Original story by Shyqilla Nabiila Daffa (SN.d)
Main cast : Kim Taehyung (BTS), Jeon Jungkook
(BTS), Seo Dana, Arin (Oh My Girl), Irene (Red Velvet)
Genre : Romance and Friendship
Chapter : 1 - 7
Chapter : 1 - 7
Rating : Maybe teen
Chapter
1
“Destiny is begin”
Bulan ini adalah musim gugur,
musim itu adalah musim favoritku. Melihat daun begitu banyak berguguran
dijalanan dan banyak yang bertebangan tertiup oleh angin, hah semua itu
membuatku merasa nyaman.
Sambil menunggu bel masuk, akupun
duduk di sebuah kursi taman belakang sekolah sambil membaca terus buku yang aku
bawa. Akupun mulai terbawa oleh isi dari buku itu, setelah lama membaca mataku
mulai lelah dengan semua huruf yang tertulis disana. Aku putuskan untuk menutup
buku yang telah membuatku bosan itu.
“Dana-ya!!!” Panggil seorang yang tak lain itu adalah temanku.
Aku menoleh dan mencari asal suara yang telah memanggilku
“Oh, Taehyung?” Jawabku.
“Apa kau sudah selesai membaca buku itu?” Taehyung.
“Hm, belom. Memang kenapa kau tertarik?” Dana.
“Haha (Sambil merangkul Dana) Aniya kalau bacaan seperti itu
aku tidak akan pernah tertarik.” Taehyung.
“Ya’ jangan merangkulku!! Aku tidak mau kalau Arin menjambak
rambutku nanti.” Dana.
“Ah, aniya (Sambil mempererat rangkulan dipundak Dana) dia
akan mengerti. Kaukan teman yeojaku sejak kecil begitu juga dengan Jungkook.”
Taehyung.
“Jika Arin menjambak rambutku, kau harus bertanggung jawab
Taehyung-ah. Aku hanya tidak mau kecantikanku hilang, hanya itu saja.” Dana.
“Aigoo, bocah ini.” Taehyungpun memandangku dengan ekspresi wajah seperti mengejekku.
“Baiklah kalau kau sudah mengerti. Jungkook-ah eodiseo?”
Dana.
“Jungkook?” Taehyung. Akupun menganggukkan kepalaku.
“Tadi aku lihat dia sedang dengan yeojanya.” Taehyung.
“Oh, arraseo.” Dana.
“Hya’ kenapa raut wajahmu seketika berubah seperti itu?”
Taehyung.
“Haha, aniya. Gwenchana, hm hanya saja bukankah hari ini
kita bertiga akan berkumpul seperti biasa yang kita lakukan bersama?” Dana.
“Benar juga yang kau katakan. Tapi bagaimana aku tidak bisa
berbuat apa-apa, hampir sebelas tahun kita bersahabat tapi akhir-akhir ini
Jungkook mulai berbeda.” Taehyung.
Akupun beranjak dari tempat duduk sambil mebersihkan bajuku
“Itu karna dia mempunyai seorang yeoja.” Dana.
“Mwo?” Taehyung.
Setelah aku membersihkan bajuku,
akupun berbalik arah menghadap kearah Taehyung.
Akupun mulai menghela nafasku dengan pelan “Taehyung-ah,
lebih baik cepatlah kau bersama yeojamu. Aku tidak mau kalau yeojamu tersingkir
hanya gara-gara aku Taehyung-ah. Palliwa, agar kau juga seperti Jungkook,
naneun jinjja gwenchana. Bukankah kau juga mempunyai kehidupan?” Dana.
“Hya’ Dana-ya sebenarnya kenapa denganmu hari ini?”
Taehyung. Akupun tidak menghiraukannya dan langsung begitu saja berjalan menuju
kekelasku.
Jungkook, Dana dan Taehyung
itulah nama dari ketiga orang yang telah menjalin sebuah persahabatan sejak
kecil. Bahkan mereka sangat menyayangi satu sama lain dan suka saling membantu.
Taehyung dan Jungkook mereka mempunyai umur yang sama tetapi Jungkook tetap
memanggil Taehyung adalah Hyung.
Sejak SD, SMP, maupun SMA saat
ini mereka masuk dan mempunyai kelas yang sama. Entah kenapa mereka ber-3
selalu bersama.
>>>>>
Suara langkah kakipun mulai terdengar
sangat dekat dan semakin dekat. Terlihat seorang namja sedang berlari untuk
menemui seseorang.
“Hyung….” Panggil Jungkook dari kejauhan.
Taehyung hanya melihat Jungkook
yang ngos-ngosan lalu sambil mengatur nafasnya.
“Hyung, Dana eodiseo?” Jungkook.
“Kenapa kau disini?” Taehyung yang menyandarkan badannya didepan pintu gerbang sekolah pada
sore itu.
