Chapter
4
“Can I
Back Again?”
Hari liburan sekolahpun mulai tiba
aku, Dana dan Jungkook memutuskan untuk pergi ke pulau Jeju. Aku ingin
menghabiskan setengah dari liburan sekolahku dengan mereka ber-2, iya benar
sahabat-sahabatku.
Sejak kejadian 1 bulan yang lalu
sikap Dana mulai sangat berbeda kepada Jungkook, jika Jungkook bertanya
kepadanya Dana tidak menghiraukannya. Jika Jungkook mendekatiku dan Dana, Dana akan
memilih pergi begitu saja meninggalkanku dengan Jungkook. Seakan-akan Dana
menghindar dari Jungkook.
Sejak kejadian 1 bulan itu juga
hubungan kami be-3pun hampir mulai renggang, biasanya kami berkumpul bersama
ber-3 sekarang hanya ber-2. Jika Dana
dan Aku sudah berkumpul lalu Jungkook datang Dana akan memilih untuk pergi
begitu saja jika Aku dan Jungkookpun sudah berkumpul dan Dana datang, Dana
memutuskan untuk pulang begitu saja padahal Dana sudah berada ditempat yang
kami datangi.
Danapun hanya menganggap akulah
sahabatnya saat ini tidak seperti dahulu aku dan Jungkook sahabatnya.
Sepertinya Dana sangat membenci Jungkook sejak kejadian 1 bulan yang lalu.
“Jungkook-ah…” Panggilku saat kami berada dibandara yang
disampingku telah ada Dana.
“Oh, Hyung.” Jungkook membalas lambaianku.
“Kajja!” Taehyung.
~Sesampainya di pulau Jeju~
Kamipun melanjutkan perjalanan kami
dengan menaiki sebuah bus untuk sampai ke penginapan kami. Saking lelahnya
diperjalanan kamipun duduk bersamaan dan tidur saling menyandarkan diri, Dana menyadar
kepalanya dipundakku akupun menyadarkan kepalaku kekepala Dana dan Jungkook
menyandarkan kepalanya dipundak Dana. Kamipun layaknya seperti anak kecil yang
tidur bersamaan.
Akupun terbangun dari tidurku, aku
melihat kedua sahabatku tertidur sangat nyenyak. Jika aku melihat mereka berdua
mereka layaknya seperti dongsaengku, mereka layaknya anak kecil yang tidak
mempunyai keluh kesal sama sekali. Tapi jika aku melihat mereka berdua telah
bangun sebenarnya ada begitu banyak yang mereka simpan.
Seketika Dana terbangun dari
tidurnya begitu juga dengan Jungkook.
“Taehyung-ah apa kita sudah sampai?” Dana sambil mengusap
salah satu matanya.
“Ne, Hyung apa kita sudah sampai?” Sela Jungkook sambil
menguap.
“Hm, ne kita sudah sampai. Kajja.” Jawabku.
~Di penginapan~
“Taehyung-ah, bisakah kita hari ini bersepeda? Aku ingin
bersepeda di jalan dekat pantai.” Dana.
“Hm, aku sih bisa saja. Jungkook-ah apa kau mau bersepeda
hari ini?” Taehyung.
“Ne hyung, joha.” Jungkook.
Merekapun telah meminjam sepeda
yang telah disiapkan disana. Tetapi Dana memilih untuk membonceng dengan
Taehyung.
“Kajja!!!” Teriak Dana senang.
Taehyung dan Jungkook mengayuh
sepeda mereka masing-masing, sedangkan Dana hanya berpegangan erat ke Taehyung
sambil mengayunkan kedua kakinya sesekali.
“Hya’ Dana-ya jangan lakukan itu!” Taehyung, Danapun
langsung terdiam. Jungkookpun tertawa.
“Hm, bagaimana jika kita adu cepat sampai ke pantai?” Dana.
“Kajja!” Jungkook.
“Hanna, dul….” Sebelum Dana menyelesaikan.
“Hyung, Annyeong!” Jungkook.
