Kamis, 05 Maret 2015

I Will Still Love You (Chapter 2)


Chapter 2
“Sebenarnya apa yang terjadi denganmu? Tolong jelaskan kepadaku.”
*8 tahun kemudian*
“Min Ah, boleh aku meminjam buku catatanmu?” Tanya seorang yeoja yang berada didekat duduk dikelasnya.
“Oh, ne. Sebentar aku cari dulu.” Jawab Min Ah sambil mencari buku catatannya ditas.
“Ini…” Bilang Min Ah sambil memberikan bukunya.
“Oh ya, Min Ah besok ada kegiatan donor darah, apa kau ingin mendonorkan darahmu?” Tanya yeoja itu.
“Jinjja? Ne, besok aku akan datang bersama Jungkook. Jam berapa dan dimana?” Tanya Min Ah.
“Di sekolah setelah pulang sekolah.” Jawab teman yeojanya.
“Oh, Ne besok aku akan pulang dahulu setelah itu aku, Jungkook serta Oppaku akan kembali lagi kesekolah.” Bilang Min Ah.
“ Aku sebagai panitia kegiatan donor darah sangat berterimakasih sudah menyumbangkan darah, Gumawoyo Min Ahnie.” Puji yeoja itu, Min Ah tersenyum manis.
***
*Sewaktu pulang sekolah*
“Jungkook, besok kamu mau tidak ikut denganku?” Tanya Min Ah.
“Memangnya kemana?” Tanya Jungkook.
“Ke-kegiatan donor darah besok sehabis pulang sekolah, kumohon ikutlah ya Jungkook.” Ajak Min Ah sambil memasang wajah aegyo.
“Baiklah, besok aku akan kesana bersamamu.” Bilang Jungkook.
“Ya’, Oppamu sendiri tidak kau ajak. Padahal Oppamu inikan juga ingin berbagi.” Bilang Oppanya.
“Ne Oppa ikutlah jika kamu mau ikut.” Bilang dongsaengnya.
“Aish, begitu saja?” Tanya Oppanya.
“Ne.” Jawab Min Ah singkat.
“Ya’ kesini kamu!!!” Ancam Oppanya.
“Shiro! Shiro! Aniya Oppa.” Jawab Min Ah sambil berlari dan Jungkookpun tersenyum.
“Sebenarnya jika kau tahu yang sebenarnya Min Ah aku tidak mau mendonorkan darahku, tapi mau bagaimana lagi jika aku mengatakan yang sebenarnya kau dan Oppamu pasti akan menjauhiku bahkan orang lain yang selama ini dekat denganku akan juga ikut menjauh selamanya dariku.Aku tidak mau itu terjadi…” Benak Jungkookpun mengatakan itu.
***
“Kajja Jungkook ke tempat donor darah disekolah!” Ajak Jimin Hyung yang disampingnya ada Min Ah sedang mengambil sesuatu didalam tasnya.
“Ne hyung.” Jawab Jungkook yang sudah menunggu didepan rumahnya.
“Hajima… Kau pakailah ini, kau kan rentang terkena penyakit pasti disana ada berbagai penyakit dan virus. Jadi pakailah masker ini serta topi ini.” Bilang Min Ah sambil memakaikannya ke Jungkook.
“Nah, karna masker ini nanti kau tidak gampang terkena penyakit dan karna topi ini melindungi telingamu dari dinginnya musim dingin bulan ini.” Jelas Min Ah.
“Dan bentuknya harus sama sepertimu?” Tanya Jimin Oppanya.
“Abaikan saja Oppaku.” Bilang Min Ah sambil tersenyum ke Jungkook dan Jungkook membalasnya.
“Ya’… Ya’ apa yang kau katakan tadi?” Tanya Oppanya.
***
“Hyo Na, bagaimana catatanku? Apa kau sudah selesai menyalinnya?” Tanya Min Ah sewaktu di tempat donor darah yang diadakan disekolahnya.
“Belum, aku janji besok pasti aku akan mengembalikannya.” Jawab Hyo Na.
“Oh ya, aku lupa perkenalkan namjachinguku Taehyung.” Bilang Hyo Na kepada Min Ah, Jungkook dan Jimin yang memperkenalkan namjanya.
