Kamis, 11 Juni 2015

My Flower Boys (Chapter 1)



Original story by Shyqilla Nabiila Daffa (SN.d)
Main cast : Kim Taehyung (BTS), Jeon Jungkook (BTS), Seo Dana, Arin (Oh My Girl), Irene (Red Velvet)
Genre : Romance and Friendship
Chapter : 1 - 7
Rating : Maybe teen
Chapter 1
“Destiny is begin”
Bulan ini adalah musim gugur, musim itu adalah musim favoritku. Melihat daun begitu banyak berguguran dijalanan dan banyak yang bertebangan tertiup oleh angin, hah semua itu membuatku merasa nyaman.
Sambil menunggu bel masuk, akupun duduk di sebuah kursi taman belakang sekolah sambil membaca terus buku yang aku bawa. Akupun mulai terbawa oleh isi dari buku itu, setelah lama membaca mataku mulai lelah dengan semua huruf yang tertulis disana. Aku putuskan untuk menutup buku yang telah membuatku bosan itu.
“Dana-ya!!!” Panggil seorang yang tak lain itu adalah temanku.
Aku menoleh dan mencari asal suara yang telah memanggilku “Oh, Taehyung?” Jawabku.
“Apa kau sudah selesai membaca buku itu?” Taehyung.
“Hm, belom. Memang kenapa kau tertarik?” Dana.
“Haha (Sambil merangkul Dana) Aniya kalau bacaan seperti itu aku tidak akan pernah tertarik.” Taehyung.
“Ya’ jangan merangkulku!! Aku tidak mau kalau Arin menjambak rambutku nanti.” Dana.
“Ah, aniya (Sambil mempererat rangkulan dipundak Dana) dia akan mengerti. Kaukan teman yeojaku sejak kecil begitu juga dengan Jungkook.” Taehyung.
“Jika Arin menjambak rambutku, kau harus bertanggung jawab Taehyung-ah. Aku hanya tidak mau kecantikanku hilang, hanya itu saja.” Dana.
“Aigoo, bocah ini.” Taehyungpun memandangku  dengan ekspresi wajah seperti mengejekku.
“Baiklah kalau kau sudah mengerti. Jungkook-ah eodiseo?” Dana.
“Jungkook?” Taehyung. Akupun menganggukkan kepalaku.
“Tadi aku lihat dia sedang dengan yeojanya.” Taehyung.
“Oh, arraseo.” Dana.
“Hya’ kenapa raut wajahmu seketika berubah seperti itu?” Taehyung.
“Haha, aniya. Gwenchana, hm hanya saja bukankah hari ini kita bertiga akan berkumpul seperti biasa yang kita lakukan bersama?” Dana.
“Benar juga yang kau katakan. Tapi bagaimana aku tidak bisa berbuat apa-apa, hampir sebelas tahun kita bersahabat tapi akhir-akhir ini Jungkook mulai berbeda.” Taehyung.
Akupun beranjak dari tempat duduk sambil mebersihkan bajuku “Itu karna dia mempunyai seorang yeoja.” Dana.
“Mwo?” Taehyung.
Setelah aku membersihkan bajuku, akupun berbalik arah menghadap kearah Taehyung.
Akupun mulai menghela nafasku dengan pelan “Taehyung-ah, lebih baik cepatlah kau bersama yeojamu. Aku tidak mau kalau yeojamu tersingkir hanya gara-gara aku Taehyung-ah. Palliwa, agar kau juga seperti Jungkook, naneun jinjja gwenchana. Bukankah kau juga mempunyai kehidupan?” Dana.
“Hya’ Dana-ya sebenarnya kenapa denganmu hari ini?” Taehyung. Akupun tidak menghiraukannya dan langsung begitu saja berjalan menuju kekelasku.
Jungkook, Dana dan Taehyung itulah nama dari ketiga orang yang telah menjalin sebuah persahabatan sejak kecil. Bahkan mereka sangat menyayangi satu sama lain dan suka saling membantu. Taehyung dan Jungkook mereka mempunyai umur yang sama tetapi Jungkook tetap memanggil Taehyung adalah Hyung.
Sejak SD, SMP, maupun SMA saat ini mereka masuk dan mempunyai kelas yang sama. Entah kenapa mereka ber-3 selalu bersama.