“Hya’ bocah!! Kau curang awas saja kau bila sudah sampai
sana!” Taehyung, Danapun tertawa.
Beberapa menit kemudian setelah
mereka balapan sampai ke pantai sekilas Dana melihat seorang yeoja yang
mengayuh begitu cepat meliwati Taehyung dan dirinya.
“Irene?”
Batin Dana.
“Jika
memang dia Irene apa yang dia lakukan disini? Aniya! Tidak mungkin dia berada
disini. Dana tenangkanlah pikiranmu.” Batin Dana lagi.
~Sesampainya dipantai~
Danapun menggelar sebuah karpet
yang ia bawa dari penginapan dan mengeluarkan makanan serta minuman yang ia
bawa juga.
Jungkook merebahkan tubuhnya
langsung di sebuah karpet yang telah Dana siapkan, Jungkookpun juga memejamkan
matanya.
“Taehyung-ah…” Panggil Dana pelan.
“Hm, wae?” Jawab Taehyung keras.
Danapun mengayunkan jari
telunjuknya dimulutnya sendiri, mengisyaratkan agar Taehyung tidak berbicara
keras-keras. Lalu Taehyung mendekat dirinya ke Dana.
“Wae Dana-ya?” Taehyung.
“Hm, saat tadi bersepeda apa kau tahu yeoja yang mengayuh
sangat cepat sepedanya lalu mengekor dibelakang Jungkook terus?” Dana.
“Ne, aku tahu. Wae?” Taehyung.
“Aku rasa itu…” Dana.
“Irene?” Taehyung. Dana menganggukan kepalanya.
“Jika dilihat dari bentuk tubuhnya, benar juga yeoja tadi
seperti Irene. Tapi kenapa Irene harus berada disini? Bukannya Jungkook sudah
bertanya kepada Irene kalau Irene tidak berlibur disini.” Taehyung.
“Benar juga apa yang kau katakan Taehyung-ah, tapi…” Dana.
“Sudahlah tidak usah kau pikirkan, mungkin kau salah liat.”
Taehyung.
>>>>>
Malam haripun telah tiba, kami
memutuskan untuk pergi keluar lagi untuk menikmati semua keramaian yang berada
di pulai Jeju. Sebenarnya itulah tujuan kami kenapa kami berada dipulau Jeju
saat ini, kami ingin melakukan hal bersama-sama.
Sejak kejadian itu, Dana mulai
berbeda kepadaku. Aku merasa tidak enak bila mengingat hal itu, tapi setelah
tadi kami datang dan melakukan balapan sepeda aku merasa mulai akrab kembali
dengan Dana.
Hm, aku juga tidak mengerti kenapa
Dana melakukan hal itu kepadaku? Bukankah kita ber-3 bersahabat? Kenapa hanya
kepadaku? Dan kenapa tidak ia lakukan kepada Taehung hyung saja? Itulah
pertanyaan yang selalu menghantui setiap saat.
Tapi saat aku memejamkan mata tadi,
aku sedikit mendengar percakapan Dana dan Taehyung hyung. Sepertinya mereka
mengatakan Irene, tapi Irene sudah bilang kepadaku kalau dia tidak berlibur
disini. Tapi apa benar yang dikatakan Dana kalau tadi orang yang mengekor
dibelakangku adalah Irene?
>>>>>
“Pertama-tama, ayo kita liat pentasan drama itu. Bukannya
itu sangat bagus?” Dana.
“Oh, yang itu?” Taehyung sambil menunjuk kearah kesebuah
pentasan Drama yang sudah banyak penontonnya. Dana mengangguk.
“Kajja! Joha.” Sela Jungkook.
“Hm, Chakkaman. Aku dan Taehyung akan membeli makanan dan
minuman untuk kita makan saat pementasan mulai. Jungkook-ah kau carilah tempat
duduk untuk kami ber-2, arra?” Dana.
Jungkookpun melakukan apa yang
dikatakan oleh Dana sedangkan Dana dan Taehyung membeli makanan serta minuman
untuk mereka ber-3.
