengan arogannya.
Jungkook yang merupakan Namja
yang masih labil tidak bisa melakukan hal apa-apa.
~Keesokan harinya~
“Jungkook-ah…” Dana yang membuka pintu kamar Jungkook yang
disamping Dana ada Taehyung untuk menemaninya.
“Omo, omo jinjja… Taehyunga kau jangan melihatnya.” Dana
langsung menutup kedua mata Taehyung dengan tangannya.
Kedua mata Taehyung masih dalam
keadaan tertutup oleh tangan Noonanya.
“Noona apa mereka berdua sedang melakukan sesuatu?” Taehyung
yang dengan pelan-pelan melepaskan tangan Dana dari kedua matanya.
“Ne, Taehyunga…” Dana.
“Apa mereka melakukan ini juga?” Tehyung dengan tiba-tiba
mencium Dana dan memeluk Dana dengan erat.
Beberapa menit kemudian
Jungkookpun terbangun dan terkejut. Taehyungpun masih mencium Dana, Dana
melihat Jungkook yang telah terbangun lantas Dana mendorong Taehyung dan
berlari tetapi Dana berhenti didepan kamar yang tidak lain adalah kamar
Krystal.
Danapun memasukinya, Dana melihat
disekeliling bahkan semua dinding kamar Krystal terdapat foto Dana dan Jungkook
banyak tertempel disana. Banyak goresan tinta merah membentuk sebuah silang di
foto Dana dan Jungkook. Foto merekapun juga banyak yang telah disobek-sobek
bahkan ada juga yang terbakar.
Dana bingung teryata Jungkook
adalah dongsaeng yang selama ini hilang.
*JLEEBB* Sebuah pisaupun menanjap dibahu Dana, ditariklah
lagi sebuah pisau itu yang menanjap dibahu Dana. Danapun terjatuh dan masih
dalam keadaan sadar.
“Ya’ kenapa kau lakukan ini kepada kami berdua kenapa???” Jungkook,
dengan Krystal yang berjalan mengelilingi Dana.
“Bagaimana maksudmu?” Dana yang mulai tidak berdaya.
“Apa kau tidak tahu, selama ini kami berdua menderita aku
dan Taehyunga telah menderita selama bertahun-tahun lamanya gara-gara kedua
orangtuamu.” Krystal.
Jungkookpun terkejut dengan
perkataan Krystal barusan.
“Noona kenapa ada fotoku dikamarmu? Dan kenapa sebanyak
ini?” Jungkook.
Datanglah Taehyung.
“Noona, chakkaman…” Tariak Taehyung.
“Taehyunga cepat pegang Jungkook!!!” Perintah Krystal,
dengan cepat Taehyung memegang Jungkook dengan erat.
“Noona sebenarnya apa yang terjadi? Aku dongsaengmu kenapa
kau menyuruh Taehyung untuk memegangku?” Taehyung.
“Sebenarnya kau ini bukanlah dongsaengku melainkan
dibelakangmulah, dia namja dongsaegku yang sebenarnya.” Krystal.
“Mwo? Noona apa kau sudah pikun!!!” Jungkook yang
meronta-ronta untuk melepaskan diri.
“Taehyunga apa benar kau dongsaeng Krystal Noona?” Jungkook
yang masih meronta-ronta.
“Ne, aku namja dongsaengnya.” Taehyung.
“Lalu kenapa kau melakukan ini kepada kami?” Dana.
Krystalpun berjalan cepat kearah Dana dan menamparnya dengan sangat kencang.
*PLAKK* Jungkookpun memejamkan
kedua matanya tidak ingin melihat Noonanya dianiaya oleh Ktystal, Danapun
semakin tidak berdaya. Mulut Danapun telah mengeluarkan darah sebab tusukan
yang dilakukan oleh Krystal.
“Lihatlah Jungkook-ah Noonamu sangatlah payah, bagaimana
jika dibandingkan dengan diriku?” Krystal.
“Persetan dengan kau Krystal, kau bukanlah Noonaku!!!”
Teriak Jungkook.
“Tenang saja Jungkook, setelah Noonamu ini selesai
selanjutnya adalah kau.” Krystal.
“Danaya, anak orang kaya yang kehidupannya selalu tercukupi
apa kau ingin tahu kenapa aku dan Taehyung telah melakukan ini semua kepada
kalian?” Tambah Krystal yang menjajarkan dirinya sama seperti Dana. Lalu Dana
menyemburkan sedikit darah kewajah Dana yang berada dimulutnya.
“Ya’ (Dana mengusap darah yang ada diwajahnya)”Krystal,
Danapun dengan beberapa sisa tenaganya mendorong Krystal sangat kencang dan
terjatuhlah Krystal.
Danapun
berlari menuju pintu depan rumah Krystal tetapi telah terkunci, dengan cepat
Dana berlari menuju tangga rumah Krystal untuk menuju atap rumah Krystal. Tubuh
Danapun mulai semakin berat untuk berlari, Krystalpun berlari dibelakangnya dan
Danapun tidak ingin mati karna dibunuh oleh seseorang.
Danapun
masih berusaha untuk berlari dan sampailah diatas atap rumah Krystal, Danapun
berlari dengan sempoyongan. Dana melihat kearah samping kanan dan kiri teryata
jalan buntu, Danapun membalikkan badannya. Teryata Krystalpun sudah berada
disana dengan membawa sebuah pisau yang sangat tajam untuk mengakhiri hidup
Dana.
“Ya’ sekarang kau ingin kemana? Sudahlah tidak lama lagi kau
akan lenyap dari dunia ini begitu juga dengan Jungkook.” Krystal.
