Chapter
2
“Sebenarnya apa yang terjadi denganmu? Tolong jelaskan
kepadaku.”
*8
tahun kemudian*
“Min Ah, boleh aku meminjam buku
catatanmu?” Tanya seorang yeoja yang berada didekat duduk dikelasnya.
“Oh, ne. Sebentar aku cari dulu.” Jawab Min
Ah sambil mencari buku catatannya ditas.
“Ini…” Bilang Min Ah sambil memberikan
bukunya.
“Oh ya, Min Ah besok ada kegiatan donor
darah, apa kau ingin mendonorkan darahmu?” Tanya yeoja itu.
“Jinjja? Ne, besok aku akan datang bersama
Jungkook. Jam berapa dan dimana?” Tanya Min Ah.
“Di sekolah setelah pulang sekolah.” Jawab
teman yeojanya.
“Oh, Ne besok aku akan pulang dahulu
setelah itu aku, Jungkook serta Oppaku akan kembali lagi kesekolah.” Bilang Min
Ah.
“ Aku sebagai panitia kegiatan donor darah
sangat berterimakasih sudah menyumbangkan darah, Gumawoyo Min Ahnie.” Puji
yeoja itu, Min Ah tersenyum manis.
***
*Sewaktu
pulang sekolah*
“Jungkook, besok kamu mau tidak ikut
denganku?” Tanya Min Ah.
“Memangnya kemana?” Tanya Jungkook.
“Ke-kegiatan donor darah besok sehabis
pulang sekolah, kumohon ikutlah ya Jungkook.” Ajak Min Ah sambil memasang wajah
aegyo.
“Baiklah, besok aku akan kesana bersamamu.”
Bilang Jungkook.
“Ya’, Oppamu sendiri tidak kau ajak.
Padahal Oppamu inikan juga ingin berbagi.” Bilang Oppanya.
“Ne Oppa ikutlah jika kamu mau ikut.”
Bilang dongsaengnya.
“Aish, begitu saja?” Tanya Oppanya.
“Ne.” Jawab Min Ah singkat.
“Ya’ kesini kamu!!!” Ancam Oppanya.
“Shiro! Shiro! Aniya Oppa.” Jawab Min Ah
sambil berlari dan Jungkookpun tersenyum.
“Sebenarnya
jika kau tahu yang sebenarnya Min Ah aku tidak mau mendonorkan darahku, tapi
mau bagaimana lagi jika aku mengatakan yang sebenarnya kau dan Oppamu pasti akan
menjauhiku bahkan orang lain yang selama ini dekat denganku akan juga ikut
menjauh selamanya dariku.Aku tidak mau itu terjadi…” Benak Jungkookpun
mengatakan itu.
***
“Kajja Jungkook ke tempat donor darah
disekolah!” Ajak Jimin Hyung yang disampingnya ada Min Ah sedang mengambil
sesuatu didalam tasnya.
“Ne hyung.” Jawab Jungkook yang sudah
menunggu didepan rumahnya.
“Hajima… Kau pakailah ini, kau kan rentang
terkena penyakit pasti disana ada berbagai penyakit dan virus. Jadi pakailah
masker ini serta topi ini.” Bilang Min Ah sambil memakaikannya ke Jungkook.
“Nah, karna masker ini nanti kau tidak
gampang terkena penyakit dan karna topi ini melindungi telingamu dari dinginnya
musim dingin bulan ini.” Jelas Min Ah.
“Dan bentuknya harus sama sepertimu?” Tanya
Jimin Oppanya.
“Abaikan saja Oppaku.” Bilang Min Ah sambil
tersenyum ke Jungkook dan Jungkook membalasnya.
“Ya’… Ya’ apa yang kau katakan tadi?” Tanya
Oppanya.
***
“Hyo Na, bagaimana catatanku? Apa kau sudah
selesai menyalinnya?” Tanya Min Ah sewaktu di tempat donor darah yang diadakan
disekolahnya.
“Belum, aku janji besok pasti aku akan
mengembalikannya.” Jawab Hyo Na.
“Oh ya, aku lupa perkenalkan namjachinguku
Taehyung.” Bilang Hyo Na kepada Min Ah, Jungkook dan Jimin yang memperkenalkan
namjanya.
