Original story by Shyqilla Nabiila Daffa (SN.d)
Title : Open Yours Masks
Main cast : Kim Taehyung (BTS), Jeon Jungkook
(BTS), Seo Dana, Krystal Jung f(x)
Genre : Sad and Hurt Romance
Chapter : 1-2
Rating : Maybe teen
Chapter
1
“The first time I meet you…”
Langit yang berwarna abu-abupun
mewarnai hari pemakaman Appa dan Eommaku, seorang bocah namja yang umurnya
masih sangat muda itupun berlari sangat kencang menuju pemakaman kedua orang
tuanya. Bocah namja itupun berlari sangat kencang agar dia juga bisa bertemu
dengan Noonanya, karna sejak ia dilahirkan di USA. Namja yang bernama Jeon
Jungkook itupun belum pernah sama sekali bertemu dengan Noonanya.
Dengan langkah yang sangat lebar
Jungkook berlari sekuat tenaganya, hanya Noonalah yang saat ini dia punyai.
Dengan sekuat tenaga Jungkook berlari dan memanggil nama Noonanya lalu*BRAKK*
seorang yeoja sedikit dewasa mendorongnya, akhirnya Jungkook terjatuh dan
kepala Jungkook terbentur oleh batu.
“Aigoo, lagi-lagi mimpi buruk itu lagi.” Jungkook yang
terbangun dari tidurnya.
>>>>>
Ku terbangun dari tidurku yang
sangat nyenyak lalu kududukkan tubuhku yang masih loyo. Kuusap kedua mataku
yang masih belum terbuka sambil menunggu nyawaku kembali satu persatu. Aku
beranjak dari tempat tidurku, kubukalah jendela kamarku.
Kuhirup udara di pagi hari yang
memang sangat segar sambilku pejamkan kedua mataku karna saking terbawanya
suasana yang sangat tenang. Lalu kubuka kembali kedua mataku sampai hanya
terfokus ke satu arah.
“Noona!!!” Seorang namja yang berada di taman rumahku
melambaikan tangannya menuju kearahku, lantas aku membalas lambaiannya dengan
senyum manisku.
Ya dia Taehyung namja
dongsaengku, aku juga tidak tahu kenapa dia sampai sekarang polah tingkahnya
masih seperti anak kecil. Bahkan sewaktu dia masih SMP, Taehyung pernah menulis
sebuah puisi dan surat cinta untukku.
“Noona turunlah, aku membuatkanmu sebuah sarapan. Kajja,
bogo.” Taehyung yang berteriak dari bawah..
Tanpa berpikir lama aku langsung
berjalan keluar dari kamarku dan menuju ke Taehyung, dengan beraninya dulu Taehyung
memberikan puisi dan surat cinta itu kepadaku bahkan satu sekolahanpun tahu
kalau aku adalah Noonanya tapi Taehyung tetap memberikannya kepadaku.
Akupun duduk dikursi yang sudah Taehyung
siapkan untukku.
“Taehyunga, hari ini kau membuat apa?” Dana.
“Hm, aku membuat… Sudahlah Noona kau makanlah aku yakin kau
pasti menyukainya.” Taehyung yang duduk didekatku.
Akupun memakannya sedikit demi
sedikit, setelah Taehyung memberikan puisi serta surat cinta yang ia buatkan
untukku. Dengan cepat aku membukanya dan aku membacanya dengan perlahan-lahan,
akupun terseyum melihat isi puisi dan surat cinta yang dibuat oleh dongsaengku
sendiri untukku.
Lalu saat itu aku mengambil
sebuah bolpoin dari dalam ranselku dan aku nilai puisi serta surat cinta yang Taehyung
buat untukku karna dihampir setiap kata yang Taehyung tulis huruf dari kata itu
selalu kurang dan kurang.
“Taehyung-ah,
lihatlah kau menulisnya kurang huruf h begitupun dengan ini. Seharusnya kau tingkatkanlah
belajarmu, kajja kita pulang.” Akupun yang menjadi Noonanya berusaha untuk
meyakinkannya dengan mengusap-usap kepalanya serta merangkul lehernya dan
berjalan pulang layaknya Noona dan Dongsaeng yang sebenarnya.
>>>>>
…Back Again…
Akupun hampir mati tertawa jika
aku mengingat kejadian itu terus menerus.
“Noona kenapa kau tersenyum?” Taehyung.
“Apa ada yang salah dengan makanannya?” Tambah Taehyung.
Aku menggelengkan kepalaku “Aniya, Taehyunga makananmu
bahkan sangat enak. Aku hanya teringat sewaktu kau masih SMP kau pernah…” Dana.
“Aniya Noona, sudah berhentilah berbicara. Aku malu!!” Taehyung
yang langsung memakan makanan yang ia buat.
Lantas aku tertawa sambil
melihatinya, Taehyungpun masih memasang wajah marahnya. Akupun juga pernah
berfikir “Apa kau benar dongsaengku?” “Kenapa umurmu dan umurku hanya
berselisih 1 tahun saja?” “Kenapa kau berani-beraniya membuat puisi dan surat
cinta untuk Noonamu sendiri?” “Eomma kenapa sebelum kematianmu dan juga Appa
tidak pernah menceritakan apapun tentang namja Dongsaengku?” “Apa kau
benar-benar namja dongsaengku?”. Semua pertanyaan itu selau menghantuiku setiap
saat.
~Sementara itu…~
“Noona kapan kita akan melihat mereka berdua tertawa untuk
terakhir kalinya?” Seorang Namja yang diam-diam melihat Dana dan Taehyung dari
balik tirai jendela rumahnya.