~Setelah mereka membeli makanan dan
minuman~
Dana dan Taehyung membawa makanan
serta minuman dengan senda gurau. Danapun mencari Jungkook di keramaian
penonton pentas drama pada malam hari itu, akhirnya Dana menemukan Jungkook
yang sedang duduk ditempat duduk untuk penonton dan Jungkookpun telah
mencarikan kursi untuknya dan Taehyung.
Danapun dan Taehyung berjalan
menuju Jungkook. Danapun telah sampai ketempat Jungkook, Danapun berdiri tepat
didepan Jungkook duduk. Tapi…
“Kenapa kau disini?” Dana.
“Mwo? Naega? Akukan berliburan denganmu dan Taehyung hyung.”
Jungkook , lalu Jungkook melihat pandangan Dana tetapi tidak melihatnya namun
melihat seorang yang berada dibelakangnya. Jungkookpun membalikkan badannya dan
terkejutnya Jungkook.
“Irene? Wae? Kenapa kau disini? Bahkan aku tidak tahu kalau
kau berada disini.” Jungkook.
“Kau juga Arin, kenapa kau juga berada disini?” Taehyung.
“Irene!! Bisa tidak kau tidak menganggu kami, sudah cukup
dengan kejadiaan saat itu. Saat ini aku hanya ingin menghabiskan liburanku
bersama mereka ber-2 apa itu salah bagimu? Huh?” Dana.
“Bukankah sudah cukup kau bertemu setiap hari dengan
Jungkook? Sampai kegiatan yang biasanya kami lakukan bersama selama 3 - 5 kali
setiap minggu, sekarang kami tidak melakukannya sama sekali.” Dana.
“Aku hanya ingin memastikan keadaan Jungkook saja Dana-ya.”
Irene.
Lalu Dana yang membawa minuman langsung menyiramkannya tepat
diwajah Irene “Aku tidak mau melihat kau Irene.” Dana lalu pergi begitu saja.
Jungkookpun menyusul Dana lalu Taehyungpun juga.
~Keesokan harinya~
Danapun berada dibalkon yang dimana
balkon kamar mereka pemandangannya langsung menuju kepantai, Dana berusaha
untuk menenagkan pikirannya. Danapun duduk disebuah kursi sambil memejamkan
matanya dan menghirup udara pagi di Pulau Jeju itu.
“Dana-ya…” Panggil Jungkook yang tiba-tiba sudah duduk
disampingnya.
“Hya’ Jungkook-ah, kau mengagetkanku saja.” Dana.
“Dana-ya, sebenarnya kenapa denganmu? Tolong ceritalah
kepadaku aku juga ingin tahu masalahmu.” Jungkook.
“Apa kau benar-benar ingin mengetahui masalahku?” Dana.
Taehyungpun mendengarkan percakapan
mereka ber-2 dari pintu geser dibalkon kamar mereka.
“Ne.” Jungkook sambil menganggukan kepalanya.
“Aku sedang patah hati Jungkook-ah.” Dana sambil
menyandarkan tubuhnya lalu menoleh kearah Jungkook.
“Lantas kalau kau patah hati kenapa kau sampai menghindariku
seperti ini, seharusnya kau juga menghindari Taehyung hyung.” Jungkook.
“Aku patah hati itu karna kau Jungkook-ah.” Dana yang lalu
mengalihkan pandangannya menuju ke pantai.
“Naega? Wa… Wa.. Wae? Waeyo?” Jungkook yang tiba-tiba
terkejut.
Danapun terdiam selama beberapa
menit dan Jungkook terus saja melihat kearah Dana yang menunggu sebuah jawaban
dari Dana.
“Saranghae Jungkook-ah.” Dana yang tersenyum sambil melihat
terus kearah pantai.
“Kau menyukaiku Dana-ya?” Jungkook.
“Hah, sepertinya aku ingin keluar bermain saat ini.
Taehyung-ah!!!” Panggil Dana.
>>>>>
“Wae? Wae? Waeyo? Kenapa harus naik kapal seperti itu? Kalian
ber-2kan sudah tahu aku memang menyukai pantai tetapi aku tidak mau masuk
kedalamnya.” Dana.
