Senin, 30 Maret 2015

I Swear Baby



Original story by Shyqilla Nabiila Daffa (SN.d)
FF ONESHOOT
Main cast : Park Jimin (BTS), Suga (BTS), Seo Dana, Krystal Jung (f(x))
Genre : Hurt romance
Rating : Maybe teen

“Jiminnie aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu.” Krystal.
“Oh, kau ingin mengatakan apa noona?” Jimin.
“Aku ingin memutuskan hubungan kita.” Krystal.
“Mwo?? Wae Noona? Memangnya kenapa denganku sampai kau ingin putus denganku?” Jimin polos.
“Aku tidak mau mempunyai namja anak kecil sepertimu, aku ingin mempunyai namja yang dewasa daripada aku.” Krystal.
“Tapi Noona, berikan aku kesempatan sekali lagi. Aku akan mengubah sikapku menjadi namja yang dewasa.” Jimin.
“Aniya, sudah terlambat! Kau pergilah dan cari yeoja lain.” Lalu Krystal beranjak dari tempat duduk dan meninggalkan Jimin.
“Noona chakkaman!!” Jimin berlari menuju Krystal dan memegang tangan Krystal.
“Lepaskan tanganku Jimin, enyahlah!!” Krystal.
“Shiro!! Noona berikan aku kesempatan satu kali lagi.” Jimin sambil duduk tersungkur. Tapi Krystal tidak menghiraukan dan tetap berjalan meninggalkan Jimin di antara turunya salju dimalam itu.
~1 bulan kemudian~
“Oppa nanti kita pulang akan makan apa? Ramen?” Dana.
“Hm, Ne aku nanti akan membuatkanmu ramen.” Suga.
“Jinjja Oppa?” Dana, lalu Oppanya menganggukkan kepalanya.
“Oppa, apa kau punya yeoja?” Dana sambil berjalan dengan Oppa.
“Ne, wae? Apa kau cemburu?” Suga.
“Jinjja?? Oppa teryata kau punya yeoja? Sepertinya aku akan cemburu.” Dana.
“Ya’, masak kau suka dengan Oppamu sendiri?” Suga sambil mengacak-acak rambut dongsaengnya itu.
“Aniya Oppa, aku tidak menyukaimu. Bahkan aku sendiri juga mempunyai namja.” Ejek Dana.
“Jinjja, yeoja sepertimu juga mempunyai namja?” Ejek Oppanya balik.
“Oppa!!!” Dana sambil memasang wajah marahnya.
“Apa kau punya fotonya? Aku ingin melihatnya.” Suga.
“Ne aku punya.” Lalu Dana mengambil ponsel didalam jas sakunya dan memperlihatkan foto namjanya.
Lalu Oppanya mendekatkan dirinya ke Dongsaengnya “Oh, kau serasi dengannya.” Suga.
“Jinjja? Gumawo.” Dana.
~Keesokan Harinya~
“Danaya…” Panggil seorang namja, lalu Dana dan Oppanya membalikkan badannya.
Lalu Namja itu langsung memeluk Dana “Jiminnie…” Dana sambil tersenyum.
“Omo, apa aku akan menjadi obat nyamuk untuk kalian” Suga. Dana dan Jimin tersenyum.
“Kalau gitu nanti selepas pulang sekolah kita adakan makan malam, kalian nanti pulanglah dulu. Aku akan mengajak yeojaku.” Suga.
Sesampainya didepan rumah Dana dan Jimin seketika berhenti. Lalu Suga dan yeojanya juga berada didepan rumah.
“Krystal Noona?” Jimin terkejut.
Lalu Krytal agak memalingkan wajahnya.
“Apa kalian sebelumnya sudah saling kenal?” Suga.
“Aniya, aku tidak mengenalnya. Mungkin dia salah mengenali seseorang.” Jelas Krystal.
“Oh, kalau gitu kenalkan Jimin namjaku. Dan neon?” Dana.
“Dan kenalkan Krystal yeojaku.” Suga, mereka saling mengenalkan. Lalu mereka semua masuk kedalam rumah.
~Saat dimeja makan~
Jimin duduk berhadapan dengan Krystal. Begitu juga dengan Dana yang berada disamping Jimin, yang duduk berhadapan dengan Oppanya sendiri.