“Taehyunga kau bersabarlah, mungkin tidak lama lagi kita
berdua akan melihat mereka tertawa untuk terakhir kalinya.” Krystal.
“Aku ingin cepat mereka berdua lenyap dari dunia ini Noona,
karna mereka Appa dan Eomma kita meninggalkan kita.” Jungkook.
“Noona tapi kenapa kita harus membunuh mereka berdua? Bahkan
aku melihat wajah mereka saja tidak pernah. Apa aku harus membunuhnya?” Tambah Jungkook.
“Ne kau harus membunuhnya, pokoknya kita harus membunuh
mereka berdua.” Krystal.
“Yasudah tolong kau pergi beliah kebutuhan.” Perintah
Krystal.
“Ne, noona.” Jungkook.
Danapun masih memakan masakan
yang dibuat oleh Namjadongsaengnya sedikit demi sedikit.
“Noona…” Panggil Taehyung, Danapun menoleh kearahnya.
“Kajja kita pergi kepasar, bukankah bulan ini kita belum
membeli kebutuhan?” Taehyung.
“Jinjja? Bukankah kita sudah membelinya tempo hari yang
lalu?” Dana sambil mengingat kembali.
“Noona apa kau sudah pikun? Kita sama sekali belum pergi,
bahkan aku yang selalu membuatkanmu masakan setiap harinya saja sudah kehabisan
bahan untuk memasak.” Taehyung geram.
“Jinjja? Kajja kita pergi kepasar.” Dana beranjak dari
tempat duduknya dan menarik tangan dongsengnya itu.
~Sesampainya dipasar~
“Noona nanti kau ingin makan apa?” Tawar Taehyung yang
berjalan menghadap kearah Dana.
“Hm,, mungkin ramen telur kukus itu cukup enak.” Dana.
“Oke, kita beli bahannya.” Taehyung.
~Sementara itu…~
“Ahjumma berapa harga telur ini?” Jungkook.
“Ya’ Ahjumma ini sangat mahal, bisakah agak turun?” Tambah
Jungkook.
“Yasudahlah, mumpung kau bocah yang manis. Aku turunkan
harga ini.” Ahjumma penjual.
“Jinjja Ahjumma? Gamsahamnida.” Jungkook sambil tersenyum.
Dana dan Taehyungpun telah
selesai membeli kebutuhan dan bahan untuk membuat ramen, akhirnya Dana dan
Taehyungpun berjalan untuk pulang tapi…
“Aish pabo!!! (Taehyung memukul keningnya).” Taehyung.
“Wae Taehyunga?” Dana.
“Noona mian, kau tunggulah sebentar disini aku lupa membeli
sesuatu.” Taehyung.
“Oh, gwenchana. Cepat pergilah aku akan menunggumu disini.”
Dana.
Setelah menunggu lama, Danapun
lelah. Danapun memutuskan untuk mencari tempat duduk agar Dana bisa merebahkan
tubuhnya sebentar. Karna saking lelahnya Dana berjalan dengan sangat cepat agar
juga cepat mendapatkan tempat duduk. Tanpa disengaja Danapun menabrak orang
yang sedang berjalan kearahnya dan terjatuhlah mereka berdua.
“Ah, jinjja?” Dana sambil memegang bahunya dan langsung
beranjak berdiri.
“Mian sudah menabrakmu.” Dana berulang kali membungkukkan
badannya.
“Gwenchana.” Jungkook sambil membereskan barang yang
terjatuh dan telur yang pecah.
“Hah, mianhae (Dana langsung mendekat kearah Jungkook) Aku
akan mengganti semua telurmu yang pecah.” Dana juga ikut membereskan barang
yang terjatuh.
Taehyungpun datang dan
terkejutnya dia setelah melihat Jungkook yang berada disamping Noonanya. Dengan
cepat Taehyungpun berlari kearah Noonanya dan memegang bahu Noonanya dengan
erat.
“Noona neon gwenchana? Sudahlah Noona kau berdirilah dan
pegang ini biar aku yang membereskan barang namja ini.” Taehyung.
“Tehyunga, kita juga harus mengganti telur milik namja itu.”
Dana.
“Gamsahamnida.” Jawab Jungkook singkat.
“Setelah mengganti telur yang pecah…”
“Aku baru menyadarinya, teryata wajah kalian berdua hampir
sama.” Dana.
“Jinjja? Aniya Noona lihatlah lebih tampan aku.” Taehyung, Jungkook
hanya tersenyum evil.
“Cihh…” Dana sambil memutar kedua bola matanya.
“Irreummeun mwoeyo?” Tanya Dana pertama kali
saat perjalanan pulang.
“Jeon Jungkook imnida.” Jungkook.
“Noona sebaiknya kau berada disampingku sini.”
Taehyung yang menyela pembicaraan.
“Taehyunga sebenarnya kau ini kenapa?
Menganggu saja.” Dana.
“Oh, jadi itu namamu. Lantas rumahmu ada
dimana? Apa aku boleh tahu.” Dana yang berbicara disamping Taehyung yang
berusaha untuk melihat wajah Jungkook.
“Oh, kita sudah sampai.” Jawab Jungkook.
“Apa ini benar rumahmu?” Dana. Jungkook
mengangguk.
“Jadi kau bertetangga denganku, tapi aku
tidak pernah meihat kau keluar rumah.” Dana bingung.
Seorang yeoja membuka
pintu rumah Jungkook.
“Oh Noona ini aku sudah membeli semua yang
kita butuhkan.” Jungkook.
To Be
Continue…







.jpg)
0 komentar:
Posting Komentar