“Kajja!! Palliwa.” Bilang Jungkook yang menarik lengan Dana.
“Shireo!!!” Dana.
“Dana-ya kita akan ketinggalan!! Palliwa!!” Taehyung yang
juga menarik lengan Dana.
“Andhwae!!! Aniya!!! Shireooo!!!!” Teriak Dana sangat
kencang.
Taehyungpun berdiri dan terus
menyilangkan kedua tangannya didepan dadanya sambil memanyunkan bibirnya sedangkan
Jungkook duduk Jongkok disamping Taehyung hanya menunggu Dana menyiapkan diri
untuk naik kekapal.
“Ne, kajja aku sudah menyiapkan diriku.” Dana. Taehyung dan
Jungkookpun tersenyum bahagia.
Danapun berjalan diatas kayu yang
dimana itulah jalan menuju kekapal yang kan mereka ber-3 naiki. Danapun
melangkakan satu kaki kanannya.
“Apa ini aman? Jika aku berjalan diatasnya apa kayu ini akan
kuat?” Dana terus saja bertanya.
“Hya’ lihatlah orang sebanyak itu berjalan diatasnya.”
Bentak Taehyung yang mulai kesal.
“Geurae, aku akan berjalan.” Bilang Dana.
Tiba-tiba seorang yeoja membalikkan
tubuh Dana dan memegang kedua lengan Dana dengan sangat erat.
“Dana-ya!! Wae? Wae? Kenapa kau membuat hubunganku dengan
Taehyung serumit ini? Huh?” Arin.
Danapun terkejut, Arinpun terus
saja menggoncang-goncangkan tubuh Dana.
“Apa kau tidak tahu, aku sangat terpukul dengan semua
ini!!!” Bentak Arin. Lalu akhirnya…
*BYURR* Danapun terjatuh kedalam
laut, Danapun yang mendapati bahwa dirinya berada di air lautpun panik. Danapun
berusaha berenang dan menggerakkan kakinya tetapi Dana merasa ada sesuatu yang
memegangi kakinya, berulang kali Dana melambai-lambaikan tangannya untuk
meminta tolong.
Danapun juga berusaha berteriak
untuk meminta tolong tetapi air laut terus saja masuk kedalam mulutnya. Dana
sangat merasa takut, Danapun serasa sudah diambang kematian didalam
kehidupannya.
~5 hari kemudian pada malam harinya…~
Akupun duduk sambil menaikkan kedua
lututku keatas dan memegangnya erat-erat. Angin malam saat ini lumayan sangat
kencang dan udara disini juga lumayan
dingin. Selembar plester penurun panaspun telah tertempel didahiku untuk
menurunkan suhu panas didalam tubuhku.
Aku juga masih teringat kejadian
tadi pagi, aku serasa berada dipucuk semua kehidupanku. Hah, akupun menyandarkan
kepalaku dikedua lututku. Aku juga tidak tahu kenapa kedua yeoja itu melakukan
hal ini kepadaku. Tiba-tiba saat itu air mataku tiba-tiba mengalir, entah
bagaimana aku merasa takut. Aku tidak ingin mati dahulu karna aku masih
menyukai seseorang.
>>>>>
“Hyung eothokkae?” Tanya Jungkook ke Taehyung.
“Molla Jungkook-ah.” Taehyung yang terus saja melihat kearah
Dana.
“Hyung apa kita akan terus melihat Dana dari belakang pintu
balkon ini?” Jungkook. Tetapi Taehyung hanya terdiam saja.
Jungkookpun dengan berani menggeser
pintu balkon itu dan berjalan mendekat kearah Dana.
“Jungkook-ah…” Dana.
“Apa aku boleh duduk?” Jungkook.
“Hah, kau tahu siapa saja boleh duduk disini.” Dana.
Jungkookpun duduk disamping Dana.
Jungkook melihat kearah Dana terus
lalu…
“Wae? Kenapa kau melihati aku terus?” Dana.
“Hm, aniya. Tidak ada apa-apa, kau sedang melihat apa?”
Jungkook.