Jimin terus saja melihat kearah Krystal tanpa henti saat Krystal memakan makanan yang disediakan, minum, dan bercanda dengan Suga. Jimin tetap saja melihat Krystal dan Danapun menoleh kearah Jimin lalu ke Krystal. Dana mulai merasakan hal yang aneh pada malam itu.
“Jimin…” Panggil Dana sambil menepuk pundak Jimin. Tetapi Jimin masih saja melihat kearah Krystal.
Lalu Dana memanggil Jimin lagi “Jiminnie…” Dana. Tetapi tetap saja Jimin tidak menghiraukannya.
Dan Dana memanggil Jimin berulang kali tapi tetap saja tidak dihiraukan lalu Dana mengambil segelas air dan menyiramkannya ke Jimin. Dan Dana meninggalkan mereka begitu saja.
“Dana…” Jimin sambil membersihkan air diwajahnya dan mengikuti Dana.
~1 Minggu kenudia~
Mereka ber-4 selalu saja bersama dimanapun mereka dan disaat apapun mereka selalu bersama.
“Jiminnie, bisakah kita nanti pergi keperpustakaan kota? Bukankah kita ada tugas?” Dana dari telphone.
“Ne, aku akan menemanimu..” Jimin.
“Gumawo, changiya. Nanti aku tunggu kau didepan perpustakaan kota jam 4 sore, Arra?” Dana.
Sementara itu Jimin sedang perjalanan menuju ke perpustakaan, lalu tiba-tiba ponsel Jimin berdering dan…
“Krystal Noona?? Wae dia melphoneku?” Jimin, lalu Jimin mengangkat telphone dari Krystal.
“Wae Noona?” Angkat Jimin.
“Jimin tolong datanglah ke taman kota, aku membutuhkanmu.” Krystal.
“Tapi…” Jimin.
“Tolonglah Jimin, bantulah aku.” Krystal. Lalu Jimin pergi menuju ke krystal.
Dana telah menunggu Jimin berjam-jam, Dana mulai melihat jam tangan yang ia pakai dan ia mulai merasa bosan untuk menunggu. Lalu Dana menundukkan kepalanya dan menolehkan kepalanya ke kakanan dan kekiri serta kedepan tapi…
“Bukankah itu Jimin? Tapi siapa yang menyandarkan kepalanya ke pundak Jimin itu?” Dana.
“Aniya, pasti itu bukan Jimin.” Dana sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Tapi bukankah itu topi musim dingin yang aku berikan kepada Jimin.” Dana sambil menggigit kukunya lalu Dana berjalan menyebrang Jalan tanpa melihat keadaan sekitarnya.
Dan terus saja berjalan, setelah itu sampailah Dana. Sesampainya Dana disana namja yang dikira Jimin oleh Dana mengusap-usap kepala yeoja yang menyandarkan kepala dipundaknya sambil tertawa bersama yeoja itu.
Lalu Dana memegang pundak namja itu dan setelah namja itu menoleh betapa terkejutnya Dana, apa yang diduga Dana selama ini benar.
“Dana…” Krystal. Dana menutupi mulutnya degan kedua tangannya karna terkejut.
“Apa yang aku lihat ini benar?” Dana. Seketika air mata Dana terjatuh begitu saja, Lalu Dana berlari meninggalkan Jimin.
***
“Dana, kajja bogo.” Ajak Oppanya yang berdiri didepan pintu kamar Dana. Tapi Dana tidak menjawab ajakan Oppanya.
“Oh, tidak dikunci?” Suga.
“Dana, kajja bogo…. Wae?? Kenapa kau mematikan lampu kamarmu?” Suga. Dana masih saja tidak menjawab lalu Oppanya menyalakan lampu kamar dongsaengnya itu.
“Mwo? Neon Gwenchana?” Suga sambil mengusap-usap kening dongsaengnya.
“Oppa Jimin mmenyakitiku.” Dana sambil mengusap air matanya.
“Mwo? Menyakitimu bagaimana?” Suga. Lalu Dana menbangunkan badannya.
“Dengan yeojamu Oppa, Krystal Eonni. Aku tadi sedang ada janji dengan Jimin dan aku sudah menunggunya sangat lama lalu aku tidak salah melihat Jimin, awalnya aku kira itu bukan Jimin tapi setelah aku mendekatinya dia sedang bersama Krystal Eonni yeojamu sendiri.” Jelas Dana.