“Bukankah hari ini kita mempunyai acara untuk berkumpul
bersama?” Jungkook.
“Dana memutuskan untuk tidak berkumpul hari ini, jadi aku
menunggumu disini karna aku telah menelponmu berkali-kali tapi kau tidak
membalasnya.” Taehyung.
“Haha, mianhae hyung. Soalnya aku tadi mengantarkan yeojaku
pulang dan mampir sebentar.” Jungkook.
“Jungkook-ah sekarang kau mulai berbeda.” Taehyung.
“Berbeda? Berbeda bagaimana hyung?” Jungkook.
“Hah, aniya. Sudah tidak usah kau pikirkan, hm bagaimana apa
hari ini hanya kita saja yang berkumpul?” Taehyung.
>>>>>
Danapun berjalan menuju
kesekolahannya dengan harapan ada suatu yang membuatnya bahagia hari ini.
Daunpun mulai berguguran dan tertiup angin, Dana mulai terbawa oleh suasana
saat itu. Tidak jauh dari Dana ada dua orang namja juga sedang berjalan sangat
cepat untuk bertemu dengan Dana.
Lalu kedua namja itu meragkul Dana secara bersamaan dan juga
berjalan bersamaan.
“Hah, teryata kalian berdua.” Dana.
“Mwo? Apa itukah ekspresi terkejutmu?” Taehyung.
Danapun tersenyum “Hm, aniya bukan seperti itu.” Dana.
Lalu Dana melepas kedua rangkulan
yang ada di kedua pundaknya dan berjalan sendiri.
“Dana-ya…” Panggil Taehyung yang menyamakan langkah dengan
Dana. Begitu juga dengan Jungkook.
“Hm…” Jawab Dana singkat.
“Sebenarnya kau ini kenapa? Apa kau sakit? Apa ada masalah
yang datang? Bicaralah kepada kami ber-2, aku dan Jungkookkie.” Taehyung.
“Ne Dana, jika ada masalah bicaralah kepada kami. Kami
berdua akan meluangkan waktu untuk mendengarkan masalahmu, kalau perlu seharian
penuh.” Jungkook.
Danapun mulai menghentikan langkahnya “Gumawo, tetapi jinjja
naneun gwenchana. Taehyung-ah Jungkook-ah. Bukankah kemarin kita tidak bisa
berkumpul bersama? Jadi bisakah kita hari ini berkumpul bersama?” Dana.
“Oh, hari ini kau ingin berkumpul? Okelah hari ini kita
berkumpul.” Taehyung.
Dana dan Taehyungpun bersamaan
melihat kearah Jungkook.
“Wae? Nanaeun?” Jungkook.
“Ne, neon. Bagaimana denganmu apa kau bisa hari ini?”
Taehyung.
“Hm, aku rasa… Hm, okelah aku akan memikirkannya.” Jungkook.
“Aku harap kau akan berkumpul dengan kami seperti biasa
Jungkook-ah.” Dana yang melanjutkan langkah kakinya.
~Sesampainya dikelas~
Hari itu kelas dibebaskan tidak
ada jam pelajaran sampai jam pulang sekolah, Danapun hanya tidur dibangkunya.
Taehyung dan Jungkookpun juga bingung dengan kelakuan Dana akhir-akhir ini
tidak seperti biasanya, jika ada jam pelajaran Danapun dengan cepat akan
menarik kursi Taehyung dan Jungkook lalu ia tepatkan dekat dengan kursinya.
Tetapi hari ini Dana mulai berbeda tidak seperti Dana yang dulu.
“Hyung, aku merasa aneh dengan tingkah laku Dana saat ini.
Hampir sebelas tahun kita berteman Dana baru kali ini ia bertingkah laku aneh
seperti ini.” Jungkook yang duduk dekat dengan Taehyung.
Dana hanya menidurkan badannya
dan melihat tersu kearah jendela.
“Molla Jungkook-ah, aku tidak tahu kenapa akhir-akhir ini
Dana seperti ini. Tapi sejak kau jarang berkumpul dengan kami, sejak itulah
Dana seperti ini.” Taehyung.
“Hyung…” Panggil Jungkook.
“Hm, wae?” Taehyung yang masih terfokus melihat Dana.
“Apa Dana bertingkah laku seperti itu semua karnaku?”
Jungkook yang lalu melihat kerah Dana juga.
“Mwo? Jungkook-ah aku tidak bermaksud menyalahkanmu, tetapi
sejak itulah aku melihat teman sejak kecil kita mulai berbeda.” Taehyung.
“Arraseo, kalau begitu aku akan ikut berkumpul hari ini.”
Jungkook yang berganti arah lalu melihat Taehyung.
Danapun mendirikan punggungnya
lalu menoleh ke arah dua teman namjanya dan tersenyum.
To Be
Continue…








0 komentar:
Posting Komentar