“Annyeong, Taehyungie Imnida. Bangapta.”
Bilang Taehyung sambil tersenyum.
“Taehyung?? Sebentar bukannya kau dulu
sewaktu SMP teman sekelasku? Ne benar Kim Taehyungkan namamu?” Tanya Min Ah.
“Ne dan kau pasti Kim Min Ah?” Tanya
Taehyung.
“Ne, lama juga aku tidak bertemu denganmu.
Bagaimana kabarmu? Baik?” Tanya Min Ah sambil memeluk Taehyung.
“Ne, aku baik. Kalau kau?” Tanya Taehyung
balik.
“Nado.” Jawab Min Ah sambil tersenyum.
“Akhirnya
aku menemukanmu juga, sekian lama aku mencarimu sejak kau pindah rumah karna
Appa dan Eommamu bercerai. Dan akhirnya aku menemukanmu juga. Nae Bogoshipoyo
Min Ahnie.” Batin Taehyung.
“Hea, kalian ingatkan tujuan kita kemari
sebenarnya!” Bilang Jimin Oppanya.
“Ne Oppa, aku sampai lupa. Ne cepat Hyo Na
daftarkan kami ber-3. Arra!” Bilang Min Ah.
“God,
aku ingin cepat-cepat berlari dan meninggalkan tempat ini. Aku takut hal yang
aku bayangkan selama ini akan terjadi.” Benak Jungkook.
Min Ah, Jungkook dan
Jimin satu persatu mulai dipanggil dan diambil darahnya setelah itu mereka
menunggu sebentar diruang tunggu tapi…
“Mianhae, darah dari Jeon Jungkook kami
tidak bisa menerimanya.” Bilang perawat yang melayani disana.
Lalu pandangan semua
anak yang 1 sekolahan dengan Min Ah, Jungkook dan Jimin tertuju kepada
Jungkook.
“Tapi wae? Kenapa tidak bisa?” Tanya Jimin.
“Aku hanya bisa memberitaukannya kepada
pasien Jungkook saja.” Jelas perawat itu.
“Aniya, kami adalah keluarganya. Aku
Hyungnya.” Bilang Jimin.
“Dan aku yeojadongsaengnya. Jadi kami harus
tahu penyebabnya.” Bilang Min Ah.
Seketika Jungkook melihat langsung kearah
Min Ah dan Jimin karna mereka mengaku kalau mereka adalah keluarga dari
Jungkook. Tapi mengapa? Jungkook hanya bingung tidak percaya dengan yang ia
dengar saat ini.
Lalu
perawat serta Min Ah, Jungkook dan Jimin masuk kedalam sebuah ruangan dan semua
anak pada mengikutinya dan menguping pembicaraan mereka ber-4.
“Sebenarnya apa yang terjadi?” Tanya Jimin
kepada perawat dan Jungkook hanya terdiam saja.
“Sebenarnya
aku tidak mau hal ini akan terjadi.” Batin Jungkook sambil menundukkan
kepalanya.
“Sebenarnya kami tidak bisa menerima darah
dari pasien Jungkook.” Bilang Perawat.
“Ne, kami tahu itu. Tapi wae? Kenapa
tidak?” Tanya Min Ah.
“Karena Jungkook keluarga anda terkena
penyakit HIV/AIDS.” Jelas Perawat yang disana.
“Mwo?!!!” Seketika Min Ah langsung berdiri
dari tempat duduk diruangan itu.
“Perawat kalau kau bicara yang benar saja.
Tidak mungkin Jungkook Oppaku terkena penyakit seperti itu.” Bilang Min Ah
dengan nada yang agak meninggi.
“Ne, aku juga tidak percaya. Kau pasti
berbohong.” Bilang Jimin.
“Kalau anda semua tidak percaya, coba
lihatlah lembaran kertas ini.” Bilang Perawat disana lalu seketika Min Ah dan
Jimin melihat kearah Jungkook.
“Ne semua itu memang benar.” Jawab Jungkook
yang memberanikan diri.
Lalu tiba-tiba Min Ah menarik
tangan Jungkook dan Jimin Oppanya untuk pulang. Tetapi setelah membuka pintu keluar
dari ruangan itu tiba-tiba semua orang seperti menjauh dari Jungkook karna
takut tertular penyakit Jungkook, beritapun telat cepat tersebar diamana-mana.