“Dana, apa yang kau katakan. Tarik kembali semua perkataanmu. Tidak mungkin krystal melakukan semua itu kepadaku dia sangat baik.” Suga.
“Lalu Oppa, apa menurutmu aku ini gila bisa menangis seperti ini?” Dana.
“Tapi aku tidak percaya kalau Krystal melakukan hal seperti itu.” Suga.
“Aku bersumpah Oppa, semua yang aku katakan ini benar.” Dana.
“Tapi ini bukanlah bukti Dana.” Suga.
“Lebih baik Oppa keluar dari kamarku.” Dana.
~Keesokan harinya~
Dana duduk sendirian ditaman sekolahannya, Dana masih memikirkan hal kemarin yang selalu menghantui pikirannya.
“Danaya, ini minuman untukmu.” Jimin yang tiba-tiba memberikan minuman kaleng diantara tangan Dana.
Lalu Dana membuangnya dan beranjak dari tempat duduknya.
“Dana hanjiman, tolong dengarkan penjelasanku.” Jimin sambil memegang tangan Dana.
“Apa yang harus dijelaskan lagi?” Dana.
“Sebenarnya kemarin aku sedang perjalanan ke perpustakaan dan tiba-tiba Krystal noona menelphoneku dan butuh batuanku.” Jimin.
“Apa membutuh bantuan harus kedirimu Jimin, lalu bagaimana dengan namjanya? Apa gunanya mempunyai namja kalau dia membutuhkan bantuanmu? Jimin apa kau tahu aku telah menunggumu disana begitu lama dan hampir mati kedinginan. Apa kau tak tahu setelah aku menunggumu disana begitu lama dan melihatmu dengannya? Aku begitu kecewa denganmu Jimin.” Dana yang jatuh tersungkur.
“Aku begitu tulus mencintaimu bahkan menyukaimu tapi apa balasmu? Ini semua?” Dana sambil mengusap air matanya.
Tiba-tiba Suga Oppanya melihat semua kejadian itu.
“Mianhae Dana, sebenarnya aku telah melupakan masa laluku. Aku sudah berusaha untuk melupakannya.” Jimin menjajarkan dirinya sama dengan Dana.
“Mwo? Lantas apa yang kau sembunyikan dariku?” Dana.
“Sebenarnya aku adalah mantan namja krystal Noona, dia dulu memutuskanku karna dia tidak mau mempunyai namja yang kekanak-kanakan sepertiku ini.” Jimin.
“Mwo?? jadi Jimin namja dongsaengku sendiri dulu adalah mantan namja yeojaku sendiri? Tapi dia tidak pernah bilang kepadaku kalau dulu dia pernah punya namja selain aku. Dan katanya akulah namja yang pertama kali mendapatkan hatinya.” Bantin Suga.
*PLAK* “Kenapa kau menyembunyikannya dariku Jimin?” Dana. Lalu Dana beranjak dan berjalan, tapi itu dicegah oleh Jimin.
“Mwo?? Dana menampar Jimin?” Batin Suga yang bersembunyi tidak jauh dari Dana dan Jimin.
“Aniya, Dana aku sudah melupakannya. Dia merupakan masa laluku, aku tidak mau mengungkit-ungkitnya itu sangat sakit.” Jimin yang memeluk Dana dari belakang.
“Tolong maafkanlah aku.” Tambah Jimin. Lalu Jimin melepaskan pelukannya.
“Ne aku memaafkanmu, kumohon jangan ulangi lagi.” Dana.
“Jinjja?? Kau memaafkanku? Gumawo.” Jimin sambil tersenyum.
“Kau memang seperti anak kecil, tapi naega johaeyo.” Dana sambil mencubi pipi Jimin.
“Kalau begitu sebagai gantinya kau maukan kita pergi ke tempat hiburan di kota? Kalau kau tahu disana sangat banyak permainannya.” Jimin.
“Hm, yasudahlah aku mau karna kau mengajakku.” Dana.
~Malam harinya~
“Dana kau tidak memakai sarung tangan?” Jimin.
“Oh, tak apalah nanti aku akan memasukkan tanganku ke dalam kantung jaketku.” Dana.