“Annyeong, Taehyungie Imnida. Bangapta.” Bilang Taehyung sambil tersenyum.
“Taehyung?? Sebentar bukannya kau dulu sewaktu SMP teman sekelasku? Ne benar Kim Taehyungkan namamu?” Tanya Min Ah.
“Ne dan kau pasti Kim Min Ah?” Tanya Taehyung.
“Ne, lama juga aku tidak bertemu denganmu. Bagaimana kabarmu? Baik?” Tanya Min Ah sambil memeluk Taehyung.
“Ne, aku baik. Kalau kau?” Tanya Taehyung balik.
“Nado.” Jawab Min Ah sambil tersenyum.
“Akhirnya aku menemukanmu juga, sekian lama aku mencarimu sejak kau pindah rumah karna Appa dan Eommamu bercerai. Dan akhirnya aku menemukanmu juga. Nae Bogoshipoyo Min Ahnie.” Batin Taehyung.
“Hea, kalian ingatkan tujuan kita kemari sebenarnya!” Bilang Jimin Oppanya.
“Ne Oppa, aku sampai lupa. Ne cepat Hyo Na daftarkan kami ber-3. Arra!” Bilang Min Ah.
“God, aku ingin cepat-cepat berlari dan meninggalkan tempat ini. Aku takut hal yang aku bayangkan selama ini akan terjadi.” Benak Jungkook.
Min Ah, Jungkook dan Jimin satu persatu mulai dipanggil dan diambil darahnya setelah itu mereka menunggu sebentar diruang tunggu tapi…
“Mianhae, darah dari Jeon Jungkook kami tidak bisa menerimanya.” Bilang perawat yang melayani disana.
Lalu pandangan semua anak yang 1 sekolahan dengan Min Ah, Jungkook dan Jimin tertuju kepada Jungkook.
“Tapi wae? Kenapa tidak bisa?” Tanya Jimin.
“Aku hanya bisa memberitaukannya kepada pasien Jungkook saja.” Jelas perawat itu.
“Aniya, kami adalah keluarganya. Aku Hyungnya.” Bilang Jimin.
“Dan aku yeojadongsaengnya. Jadi kami harus tahu penyebabnya.” Bilang Min Ah.
Seketika Jungkook melihat langsung kearah Min Ah dan Jimin karna mereka mengaku kalau mereka adalah keluarga dari Jungkook. Tapi mengapa? Jungkook hanya bingung tidak percaya dengan yang ia dengar saat ini.
 Lalu perawat serta Min Ah, Jungkook dan Jimin masuk kedalam sebuah ruangan dan semua anak pada mengikutinya dan menguping pembicaraan mereka ber-4.
“Sebenarnya apa yang terjadi?” Tanya Jimin kepada perawat dan Jungkook hanya terdiam saja.
“Sebenarnya aku tidak mau hal ini akan terjadi.” Batin Jungkook sambil menundukkan kepalanya.
“Sebenarnya kami tidak bisa menerima darah dari pasien Jungkook.” Bilang Perawat.
“Ne, kami tahu itu. Tapi wae? Kenapa tidak?” Tanya Min Ah.
“Karena Jungkook keluarga anda terkena penyakit HIV/AIDS.” Jelas Perawat yang disana.
“Mwo?!!!” Seketika Min Ah langsung berdiri dari tempat duduk diruangan itu.
“Perawat kalau kau bicara yang benar saja. Tidak mungkin Jungkook Oppaku terkena penyakit seperti itu.” Bilang Min Ah dengan nada yang agak meninggi.
“Ne, aku juga tidak percaya. Kau pasti berbohong.” Bilang Jimin.
“Kalau anda semua tidak percaya, coba lihatlah lembaran kertas ini.” Bilang Perawat disana lalu seketika Min Ah dan Jimin melihat kearah Jungkook.
“Ne semua itu memang benar.” Jawab Jungkook yang memberanikan diri.
Lalu tiba-tiba Min Ah menarik tangan Jungkook dan Jimin Oppanya untuk pulang. Tetapi setelah membuka pintu keluar dari ruangan itu tiba-tiba semua orang seperti menjauh dari Jungkook karna takut tertular penyakit Jungkook, beritapun telat cepat tersebar diamana-mana.