Setelah sampai ditengah tengah ruangan tiba-tiba
Jimin Oppanya berhenti mengikuti langkah Min Ah.
“Min Ah, hajima. Berhentilah!!” Bilang
Jimin Oppanya dengan posisi di lorong yang sangat ramai orang yang menghindar
dari Jungkook.
“Wae Oppa?” Tanya Min Ah.
“Menjauhlah dari Jungkook.” Bilang Oppanya sambil
menarik pundak Min Ah lalu diletakkan didekatnya.
“Oppa kau ini berbicara apa? Penyakit
Jungkook itu tidak menular.” Bilang Min Ah.
“Aniya, tetaplah menjauh darinya.” Bilang
Oppanya sekali lagi.
“Shiro!!!” Bilang Min Ah yang melepaskan
tangan Oppanya dari pundaknya dan tetap menggandeng tangan Jungkook untuk
pulang.
***
“Jungkook aku tahu penyakit itu tidak
menular.” Bilang Min Ah yang menemani Jungkook dikamarnya.
“Lalu sejak kapan kau terkena peyakit itu?”
Tanya Min Ah.
“Awalnya penyakit ini belum terlihat
sewaktu aku masih kecil tetapi sejak aku berumur 5 tahun penyakit ini mulai
muncul. Kata dokter aku terkena penyakit AIDS ini sejak aku lahir, jadi ini
penyakit bawaan atau keturunan.” Jelas Jungkook.
“Lantas sekarang bagaimana?” Tanya Min Ah.
“Dulu sewaktu umurku 9 tahun aku sudah
divonis akan meninggal pada umurku yang masih muda itu, tapi entah kenapa aku
tetap masih hidup sampai sekarang dan aku merasa bersyukur atas semua itu.”
Jelas Jungkook lagi.
Seketika air mata Min Ah menetes
“Bersabarlah, semua ini pasti ada jalannya.” Bilang Min Ah.
“Jungkook
apa kau tahu yang kurasakan sekarang, sebenarnya setelah aku mendengar semua
tentang ini sepertinya aku ingin benar-benar bunuh diri.” Batin Min Ah.
“Aku tahu penyakit ini belum ada obatnya
sampai sekarang. Jadi aku akan terus berada disampingmu dan berusaha untuk
menyemangatimu untuk menjalani hidupmu Jungkook.” Bilang Min Ah.
“Gumawo Min Ah.” Jawab Jungkook yang
langsung memeluk Min Ah.
“Jungkook Saranghae.” Bilang Min Ah.
“Mwo? Apa yang kau katakan?” Tanya Min Ah.
“Aniya, sepertinya aku mulai mengantuk jadi
aku mulai agak sedikit salah berbicara.” Jelas Min Ah dang Jungkook hanya
memikirkannya sambil memasang ekspresi bingung.
“Jungkook, kau tidurlah. Aku akan duduk
dikursi sebelahmu.” Bilang Min Ah.
“Jinjja? Tidak apa-apa?” Tanya Jungkook.
“Gwenchana, aku takut kau nanti
kenapa-napa. Istirahatlah yang cukup.” Bilang Min Ah lalu setelah Jungkook menutupkan
matanya Min Ah mengusap-usap rambut Jungkook berulang kali dan terus-menerus
melihat Jungkook tanpa henti.
“Jungkook
sekian lama kita berteman aku baru tahu kalau kau terena penyakit yang sangat
berbahaya seperti ini? Kau begitu lama menyembunyikannya dan terbongkar karna
hanya ajakanku seperti ini saja. Aku memang teman yang egois dan sangat bodoh. Kenapa
kau tidak menolaknya saja Jungkook? Aku meyukaimu sejak aku berumur 9 tahun aku
tidak mau kehilangan kau saat ini. Aku tidak mau.” Batin Min Ah sambil
meneteskan air mata.
***
“Min
Ah apa yang kau katakan itu benar? Kau menyukaiku? Apa aku salah
mendengarkannya? Aniya! Min Ah tadi mengatakan kalau dia benar-benar
menyukaiku. Jika iya tolong ulangilah sekali lagi.”
Jeon
Jungkook.
To Be
Continue…







.jpg)
0 komentar:
Posting Komentar