“Aish, Pabo. Kau bisa sakit, kau pakailah sarung taganku sebelah kanan.” Jimin sambil memakaikannya ke Dana.
“Oh, lalu bagaimana dengan tangan kiriku dan tangan kirimu? Bukankah akan sama- sama kedinginan?” Dana.
“Aniya.” Lalu Jimin memegang tangan Dana dan memasukkannya bersamaan dengan tangannya kedalam saku jasnya.
“Mwo? Apa ini?” Dana sambil tersenyum.
“Kajja, kita berangkat.” Jimin.
~Sesampainya di taman Hiburan kota~
“Wow, daebak Jimin coba lihat ada banyak mainan.” Dana sambil menunjuk kesegala arah. Dan membuat Jimin tersenyum.
“Dana aku ingin mengabadikan moment ini.” Jimin lalu mereka berdua berkali-kali megambil foto pada malam itu.
“Jimin jika suatu saat dimanapun itu kalau kita berpapasan dengan Krystal Eonni kau jangan-jangan dekat dengannya ya?” Dana.
“Ne, pokoknya aku akan langsung menghindar drinya dan mendekat ataupun menempel seperti prangko denganmu.” Jimin.
Tiba-tiba…
“Jiminnie…” Panggil Krystal yang langsung merangkul tangan Jimin.
“Oh, noona. Kenapa kau disini?” Jimin yang langsung melepaskan rangkulan Krystal.
“Hm, aku disini dengan Suga.” Krystal tersenyum.
Lalu Dana mendekat ke Oppanya sambil memegang tangan Jimin karna Dana tidak kejadian tempo lalu terulang kembali.
“Oppa maksudmu ini apa? Akukan sudah bilang kalau semisalnya kau dan yeojamu itu ingin pergi pada mala mini jangan ke taman hiburan kota. Karna aku dan Jimin sedang ada disana.” Dana.
“Aku juga tidak tahu Dana, awalnya dia mengajakku untuk pergi membeli keperluannya tapi dia malah berubah pikiran dan ingin kesini.” Jelas Suga.
“Aniya Hyung, pokoknya bawalah dia jauh dariku aku muak dengannya. Mian seperti itu terhadap yeojamu tapi itulah yang sekarang aku rasakan.” Jimin.
Lalu Suga mengajak Krystal untuk pergi tapi Krystal tidak mau dan ingin tetap dekat dengan Jimin. Akhirnya Jimin menarik tangan Dana dan mengajaknya pergi tapi itu tetap diikuti oleh Krystal.
Disetiap Dana dan Jimin berhenti untuk melihat-lihat Krystal juga ikut berhenti, setiap Dana dan Jimin ingin melakukan apapun Krystal juga melakukan hal yang dilakukan oleh Dana dan Jimin. Sampai…
“Hah, Jimin aku lelah bisakah kau membelikanku minuman?” Dana.
“Oh, kau haus? Kau tunggulah disini, aku akan membelikannya.” Jimin sambil mengusap-usap kepala Dana.
Lalu tiba- tiba Krystal mendekati Dana…
“Apa kau haus? Minumlah ini.”Tawar Krystal.
“Shiro!! Mending kau minum saja sendiri, aku sudah dibelikan minumam oleh namjaku.” Dana.
“Tapi itu masih lama.” Krystal.
“Eonni!!! Sebenarnya kau kenapa selalu mencampuri urusanku?” Dana.
“Karna aku masih menyukai Jimin.” Krystal.
“Jika kau menyukainya kenapa kau dulu menyia-nyiakannya disaat dia sangat menyukaimu? Dan sekarang setelah dia mulai tidak menyukaimu dan membuka lembaran baru dengan orang lain kau malah mengejar-ngejarnya? Sebenarnya apa yang kau inginkan?” Dana.
Jimin telah kembali untuk membeli minumam tetapi dia berjalan dengan pelan sambil mendengarkan apa yang sedang dikatan oleh Dana dan Krystal.
“Aku ingin kau mati agar kau tidak bisa dekat lagi dengan Jimin.” Krystal.
“Mwo?? Mati?? Eonni sadarkan pikiranmu kau ini sudah terlambat seharusnya kalau kau ingin kembali lagi dengan Jimin saat dia belum denganku tapi sekarang Jimin telah bersama denganku dan sekarang aku benar-benar menyukainya apa adanya dirinya.” Dana.