 Setelah sampai ditengah tengah ruangan tiba-tiba Jimin Oppanya berhenti mengikuti langkah Min Ah.
“Min Ah, hajima. Berhentilah!!” Bilang Jimin Oppanya dengan posisi di lorong yang sangat ramai orang yang menghindar dari Jungkook.
“Wae Oppa?” Tanya Min Ah.
“Menjauhlah dari Jungkook.” Bilang Oppanya sambil menarik pundak Min Ah lalu diletakkan didekatnya.
“Oppa kau ini berbicara apa? Penyakit Jungkook itu tidak menular.” Bilang Min Ah.
“Aniya, tetaplah menjauh darinya.” Bilang Oppanya sekali lagi.
“Shiro!!!” Bilang Min Ah yang melepaskan tangan Oppanya dari pundaknya dan tetap menggandeng tangan Jungkook untuk pulang.
***
“Jungkook aku tahu penyakit itu tidak menular.” Bilang Min Ah yang menemani Jungkook dikamarnya.
“Lalu sejak kapan kau terkena peyakit itu?” Tanya Min Ah.
“Awalnya penyakit ini belum terlihat sewaktu aku masih kecil tetapi sejak aku berumur 5 tahun penyakit ini mulai muncul. Kata dokter aku terkena penyakit AIDS ini sejak aku lahir, jadi ini penyakit bawaan atau keturunan.” Jelas Jungkook.
“Lantas sekarang bagaimana?” Tanya Min Ah.
“Dulu sewaktu umurku 9 tahun aku sudah divonis akan meninggal pada umurku yang masih muda itu, tapi entah kenapa aku tetap masih hidup sampai sekarang dan aku merasa bersyukur atas semua itu.” Jelas Jungkook lagi.
Seketika air mata Min Ah menetes “Bersabarlah, semua ini pasti ada jalannya.” Bilang Min Ah.
“Jungkook apa kau tahu yang kurasakan sekarang, sebenarnya setelah aku mendengar semua tentang ini sepertinya aku ingin benar-benar bunuh diri.” Batin Min Ah.
“Aku tahu penyakit ini belum ada obatnya sampai sekarang. Jadi aku akan terus berada disampingmu dan berusaha untuk menyemangatimu untuk menjalani hidupmu Jungkook.” Bilang Min Ah.
“Gumawo Min Ah.” Jawab Jungkook yang langsung memeluk Min Ah.
“Jungkook Saranghae.” Bilang Min Ah.
“Mwo? Apa yang kau katakan?” Tanya Min Ah.
“Aniya, sepertinya aku mulai mengantuk jadi aku mulai agak sedikit salah berbicara.” Jelas Min Ah dang Jungkook hanya memikirkannya sambil memasang ekspresi bingung.
“Jungkook, kau tidurlah. Aku akan duduk dikursi sebelahmu.” Bilang Min Ah.
“Jinjja? Tidak apa-apa?” Tanya Jungkook.
“Gwenchana, aku takut kau nanti kenapa-napa. Istirahatlah yang cukup.” Bilang Min Ah lalu setelah Jungkook menutupkan matanya Min Ah mengusap-usap rambut Jungkook berulang kali dan terus-menerus melihat Jungkook tanpa henti.
“Jungkook sekian lama kita berteman aku baru tahu kalau kau terena penyakit yang sangat berbahaya seperti ini? Kau begitu lama menyembunyikannya dan terbongkar karna hanya ajakanku seperti ini saja. Aku memang teman yang egois dan sangat bodoh. Kenapa kau tidak menolaknya saja Jungkook? Aku meyukaimu sejak aku berumur 9 tahun aku tidak mau kehilangan kau saat ini. Aku tidak mau.” Batin Min Ah sambil meneteskan air mata.
***
“Min Ah apa yang kau katakan itu benar? Kau menyukaiku? Apa aku salah mendengarkannya? Aniya! Min Ah tadi mengatakan kalau dia benar-benar menyukaiku. Jika iya tolong ulangilah sekali lagi.”
                                                              Jeon Jungkook.
To Be Continue…
Categories:

0 komentar:

Posting Komentar