“Hm, aku hanya melihat kearah air yang berada di pantai
itu.” Dana.
“Hm, memangnya ada apa dengan itu?” Jungkook.
“Apa kau tidak merasa takut dengannya? Aku tahu dipandangan
banyak orang pantai adalah tempat yang sangat indah, romantis dan menyenangkan
tapi semua orang hanya melihat dari sisi baiknya saja. Bahkan semua orang
jarang membahas tetantang sisi buruk pantai, bukankah kau dan Taehyung tahu kalau
aku sangatlah takut dengan hal itu?” Jelas Dana.
“Hm, ne arraseo aku dan Hyung tahu kenapa kau sangat takut
dengan hal itu.” Jungkook.
“Bukan maksudku aku tidak menyukai pantai tempat yang kalian
berdua sukai sebenarnya aku menyukainya tetapi aku hanya takut dengan air yang
berada disana itu.” Dana.
“Ne, arraseo. Hm, apa panasmu sudah turun.” Jungkook yang
sambil memegang kening lalu pipi Dana.
“Aku rasa aku sudah agak mendingan dari yang tadi, Hm dimana
Taehyung?” Dana.
“Kau memanggilku?” Taehyung.
“Taehyung-ah, kenapa kau tidak bergabung disini? Palliwa!”
Dana.
Tahyungpun berjalan mendekati Dana
dan Jungkook.
“Apa kau tidak marah denganku?” Taehyung.
“Wae? Kenapa aku harus marah denganmu?” Dana
“Hm, semua kejadian tadi adalah kelakuan dari mantan yeojaku.
Seharusnya kau marah denganku.” Taehyung.
Lalu Danapun menarik tangan
Taehyung kebawah agar Taehyung bisa duduk didepannya.
“Taehyung-ah gwenchana, aku tidak apa-apa kok. Lupakanlah
masalah yang tadi toh kejadian tadi sudah terlewatkan.” Dana sambil memegang tangan
Taehyung dengan kedua tangannya agar bisa meyakinkannya.
“Dana aku merasa tidak enak kepadamu.” Taehyung. Danapun
tersenyum tepat didepan Taehyung.
“Dana-ya, Hyung. Hm bisakah besok aku menemui Irene sebentar
aku ingin mengatakan sesuatu kepadanya. Hm , aku tahu besok merupakankan jadwal
kita pergi ke tempat taman bunga tapi jika Dana dan Hyung tidak mengizinkannya
aku tidak akan pergi.” Jungkook.
“Kau boleh pergi, kita pergi ketaman bunga setelah kau
bertemu dengannya.” Dana.
“Hm, Aku dan Taehyung akan mengantarmu bila perlu.” Tambah
Dana.
“Jinjja Dana?” Jungkook. Dana menganggukkan kepalanya.
“Gumawo Dana-ya.” Jungkook yang sambil memeluk Dana.
Taehyunpun mengusap-usap rambut Jungkook.
~Keesokan harinya~
Akupun bangun lebih awal dari biasanya,
entah kenapa hari ini sangatlah berbeda dengan hari-hari biasanya. Akupun
menarik kesamping kedua gorden yang berada dipintu balkon secara bersamaan,
sinar matahari sedikit demi sedikit mulai menembus melalui kaca yang berada
dibalkon.
Dengan sangat senang akupun membuka
pintu balkon dan menghirup udara pagi yang segar. Akupun terus menghirup sambil
memejamkan mataku, hah hari ini memang sangatlah berbeda.
Aku merasa ingin berteriak dan
mengatakan kepada dunia bahwa kami ber-3 adalah sahabat yang sangat luar biasa.
God aku bersyukur kau telah melahirkanku dan memberikan teman seperti mereka
ber-2, aku tidak akan pernah lagi membuat mereka kecewa. Aku benar-benar
menyayangi mereka ber-2.
Dana-ya, Taehyung hyung aku sangat
menyayangi bahkan mencintai kalian berdua, aku tahu sekarang apa yang harus aku
lakukan
To Be
Continue…








0 komentar:
Posting Komentar