“Tutup mulutmu!!! Aku muak dengan semua perkataanmu dengan Jimin. Semua perkataanmu itu omong kosong!!!” Krystal yang mengambil sebuah pisau dari balik jaketnya.
Jimin mulai mendekat dan mulai hampir sampai.
“Eonni… Apa kau ini sadar dengan perbuatanmu ini? Eonni!!!” Dana lalu…
“Eonni….!!! Apa yang kau lakukan.” Dana. Teryata pisau yang ingin ditusukkan kepada Dana itu dihalangi oleh Jimin. Suga datang…
“Jiminnie…. Kajja bangun!!” Dana. Jimin hanya setengah sadar saja.
“Apa ini? Siapa yang melakukan ini?” Suga.
“Dia, dongsaengmu sendiri.” Krystal.
“Mwo? Nae? Aniya Oppa, bagaimana bisa aku menusuk namjaku sendiri? Apa aku mulai gila?” Dana yang sambil bingung dengan keadaan Jimin.
“Oppa, tolonglah Jimin kumohon dia harus dibawa ke rumah sakit dahulu.” Dana.
“Hyung dia pelakunya.” Jimin yang setengah sadar sambil menunjuk kearah Krystal.
~Saat diumah sakit~
“Dana sebenarnya apa yang terjadi?” Suga kebingungan.
“Oppa apa kau buta dan juga tuli? Sudah jelas Jimin dikeadaannya yang seperti itu dia masih bisa menunjukkan siapa pelakunya. Sudah jelas Krystal Eonni, dia pelakunya.” Dana sambil menunjuk ke Krystal.
“Dia harus masuk kepenjara.” Dana.
“Eonni, jika didalam sana Jimin terjadi sesuatu aku juga tidak akan segan-segan akan membunuhmu. Kau pergilah dari sini, enyahlah. Putuskanlah hubunganmu dengan Oppaku, aku tidak setuju dengan hubungan kalian berdua. GHA!!!” Dana sambil meneteskan air matanya.
“Dana sudahlah tahanlah semua emosimu.” Suga.
“Oppa aku bersumpah, Krystal yeojamu itu bersalah sebenarnya dia masih menyukai Jimin yang bahkan sekarang Jimin sudah menjadi namjaku. Dan lihatlah dia ingin membunuhku tapi itu terhalang dan mengenai Jimin. Oppa apa kau tidak bisa melihatnya dengan jelas? Oppa apa kau ini sebenarnya bodoh apa pura-pura bodoh?” Dana yang berbicara dengan nada yang agak tinggi.
“Dana. Aku ini Oppamu berbicaralah yang sopan sekarang aku benar-benar tidak bisa mempercayaimu.” Suga yang lalu menarik tangan Krystal untuk pergi.
“Oppa chakkaman, sekarang aku tahu kau bukanlah Oppaku yang dulu. Kau terlalu menyukai Krystal sampai hati dan semua pikiranmu sudah tertutup olehnya.” Dana yang meninggalkan Oppanya.
***
“Krystal chakkaman!!!” Suga.
Lalu Krystal membalikkan badannya.
“Sebenarnya aku ini hanya tempat pelampiasmu, oke?” Suga.
“Ya, kau tempat pelampiasku.” Krystal.
“Dulu aku begitu bodoh memutuskan hubunganku dengan Jimin begitu gampangnya. Lalu aku baru menyadarinya setelah aku bertemu denganmu, mempunyai namja sepertimu dan Jimin itu lebih enak mempunyai namja seperti Jimin sangat membosankan jika memppunyai namja sepertimu.” Tambah Krystal.
“Lantas sekarang kau ingin membunuh dongsaengku lalu kau akan hidup bahagia dengan Jimin, begitu?” Suga, dan Krystal menganggukan kepalanya.
“Mwo? Dan itu tidak akan pernah terjadi.” Suga.
“Tidak akan pernah terjadi disaat aku masih menjadi Oppanya Dana, lihatlah dirimu sebenarnya kau hanya tempat mainanku saja dan aku baru sadar setelah aku mempunyai yeoja sepertimu kau itu monoton dan membuatku bosan saja, tidak bisa seperti yeoja lainnya yang bisa membuatku bahagia.” Tambah Suga.