~Sementara itu…~
Taehyungpun melepaskan pegangan
eratnya terhadap Jungkook.
“Percuma aku melakukan semua ini.” Taehyung. Jungkookpun
terkejut.
“Mwo? Kau melepaskanku?” Jungkook.
“Aku menyukai Noonamu, aku tidak mau melakukan semua ini.”
Dengan cepat Taehyung berlari menuju keatas atap milik Noonanya itu.
>>>>>
Seluruh tubuh Danapun berlumuran
darah. Bibir Danapun mulai memucat, sepertinya Dana mulai kehabisan darah.
“Apa kau punya kata-kata terakhir untuk dongsaengmu sebelum
kau mati?” Krystal.
“Ya’ yeoja gila, seharusnya kau tidak melakukan semua ini.
Ini adalah masalah kedua orangtua kita, toh kedua orangtua kita juga sama-sama
telah tiada. Kita semua impas tidak ada yang tersisa, kedua orangtua kita telah
meninggalkan kita bersamaan sewaktu kita kecil.” Dana.
“Sudah kau diamlah!! Persetan dengan semua ini.” Krytal.
Krystalpun berjalan dengan cepat kearah Dana untuk menanjapkan sebuah pisau
kearah Dana berulang-ulang kali.
Air mata Danapun mulai mengalir
sedikit demi sedikit, Dana merasa takut. Akhirnya Dana memejamkan kedua matanya
“Appa Eomma tolong aku, aku tidak mau mati
dengan cara seperti ini. Appa Eomma tolong aku” Batin Dana.
*BRAKK* Sebuah potongan kayu agak
besar mengantam Krystal disekitar belakang kepalanya. Seketika Krystalpun jatuh
kebawah dan tak sadarkan diri.
Danapun
mulai membuka kedua matanya, Dana menghembuskan nafasnya berulang kali karna
terkejut. Lalu Dana menoleh kearah Taehyung dengan tatapan takut.
“Apa kau juga ingin membunuhku?” Dana.
“Tenang Noona, aku tidak melakukan hal seperti Noonaku
lakukan kepadamu. Tenanglah Noona, ingatlah aku Dongsaengmu.” Taehyung yang
menatap Dana untuk meyakinkannya.
Taehyungpun perlahan-lahan mulai
mendekat kearah Dana, lalu memeluknya.
“Taehyunga, aku takut. Aku tidak mau mati karna dibunuh, aku
hanya melihat kejadian seperti ini hanya di Tv dan sekarang teradi kepada
diriku sendiri aku takut Taehyunga. Tolong jagalah aku dongsaengku.” Dana yang
juga memeluk Taehyung dengan erat.
“Ne, Noona aku akan menjagamu.” Taehyung.
“Taehyunga, Noonaku tak sadarkan diri.” Jungkook yang
berlari kearah Taehyung dan Dana.
>>>>>
Dihari
itupun merupakan hari terakhir aku melihat yeoja yang akan mengakhiri semua
kehidupanku. Akupun mendagakkan kepalaku melihat awan yang begitu indah dipagi
hari, akupun tersenyum karna dimanjakan oleh suasana saat ini. Aku juga
menyandarkan badanku kekursi lalu aku mengalihkan semua penglihatanku ke sebuah
objek lainnya.
Diapun
mulai tersenyum setelah aku melihatnya…
“Taehyunga…” Panggilku. Taehyungpun mulai berjalan
mendekatiku dan duduk disampingku.
“Noona jinjja mianhae.” Taehyung.
“Wae? Kau meminta maaf untuk apa?” Dana.
“Atas semua masalah ini, mianhae aku sudah menutupi semua
rencana Krystal Noona yang akan membunuhmu dengan Jungkook. Jika kau ingin
marah denganku, sebenarnya aku pantas mendapatkannya dan kau pantas tidak
menganggapku sebagai namjadongsaengmu lagi. Aku sudah menyiapakan semua jika kau
Noona akhirnya akan membenciku.” Taehyung.
Danapun tersenyum “Aniya, Taehyunga. Kau masih tetap menjadi
namjadongsaengku sama seperti yang dulu. Sekarang aku tahu kenapa selama ini
kau selalu memerintahku untuk selalu didekatmu.” Dana sambil mengusap-usap
rambut Taehyung.
“Noona…” Panggil seorang Namja yang tidak jauh dari Dana dan
Taehyung. Danapun menoleh kearahnya.
“Jeon Jungkook…” Dana. Dengan cepat Jungkook berlari kearah
Dana dan memeluknya.
“Noona aku merindukanmu, mianhae…” Jungkook.
“Jungkook sudahah lupakan semua masalah itu, naeneun
gwenchana.” Dana.
“Hm, sebaiknya aku pergi dari sini. Aku tidak mau merusak
kebahagiaan kalian berdua.” Taehyung yang beranjak dari tempat duduk.
“Taehyunga…” Dana menggeleng-gelengkan kepalanya. “Aniya,
tetaplah bersamaku disini.” Dana.
Seketika
Taehyungpun tersenyum lebar kepada Dana dan Jungkook pada hari itu.
“Kau
adalah seorang yeoja polos yang pernah aku temui bahkan kau sangat baik dan mau
merawatku dari kecil hingga aku tumbuh menjadi seorang namja yang dewasa.
Sebenarnya makhluk apa aku ini tega-teganya ingin membunuhmu dan mengakhiri
semua cerita tentang kehidupanmu bahkan hantu saja tidak berani mendekatimu
apalagi menyentuhmu.”
Kim
Taehyung.
The End.







.jpg)
0 komentar:
Posting Komentar