>>>>>
Suara langkah kakipun mulai terdengar sangat dekat dan semakin dekat. Terlihat seorang namja sedang berlari untuk menemui seseorang.
“Hyung….” Panggil Jungkook dari kejauhan.
Taehyung hanya melihat Jungkook yang ngos-ngosan lalu sambil mengatur nafasnya.
“Hyung, Dana eodiseo?” Jungkook.
“Kenapa kau disini?” Taehyung yang menyandarkan  badannya didepan pintu gerbang sekolah pada sore itu.
“Bukankah hari ini kita mempunyai acara untuk berkumpul bersama?” Jungkook.
“Dana memutuskan untuk tidak berkumpul hari ini, jadi aku menunggumu disini karna aku telah menelponmu berkali-kali tapi kau tidak membalasnya.” Taehyung.
“Haha, mianhae hyung. Soalnya aku tadi mengantarkan yeojaku pulang dan mampir sebentar.” Jungkook.
“Jungkook-ah sekarang kau mulai berbeda.” Taehyung.
“Berbeda? Berbeda bagaimana hyung?” Jungkook.
“Hah, aniya. Sudah tidak usah kau pikirkan, hm bagaimana apa hari ini hanya kita saja yang berkumpul?” Taehyung.
>>>>>
Danapun berjalan menuju kesekolahannya dengan harapan ada suatu yang membuatnya bahagia hari ini. Daunpun mulai berguguran dan tertiup angin, Dana mulai terbawa oleh suasana saat itu. Tidak jauh dari Dana ada dua orang namja juga sedang berjalan sangat cepat untuk bertemu dengan Dana.
Lalu kedua namja itu meragkul Dana secara bersamaan dan juga berjalan bersamaan.
“Hah, teryata kalian berdua.” Dana.
“Mwo? Apa itukah ekspresi terkejutmu?” Taehyung.
Danapun tersenyum “Hm, aniya bukan seperti itu.” Dana.
Lalu Dana melepas kedua rangkulan yang ada di kedua pundaknya dan berjalan sendiri.
“Dana-ya…” Panggil Taehyung yang menyamakan langkah dengan Dana. Begitu juga dengan Jungkook.
“Hm…” Jawab Dana singkat.
“Sebenarnya kau ini kenapa? Apa kau sakit? Apa ada masalah yang datang? Bicaralah kepada kami ber-2, aku dan Jungkookkie.” Taehyung.
“Ne Dana, jika ada masalah bicaralah kepada kami. Kami berdua akan meluangkan waktu untuk mendengarkan masalahmu, kalau perlu seharian penuh.” Jungkook.
Danapun mulai menghentikan langkahnya “Gumawo, tetapi jinjja naneun gwenchana. Taehyung-ah Jungkook-ah. Bukankah kemarin kita tidak bisa berkumpul bersama? Jadi bisakah kita hari ini berkumpul bersama?” Dana.
“Oh, hari ini kau ingin berkumpul? Okelah hari ini kita berkumpul.” Taehyung.
Dana dan Taehyungpun bersamaan melihat kearah Jungkook.
“Wae? Nanaeun?” Jungkook.
“Ne, neon. Bagaimana denganmu apa kau bisa hari ini?” Taehyung.
“Hm, aku rasa… Hm, okelah aku akan memikirkannya.” Jungkook.
“Aku harap kau akan berkumpul dengan kami seperti biasa Jungkook-ah.” Dana yang melanjutkan langkah kakinya.

~Sesampainya dikelas~

Hari itu kelas dibebaskan tidak ada jam pelajaran sampai jam pulang sekolah, Danapun hanya tidur dibangkunya. Taehyung dan Jungkookpun juga bingung dengan kelakuan Dana akhir-akhir ini tidak seperti biasanya, jika ada jam pelajaran Danapun dengan cepat akan menarik kursi Taehyung dan Jungkook lalu ia tepatkan dekat dengan kursinya. Tetapi hari ini Dana mulai berbeda tidak seperti Dana yang dulu.
“Hyung, aku merasa aneh dengan tingkah laku Dana saat ini. Hampir sebelas tahun kita berteman Dana baru kali ini ia bertingkah laku aneh seperti ini.” Jungkook yang duduk dekat dengan Taehyung.
Dana hanya menidurkan badannya dan melihat tersu kearah jendela.
“Molla Jungkook-ah, aku tidak tahu kenapa akhir-akhir ini Dana seperti ini. Tapi sejak kau jarang berkumpul dengan kami, sejak itulah Dana seperti ini.” Taehyung.
“Hyung…” Panggil Jungkook.
“Hm, wae?” Taehyung yang masih terfokus melihat Dana.
“Apa Dana bertingkah laku seperti itu semua karnaku?” Jungkook yang lalu melihat kerah Dana juga.
“Mwo? Jungkook-ah aku tidak bermaksud menyalahkanmu, tetapi sejak itulah aku melihat teman sejak kecil kita mulai berbeda.” Taehyung.
“Arraseo, kalau begitu aku akan ikut berkumpul hari ini.” Jungkook yang berganti arah lalu melihat Taehyung.
Danapun mendirikan punggungnya lalu menoleh ke arah dua teman namjanya dan tersenyum.
 


To Be Continue…
Categories:

0 komentar:

Posting Komentar