“Oh ya, Ahjussi tolong bawa dia karna dia telah malakukan tindak kejahatan yang menusuk seseorang dengan pisau.” Suga lalu Ahjussi dari pihak kepolisian membawa Krystal ke kantor polisi.
~Sementara itu~
Dana berada disamping Jimin yang masih tidur lemas dikamar Rumah sakit.
“Jimin, kumohon kau sembulah oke?” Dana.
“Aku masih ingin aniya selamanya besamamu, aku benar-benar menyukaimu Jimin. Aku berjanji tidak akan memarahimu lagi Jimin dan aku berjanji tidak akan membuang botol minuman lagi yang kau berikan kepadaku.” Dana yang menangis sambil memegang tangan Jimin.
Lalu Dana beranjak dan menuju ke balkon kamar Rumah sakit itu. Dana duduk jongkok dan menangis sebisanya disana.
“Jimin bagaimana jika kau tidak bersamaku lagi? Lalu aku nanti dengan siapa? Tolong Jimin jangan tinggalkan aku, aku hanya ingin denganmu saja. Aku janji, I swear tidak akan membuang botol minuman atau apapun itu yang kau belikan untukku jika kau kembali denganku lagi.” Dana yang menangis sesegukkan di balkon rumah sakit tepat dikamar Jimin.
“Apa yang kau katakan itu benar tidak akan membuang minuman yang aku belikan?” Jimin.
Seketika Dana melihat arah sampingnya lalu mendagakkan kepalanya dan…
“Jiminnie… Kau telah sadar syukurlah.” Dana memeluk Jimin.
“Aku tidak akan membuang minuman yang kau belikan untukku Jimin.” Dana. Dan Jimin tersenyum.
“Perkataan apa itu? Disaat aku tidur kritis seperti tadi apa kau terus saja mengatakan hal seperti itu?” Jimin, Dana menganggukan kepalanya. Jimin tersenyum lagi.
“Itu karna agar kau cepat tersadar, bukankah jika kau mengingat hal itu kau seharusnya merasa bersalah. Makannya aku terus saja mengulangi perkataan itu agar kau mendengarnya dan cepat sadar.” Dana sedikit malu. Lalu Jimin mencium kening Dana.
“Gumawo Dana, setelah semua masalah ini kau masih selalu berada disampingku. Entah kenapa kau adalah yeoja yang sangat tepat untukku, aku bersyukur mempunyai yeoja sepertimu.” Jimin, Danapun tersenyum.
“Aku juga beruntung serta bersyukur mempunyai namja sepertimu biarpun kau mempunyai tingkah laku seperti anak-anak itu tidak membuatku bosan ataupun tidak memnyukainya tapi itu membuatku sangat menyukainya. Suatu saat pasti ada waktunya kau akan jadi lebih dewasa.” Dana sambil mencubit pipi Jimin.
Lalu Jimin merangkul Dana sambil mengusap-usap rambut Dana begitu juga dengan Dana, Dana juga merangkul sambil mengusap-usap rambut Jimin serta melihat ramainya kota Seoul dari balkon.
Tiba-tiba pintu kamar terbuka dengan pelan tetapi Jimin dan Dana tidak mendengarnya.
“Mereka sangat serasi bahkan mereka berdua masih seperti anak kecil.” Batin Suga sambil berjalan mendekati Jimin dan Dana.
“Hm, Dana… Hm, Mianhae atas semuanya.” Suga.
“Oh, Hyung kau membuat kami terkejut saja.” Jimin.
“Gwenchana Oppa, mungkin sekarang kau baru tahu. Lagian aku sudah memaafkankanmu, Oppa aku tahu mungkin saat ini Krystal bukanlah yeoja pilihan yang tepat untukmu mungkin suatu saat kau akan mempunyai miss right yang sebenarnya. Seperti Jimin memilih aku.” Dana, lalu semua tertawa pada malam itu.
Yes you’re my only girl neoneun naege choego
Neoui harureul algo sipeo, neoui hansumi doego sipeo
Yes you’re my only girl neoneun naege choego
Yeonghwa sogeseona isseul geotman gatdeon geu saram
Baro neoya…

                                                              Park Jimin.
The End.

Categories:

0 komentar:

Posting Komentar